Rabu, 22 Jul 2026
light_mode

Fahrizal Efendi: Pesantren Harus Tampil Hapus Stigma Madina Daerah Ganja

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 11 Jul 2021
  • print Cetak

H. Fahrizal Efendi Nasution,SH menyampaikan paparan di hadapan santri

Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut terlanjur populer sebagai daerah penghasil ganja di Indonesia. Bahkan nomor 2 setelah Aceh.

Diperlukan upaya melibatkan semua pihak mengatasinya.

Pesantren diharapkan tampil untuk perlahan merubah stigma itu. Karena mampu menjadi penggerak melawan peredaran narkoba dan budaya tanaman ganja.

“Tanggung jawab kita semua menghapus stigma itu. Diharapkan para ulama, ustad dan kalangan  pesantren mau berada di garda terdepan,” kata H. Fahrizal Efendi Nasution,SH, anggota DPRD Sumut.

Ia menyebutkan hal itu pada pembukaan Sosialisasi Perda  Provinsi Sumut Nomor 1 Tahun 2019 tentang Fasilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika, di Pondok Pesantren Roihanul Jannah, Pasar Maga, Kecamatan Lembah Sorik Marapi (LSM), Madina pada, Sabtu petang (10/7/2021).

Dihadapan para santri, Fahrizal yang didampingi Kepala “Aliyah” Roihanul Jannah Ustad Burmawi, mengatakan dalam kaitan menghapus stigma tersebut perlu dukungan semua pihak, terutama eksekutif dan legislatif.

“Malu kita sebenarnya, di satu sisi Madina kabupaten santri, di sisi lain, daerah ini juga dikenal sebagai salah satu penghasil ganja. Sangat bertolak belakang,” katanya.

Politisi dari Partai Hanura tersebut, menyatakan semua pihak harus sepakat menggaungkan tak ada kompromi bagi narkoba atau NAPZA (narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya) di Madina.

Hal itu bisa dimulai dari diri sendiri, keluarga, tetangga, lingkungan dan masyarakat.

Dan pesantren, lanjutnya, yang diharapkan sebagai benteng pertahanan penting peredaran narkoba di Madina. Bahkan mereka mampu menjadi penggerak melawan peredaran serta budaya tanaman ganja.

Menurut Fahrizal, BNN diharapkan mampu melahirkan program yang melibatkan OKP (organisasi kepemudaan), dan berbagai elemen masyarakat seperti ulama, tokoh masyarakat, dan lainnya yang punya pengaruh di lingkungan masyarakat.

Di sisi lain, Fahrizal juga menyatakan perlu ada upaya nyata bidang ekonomi agar warga yang tadinya menggantungkan ekonomi dari tanaman ganja, tidak lagi melakukan budidaya tanaman itu. Perlu ada solusi bagi penopang ekonomi rumah tangga mereka,” katanya.

H.Fahrizal Efendi Nasution,SH menyampaikan paparan di hadapan santri

Pesantren menjadi basis penting Sosialisasi Pencegahan Narkoba yang dilakukan DPRD Sumut, H. Fahrizal Efendi Nasution SH di Mandailing Natal.

Dia juga menggandeng sayap Nahdatul Ulama, sperti GP Ansor, IPNU,IPPNU dan Patayat NU. Selian itu juga melibatkan Alwasliyah.

Rangkaian sosialisasi yang berlangsung dalam sepekan terakhir terlaksana di Al-Mandili, Darul Ikhlas,

Ma’had Izzul Risalah (ketiganya di Panyabungan), Roihanul Jannah di Lembah Sorik Marapi. Selain pesantren, sosialisasi juga dilangsungkan di Dalan Lidang dihadiri pelajar, mahasiswa, ormas dan masyarakat luas. (tim)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 5 Ranperda Inisiatif DPRD Dibahas

    5 Ranperda Inisiatif DPRD Dibahas

    • calendar_month Kamis, 29 Okt 2015
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Lima Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) sedang dibahas DPRD Madina. Kelima Ranperda ini merupakan inisiatif DPRD. Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapperda) DPRD Madina, Dodi mengungkapkan bahwa dari kelima Ranperda ini terdapat beberapa Ranperda yang memiliki kekhasan tersendiri yang disesuaikan dengan kekhasan dan kebutuhan daerah secara aktual. “Seperti Ranperda tentang Penyelenggaraan Pendidikan […]

  • TOR-TOR MANDAILING

    TOR-TOR MANDAILING

    • calendar_month Sabtu, 25 Nov 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : ASKOLANI NASUTION   Tor-tor Mandailing tiba-tiba menjadi ikon seni tari penting dalam proses pernikahan Boby Nasution dan Kahiyang Ayu. Tentu karena begitu massif pemberitaan di berbagai media. Momen itu sekaligus mengundang rasa ingin tahu publik tentang berbagai entitas budaya Mandailing yang disuguhkan dalam proses pernikahan, termasuk Tor-Tor. Sebagai salah satu seni tari tradisional […]

  • Diduga Akibat Limbah Merkuri, Patani Cabai Gagal Panen

    Diduga Akibat Limbah Merkuri, Patani Cabai Gagal Panen

    • calendar_month Senin, 9 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Ratusan hektar kebun cabai di Desa Adian Jior, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengalami gagal panen diduga akibat limbah merkuri mesin galundung (pemisah batu dengan emas) yang sedang marak-maraknya di Kecamatan Hutabargot dan Kecamatan Panyabungan. Pantuan wartawan, kebun cabai milik warga yang mengalami gagal panen berada di pinggiran Kota Panyabungan tepatnya di Desa […]

  • Pesantren Pertanyakan Pendidikan Gratis

    Pesantren Pertanyakan Pendidikan Gratis

    • calendar_month Rabu, 25 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kotanopan (MO) – Program pendidikan gratis yang sudah berlangsung untuk tingkat SLTA di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menuai protes dari kalangan pesantren. Pasalnya program pasangan Hidayat-Dahlan ini tak mengikutkan pesantren dan Madrastah Aliyah. Pimpinan Pesantren Subulussalam, Kotanopan, Esmin Pulungan, S. Ag menilai Pemkab Madina tidak adil dalam memberlakukan program pendidikan gratis tersebut karena hanya diperuntukkan […]

  • Kabut Asap: Relawan Yusuf-Imron Bagi-Bagi Masker

    Kabut Asap: Relawan Yusuf-Imron Bagi-Bagi Masker

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Relawan pasangan calon bupati/wakil bupati Madina Yusuf Nasution-Imron Lubis membagikan masker kepada warga pengguna jalan yang melintas di depan Posko Pemenangan Yusron, Jl. Willem Iskander, Pidoli, Panyabungan, Kamis (3/9) menyusul makin menebalnya kabut asap di Madina. Mamad Vj, salah seorang relawan menyatakan kegiatan membagikan masker ini sebagai bentuk kepedulian terhadap dampak […]

  • Pengolahan limbah Martabe kurang sosialisasi

    Pengolahan limbah Martabe kurang sosialisasi

    • calendar_month Sabtu, 6 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) – PT Agincourt Resources yang melakukan pertambangan emas di Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, dinilai kurang mampu menyosialisasikan program pengolahan limbah, sehingga mendapatkan protes dan perlawanan masyarakat. “Sosialisasinya kurang. Parahnya lagi, pihak perusahaan kurang arif menyikapi aspirasi masyarakat,” kata anggota DPRD Sumut Pasiruddin Daulay yang melakukan reses di Tapanuli Selatan ketika […]

expand_less