Minggu, 30 Agu 2026
light_mode

Polisi Memberi Keamanan, Bukan Menganiaya

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 6 Okt 2021
  • print Cetak

Oleh: Samna, SPd.I
Aktivis / anggota Forum Muslimah Peduli Generasi Mandailing Natal

 

Sejumlah anggota kepolisian  diduga telah melakukan penganiayaan dan pengeroyokan terhadap empat orang remaja, di Ternate, Maluku Utara, Minggu (26/9).

Hal tersebut terjadi di kantor Direktorat Sabhara Polda Maluku Utara.

Rahmandani dan tiga teman sebayanya juga mengalami kondisi serupa. Tiga temannya tersebut yakni Buaiman Usemahu, Ai dan Iman Toro dianiaya hingga mengalami lebam di bagian wajah.

Sementara nama para oknum pelaku penganiayaan dan pengeroyokan ini belum diketahui identitasnya.

Sebelumnya penganiayaan oleh oknum polisi juga terjadi di Mandailing Natal, Sumatera Utara. DG yang merupakan pegawai Rutan (Rumah Tahanan) Kelas II B Natal, melakukan penganiayaan terhadap anak dibawah umur SR (14) yang merupakan santri Ponpes Musthafawiyah Purba Baru. Akibatnya sang anak babak belur dan langsung dilarikan ke rumah sakit oleh warga yang melihat.

Menyalahi Amanat Rakyat

Kepolisian adalah alat utama negara dalam menjaga keamanan.

Sebagai polisi seharusnya memberikan penjagaan keamanan kepada masyarakat, bukan menganiaya. 

Polisi adalah tempat masyarakat mengadu saat terjadi tindak kriminal, agar mereka yang terzalimi bisa segera mendapatkan pembelaan.

Kepolisian adalah salah satu lembaga penting yang memainkan tugas utama sebagai penjaga keamanan, ketertiban dan penegakan hukum.

Jika polisi melakukan penganiayaan maka hal ini sama saja dengan menghianati amanah yang diembankan kepada mereka. Padahal keberadaan mereka seharusnya memberikan rasa aman bagi rakyat.

Polisi dalam Islam

Dalam negara khilafah, urusan keamanan negara diurusi oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri, yang dipimpin oleh seorang Direktur. Departemen ini mempunyai Kantor Wilayah di setiap wilayah kekhilafahan. Kantor Wilayah tersebut dipimpin oleh seorang Kepala Kepolisian di wilayah itu.

Syaikh Taqiyuddin An-Nabhani dalam kitabnya “Struktur Daulah Khilafah dalam Pemerintahan dan Administrasi ” menukil ungkapan Al Azhari mengenai hal ini.

Al Azhari berkata: “Polisi adalah setiap kesatuan yang merupakan kesatuan terbaik, diantara kesatuan pilihan tersebut adalah polisi karena mereka adalah prajurit-prajurit pilihan, bahkan dikatakan mereka adalah kesatuan terbaik yang lebih menonjol daripada tentara. Dikatakan bahwa mereka dinamakan syurthah atau polisi karena mereka memiliki ciri yang telah dikenal baik dari pakaian maupun kemampuan geraknya”.

Imam al-Bukhari telah menuturkan riwayat dari Anas bin Malik:  “sesungguhnya Qais bin sa’ad di sisi nabi shallallahu alaihi wa sallam memiliki posisi sebagai kepala polisi dan ia termasuk di antara para Amir.

Polisi diberi tugas untuk menjaga sistem mengelola keamanan dalam negeri dan melaksanakan seluruh aspek implementatif, hal ini sesuai dengan hadits Anas bin Malik di atas tentang Rasul shallallahu alaihi wasallam yang menjadikan Qais bin Sa’ad di sisi Nabi sallallahu alaihi wasallam memiliki kedudukan sebagai kepala polisi.

Hadis itu menunjukkan bahwa polisi berada di samping penguasa. Makna berada di samping penguasa itu adalah polisi berperan sebagai kekuatan implementatif yang dibutuhkan oleh penguasa untuk menerapkan syariah menjaga sistem dan melindungi keamanan termasuk melakukan kegiatan patroli. Kegiatan patroli itu adalah berkeliling pada malam hari untuk mengawasi dan mengejar pencuri serta mencari orang yang berbuat kerusakan atau kejahatan dan orang yang dikhawatirkan melakukan tindak kejahatan.

Untuk menjalankan tugasnya itu, polisi harus mempunyai karakter yang khas, seperti keikhlasan, akhlak yang baik, seperti sikap tawadhu’, tidak sombong dan tidak arogan, kasih sayang, tindak tanduknya baik, seperti murah senyum, mengucapkan salam, menjauhi perkara syubhat, bijak dan lapang dada, menjaga lisan, berani, jujur, amanah, taat, berwibawa dan tegas.

Dengan demikian seorang polisi akan menjadikan dirinya sebagai pengaman, penjaga bagi masyarakat. Masyarakat akan merasa aman dan nyaman bila berjumpa dengan mereka, bukan sebaliknya.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Buka MTQ ke-XXI

    Bupati Buka MTQ ke-XXI

    • calendar_month Sabtu, 26 Feb 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Natal) – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. M. Ja’far Sukhairi Nasution secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XXI tingkat kabupaten di lapangan Kantor Camat Siabu, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal, Jumat (25/2) Malam. Bupati Sukhairi dalam sambutannya mengatakan, MTQ ini akan diikuti oleh generasi muda yang siap berlomba untuk meraih prestasi. “Berkontribusi […]

  • Muslim Madina Unjukrasa Desak Penghentian Kekejaman Terhadap Rohingya

    Muslim Madina Unjukrasa Desak Penghentian Kekejaman Terhadap Rohingya

    • calendar_month Rabu, 6 Sep 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Seribuan kaum muslim Mandailing Natal melakukan unjukrasa, Rabu (6/9/2017), menentang kekejaman pemerintah Myanmar terhadap kaum Muslim Rohingya. Aksi dimulai dari pelataran parkir masjid agung Nur Ala Nur dan berjalan kaki menuju gedung DPRD Mandailing Natal. Aksi dengan tema Solidaritas Kemanusian Untuk Rohingya ini merupakan massa gabungan 5 organisasi, yakni Laskar […]

  • PKB Deklarasikan Pasangan Suka

    PKB Deklarasikan Pasangan Suka

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendeklarasikan pasangan Sukhairi-Atika calon bupati/wakil bupati untuk Pilkada Madina 2020. Deklarasi berlangsung di halaman sekretariat DPC PKB Madina, Jl Willem Iskander, Aek Galoga, Panyabungan, Ahad (28/6/2020). Pasangan Jakfar Sukhairi Nasution-Atika Azmi Utammi Nasution merupakan pasangan pertama kandidat bupati/wakil bupati Madina yang memperoleh dukungan syarat pendaftaran ke […]

  • Dahlan Hasan Optimis PAD Tercapai Hingga Akhir Tahun

    Dahlan Hasan Optimis PAD Tercapai Hingga Akhir Tahun

    • calendar_month Kamis, 7 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Hingga 20 Oktober capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Mandailing Natal (Madina) masih Rp 27, 4 milyar rupiah atau 58,50 persen dari target yang ditetapkan sebesar 47 miliar. Pun begitu, Plt Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution mengaku masih optimis capaian PAD masih terkejar. Dia mengaku masih ada peluang. Peluang ini menurut Dahlan […]

  • Bupati Madina dan Mandailing Malaysia Akan Teken MoU Kerjasama

    Bupati Madina dan Mandailing Malaysia Akan Teken MoU Kerjasama

    • calendar_month Rabu, 21 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) dan pihak Mandailing Malaysia akan menandatangani MoU (Memorandum of Understanding) kerjasama pada 23 November mendandatang di Panyabungan. Kerjasama ini meliputi bidang kebudayaan, silaturrahim, ekonomi, tenaga kerja dan pemerintahan. Pihak Mandailing Malaysia diwakili Presiden Persatuan Halak Mandailing Malaysia (PHMM), Ramli Abdul Karim Hasibuan. “Penandatanganan MoU itu dilakukan ditengah […]

  • LBH: Dahlan berbohong

    LBH: Dahlan berbohong

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2014
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    MEDAN – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan menilai, Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan dan PT PLN Wilayah 1 Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) telah melakukan pembohongan publik terkait penyataan keduanya yang berjanji mengakhiri pemadaman listrik bergilir di Sumut. Hal itu yang membuat LBH Medan melayangkan somasi kepada kedua instansi tersebut.”Kita mencatat ada dua kali pernyataan yang […]

expand_less