Selasa, 3 Mar 2026
light_mode

Mengapa Kekerasan Seksual Tak Kunjung Usai?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 11 Jan 2022
  • print Cetak

Oleh : Dahlena Pulungan, S.Pd
Pengajar, tinggal di Sidimpuan

 

Memasuki tahun 2022 jagad media sosial dihebohkan kembali dengan kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh seorang aktivis kampus.

Media sosial diramaikan dengan viralnya dugaan pemerkosaan 3 mahasiswi yang dilakukan demisioner BEM (UMY).(POJOKSATU.id)

Mengerikan, intelektual yang seharusnya  memikirkan perubahan negeri, cerminan budi pekerti yang tinggi, telah berubah menjadi prilaku kerusakan. Ini mengindikasikan bahwa perguruan tinggi tidak mampu menghempang perkembangan kekerasan seksual di lingkungannya, tidak saja oleh sesama mahasiswa, tetapi juga dosen terhadap mahasiswanya. Sungguh, pendidikan tinggi seolah tidak memiliki muru’ah lagi.

Kasus seperti ini dan kekerasan dan kejahatan seksual lainnya bukan kali ini terjadi, sepanjang tahun 2021 terdapat banyak catatan kelam kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kematian tragis mahasiswi yang dihamili oleh kekasihnya yang merupakan seorang polisi; di Padang, Sumatera Barat dua bocah diperkosa oleh kakek, paman, abang bahkan tetangganya sendiri; ada lagi yang sempat viral seorang guru menyetubuhi belasan santrinya, dan masih banyak lagi kasus-kasus kekerasan sesual lainnya.

Yang membuat miris, kekerasan seksual banyak dilakukan oleh orang-orang terdekat, tetangga kerabat, “teman dekat”, kakak, ayah bahkan guru dan dosen, yang semuanya seharusnya melindungi dan mengayomi dan menjadi panutan, justru tega melakukan kejahatan termasuk kejahatan seksual.

Sungguh fenomena yang menggambarkan masyarakat yang sakit parah. Itu hanya sebagian kecil yang terungkap, karena kasus kekerasan seksual sudah menjadi fenomena gunung es. Ini makin menguatkan fakta rusaknya masyarakat yang hidup dalam tatanan sekulerisme, jauh dari aturan agama

Perempuan dan anak butuh sistem yang mampu memberikan perlindungan hakiki. Islam adalah sistem yang mampu mewujudkan kehidupan yang menjamin pemenuhan kebutuhan hidup, menentramkan jiwa serta memuasakan akal. Islam memiliki tatanan kehidupan yang khas yang mampu menghentikan kekerasan seksual secara tuntas dan mencegah munculnya peluang-peluang penyimpangan perilaku termasuk kekerasan seksual.

Islam menjelaskan secara gamblang peran laki-laki dan perempuan dalam kehidupan, serta memberikan pedoman yang rinci tentang bagaimana seharusnya mereka berinteraksi.

Islam memerihtahkan menutup aurat atau sesuatu yang merangsang sensualitas, karena pada dasarnya naluri seksual itu muncul karena terpicu rangsangan dari luar, yang bisa memengaruhi munculnya kejahatan seksual.

Islam memiliki sistem sanksi yang tegas terhadap pelaku kejahatan seksual. Misalnya sanksi bagi pelaku tindak pemerkosaan dan kejahatan sekusal berupa had zina, yaitu dirajam (dilempar batu) hingga mati jika pelakunya muhshan (sudah menikah), di-jilid (dicambuk) 100 kali dan diasingkan selama setahun jika pelakunya khairu muhshan (belum menikah), semua itu hanya akan terwujud dengan tegaknya khilafah islamiyah karena hanya khilafah yang mampu menerapkan aturan Allah secara kaffah dalam kehidupan.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tak Berkategori

    AGROFORESTRY KOPI MANDAILING

    • calendar_month Selasa, 7 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan: Dahlan Batubara Pihak importir dari Singapura sudah melakukan permintaan sekitar 2 ton per bulan kopi Mandailing dari Desa Simpang Banyak Julu dan Simpang Banyak Jae, Ulu Pungkut, Mandailing Natal (Madina). Tetapi, petani di dua desa ini belum mampu memenuhi permintaan itu akibat masih rendahnya tingkat produksi biji kopi. Sejauh ini, kedua desa ini masih […]

  • Bangsa Mandailing: Bukan Batak dan Tidak Melayu

    Bangsa Mandailing: Bukan Batak dan Tidak Melayu

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : Abdur-Razzaq Lubis   BANGSA MANDAILING DIBATAKKAN BELANDA Nama Mandailing sudah diketahui sejak abad ke 14 lagi, dan ini menunjukkan adanya satu bangsa dan wilayah bernama Mandailing, yang barangkali telah muncul sebelum abad itu lagi. Nama Mandailing tersebut dalam kitab Nagarakretagama yang mencatat perluasan wilayah Majapahit sekitar 1365 M. Batak tidak disebut sekalipun […]

  • Adi Mansar: Harusnya Jangan Ada Lagi KTP ke PSU Pilkada Madina

    Adi Mansar: Harusnya Jangan Ada Lagi KTP ke PSU Pilkada Madina

    • calendar_month Selasa, 20 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Advokad hukum, Dr. H. Adi Mansar, SH,MHum mencuatkan warning agar data pemilih benar-benar valid di tiga TPS yang akan melaksanakan PSU Pilkada Madina. Itu disampaikan Adi Mansar dalam pesan WhatsAap diterima Mandailing Online, Selasa (20/4/2021). Data pemilih yang kurang valid akan berpotensi memberikan peluang kembali kepada Paslon tertentu mengulangi kecurangan. Padahal, […]

  • Komisi IV Tindaklanjuti Keluhan Masyarakat Terkait Pelayanan di RSUD Panyabungan

    Komisi IV Tindaklanjuti Keluhan Masyarakat Terkait Pelayanan di RSUD Panyabungan

    • calendar_month Senin, 25 Okt 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Keluhan masyarakat terkait pelayanan tenaga kesehatan di RSUD Panyabungan telah sampai ke Komisi IV DPRD Mandailing Natal (Madina). Laporan masyarakat itu telah ditindaklanjuti dengan RDP bersama pihak RSUD pada 15 Oktober 2021. Kemudian pada Senin (25/10) Komisi IV DPRD Madina melakukan tinjauan lapangan ke RSUD Panyabungan. Anggota Komisi IV yang hadir […]

  • Rindu Perubahan, Ribuan Orang Hadiri Kampanye Haji-Miswaruddin

    Rindu Perubahan, Ribuan Orang Hadiri Kampanye Haji-Miswaruddin

    • calendar_month Jumat, 4 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ribuan orang memadati lapangan Aek Godang, panyabungan menghadiri kampanye pasangan calon bupati dan wakil bupati Madina nomor urut 3, Saparuddin Haji-Miswaruddin Daulay, Kamis (3/12). Kampanye akbar pasangan berslogan “Sahabat Muda” dan “Ulang Ra Rundut Be” ini mengambil thema ‘Bershalawat bersama Sahabat Muda” menghadirkan musisi religi Opick, artis Odang CS serta penceramah […]

  • PKB Cuatkan Khoiruddin Faslah Siregar Calon Wakil Bupati Madina

    PKB Cuatkan Khoiruddin Faslah Siregar Calon Wakil Bupati Madina

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Terkait akan dilantiknya Dahlan Hasan Nasution menjadi bupati defenitif Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Kamis besok, maka akan menimbulkan kekosongan kursi wakil bupati. Sejumlah partai politik pengusung sudah mulai mempersiapkan calon wakil bupati, termasuk Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). PKB sendiri sejauh ini telah mencuatkan nama Khoiruddin Faslah Siregar untuk dicalonkan […]

expand_less