Jumat, 28 Agu 2026
light_mode

Tiga Warga Tapsel Hanyut di Sungai Batang Gadis Belum Ditemukan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 22 Des 2021
  • print Cetak

Tiga korban selamat diabadikan bersama seorang petugas.

MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Tiga orang yang hanyut di Sungai Batang Gadis titik Desa Singkuang, Kecamatan Muara Batang Gadis, Mandailing Natal (Madina) belum ditemukan.

Ketiganya penduduk Tapanuli Selatan, suku Nias.

Kepala Polisi Sektor Muara Batang Gadis, Iptu Saszorro Efendi dalam keterangannya Rabu (22/12/2021) menyebut nama-nama yang hanyut, yakni:

Likani Waruwu (16), perempuan, penduduk Hamborlang, Kelurahan Raniate, Lingkungan 6, RW Pintu Angin Satu, Kecamatan Angkola Sangkunur, Tapanuli Selatan.

Bute Laia (19), perempuan, petani, penduduk Desa Bukkas Kecamatan Angkola Sangkunur, Tapanuli Selatan.

Deri Gulo (16), perempuan, petani, penduduk Desa Bukkas Kecamatan Angkola Sangkunur, Tapanuli Selatan.

Tiga orang yang selamat adalah:

Samaeli Bulolo (20), pria, petani, penduduk Huta Lambung, Kecamatan Angkola Sangkunur, Tapanuli Selatan.

Karoni Bulolo (11), pria, pelajar kelas 5 SD, penduduk Huta Lambung, Kecamatan Angkola Sangkunur, Tapanuli Selatan.

November Waruwu (11), pria, pelajar kelas 5 SD, penduduk Huta Lambung, Kecamatan Angkola Sangkunur, Tapanuli Selatan.

Peristiwa tragis itu terjadi pada Senin (20/12/2021) sekitar pukul 13.00 WIB ketika 6 orang itu dalam perjalanan naik perahu jenis robin kecil dari Singkuang menuju kawasan Siulangaling menyusuri Sungai Parlampungan yang sedang meluap.

Mereka ke Siulangaling hendak mengambil sayur.

Berdasar informasi yang dihimpun, perahu yang dikemudikan oleh Samaeli itu tiba-tiba mati mesin, dan posisi perahu tepat di tengah badan sungai, sehingga perahu tersebut hanyut dan lalu terbalik.

Keenam orang itu pun hanyut terbawa arus deras.

Karoni Bulolo dan November Waruwu beruntung karena tersangkut di ranting kayu.

Aroli Waruwu yang juga dalam posisi selamat datang menolong dengan cara berenang dan menarik November Waruwu dan Karoni Bulolo ke tepi sungai.

Sementara itu, Samaeli Waruwu juga dalam kondisi aman. Dia berada sekitar 200 meter dari posisi Aroli Waruwu.

Saat-saat singkat itu Samalei Waruwu melihat Likani Waruwu. Sejurus kemudian Samalei Waruwu berenang mencapai Likani Waruwu dan memegang tangannya. Namun, pegangan tangan mereka lepas dan

Likani Waruwu hanyut.

Hingga saat ini, Likani Waruwu Bute Laia dan Deri Gulo belum ditemukan.

Hari itu juga, tepatnya sore hari, personil gabungan Sat SAR Samapta Polda Sumut bersama dengan Personil Polsek Muara Batang Gadis dan Tim Basarnas melakukan pencarian.

Pada Selasa pencarian dilanjutkan sejak pagi menaiki sped bot milik tim SAR Sat Samapta Polda Sumut.

Hari ini, Rabu pencarian berlanjut, dimulai sejak pagi, dipimpin Kepala Tim SAR Dit Samapta Polda Sumut,  Iptu Zulkifli. Tim gabungab dibantu oleh keluarga korban. Namun pencarian belum berhasil.

Editor: Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • UKT Ditengah Pandemi

    UKT Ditengah Pandemi

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Elsa Novia Wita Siregar, S.Si   Seperti kita ketahui, semenjak wabah melanda dunia termasuk Indonesia banyak kegiatan yang dilakukan dirumah termasuk kegiatan belajar mengajar dimulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Proses belajar mengajar dilakukan secara online dirumah masing-masing. Kegiatan ini otomatis mengharuskan setiap peserta didik menyiapkan kuota setiap kelas online diadakan. Tentu […]

  • Fraksi Golkar Tantang Bupati Buat Perbup Salat Berjamaah untuk ASN

    Fraksi Golkar Tantang Bupati Buat Perbup Salat Berjamaah untuk ASN

    • calendar_month Senin, 6 Des 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. M. Ja’far Sukhairi Nasution pada apel pagi, Senin (29/11) menyampaikan akan membuat Peraturan Bupati (Perbub) yang mengatur siswa SD dan SMP salat Subuh berjamaah minimal satu kali dalam sepekan. Menanggapi hal itu Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) memberikan tantangan kepada Bupati Sukhairi membuat […]

  • Praktek Dugaan Pungli Dana BOS di Madina Diibaratkan ” Manajemen Jahiliah” . Praktisi Hukum Desak APH Turun Tangan

    Praktek Dugaan Pungli Dana BOS di Madina Diibaratkan ” Manajemen Jahiliah” . Praktisi Hukum Desak APH Turun Tangan

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

      MADINA||Mandailing Online – Praktik pungutan liar Dana BOS di Kabupaten Mandailing Natal menjadi sorotan. Sejumlah Kepala Sekolah mengaku wajib setor “biaya administrasi” minimal Rp1 juta kepada Manager Dana BOS Dinas Pendidikan Madina setiap kali dana cair. Praktisi hukum senior menyebut ini “manajemen jahiliah”. “Tidak ada asap kalau tidak ada api. Kepala sekolah sebagai pihak yang […]

  • 65,21 Persen ODGJ Berat di Madina Sudah Dapat Pelayanan

    65,21 Persen ODGJ Berat di Madina Sudah Dapat Pelayanan

    • calendar_month Rabu, 7 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  jumlah penderita Orang Dengan Gangguan Jiwa Berat (ODGJ) tahun 2022 di Kabupaten Mandailing Natal terdapat 420 orang, Skizoprnia 418 orang, dan Psikotik Acut 2 orang. Sementara pasien yang di Pasung ada 20 orang, namun dari 20 pasien pasung ini terdapat 3 orang pasien pasung Situasional atau (Lepas buka pasung). data ini […]

  • Gubsu Terkesan Hanya Butuh Tepuk Tangan

    Gubsu Terkesan Hanya Butuh Tepuk Tangan

    • calendar_month Kamis, 18 Agt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Fraksi Partai Golkar DPRD Mandailing Natal (Madina) meminta Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi untuk tidak bertindak seperti anak TK dan terkesan hanya butuh tepuk tangan. “Gubsu jangan seperti anak TK yang tidak bisa dikritik dan hanya butuh tepuk tangan,” ujar Ketua Fraksi Arsidin Batubara ketika dimintai keterangan terkait statemen Gubsu […]

  • Legalitas Badan Pemangku Adat Dipertanyakan

    Legalitas Badan Pemangku Adat Dipertanyakan

    • calendar_month Selasa, 3 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Panyabungan (MO) – Pihak Harajaan Hutasiantar memprotes Kepengurusan Badan Pemangku Adat (BPA) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) priode sekarang. Pasalnya, pemilihan pengurus tidak sesuai anggaran dasar BPA. Raja Harajaan Hutasiantar, Hasanul Arifin Nasution, S.Sos Gelar Patuan Mandailing, mengaku terkejut setelah mengetahui pengurus baru BPA Madina sudah terbentuk dan sudah pula dikukuhkan. Diungkapkannya, selaku raja Harajaan Hutasiantar, […]

expand_less