Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Asap Datang Lagi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 30 Sep 2015
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Setelah sekitar sepekan hilang, kini asap kembali menyelimuti Panyabungan dan kawasan lain di Mandailing Natal.

Pantauan di Panyabungan, Rabu (30/9), asap mulai menyelimuti langit sejak pagi, dan terus menebal hingga sore.

“Padahal, dalam sepekan terakhir, asap ini telah hilang digerus oleh hujan yang turun,” kata Hollad Lubis kepada Mandailing Online di Panyabungan.

Sementara itu, seorang supir mini bis Anatra, Lian Nasution mengaku jarak pandang di jalanan kurang lebih 350 meter. Dia dan supir lain kesal terhadap kehadiran asap itu.

Sejumlah warga di warung kopi kawasan Dalan Lidang juga mengeluhkan kemunculan kemabli asap itu di udara kota Panyabungan. Mereka berharap hujan kembali turun agar asap hilang.

Darwis warga Panyabungan juga mengeluhkan kembalinya asap. “Setahu saya kabut sudah ke tiga kalinya pada saat ini menghiasi udara di daerah kita. Memang setelah diguyur hujan seperti yang satu minggu kemarin kabut akhirnya hilang, namun hari ini kabut datang lagi,” ujarnya.

Dia menyatakan, dampak dari asap sudah banyak menyebabkan serangan Ispa, utamanya terhadap anak-anak dan warga yang sering beraktifitas di luar rumah dengan mengenderai sepeda motor.

“Katanya asap kiriman, akan tetapi kita di Mandailing Natal yang terkena dampaknya, dimana tiap kabut meneyerang, kali ini malah semakin tebal jika kita bandingkan dengan sebelumnya,” keluahnya.

Hal sama disampaikan Jholis Lubis, pengguna sepeda motor, dia terpaksa memakai masker pada saat keluar rumah, apalagi sudah mengenderai sepeda motornya.

Sementera itu, seperti dilansir kantor berita Antara, Selasa (29/9), World Wide Fund for Nature (WWF) mendesak pemerintah Indonesia lebih terpadu dalam melakukan penanganan kabut asap mengingat masih pekatnya kabut asap melingkupi sejumlah wilayah di Tanah Air seperti di Kalimantan.

“Pemerintah perlu melakukan penanganan lebih terpadu bersama pemerintah daerah dan warga masyarakat dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Kalimantan,” kata Direktur Konservasi WWF Indonesia Arnold Sitompul dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa.

Menurut Arnold Sitompul, kebanyakan titik api teridentifikasi berada di lahan gambut dan sejauh ini upaya pencegahan dan penanggulangan di lapangan nampak belum efektif.

Dengan masih terjadinya kebakaran lahan dan hutan di Kalimantan, lanjutnya, Pemerintah perlu segera menempuh intervensi rekayasa hujan yang ditargetkan pada wilayah yang menyumbang titik api terbanyak.

Usaha sejauh ini, ujar dia, dengan menggunakan bom air terbukti di lapangan belum mampu meredam jumlah titik api yang banyak diidentifikasi berada pada lahan gambut.

 

Peliput  : Maradotang Pulungan

Editor    : Dahlan Batubara

Sumber tambahan : http://www.antaranews.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Himbauan Agar Anak-Anak Tetap Riang Belajar dari Rumah, Mungkinkah?

    Himbauan Agar Anak-Anak Tetap Riang Belajar dari Rumah, Mungkinkah?

    • calendar_month Rabu, 28 Jul 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Pandemi belum juga landai yang menunjukkan situasi sudah bisa bersahabat kembali. Pasien terinfeksi hingga meninggal terus berjatuhan. Baik yang dirawat di RS maupun yang hanya isolasi mandiri (isoman). Sehingga membuat pemerintah harus memberlakukan PPKM, bahkan memperpanjangnya. Meskipun terjadi pro-kontra dengan kebijakan tersebut, tetap saja diberlakukan. Walhasil, rakyat […]

  • Cinta Rakyat kepada Indonesia: Jangan Biarkan Bertepuk Sebelah Tangan

    Cinta Rakyat kepada Indonesia: Jangan Biarkan Bertepuk Sebelah Tangan

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle Dina Syarifah Nasution
    • 0Komentar

      Oleh: Dina Syarifah Nasution, M.Pd Dosen STAIN Madina / Pegiat di GEREP INSTITUTE   Di tengah berbagai keterbatasan hidup, ada pemandangan yang sesungguhnya sangat mengharukan setiap kali Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tiba. Para orang tua rela mengeluarkan uang untuk membiayai anak-anak mereka mengikuti berbagai kegiatan perayaan kemerdekaan. Ada yang membeli pakaian, perlengkapan lomba, makanan, […]

  • Limbah Pengolahan Emas atau Tong Beroperasi Bebas. Warga Mulai Resah Dampak Kimia nya

    Limbah Pengolahan Emas atau Tong Beroperasi Bebas. Warga Mulai Resah Dampak Kimia nya

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online )- tong raksasa untuk pengolahan material pasiran mengandung emas di jalan irigasi desa panyabungan jae, kecamatan panyabungan kota, kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) mersahkan masyarakat. Pasalnya pengolahan emas ini beroperasi dengan menggunakan bahan kimia berbahaya. Inisial ND diduga menjadi pengusaha nya. Aparat penegak hukumpun terkesan tak berani menyentuh nya meski […]

  • Kuasa Hukum : Foto di Medsos bukan lokasi PT. TBS

    Kuasa Hukum : Foto di Medsos bukan lokasi PT. TBS

    • calendar_month Kamis, 15 Agt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – PT. Tri Bahtera Srikandi (TBS) sejauh ini tak pernah merusak hutan bakau (mangrove) di Pantai Barat Mandailing Natal dalam aktvitas perkebunan sawit. Itu diungkapkan kuasa hukum PT.TBS, H Ridwan Rangkuti, SH.MH dalam konferensi pers di Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), Kamis (15/8/2019). Penjelasan itu disampaikan Ridwan Rangkuti menyusul munculnya tuduhan perusakan […]

  • Pospedasu VI di Madina, Diikuti 23 Kabupaten/Kota

    Pospedasu VI di Madina, Diikuti 23 Kabupaten/Kota

    • calendar_month Senin, 30 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pospedasu Sumatera Utara  ke-VI diikuti diikuti sebanyak 908 peserta dari 23 kabupaten/kota di Sumut. Popedasu (Pekan Olahraga dan Seni antar Pondok Pesantren) itu dilaksanakan di Kabupaten Mandailing Natal selabagai tuan rumah dari tanggal 29 Maret sampai 4 Juni 2016.  Dibuka oleh Gubernur Sumut, Tengku Erry Nuradi, Minggu (29/5). Ketua Panitia Pelaksana, […]

  • Bertahun Tak Diperhatikan, Jalan di Panyabungan Selatan Hancur

    Bertahun Tak Diperhatikan, Jalan di Panyabungan Selatan Hancur

    • calendar_month Rabu, 21 Mar 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN SELATAN (Mandailing Online) – Jalur jalan di kawasan Panyabungan Selatan kian memprihatinkan.Badan jalan dipenuhi krikil tajam karean aspalnya sudah habis. Namun Pemkab Mandailing Natal tenang saja. Akibatnya, bertahun-tahun warga Desa Aek Ngali,Lumban Dolok,Roburan Lombang dan Roburan Dolok menderita dan resah karena kerusakan jalan yang semakin hari kian parah. Najamuddin SH, warga  Desa Lumban Dolok […]

expand_less