Rabu, 15 Jul 2026
light_mode

Madina Terbaik Indeks Inovasi Daerah se-Tabagsel

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 29 Des 2021
  • print Cetak

JAKARTA (Mandailing Online) – Kabupaten Mandailing Natal (Madina) memperoleh kategori Inovatif dalam Indeks Inovasi Daerah Provinsi, Kabupaten dan Kota Tahun 2021.

Perolehan itu tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 002-6-5848 Tahun 2021 tanggal 23 Desember 2021 tentang Indeks Inovasi Daerah Provinsi, Kabupaten dan Kota Tahun 2021 ditandatangani Mendagri, Tito Karnavian.

Pemberian penghargaan berlangsung hari ini, Rabu (29/12/2021) dalam ajang Innovative Government Award oleh Menteri Dalam Negeri melalui kanal Badan Litbang Mendagri.

Madina memperoleh skor indeks 44.76 dengan kategori Inovatif.

Perolehan Madina tahun ini meningkat dibanding tahun 2020 yang harus puas di kategori Kurang Inovatif.

Di tingkat regional Tabagsel, posisi Madina berada di peringkat pertama.  Padangsidimpuan kategori Inovatif skor 33,64, Tapsel (Kurang Inovatif skor 14,32), Palas (Kurang Inovatif skor 5,20) dan Paluta (Disclaimer).

Dibanding Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat, posisi Madina justru unggul pada tahun ini. Padahal Pasaman adalah kabupaten tempat Madina berguru tahun lalu.

Tahun ini Pasaman hanya puas di indeks skor 40,49, Pasaman Barat skor 36,32.

Untuk regional Sumut peringkat Madina terbaik ketujuh setelah Deliserdang (Inovatif skor 59,62), Nias Barat (Inovatif skor 53,88), Karo (Inovatif skor 53,24) dan Humbahas (Inovatif skor 51,09), Samosir (Inovatif skor 49,57), Labuhan Batu (Inovatif skor 49,51).

Untuk seluruh Indonesia, posisi Madina tahun ini berada di peringkat 145 dari 415 kabupaten.

Sementara itu, Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution menjawab wartawan, Rabu, mengucap rasa syukur terhadap raihan itu.

Atika menyatakan bahwa raihan ini bukan sekadar angka, tapi suatu tolok ukur bahwa manfaat anggaran bisa lebih dirasakan masyarakat manfaatnya, baik dalam penataan birokrasi dan pelayanan publik.

Inovasi juga identik dengan kaum muda/milenial.

“Artinya, prospek masa depan anak muda kita sedang dalam trend yang bagus dalam memunculkan inovasi. Ini harus didukung oleh semua pihak agar trend ini terjaga,” katanya.

“Tetapi kita tidak boleh berpuas diri. Untuk regional Sumut, Madina masih posisi 7 dan tingkat Nasional posisi 145 dari 415. Inovasi harus terus dikembangkan dan dikombinasikan dengan digitalisasi sehingga di masa-masa mendatang IID terus meningkat atau setidaknya bisa jadi yang terbaik untuk wilayah Sumatera,” katanya.

Semakin tinggi IID, lanjut Atika, semakin besar manfaat langsung anggaran terhadap masyarakat.

Di hari yang sama, Kepala Balitbang Madina, Afandi Lubis menjawab wartawan menyatakan pihaknya dan OPD lain akan terus bekerja keras di tahun-tahun mendatang dalam rangka mendukung komitmen Bupati dan Wakil Bupati mengembangkan inovasi pemerintah daerah.

Untuk tahun 2022, atas arahan bupati dan wakil bupati, pihaknya telah menjajaki kerjasama dengan LAN (Lembaga Administrasi Negara) dalam menggali inovasi di setiap OPD (Organisasi Perangkat Daerah) pada bidang pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, dan sektor lain yang menjadi urusan pemerintah kabupaten.

Di sisi lain, Kepala Badan Litbang Kemendagri, Agus Fatoni menyatakan, setiap tahun, Kemendagri melakukan pengukuran dan penilaian Indeks Inovasi Daerah.

Dia mengungkap, tahun lalu sebanyak 31 daerah penerima Innovative Government Award diusulkan kepada Kementerian Keuangan untuk mendapat alokasi dana insentif daerah (DID).

Fatoni berharap, berbagai capaian inovasi di daerah tersebut dapat memperkuat kerja sama antardaerah, sehingga hal itu juga mendorong terciptanya pelayanan publik yang optimal.

“Selain berkompetisi dalam inovasi, daerah juga perlu membina kerja sama, berkolaborasi, saling mengisi, saling belajar dan mengoptimalkan ke-khasan daerah,” terangnya.

Fatoni mengimbau daerah untuk tidak semata-mata hanya ingin mendapatkan penghargaan dalam melakukan inovasi. Namun yang terpenting adalah agar tercipta budaya kerja yang kreatif dan inovatif.

“Inovasi bukan tujuan, tapi cara meningkatkan kinerja daerah dalam mencapai tujuan otonomi daerah yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pelayanan publik, dan daya saing daerah,” sambung Fatoni.

Peliput: Dahlan Batubara/Roy Adam Lubis

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ngabalin Resmi Bermarga Nasution

    Ngabalin Resmi Bermarga Nasution

    • calendar_month Sabtu, 1 Sep 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ali Moectar Ngabalin resmi menyandang marga Nasution. Marga dari suku Mandailing di Sumatera Utara. Penabalan marga Nasution itu secara resmi ditabalkan oleh sejumlah raja di Kabupaten Mandailing Natal, berlangsung di pendopo rumah dinas Bupati Mandailing Natal, Jum’at malam (31/8/2018). Acara penabalan itu dihadiri Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution, tokoh masyarakat serta […]

  • Kapolda Sumut: PPKM Jangan Dijadikan Menakutkan

    Kapolda Sumut: PPKM Jangan Dijadikan Menakutkan

    • calendar_month Jumat, 10 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Panca Putra menekankan agar PPKM Level 4 Covid-19 jangan dijadikan menakutkan, tetapi dicari penyelesaiannya. Itu dikatakannya menjawab wartawan di aula kantor bupati Madina usai melakukan pertemuan dengan semua pihak, Jum’at (10/9/2021). Kapoldasu bersama Pangdam Bukit Barisan, Mayjen TNI Hasanudin berada di Mandaling Natal (Madina) hari ini […]

  • MARSIDAO-DAO (episode 41)

    MARSIDAO-DAO (episode 41)

    • calendar_month Jumat, 26 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara Dohot do udur dadaboru ni Muklan mangalao mangalusi pio-pio inang ni Si Poso i. Dung juguk Muklan dohot dadaboru i, iobarkon Si Siti nangkan sannari ma sugari pinomparna manandai ompungna boti amangtuana i Bilah. “Inda tolap au be sanga tujia, Amangboru. Mabiar au inda sompat alai manandai ompung ni […]

  • Jalan Muara Sipongi-Pakantan Kuabangan Kerbau

    Jalan Muara Sipongi-Pakantan Kuabangan Kerbau

    • calendar_month Kamis, 15 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PAKANTAN (Mandailing Online) – Kerusakan jalan jalur Muara Sipongi-Pakantan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) beberapa bulan terakhir semakin parah. Kondisi ini menyebabkan waktu tempuh dari Muara Sipongi ke Pakantan memakan waktu yang lebih lama, plus kina menyulitkan mobilisasi barang dan orang. Pantauan di lapangan, Rabu (14/8/2013), hampir disepanjang jalan ini aspalnya semuanya sudah terkelupas, yang tersisa […]

  • UMK Kota Medan direvisi Rp2 juta

    UMK Kota Medan direvisi Rp2 juta

    • calendar_month Rabu, 14 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) – Upah Minimum Kota Medan (UMK) 2013 yang baru saja ditetapkan oleh Dewan Pengupahan Kota Medan senilai Rp1.460.000,- akan segera direvisi. Hal ini dilakukan setelah sejumlah elemen buruh yang tergabung di dalam Mejelis Pekerja Buruh Sumatera Utara, dipimpin oleh Minggu Saragih, melakukan demo unjuk rasa dengan cara damai di Balai Kota Medan, hari […]

  • DPRD Madina Harus Konsisten Soal Hak Interplasi

    DPRD Madina Harus Konsisten Soal Hak Interplasi

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wacana para anggota DPRD Mandailing Natal (Madina) melakukan interplasi kepada bupati yang sempat dimulai pekan lalu, hingga kini belum terwujud alias belum sampai ke tingkat paripurna. Sejauh ini belum diketahui dimana mendegnya progress persiapan hak interplasi itu. Sebelumnya sudah sempat beredar tandatangan sekitar 24 dari total 40 orang anggota dewan yang […]

expand_less