Minggu, 30 Agu 2026
light_mode

Prostitusi Anak Kian Marak, Negara Harus Bertindak

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 12 Apr 2021
  • print Cetak

Oleh : Wanda Maryam Syam
Mahasiswi tinggal di Samarinda

Baru-baru ini, satu berita mengejutkan kembali hadir di tanah air. Bukan berita musibah-musibah yang biasanya, melainkan berita yang membawa masalah anak bangsa. Banyak sekali fenomena yang menghiasi jagat berita Indonesia, ditambah dengan berita satu ini, rasanya lengkap sudah.

Berita tak sedap ini, hadir dari Tangerang dan juga menyeret seorang aktris tanah air. Chyntiara Alona menjadi tersangka terduga prostitusi online anak di bawah umur pada 16 Maret lalu. Hotel Alona, milik Chyntiara Alona digerebek oleh polisi karena mendapatkan laporan terkait prostitusi online tersebut. Siapa sangka, hal yang lebih mengejutkan terkuak begitu polisi menggerebek hotel bintang 2 tersebut. Bukan hanya prostitusi online biasa, tapi praktik prostitusi online kali ini melibatkan anak-anak di bawah umur. Sekitar 43 orang terlibat dan 15 orang lainnya merupakan anak-anak di bawah umur dengan rata-rata umur 14-16 tahun. Usia yang masih sangat belia.

Modus ini dilakukan oleh sang aktris diduga demi terus menjalankan hotel miliknya. Demi menutup biaya operasional hotel yang sepi karena Covid-19, Chyntiara pun gelap mata untuk melanjutkan praktik ilegal ini. Sayangnya, gelap mata atau pun tidak, semua pilihan ada di tangannya. Dan pada saat ini pun dirinya telah ditetapkan sebagai tersangka bersama 2 orang lainnya, yaitu mucikari dan pengurus hotelnya.

Kata prostitusi sendiri memang semakin marak akhir-akhir ini. Seperti kasus dua tahun lalu, beberapa aktris tertangkap karena terlibat dalam praktik prostitusi online. Kenyataan pahit ini seperti menohok ulu hati. Kemudian pikiran tentang alasan dari itu semua hadir begitu saja. Sekelas aktris, kok bisa kekurangan? Lalu jika sekelas aktris saja masih kekurangan dan mencari uang dengan cara yang haram, bagaimana dengan masyarakat biasa yang notabenenya kekurangan?

Menurut kesaksian beberapa warga setempat, praktik prostitusi online yang dilakukan di hotel Alona ini sudah mendapat teguran. Warga geram dan tidak suka jikalau praktik ilegal itu terus berlangsung. Namun, pihak hotel benar-benar tidak menghiraukan warga, hingga warga di sana pun juga bingung bisa melakukan apa. Jadi, kejadian penggerebekan pada 16 Maret lalu menjadi angin segar bagi warga yang sudah lelah dengan aktivitas ilegal tersebut. Bahkan beberapa dari warga tak menyangka bahwa korban atau objek dalam praktik prostitusi tersebut adalah anak-anak di bawah umur.

Sebagai seorang aktris dan publik figur, tindakan ini mestinya tidak pernah terjadi. Walaupun seharusnya meski bukan aktris juga publik figur, kegiatan ini sebaiknya tidak ada. Bisa dibayangkan berbahayanya jikalau seorang publik figur yang mudah keluar masuk TV untuk menggiring opini masyarakat. Padahal sudah jelas kasus seperti ini sangat mengkhawatirkan generasi. Bukan hanya praktik yang nilainya ilegal, tapi kali ini menyeret anak-anak generasi bangsa. Bagaimana jika imbasnya sebuah pembiasaan pada kemaksiatan dan kerusakan?

Seperti yang sudah dijelaskan oleh warga, praktik prostitusi online ini sudah mendapat teguran dan kecaman dari pihak setempat. Tapi bisa apa? Kekuasaan bukan di tangan rakyat sepertinya, karena nyatanya besar suara massa tidak memengaruhi hotel Alona pada saat itu. Walau akhirnya ketahuan pada 16 Maret lalu, kita tidak bisa melupakan sudah seberapa lama dan jauh prostitusi online ini terjadi. Bahkan bisa jadi, ini bukan satu-satunya kasus prostitusi online anak di bawah umur yang ada di Indonesia. Na’udzubillah.

Dengan kasus-kasus seperti ini yang terus mengambang ke permukaan. Bahkan sudah menjadi rahasia umum, tentu kemarahan dan penolakan warga agar negeri ini dibersihkan dari zina, tidak bisa menghentikan praktik kemaksiatan ini. Butuh adanya peran yang lebih besar, agar tindakan ini benar-benar tertuntaskan. Yaitu haruslah ada peran negara yang dapat melindungi masyarakat. Isu-isu seperti ini jika terus dibiarkan akan sangat berbahaya bagi generasi bangsa.

Harusnya generasi-generasi usia semuda itu dilindungi dan diberikan fasilitas pendidikan yang memadai, nyatanya mereka sedang sibuk mencari sesuap nasi. Bahkan dari pengakuan Chyntiara saja, masalah ekonomi kita temukan di sana. Seolah membenarkan cara apa saja untuk mencari uang tidak peduli halal atau haram. Berbeda dengan masa sekarang, sebenarnya kita sudah menemukan jawaban yang sangat jelas dalam bingkai Islam. Islam yang memiliki seperangkat aturan, memberikan tindakan preventif juga kuratif.

Islam menerapkan beberapa aturan tegas terkait masalah ini. Diantaranya yaitu: negara dalam Islam menyediakan lapangan pekerjaan, lalu menyediakan pendidikan gratis, dan yang terpenting memberikan aturan dan hukuman yang tegas terkait permasalahan zina tersebut. Dari empat poin di atas, Islam bukan hanya melarang suatu kemungkaran tanpa solusi sama sekali. Bahkan dalam Islam, mengurus masyarakat/ummat adalah bentuk ketaatan seorang pemimpin. Jadi tidak aneh jikalau kita mengulik sejarah betapa hebatnya pemimpin-pemimpin Islam yang takwanya tak usah diragukan lagi namun sangat perhatian pada rakyatnya.

Dengan demikian, dalam Islam negara penanggungjawab penghapusan segala bentuk kekerasan dan prostitusi tentunya dengan memberlakukan sistem Islam secara total. Pemimpin memiliki kewajiban untuk menjalankan peraturan negara dengan baik sekaligus mensejahterakan rakyatnya. Sehingga, seluruh warga negara dapat berkehidupan dengan aman, tentram, dan damai sejalan dengan Islam yang rahmatan lil’alamiin. Wallahua’lam Bishhawab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kue Shopit, Kue Kering Klasik Khas Mandailing yang Selalu Tren Saat Idul Fitri 

    Kue Shopit, Kue Kering Klasik Khas Mandailing yang Selalu Tren Saat Idul Fitri 

    • calendar_month Sabtu, 23 Mar 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Setiap tahunnya, umat muslim yang kerap merayakan hari raya Idul Fitri selalu disuguhkan dengan kue kering atau jenis aneka kue lainnya yang disajikan bagi setiap tamu yang datang pada rumah rumah saat melakukan tradisi bersilaturahmi dan bermaaf maafan setelah melangsungkan sholat Idul Fitri. Kue lebaran yang selalu tren ataupun khas dengan […]

  • Tingkatkan SDM, Bupati Madina Salurkan Bansos untuk Mahasiswa

    Tingkatkan SDM, Bupati Madina Salurkan Bansos untuk Mahasiswa

    • calendar_month Selasa, 19 Okt 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Peningkatan sumber daya manusi (SDM) sangat dibutuhkan dalam membangun satu daerah. Pemerintah sebagai fasilitator harus bisa membangun infrastruktur peningkatan SDM. Salah satunya kelanjutan pendidikan masyarakatnya. Dalam rangka peningkatan SDM di Mandailing Natal (Madina), Bupati Madina H. M. Ja’far Sukhairi Nasution pada Selasa (19/10) menyalurkan bantuan sosial kepada 50 mahasiswa kurang mampu-berprestasi-yang […]

  • Wisata di Taman Pantai Barat

    Wisata di Taman Pantai Barat

    • calendar_month Minggu, 25 Sep 2016
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    Taman Pantai Barat Panggautan Natal menjadi referensi Wisata Pantai untuk Keluarga berlokasi di daerah barat Mandailing Natal .  

  • Alasan Tolak Umumkan Kelulusan CPNS Dinilai Aneh

    Alasan Tolak Umumkan Kelulusan CPNS Dinilai Aneh

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 1Komentar

    JAKARTA – Forum Honorer Kabupaten Kepulauan Meranti dan Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Provinsi Riau, menyatakan alasan kedua daerah itu belum mengumumkan kelulusan tes CPNS jalur umum dikarenakan putra daerah yang lulus tidak sesuai keinginan elit Pemda, sangatlah aneh. Alasan lain yakni takut didemo oleh peserta yang tak lulus, juga dinilai tidak logis Ketua Forum CPNS […]

  • Anggota DPRD Tersandung Kasus Cabul

    Anggota DPRD Tersandung Kasus Cabul

    • calendar_month Sabtu, 27 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Oknum Anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) berinisial BEH, dilaporkan ke Polres Madina, terkait kasus pencabulan. Oknum anggota dewan yang terhormat dilaporkan NA, penduduk Desa Hutapuli, Kecamatan Siabu, Madina. Oknum Anggota DPRD Madina BEH tidak berhasil dikonfirmasi melalui telepon, Kamis (25/11/2010). Dicek ke Kantor DPRD Madina, juga belum berhasil dijumpai. Menurut staf yang oknum […]

  • Gerep Institute dan Tawaran MEP (Bukan MOVE!) untuk Madina

    Gerep Institute dan Tawaran MEP (Bukan MOVE!) untuk Madina

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle M. Ludfan Nasution
    • 0Komentar

    Sebuah Percikan Pemikiran untuk Menguatkan Ekosistem Bandara AH Nasution Oleh: Muhammad Ludfan Nasution Pegiat di Gerep Institute     Ada sebuah pertanyaan sederhana yang mungkin perlu mulai kita diskusikan bersama: Apakah Bandara Jenderal Besar Abdul Haris Nasution cukup hanya dibangun sebagai infrastruktur transportasi, atau harus dipikirkan sebagai pintu masuk menuju sebuah ekosistem ekonomi baru? Pertanyaan […]

expand_less