Jumat, 28 Agu 2026
light_mode

Tujuh Kepala Daerah harus Berjuang Bentuk Sumteng

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 17 Okt 2013
  • print Cetak

SIDIMPUAN (Mandailing Online) – Usulan pembentukan Provinsi Sumatera Tenggara di Komisi II DPR RI tidak akan berjalan maksimal jika kepala daerah tidak satu kata. Untuk itu, empat kabupaten dan satu kota di wilayah Tabagsel plus Labuhan Batu dan Labuhan Batu Selatan harus bersatu memperjuangkan percepatan pembentukan provinsi ini.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Pusat Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Sumatera Utara (PP Gemasu) Asmar Ismail Siregar, Rabu (16/10), meminta kerendahan hati seluruh kepala daerah untuk menyatukan persepsi dan bersama-sama mengawal proses pembahasannya di Komisi II DPR RI.

“Perlu kebersamaan, karena awalnya juga usulan pembentukan provinsi baru ini berasal dari keinginan bersama. Jadi ketika sudah hampir jadi dan tinggal finish mari kita kawal bersama,” ajaknya.

Kemudian, ia juga meminta agar ada tim khusus yang dibentuk untuk mengawal proses ini mengingat banyaknya lagi urusan kepala daerah, bahkan dua di antaranya akan melaksanakan pelantikan; Paluta dan Palas, sehingga kinerja pengawalan di Komisi II DPR RI diperlukan tim perwakilan dari masing-masingh daerah sehingga lebih maksimal.

“Yang kita lihat saat ini tidak ada tim khusus perwakilan dari masing-masing daerah. Padahal tim ini sangat perlu untuk ikut terlibat aktif mengawal prosesnya di Komisi II DPRRI. Kita harapkan agar seluruh kepala daerah segera duduk bersama membentuk tim ini agar bisa segera bekerja mengawal prosesnya di Komisi II DPRRI,” sarannya.

Ia juga mengajak seluruh elemen di Tabagsel dan juga Labuhan Batu dan Labuhan Batu Selatan untuk memanfaatkan seluruh potensi yang ada untuk mendesak pemerintah pusat agar segera mewujudkan pembentukan Provinsi ini, terutama adanya satu kata kesepahaman dari seluruh kepala daerah, DPRD dan lainnya.

“Seluruh pemangku kepentingan mari bersatu, bersama-sama kita dukung proses percepatan pembentukannya di pemerintah pusat agar jangan sampai ada kendala yang menyebabkan tersendatnya proses pembentukan provinsi ini,” ucapnya.

Ia menegaskan, makna dari pemekaran bukan mencari kekuasaan atau memperlebar isu kedaerahan, tetapi tujuan utamanya adalah untuk mempercepat pembangunan dan mempermudah proses pemerintahan agar daerah yang dimekarkan menjadi makin maju.

“Jadi sekarang yang perlu kita lakukan adalah bersatu saling mendukung untuk mempercepat proses pembentukan provinsi Sumatera Tenggara ini demi kemajuan daerah kita ini,” tuturnya. (metro)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Chairuman Harahap: Peluang Tabagsel jadi Provinsi Cukup Kuat

    Chairuman Harahap: Peluang Tabagsel jadi Provinsi Cukup Kuat

    • calendar_month Selasa, 4 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAPSEL- Ketua Komisi II DPR-RI, H Chairuman Harahap SH MH, menegaskan peluang Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) untuk mekar menjadi provinsi baru yang akhir tahun 2008 lalu dideklarasikan cukup kuat. “Cukup kuat. Sebab, semua kepala daerah dan DPRD serta masyarakat di lima kabupaten dan kota mendukung pembentukan provinsi baru,” ujar Chairuman Harahap kepada wartawan usai menghadiri […]

  • 792 Calhaj Madina Tahun 2024 Wajib Lakukan Istita’ah

    792 Calhaj Madina Tahun 2024 Wajib Lakukan Istita’ah

    • calendar_month Jumat, 12 Jan 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebanyak 792 Calon Jamaah Haji ( Calhaj ) dari Mandailing Natal ( Madina ) wajib melakukan Istita’ah. Istithaah sendiri merupakan istilah mampu atau tidaknya seorang jamaah haji menunaikan ibadah haji. “Berbeda dengan Tahun sebelumnya, Salah satu penentu calhaj Tahun 2024 yang bisa diberangkatkan harus melakukan Istita’ah kesehatan bagi calhaj. Artinya, Istitaah […]

  • Atika: Pembangunan Madina Terkendala Data Mengambang

    Atika: Pembangunan Madina Terkendala Data Mengambang

    • calendar_month Sabtu, 7 Agt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Salah satu penyakit di Pemkab Madina selama ini adalah persolalan data yang tidak akurat. Padahal data harus akurat agar kebijakan yang ditetapkan pemerintah daerah tepat sasaran. Data yang tidak akurat sangat berbahaya karena berdampak pada kekeliruan kebijakan daerah. Contohnya, data sektor pertanian. Jika data produksi, kendala dan kelemahan sektor pertanian amburadul maka kebijakan yang akan […]

  • Meriahkan HUT Madina Panyabungan Timur Ikuti Beberapa Perlombaan

    Meriahkan HUT Madina Panyabungan Timur Ikuti Beberapa Perlombaan

    • calendar_month Selasa, 8 Mar 2016
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online)  –  Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kabupaten Mandailing Natal yang ke 17, Kecamatan Panyabungan Timur mengikuti beberapa even perlombaan di tingkat Kabupaten demikian dikatakan  Camat Panyabungan Timur melalui Sekretaris Kecamatan Akhiruddin Batubara SE kepada Mandailing online Jumat, (4/3). “ Untuk memeriahkan Hari Ulang tahun Madina yang ke 17 Kecamatan Panyabungan Timur […]

  • Agar Tak Terkorupsi, Bansos Pemprovsu di Madina Sebaiknya Uang Tunai

    Agar Tak Terkorupsi, Bansos Pemprovsu di Madina Sebaiknya Uang Tunai

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bantuan sosial dari Pemprov Sumut di Kabupaten Madina sebaiknya diedarkan dalam bentuk uang tunai. “Harus bentuk uang tunai agar tidak menjadi ajang korupsi,” ujar Irwansyah Nasution, pengamat Madina kepada Mandailing Online, Rabu (20/5/2020). Sebab kalau dalam bentuk bahan pangan akan mudah dikorupsi dari sisi kuantitas barang. “Hak orang yang mustahaq termasuk […]

  • Jalan ke Aek Mata Masih Memperihatinkan

    Jalan ke Aek Mata Masih Memperihatinkan

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kondisi jalan dari kota Panyabungan ke kawasan Desa Aek Mata sekitarnya masih memperihatinkan. Selain ukuran jalan yang sempit, badan jalan juga masih jenis bebatuan dan tanah merah. Ini tergolong memalukan, sebab sejak Kabupaten Mandailing Natal (Madina) belum berdiri hingga kini kondisi jalan masih begitu-begitu saja. Alhasil, Desa Aek Mata yang penduduk 1100 […]

expand_less