Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Misteri: Ketika Raja Inggris Bersyahadat

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Senin, 6 Jan 2014
  • print Cetak

LIVERPOOL – Tidak ada yang tahu apa yang sedang berlangsung atau apa yang sedang dipikirkan saat Raja Offa di Inggris mencetak uang negaranya dengan ucapan syahadat.

Raja Anglo-Saxon yang memerintah Mercia, Inggris, tahun 757 sampai 796 ini sangat kontroversial, khususnya dalam hubungannya dengan pemerintahan Abbasiyah di Irak.

Para sejarawan menganggap Offa merupakan salah satu raja Inggris paling agung dan paling kuat sebelum Raja Alfred the Great yang memerintah antara tahun 871 dan 899.

Menurut Sheikh Abdullah Quilliam alias William Henry Quilliam, ulama pribumi Inggris, dikutip dari British Muslim Heritage, Raja Offa sebenarnya sudah muslim. Walupun tesis ini dibantah kebanyakan sejarawan lainnya.

Putera daerah Liverpool ini berdalil bukti koin kerajaan Mercia ini salah satu dalil utamanya.

Menurutnya, koin tersebut secara lengkapnya bermakna kurang lebih seperti berikut: ’Tidak ada tuhan selain Allah, Yang Esa, tanpa sekutu, dan Muhammad adalah utusan Allah.’ Dan pada sekeliling koin terdapat teks yang bermakna ’Muhammad adalah utusan Allah, (Dia) Yang mengutusnya (Muhammad) dengan ajaran dan keyakinan yang benar untuk dimenangkan atas seluruh agama.’ Koin ini tampaknya hingga saat ini disimpan di British Museum.

Memang bila dilihat sekilas ada ucapan syahadat ’Laa ilaaha illa Allah’ dan beberapa kalimat lainnya yang menggambarkan keyakinan seorang Muslim. Sementara pada sisi lain koin itu berisi tulisan latin ’Offa Rex.’ Raja Offa seperti bersyahadat melalui koin.

Mereka yang menyanggah dalil Quilliam mengatakan, koin itu hanya penanda bahwa Inggris saat itu mempunyai hubungan ekonomi dan kultur yang kuat dengan Irak di bawah pemerintahan Abbasiyah, sehingga koin itu meniru mata uang Abbasiyah. Hal ini masuk akal, walaupun sebenarnya pada saat itu negara tetangganya Spanyol alias Andalusia telah berkembang menjadi pusat peradaban Islam Umayyah menyaingi Abbasiyah Irak

Terlepas dari itu, negara yang terkenal dengan Magna Carta ini, terus tumbuh menjadi negara besar hingga saat ini.(rmol)

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pancasila, Antara Ideologi atau Falsafah Negara

    Pancasila, Antara Ideologi atau Falsafah Negara

    • calendar_month Sabtu, 3 Jun 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      “HARI PANCASILA” Oleh: Yusril Ihza Mahendra (Ahli Hukum Tata Negara) Sebagian orang menyebut tanggal 1 Juni adalah Hari Lahirnya Pancasila, yang sekarang sebagian orang menyebutnya dengan istilah Hari Pancasila. Pancasila adalah landasan falsafah negara sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945, khususnya alinea ke 4. Saya lebih suka menyebut Pancasila sebagai “landasan falsafah negara” bukan […]

  • Menimbun Nyawa di Lubang Ketinggian, Meracuni Air di Sepanjang Aliran

    Menimbun Nyawa di Lubang Ketinggian, Meracuni Air di Sepanjang Aliran

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Moechtar Nasution Penggiat GEREP INSTITUTE (Pusat Kajian Madina)     Ada yang berubah di Mandailing Natal beberapa tahun terakhir ini. Rasa bangga yang dulu ada mendadak luruh. Berganti perih, mencekam, dan menyesakkan dada bagi siapa pun yang melihatnya langsung. Di bawah langit Sumatra yang kaya raya ini, sebuah ironi lingkungan sedang dipertontonkan secara […]

  • Menunggu Janji yang Tak Pasti

    Menunggu Janji yang Tak Pasti

    • calendar_month Senin, 26 Jul 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Susi Ummu Ameera Pegiat literasi, tinggal di Medan Pemimpin itu adalah pengayom bagi rakyatnya, dalam dirinya ada kepercayaan dan kebanggaan rakyat yang harus dijaga. Pemimpin itu dihargai dan dihormati, bukan untuk dibuly apalagi dicaci-maki. Sontak terkejut saat melihat trending topik di berbagai media masa, tagar Presiden terburuk sepanjang sejarah, (Rabu 21/7). Netizen ramai-ramai membahas […]

  • Sitaing Dua Sambong

    Sitaing Dua Sambong

    • calendar_month Rabu, 8 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Muda adong horja disada huta di luat ni Mandailing marsiaben modelna mantong anak-anak gadis kehe manghadiri horjai, adong make upna songon moel ni anak gadis India sanga Pakistan doma tarida, sapala dung marlagut anak-anak gadis marnyanyi ma halai margonti-gonti, adong muse namambaca parzanji, marsitarik laguna mantong angke namarriang-riang karejoi tile. Naposo bulung pe sibukma patur […]

  • Apa Kabar Islam Politik?

    Apa Kabar Islam Politik?

    • calendar_month Selasa, 24 Apr 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        Oleh : Lukman Hakiem* Hubungan antara Islam di Indonesia dan politik modern bisa ditelusuri ‘bermula’ pada awal abad 18 M. Kala itu, di belahan Barat terjadi revolusi industri dan Revolusi Prancis. Imbasnya tentu saja mengalir ke tanah Hindia Belanda selaku jajahan kongsi dagang Belanda, yakni VOC. Kedua revolusi itu merengut segalanya. Bahkan, revolusi […]

  • Reses Ludfan Nasution dan Urgensitas Madrasah Bagi Generasi Muda

    Reses Ludfan Nasution dan Urgensitas Madrasah Bagi Generasi Muda

    • calendar_month Jumat, 23 Mar 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    GUNUNG BARINGIN (Mandailing Online) – Anggota DPRD Mandailing Natal dari PKB, Ludfan Nasution,S.Sos melakukan reses di Kelurahan Gunung Baringin, Panyabungan Timur, Jum’at (23/3). Wacana madrasah yg sangat vital dalam memupuk iman dan ilmu agama bagi generasi muda menjadi topik penting di reses ini. Selain itu, aspirasi masyarakat menyangkut infrastruktur juga menjadi bahasan. Reses berlangsung di […]

expand_less