Selasa, 21 Apr 2026
light_mode

Ekonomi Syariah Itu Memanusiakan Manusia

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 29 Mar 2021
  • print Cetak

Oleh : Indah Mustika Tanjung, S.Kom
Karyawan swasta, tinggal di Sibolga

PT Bank Syariah Indonesia Tbk berencana melakukan kolaborasi dan sinergi dengan lembaga riset dan perguruan tinggi. Tujuannya untuk pengembangan ekonomi syariah.( https://finance.detik.com)

Melihat bagaimana hari ini ekonomi indonesia mulai melirik sistem ekonomi syariah yang membuat BSI menjadi Top 10 BANK syariah global berdasarkan kapitalis pasar.  Menuju kesana maka BSI aktif melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi terkait implementasi kurikulum keuangan syariah, penelitian, dan pengembangan produk serta layanan bank syariah. Selain itu BSI juga bekerjasama dengan asosiasi seperti MES dan Asbisindo melalui forum diskusi dan seminar untuk pengembangan bank syariah.

Satu hal yang perlu kita sadari bahwa ekonomi syariah berasal dari islam. Karena itu sistem yang berasal dari sang Pencipta pastilah baik untuk dikehidupan manusia. Dalam sistem ekonomi islam bagaimana ekonomi itu tumbuh dan merata sekaligus dan pertumbuhannya bukan sekedar tumbuh namun bagaimana tumbuh secara alami. Misal dengan SDM yang bertambah maka kebutuhan bertambah, dan kreativitas manusia itu berkembang maka secara otomatis ekonomi itu akan tumbuh dan mampu memberikan kesejahteraan bersama.

Kalau kita melihat dari segi sistem ekonomi kapitalis, memang kelihatan ekonomi kapitalisnya tumbuh besar tapi dalamnya kosong seperti halnya balon udara. Karena di dalamnya sektor non riil lebih banyak dibanding sektor riil. Akibatnya pertumbuhan semu yang akan menyebabkan krisis ekonomi. Dan wajar saat ini sudah banyak yang mengeluh bahkan mengkritisi bagaimana penerapan ekonomi kapitalis membuat para pihak menjadi krisis. Bisa jadi krisis yang terjadi akibat penerapan ekonomi kapitalis akan terjadi per 20 tahun sekali.

Dari sudut pandang praktisnya, jika sistem ekonomi Islam diterapkan maka tidak diperkenankan adanya riba. Karena riba ini menyerap darah pihak satu oleh pihak yang lainnya. bahkan asuransi juga dihapuskan dalam ekonomi islam. Dan yang perlu diperhatikan lagi bahwa pasar modal ini jadi persoalan yang sebenarnya terhimpunnya para pemilik modal yang menjadi besar dan menguasai peraturan. Akibatnya banyak para Penguasa yang mengatur jalannya ekonomi di suatu negara. Maka dalam islam akan diatur sesuai syariah islam. Oleh karena itu, di dalam Islam itu ada syariah tentang wakaf, zakat, waris, hibah, sedekah dan sebagainya yang menjadi mekanisme non pasar untuk menyejahterakan masyarakatnya.

Untuk melihat dari sudut pandang filosofis, maka sistem ekonomi Islam lebih mengedepankan memanusiakan manusia. Baik posisinya sebagai pekerja, pemilik modal atau perantara di antara keduanya, maka posisi-posisi itu ditempatkan pada posisi yang adil yaitu memanusiakan manusia. Karena dalam islam tidak ada eksploitasi tapi lebih penekanan terhadap syirkah.  Artinya ketika ekonomi islam diterapkan yang dimunculkan dari regulasi-regulasi tersebut lebih banyak ditekankan pada akad-akad kerja. Dan di situlah keadilan terhadap manusia dalam status apapun.

Jadi, menurutnya dalam sistem ekonomi Islam itu ada dua mekanisme dalam mewujudkan kemakmuran dan mencukupi kebutuhan masyarakat yaitu sektor pasar dan non pasar. “Di situlah peran negara bermain. Peran negara itu sangat penting untuk menerapkan syariah secara kaffah. Di sistem sekarang tidak bisa hanya menerapkan dari segi ekonomi syariah saja karena islam itu sempurna maka jadikanlah bagaimana setiap kehidupan itu secara menyeluruh. karena aturan Allah itu memang sesuai dengan manusia dan kehidupan kita sekarang. Allahu a’lam bisawab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kejatisu : Bupati Madina Jaji Penuhi Panggilan 14 Oktober

    Kejatisu : Bupati Madina Jaji Penuhi Panggilan 14 Oktober

    • calendar_month Rabu, 9 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        MEDAN (Mandailing Online) – Meski sudah 3 kali dipanggil tak datang, pihak Kejatisu tidak akan melakukan jemput paksa kepada bupati Madina. Pihak Kejaksaan Tinggu Sumatera Utara (Kejatisu) menyatakan bahwa bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution telah mengirim surat balasan ke Kejatisu yang berisi bahwa bupati Madina akan memenuhi panggilan Kejatisu pada tanggal 14 Oktober 2019. […]

  • Anggaran Pantastis, Sosialisasi Penyuluhan Hukum Dari Dana Desa di Siabu Jadi Sorotan

    Anggaran Pantastis, Sosialisasi Penyuluhan Hukum Dari Dana Desa di Siabu Jadi Sorotan

    • calendar_month Selasa, 14 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    SIABU ( Mandailing Online ): Seluruh Desa di Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) kembali mengalokasikan anggaran Dana Desa nya tahun 2024 untuk kegiatan sosialisasi penyukuhan hukum. setiap desa dikabarkan mengalokasikan anggaran Rp.9.000.000 untuk kegiatan itu. Dari data yang di dapat. ada 26 Desa di Kecamatan Siabu yang mengalokasikan anggaran kegiatan Sosialisasi Hukum […]

  • Guru di Siantar Pertanyakan Pencairan Dana Insentif dan Tunjangan Profesi

    Guru di Siantar Pertanyakan Pencairan Dana Insentif dan Tunjangan Profesi

    • calendar_month Minggu, 31 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PEMATANGSIANTAR : Hingga saat ini dana insentif dan tujangan profesi tahun anggaran 2011, belum ada diterima para guru di Kota Pematangsiantar. Harusnya triwulan pertama dan kedua (Januari-Juli), dana itu sudah dicairkan. Namun hingga saat ini belum ada kejelasan dari Pemko Pematangsiantar, untuk segera membayarkan hak para guru yang telah mendapat sertifikasi tersebut. Untuk mempertanyakan kejelasan […]

  • Kades Diminta Bayar Uang Raskin Tepat Waktu

    Kades Diminta Bayar Uang Raskin Tepat Waktu

    • calendar_month Senin, 22 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Semua kepala desa di Mandailng Natal (Madina) diminta membayarkan uang raskin tepat waktu tanpa menunda-nunda, karena semua warga selalu bayar kontan. Penundaan uang raskin dapat mempersulit realisasi penyaluran beras miskin (raskin) pada jadwal berikutnya. Baktaruddin, seorang pengamat raskin, Senin (22/7/2013) di Panyabungan berharap para kades jangan melakukan tunggakan lagi seperti yang […]

  • Dua Lokasi Lahan Terbakar

    Dua Lokasi Lahan Terbakar

    • calendar_month Kamis, 14 Jul 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAPSEL dan PALUTA (Mandailing Online) –  Dua lokasi lahan mengalami kebakaran di Kabupaten Tapanuli Selatan dan Kabupaten Padang Lawas Utara. Di Tapsel, kebakaran terjadi di lahan konsesi PT Toba Pulp Lestari (TPL) di Simarsarasara, Desa Batangtura Julu, Kecamatan Sipirok, sejak Selasa hingga Rabu (12,13/7/2016). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) mengerahkan dua […]

  • Golkar Harus Menghadirkan Politik yang Beradab

    Golkar Harus Menghadirkan Politik yang Beradab

    • calendar_month Sabtu, 30 Okt 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Usia Partai Golkar yang sudah mencapai 57 tahun harus bisa menjadi pelopor hadirnya politik beradab. Politik yang mementingkan kemaslahatan masyarakat daripada pribadi. Hal itu disampaikan Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Mandailing Natal (Madina) H. Aswin Parinduri saat memberikan sambutan pada acara Tasyakuran HUT ke-57 Partai Golkar, Sabtu (30/10). Aswin mengungkapkan […]

expand_less