Minggu, 31 Mei 2026
light_mode

Produksi Karet Menurun Dratis di Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 28 Sep 2011
  • print Cetak

Panyabungan. Tingginya curah hujan dalam beberapa waktu belakangan ini, membuat produksi karet petani di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengalami penurunan. Bahkan, penurunan sangat drastis terjadi sejak seminggu terakhir sehingga sangat berdampak pada perekonomian petani. “Satu minggu terakhir kita tidak bisa menderes (menyadap karet -red) akibat tingginya curah hujan, hal ini sudah mulai berdampak pada stok bahan pokok yang harus dicukupi setiap hari, karena dalam seminggu ini tidak ada pendapatan dari hasil karet. Sementara penghasilan kita dari yang lain juga tak ada,” sebut Wildan Lubis, salah seorang petani karet di Desa Tarlola, Kecamatan Batang Natal, kepada MedanBisnis, Selasa (27/9).

Dikatakannya, wilayahnya merupakan daerah pegunungan dan curah hujannya akhir-akhir ini begitu tinggi. “Hampir setiap hari terjadi hujan dan cukup panjang, atau bisa sekitar 6 jam lamanya. Ini membuat kalangan petani tak dapat menderes, sebab batang karet selalu basah,” ujarnya.

Akibat tidak adanya penghasilan selama seminggu terakhir ini, sebut Wildan, keuangan keluarganya pun semakin menipis sementara persediaan bahan pokok di rumah juga semakin habis. “Jika kondisi ini masih terjadi hingga beberapa waktu kedepan, kita tidak tahu lagi mau makan apa. Sebab persediaan di rumah pasti sudah habis. Mungkin terpaksa harus mencari hutangan, menunggu kita bias menderes lagi,” keluhnya.

Sahlan Nasution, salah seorang penampung getah karet di Kecamatan Batang Natal mengatakan, sebelum curah hujan tinggi dalam seminggu terakhir, biasanya dirinya bisa mengirim 3 – 4 truk getah karet ke pabrik getah di wilayah Tapsel. “Tapi dalam seminggu ini, untuk bias mengirim 1 truk getah saja sulit karena minimnya produksi karet yang dihasilkan petani,” katanya sembari menyatakan jika harga karet saat ini masih relative stabil di kisaran Rp 15.000 sampai Rp 16.000 per kilogramnya.

Kadis Perindag, Pasar dan UKM Kabupaten Natal, Ansyari Nasution, meminta kepada seluruh penampung karet yang ada di daerah itu agar tidak memanfaatkan situasi ekonomi para petani karet untuk menekan harga serta berdalih pada kualitas karet di saat musim hujan, karena ada standar harga melalui kualitasnya.

“Pinjaman para petani karet juga jangan nantinya menjadi monopoli pembelian sehingga mempengaruhi pendapatan petani juga, sebab kondisi para petani karet saat ini sudah sangat sulit, apalagi mayoritas petani karet tersebut adalah buruh train bukan pemilik kebun karet,” sebutnya. (henri)

Sumber : medanbisnis

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • MTQ Kabupaten Mandailing Natal Berlangsung di Beberapa Titik

    MTQ Kabupaten Mandailing Natal Berlangsung di Beberapa Titik

    • calendar_month Jumat, 5 Mei 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kabupaten Mandailing Natal dilangsungkan di beberapa titik Panyabungan, berlangsung sejak 4 hingga 8 Mei 2017. Di Taman Raja Batu dilangsungkan acara Pembukaan, Tilawah Dewasa dan Qiroatus Sabaah; arena Tahfidz dilaksanakan di Masjid Nur Ala Nur; arena Syahril Qur’an di Tapian Siri-Siri Syariah; arena Tafsir Qur’an di Masjid […]

  • Atika dan PKS Bantu Korban Ledakan Tabung LPG

    Atika dan PKS Bantu Korban Ledakan Tabung LPG

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bersama calon wakil bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution memberikan bantuan kepada keluarga korban ledakan tabung gas LPG. Bantuan jenis uang tunai itu diserahkan di ruang perawatan RSU Panyabungan, Selasa (30/6/2020) oleh Atika Azmi Utammi dan Ketua DPD PKS Madina, Ustad Wahiddin Arjun. Korban ledakan itu satu […]

  • Plang Nama Dirusak, Kantor Jadi Tempat Hiburan

    Plang Nama Dirusak, Kantor Jadi Tempat Hiburan

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Aksi Karyawan PTPN2-PT LNK LANGKAT-Aksi mogok kerja 4.000-an karyawan PTPN II-PT Langkat Nusantara Kepong (LNK) Rayon Tengah di Langkat masih berlanjut. Bahkan, aksi mogok kerja semakin memanas, dengan dirusaknya papan nama (plang) dan di dudukinya kantor perkebunan, Selasa (25/1). Pantauan di pusat kantor PT LNK di kebun Gohor Lama, Kecamatan Wampu, papan nama perusahan PTPN […]

  • Pedagang Pupuk: Sudah 3 Bulan Pupuk Tak Datang

    Pedagang Pupuk: Sudah 3 Bulan Pupuk Tak Datang

    • calendar_month Jumat, 25 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kelangkaan pupuk bersubsidi zenis ZA dan Ponska di Mandailing Natal (Madina) diakui pihak pedagang kebenarannya. Aswin, seorang penjual pupuk dan obat-obatan pertanian di Panyabungan menyatakan, Jum’at (25/10/2013) bahwa sudah 3 bulan terakhir pupuk ZA dan Ponska tidak masuk. “Jadi ada kelangkaan. Kita dengar informasi bahwa ada kekosongan barang, dan sudah banyak […]

  • Pj Bupati Belum Bisa Pastikan

    Pj Bupati Belum Bisa Pastikan

    • calendar_month Kamis, 14 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Terkait Defisit Anggaran MADINA-METRO; Pejabat (Pj) Bupati Mandailing Natal, Ir H Aspan Sopian Batubara MM mengatakan, pihaknya belum mengetahui jumlah pasti difisit anggaran daerah. Sebab, hal itu masih dalam perumusan pihak Dinas Keuangan dan Pengelola Aset Daerah (DKPAD). Hal ini diutarakan Pj Bupati Madina Aspan Sopian Batubara didampingi Kepala Bagian Humasy Pemkab, M Taufik Lubis […]

  • KEPEMIMPINAN DAN KETELADANAN

    KEPEMIMPINAN DAN KETELADANAN

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : Pambudi Mahasiswa STAIM   Kata pemimpin selalu jadi bahan diskursus yang sering mengandung polemik berkepanjangan menjelang perhelatan demokrasi terutama suksesi kepemimpinan didaerah. Tentu saja ini sangat beralasan mengingat ekspektasi yang teramat tinggi dari masyarakat terhadap pemimpin masa depan. Pemimpin yang diharapkan kelak mampu membawa perubahan signifikan dalam seluruh lini kehidupan. Jauh sebelum […]

expand_less