Rabu, 22 Apr 2026
light_mode

Mudik Dilarang, Silahkan Pesan Online Bipang Ambawang?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 11 Mei 2021
  • print Cetak

Oleh: Risdanur, S.Pd
Anggota Komunitas Madina Menulis

Pemerintah resmi membuat aturan terkait dengan larangan mudik pada lebaran tahun 2021 dengan alasan menekan penularan virus Covid-19 di Indonesia.

Larangan mudik ini dimulai dari tanggal 6 sampai 17 Mei 2021 dengan memberlakukan beberapa penyekatan mudik di berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Pada beberapa titik penyekatan mudik tersebut terdapat banyak kendaraan yang dipaksa polisi putar balik karena nekad mudik.

Tak habis pikir, setelah rakyat Indonesia khususnya kaum muslimin dikecewakan dengan aturan pemerintah terkait pelarangan mudik lebaran dengan alasan menekan penularan Covid-19. Namun disisi lain, pemerintah membuka pintu masuk selebar-lebarnya yang dapat menimbulkan kerumunan, seperti pusat-pusat perbelanjaan dan pariwisata.

Kini publik dikejutkan lagi dengan himbauan Presiden  Joko Widodo pada sebuah tayangan di stasiun televisi swasta, Sabtu 8 Mei 2021. Pada tayangan tersebut Presiden Joko Widodo membahas mengenai larangan mudik demi kebaikan bersama untuk menekan penularan Covid-19 dan mengatakan jika para pemudik yang tidak bisa mudik tersebut rindu akan kuliner khas daerah masing-masing maka boleh untuk memesannya via online.

Dalam tayangan video tersebut Presiden Joko Widodo juga menyebutkan berbagai makanan khas daerah yang biasa dibawa pemudik sebagai oleh-oleh.

“Yang rindu makan gudeg Jogja, bandeng Semarang, siomay Bandung, pempek Palembang, bipang Ambawang dari Kalimantan dan lain-lainnya tinggal pesan dan makanan kesukaan akan diantar sampai ke rumah”, ucap Presiden Joko Widodo dalam videonya. (KOMPASTV, 8 Mei 2021).

Namun yang mencengangkan adalah pernyataan “Bipang Ambawang dari Kalimantan” yang disebutkan oleh Presiden Joko Widodo tidak lain adalah babi panggang Ambawang dari Kalimantan.

Tentu saja hal ini sontak menjadi perbincangan publik karena dalam suasana menyambut lebaran notabenenya yang merayakan adalah kaum muslim namun di sisi lain presiden Jokowi seolah mempromosikan bipang Ambawang sebagai kuliner lebaran.

Pernyataan tersebut langsung viral di jagat maya karena umat Islam sendiri tidak menyangka bahwa seorang pemimpin negara yang beliau juga beragama Islam bisa menyebutkan bipang atau babi panggang direkomendasikan sebagai kuliner lebaran yang bisa dipesan secara online.

Di dalam Al-Quran jelas sekali disebutkan bahwasanya babi adalah haram.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَ الدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيْرِ وَمَاۤ اُهِلَّ لِغَيْرِ اللّٰهِ بِهٖ ۚ 

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu bangkai, darah, daging babi, dan (hewan) yang disembelih dengan (menyebut nama) selain Allah…..” (QS. An-Nahl 16: Ayat 115).

Maka jelas sekali pernyataan Presiden Joko Widodo ini sangat bertentangan dengan ajaran Islam karena babi sendiri adalah haram untuk dimakan, namun sebaliknya Presiden Jokowi malah merekomendasikan babi panggang atau bipang Ambawang boleh dipesan secara online sebagai kuliner lebaran.

Wallaahu’alam

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berkas Lengkap, Tak Ada Dasar Mendiskualifikasi Saipullah

    Berkas Lengkap, Tak Ada Dasar Mendiskualifikasi Saipullah

    • calendar_month Selasa, 19 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua Komisi Pemilihan Umum Mandailing Natal (KPU Madina) Muhammad Ikhsan Matondang menegaskan pihaknya tidak memiliki dasar untuk mendiskualifikasi calon bupati Madina nomor urut 2, H. Saipullah Nasution, SH, MM, karena semua tahapan verifikasi berkas pencalonannya sudah dinyatakan lengkap. Terkait regulasi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Nagara (LHKPN) Saipullah Nasution, Ikhsan mengatakan KPU […]

  • RS Spesial Untuk Pejabat Saat Rakyat Makin Sekarat?

    RS Spesial Untuk Pejabat Saat Rakyat Makin Sekarat?

    • calendar_month Senin, 12 Jul 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Penderita terinfeksi covid-19 dikabarkan kian meningkat. Laju penambahan pasien yang terus bertambah membuat persediaan faskes di negeri ini sangat kekurangan. Pasien terinfeksi ternyata seperti yang diberitakan bukan hanya kalangan masyarakat biasa yang sering diklaim tidak taat prokes karena ngeyel. Namun juga lingkaran pejabat banyak terinfeksi virus yang […]

  • Film Mandailing “Madina & Mustafa” Dirilis Jelang Lebaran

    Film Mandailing “Madina & Mustafa” Dirilis Jelang Lebaran

    • calendar_month Rabu, 17 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Menjelang lebaran dua film Mandailing akan dirilis ke pasar. Yakni film “Senandung Willem” dan film “Madina & Mustafa”. Kedua film tersebut diproduksi dua pihak yang berbeda. Film “Madina & Mustafa” diproduksi oleh Willis Tinating Com & Kudel Baiya Ent & Film yang berbasis di Pidoli, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina). Sedangkan film […]

  • Pemkab Diminta Tegas Awasi Proyek Fisik 2013

    Pemkab Diminta Tegas Awasi Proyek Fisik 2013

    • calendar_month Jumat, 20 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    TAPSEL,- Ketua Komisi III DPRD Tapsel Mahmud Lubis SAg meminta Pemkab Tapsel tegas mengawasi seluruh SKPD yang berkaitan dengan proyek fisik tahun anggaran 2013. Hal itu bertujuan untuk mengurangi temuan-temuan BPK pada proyek fisik, sehingga dapat teruji kualitasnya. Dia menambahkan, tujuan lainnya adalah untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi dengan memperhatikan prinsip keberlanjutan atau sesuai dengan salah […]

  • Atika: RPJP Harus Selaras dengan Taman Nasional

    Atika: RPJP Harus Selaras dengan Taman Nasional

    • calendar_month Selasa, 4 Mar 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Wabup Madina) Atika Azmi Utammi Nasution meminta Rencana Pembangungan Jangka Panjang (RPJP) kabupaten terkait harus selaras dengan Rencana Pengelolaan Jangka Panjang (RPJP) Taman Nasional Batang Gadis (TNBG). Keselarasan itu diperlukan agar program pembangunan tidak saling bertolak belakang. Hal itu disampaikan Atika saat membuka Konsultasi Publik RPJP TNBG […]

  • Warga Madina Dukung Pemekaran Sumatera Tenggara

    Warga Madina Dukung Pemekaran Sumatera Tenggara

    • calendar_month Kamis, 5 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Masyarakat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mendukung sepenuhnya pemekaran Provinsi Sumatera Tenggara. Provinsi Sumatera Tenggara yang terdiri atas Kota Padang Sidimpuan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Madina, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, sangat diidam-idamkan khususnya masyarakat Madina. Demikian disampaikan Anggota DPRD Madina dari PDI Perjuangan Iskandar Hasibuan di Panyabungan, Selasa (03/05/2011). Dikatakannya, pihaknya sangat mendukung rencana pemekaran […]

expand_less