Selasa, 16 Jun 2026
light_mode

Mengapa Kekerasan Seksual Tak Kunjung Usai?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 11 Jan 2022
  • print Cetak

Oleh : Dahlena Pulungan, S.Pd
Pengajar, tinggal di Sidimpuan

 

Memasuki tahun 2022 jagad media sosial dihebohkan kembali dengan kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh seorang aktivis kampus.

Media sosial diramaikan dengan viralnya dugaan pemerkosaan 3 mahasiswi yang dilakukan demisioner BEM (UMY).(POJOKSATU.id)

Mengerikan, intelektual yang seharusnya  memikirkan perubahan negeri, cerminan budi pekerti yang tinggi, telah berubah menjadi prilaku kerusakan. Ini mengindikasikan bahwa perguruan tinggi tidak mampu menghempang perkembangan kekerasan seksual di lingkungannya, tidak saja oleh sesama mahasiswa, tetapi juga dosen terhadap mahasiswanya. Sungguh, pendidikan tinggi seolah tidak memiliki muru’ah lagi.

Kasus seperti ini dan kekerasan dan kejahatan seksual lainnya bukan kali ini terjadi, sepanjang tahun 2021 terdapat banyak catatan kelam kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kematian tragis mahasiswi yang dihamili oleh kekasihnya yang merupakan seorang polisi; di Padang, Sumatera Barat dua bocah diperkosa oleh kakek, paman, abang bahkan tetangganya sendiri; ada lagi yang sempat viral seorang guru menyetubuhi belasan santrinya, dan masih banyak lagi kasus-kasus kekerasan sesual lainnya.

Yang membuat miris, kekerasan seksual banyak dilakukan oleh orang-orang terdekat, tetangga kerabat, “teman dekat”, kakak, ayah bahkan guru dan dosen, yang semuanya seharusnya melindungi dan mengayomi dan menjadi panutan, justru tega melakukan kejahatan termasuk kejahatan seksual.

Sungguh fenomena yang menggambarkan masyarakat yang sakit parah. Itu hanya sebagian kecil yang terungkap, karena kasus kekerasan seksual sudah menjadi fenomena gunung es. Ini makin menguatkan fakta rusaknya masyarakat yang hidup dalam tatanan sekulerisme, jauh dari aturan agama

Perempuan dan anak butuh sistem yang mampu memberikan perlindungan hakiki. Islam adalah sistem yang mampu mewujudkan kehidupan yang menjamin pemenuhan kebutuhan hidup, menentramkan jiwa serta memuasakan akal. Islam memiliki tatanan kehidupan yang khas yang mampu menghentikan kekerasan seksual secara tuntas dan mencegah munculnya peluang-peluang penyimpangan perilaku termasuk kekerasan seksual.

Islam menjelaskan secara gamblang peran laki-laki dan perempuan dalam kehidupan, serta memberikan pedoman yang rinci tentang bagaimana seharusnya mereka berinteraksi.

Islam memerihtahkan menutup aurat atau sesuatu yang merangsang sensualitas, karena pada dasarnya naluri seksual itu muncul karena terpicu rangsangan dari luar, yang bisa memengaruhi munculnya kejahatan seksual.

Islam memiliki sistem sanksi yang tegas terhadap pelaku kejahatan seksual. Misalnya sanksi bagi pelaku tindak pemerkosaan dan kejahatan sekusal berupa had zina, yaitu dirajam (dilempar batu) hingga mati jika pelakunya muhshan (sudah menikah), di-jilid (dicambuk) 100 kali dan diasingkan selama setahun jika pelakunya khairu muhshan (belum menikah), semua itu hanya akan terwujud dengan tegaknya khilafah islamiyah karena hanya khilafah yang mampu menerapkan aturan Allah secara kaffah dalam kehidupan.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Satma Madina Minta Gubsu Copot PLT Sekda Madina

    Satma Madina Minta Gubsu Copot PLT Sekda Madina

    • calendar_month Senin, 25 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Satuan Mahasiswa Peduli Masyarakat Pemuda Pancasila meminta kepada Gubernur Sumatra Utara Samsul Arifin agar mencopot PLT Sekdakab Gozali Pulungan karena tidak mempunyai wibawa sebagai Pelaksana Tugas Sekretaris Kabupaten mandailing Natal, terkait banyaknya persoalan yang terjadi pada saat ini di dalam pemarintahan Kabupaten Mandailing Natal, tentang terjadinya Devisit anggaran pada tahun 2010 yang senilai puluhan Milliar. […]

  • Dana Desa Harus Diarahkan kepada Infrastruktur Ekonomi

    Dana Desa Harus Diarahkan kepada Infrastruktur Ekonomi

    • calendar_month Selasa, 12 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal didesak mendorong seluruh desa untuk memprioritaskan pengembangan infrastruktur ekonomi dalam strategi pembangunan yang bersumber dari Dana Desa. Sebab, tahun lalu, trend pemerintah desa cendrung memakai Dana Desa untuk pembangunan jalan-jalan pemukiman jenis rabat beton serta fasilitas air bersih. “Instlasi air bersih sangat bagus dan kita apresiasi. Tetapi untuk […]

  • Mualaf Zambia Meningkat Tajam

    Mualaf Zambia Meningkat Tajam

    • calendar_month Jumat, 22 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Zambia, negara di Afrika Selatan ini mencatat adanya peningkatan tajam jumlah warganya yang menjadi mualaf. Sebagian besar yang mendapatkan hidayah tersebut berasal dari kalangan pemuda. World Bulletin mengabarkan, masjid-masjid di Zambia banyak melayani syahadat para pemuda Zambia. Dewan Tinggi Islam Zambia, Suzgi Zimba, membenarkan adanya peningkatan jumlah Muslimin. Menurutnya, masjid-masjid Zambia kini dipenuhi jamaah. Ia […]

  • 'Saudara Tua' kembali melirik Indonesia

    'Saudara Tua' kembali melirik Indonesia

    • calendar_month Jumat, 29 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Ahmad Djauhar Saudara Tua itu kembali merangkul Saudara Muda dengan pelbagai janji dan keseriusan untuk memajukan ekonomi negeri yang pernah dijajahnya. Komitmen bagi megaproyek baru senilai US$52,9 miliar sekitar Rp500 triliun menjadi bukti keseriusan Pemerintah Jepang, sang Saudara Tua, untuk mendukung penuh pengembangan koridor ekonomi baru di sepanjang Pesisir Timur Sumatra (East Sumatra-ES) hingga […]

  • Ketua Komisi II DPR: Pemekaran Nanti lah, Sabar

    Ketua Komisi II DPR: Pemekaran Nanti lah, Sabar

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Komisi II DPR belum berani memastikan kapan lima Rancangan Undang-undang (RUU) pemekaran di wilayah Sumut akan dibahas lagi. Lima RUU itu, empat masuk paket 65 RUU, yakni RUU pembentukan Provinsi Tapanuli Utara (Protap), Provinsi Kepulauan Nias, Kabupaten Simalungun Hataran, dan Kabupaten Pantai Barat Mandailing. Keempat RUU itu sudah keluar ampresnya dan sudah dibahas […]

  • Jika Terpilih Jadi Bupati. Paslon 01 Pastikan Rawat Toleransi Beragama di Madina

    Jika Terpilih Jadi Bupati. Paslon 01 Pastikan Rawat Toleransi Beragama di Madina

    • calendar_month Kamis, 14 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PALUTA ( Mandailing Online ) – Jika terpilih jadi Bupati Madina Periode 2025 – 2030 Paslon Harun dan Ichwan Nomor Urut 1 pastikan terus rawat toleransi antar umat beragama di Kabupaten Mandailing Natal. Harun Mustafa Nasution Calon Bupati Nomor Urut 1 mengungkapkan di debat terbuka jika terpilih jadi Bupati Madina dengan Pasangannya Ichwan sikap toleransi […]

expand_less