Kamis, 8 Okt 2026
light_mode

Mengapa Kekerasan Seksual Tak Kunjung Usai?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 11 Jan 2022
  • print Cetak

Oleh : Dahlena Pulungan, S.Pd
Pengajar, tinggal di Sidimpuan

 

Memasuki tahun 2022 jagad media sosial dihebohkan kembali dengan kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh seorang aktivis kampus.

Media sosial diramaikan dengan viralnya dugaan pemerkosaan 3 mahasiswi yang dilakukan demisioner BEM (UMY).(POJOKSATU.id)

Mengerikan, intelektual yang seharusnya  memikirkan perubahan negeri, cerminan budi pekerti yang tinggi, telah berubah menjadi prilaku kerusakan. Ini mengindikasikan bahwa perguruan tinggi tidak mampu menghempang perkembangan kekerasan seksual di lingkungannya, tidak saja oleh sesama mahasiswa, tetapi juga dosen terhadap mahasiswanya. Sungguh, pendidikan tinggi seolah tidak memiliki muru’ah lagi.

Kasus seperti ini dan kekerasan dan kejahatan seksual lainnya bukan kali ini terjadi, sepanjang tahun 2021 terdapat banyak catatan kelam kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kematian tragis mahasiswi yang dihamili oleh kekasihnya yang merupakan seorang polisi; di Padang, Sumatera Barat dua bocah diperkosa oleh kakek, paman, abang bahkan tetangganya sendiri; ada lagi yang sempat viral seorang guru menyetubuhi belasan santrinya, dan masih banyak lagi kasus-kasus kekerasan sesual lainnya.

Yang membuat miris, kekerasan seksual banyak dilakukan oleh orang-orang terdekat, tetangga kerabat, “teman dekat”, kakak, ayah bahkan guru dan dosen, yang semuanya seharusnya melindungi dan mengayomi dan menjadi panutan, justru tega melakukan kejahatan termasuk kejahatan seksual.

Sungguh fenomena yang menggambarkan masyarakat yang sakit parah. Itu hanya sebagian kecil yang terungkap, karena kasus kekerasan seksual sudah menjadi fenomena gunung es. Ini makin menguatkan fakta rusaknya masyarakat yang hidup dalam tatanan sekulerisme, jauh dari aturan agama

Perempuan dan anak butuh sistem yang mampu memberikan perlindungan hakiki. Islam adalah sistem yang mampu mewujudkan kehidupan yang menjamin pemenuhan kebutuhan hidup, menentramkan jiwa serta memuasakan akal. Islam memiliki tatanan kehidupan yang khas yang mampu menghentikan kekerasan seksual secara tuntas dan mencegah munculnya peluang-peluang penyimpangan perilaku termasuk kekerasan seksual.

Islam menjelaskan secara gamblang peran laki-laki dan perempuan dalam kehidupan, serta memberikan pedoman yang rinci tentang bagaimana seharusnya mereka berinteraksi.

Islam memerihtahkan menutup aurat atau sesuatu yang merangsang sensualitas, karena pada dasarnya naluri seksual itu muncul karena terpicu rangsangan dari luar, yang bisa memengaruhi munculnya kejahatan seksual.

Islam memiliki sistem sanksi yang tegas terhadap pelaku kejahatan seksual. Misalnya sanksi bagi pelaku tindak pemerkosaan dan kejahatan sekusal berupa had zina, yaitu dirajam (dilempar batu) hingga mati jika pelakunya muhshan (sudah menikah), di-jilid (dicambuk) 100 kali dan diasingkan selama setahun jika pelakunya khairu muhshan (belum menikah), semua itu hanya akan terwujud dengan tegaknya khilafah islamiyah karena hanya khilafah yang mampu menerapkan aturan Allah secara kaffah dalam kehidupan.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wabup Atika: Senam untuk Kesegaran Fisik dan Pikiran

    Wabup Atika: Senam untuk Kesegaran Fisik dan Pikiran

    • calendar_month Jumat, 18 Feb 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution mengatakan kegiatan senam bersama yang dilaksanakan setiap Jumat di lapangan kantor Bupati Lama, Kelurahan Dalan Lidang, baik untuk kesegaran fisik dan pikiran. “Program senam bersama ini merupakan salah satu platform dalam penyegaran fisik dan pikiran,” kata Atika kepada wartawan usai mengikuti senam, […]

  • SBY salah membuat kebijakan

    SBY salah membuat kebijakan

    • calendar_month Kamis, 19 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengevaluasi periode kedua kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). JK menilai, Presiden SBY telah membuat kebijakan yang tidak tepat membentuk sekretariat gabungan (setgab) parpol koalisi. “Sekarang ini pemerintah dengan sadar membuat oposisi, dengan sadar, karena membikin Setgab. Setgab itu ya partai pemerintah, di luar Setgab ialah oposisi,” […]

  • Anomali Empat Koma: Sati Nasution dan Peta Jalan Baru Inklusi Sosial Jaringan Kreatif Muda Madina

    Anomali Empat Koma: Sati Nasution dan Peta Jalan Baru Inklusi Sosial Jaringan Kreatif Muda Madina

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Moechtar Nasution *   Waktu iseng berselancar di situs resmi BPS Provinsi Sumatera Utara tempo hari, terpampang data yang bikin miris. Di sana, dalam rilis angka Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) tahun 2025 yang keluar per 26 Februari 2026, tertera angka telanjang yang bikin hati bertanya serius: Kenapa Madina cuma “nangkring” di angka 4,7500 […]

  • Maret, Panwaslu Kukuhkan Panwascam

    Maret, Panwaslu Kukuhkan Panwascam

    • calendar_month Rabu, 23 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Panitia Pengawasan Pemilihan Umum (Panwaslu) akan mengukuhkan Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) awal Maret mendatang. Program ini untuk mensukseskan pemungutan suara ulang pada Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Mandailing Natal periode 2011-2016 tanggal 20 April 2011 mendatang. Hal ini disampaikan Ketua Panwaslu Kabupaten Madina, M Ikbal Nasution melalui telepon selulernya, Senin (21/2). “Hal ini sangat […]

  • Kecelakaan Maut Di Panyabungan, 3 Tewas 1 Kritis

    Kecelakaan Maut Di Panyabungan, 3 Tewas 1 Kritis

    • calendar_month Kamis, 19 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 13Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dua sepeda motor adu kambing menyebabkan 3 orang tewas dan satu kritis di jalur lintas Sumatra titik Parbagunan, Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sekitar 22:30 WIB, Selasa (17/9/2013). Nama korban tewas, Devi (15) warga Jalan Abri, Kelurahan Panyabungan yang masih duduk di Kelas II SMA Negeri 1 Tanobato; Rahmad Ali (17) […]

  • Warga Negara Cina Terbunuh di Camp Tambang PT.M3

    Warga Negara Cina Terbunuh di Camp Tambang PT.M3

    • calendar_month Rabu, 10 Sep 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Seorang karyawan PT. Madina Madani Mining (PT.M3) berwarga Negara Cina tewas terbunuh di camp tambang itu yang berlokasi di Tapus, Kecamatan Lingga Bayu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Kapolres Madina, AKBP Mardiaz Kusin melalui Kasat Reskrim, AKP. Wira Prayatna kepada wartawan, Rabu (10/9) membenarkan kejadian itu. Peristiwa tewasnya Wong Qing terjadi […]

expand_less