Jumat, 23 Okt 2026
light_mode

Sembilang Pauh di Pantun Melayu

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 10 Feb 2022
  • print Cetak

Ada sebuah ungkapan yang sangat dikenal di dunia Melayu: ”Kalau tak pandai berpantun, jangan mengaku orang Melayu”.

Adagium ini menunjukkan bagaimana pantun telah memegang peran penting dalam kehidupan sehari hari masyarakat Melayu. Bagi mereka, jika hendak dipandang sebagai orang yang berilmu dan berpengaruh, harus tahu bagaimana menafsir pantun. Juga harus tahu bagaimana cara membalas pantun. Pun bagaimana cara mengemas pantun. Itu juga penting bagi yang ”hendak berada di tengah balai (tempat terhormat)”.

Pantun itu harus dipelajari. Cara berpantun dan cara menyampaikan pantun, akan menunjukkan kadar dan kelas dalam kehidupan bermasyarakat.

Artinya, berpantun itu tidak boleh sembarangan. Ada aturan, dan kaedahnya, terutama pada sampirannya. Dari pantun diketahui berilmu tidaknya yang berpantun. Jika tidak, dia akan ditertawakan orang.

Lihatlah pantun ini:

Pucuk pauh delima batu
Anak sembilang di tapak tangan
Biar jauh beribu batu
Hilang di mata di hati jangan

Ini pantun lama yang sangat dikenal di dunia Melayu. Bukan saja karena isinya yang menunjukkan bagaimana perasaan rindu itu tak kenal batas dan waktu. Tapi juga lihatlah sampirannya. Yang sarat makna.

Ikan sembilang itu punya sengat yang berbisa, tapi kenapa boleh diletakkan di telapak tangan? Ternyata pucuk pauh dan delima batu itu adalah penawar racun.

Itu contoh sampiran pantun yang sangat berkualitas dan sampiran (pembayang) yang menunjukkan pencipta pantun itu berilmu.

Karya sastra yang demikian itu, menempatkan pantun sebagai salah satu karya sastra lisan dunia melayu paling tua. Lebih tua dari syair dan genre sastra lama. Sejak lahir orang Melayu sudah diajar berpantun. Lagu nina bobok anak mereka sarat dengan pantun. Pantun nasihat , pantun kasih sayang, dan lainnya.

Pantun memang salah satu sarana berkomunikasi dalam masyarakat Melayu. Cara berbahasa, cara bertutur kata, cara menyampaikan pendapat dengan santun, melalui kiasan, dengan sindiran, ajuk mengajuk, dan juga boleh menjadi sebuah ”tamparan”yang memalukan. Menghina pun bisa dengan pantun.

Pantun termasuk karya sastra melayu lama yang bermula dari tradisi lisan.  Setelah ditemukan tradisi tulis melalui huruf arab melayu dan huruf rumi (latin), pantun mulai ditulis dan dibukukan. Tapi dalam praktik budaya Melayu sehari-hari pantun tetap disampaikan secara lisan. Dalam percakapan sehari hari. Dalam acara perkawinan. Dalam cara berkasih sayang. Dalam pidato. Bahkan dulu, berperang juga dimulai dengan berpantun. Yakni untuk membakar semangat, untuk mengejek dan memanas manaskan lawan. Seperti dulu dalam perang Raja Kecik (Siak) dengan Tengku Sulaiman (Riau).

Sekarang tradisi berpantun masih hidup dan berkembang dalam kehidupan masyarakat Melayu, terutama di Kepulauan Riau. Terutama untuk tradisi perkawinan . Menghantar mas kawin dan lainnya, juga dilakukan dengan pantun. Berbalas balas antara pihak pengantin lelaki dan perempuan. Sumbang kalau perkawinan tidak ada tradisi berpantun. Pemantun merupakan profesi yang sangat diminati.

Sekarang pantun sudah menjadi Warisan Dunia Tak Benda. Orang pertama di dunia Melayu yang mengumpulkan dan menerbitkan pantun sebagai buku adalah Engku Muda Haji Ibrahim. Ia seorang pembesar di kerajaan Melayu Riau yang hidup sezaman dengan Raja Ali Haji, dan kemudian disebut  sebagai bapak pantun melayu modern. (Rida K Liamsi)

Rida K. Liamsi adalah sastrawan Melayu dari Riau.

Selain dikenal sebagai sastrawan, beliau juga tokoh media massa terutama setelah sukses menakhodai Riau Pos, pun berhasil mengembangkan banyak perusahaan di bawah grup Riau Pos.

Artikel di atas adalah oretan Rida K Liamsi yang menulis pandangannya tentang pantun yang diminta Dahlan Iskan dan menjadi pelengkap artikel “Ulang Pantun” di Disway edisi Rabu (9/2/2022).

Sumber: Dicopy dari sebagian Disway edisi 9 Pebruari 2022

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Madina Tingkatkan Pengelolaan Pasar

    Pemkab Madina Tingkatkan Pengelolaan Pasar

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Agar mampu menyumbang pada pendapatan asli daerah (PAD), Pemkab Mandailing Natal (Madina) akan meningkatkan pengelolaan Pusat Pasar Panyabungan dan pasar-pasar tradisional lainnya di daerah itu. “Secara perlahan kita akan terus melakukan penataan dan meningkatkan pengelolaan pasar-pasar tradisional di Madina sehingga mampu menghasilkan PAD dari penerimaan retribusi yang ditetapkan. Sebab selama ini, karena kurang maksimalnya […]

  • Kemelut KNPI Madina : Bendahara KNPI Madina Mengundurkan Diri

    Kemelut KNPI Madina : Bendahara KNPI Madina Mengundurkan Diri

    • calendar_month Jumat, 13 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Setelah sebelumnya Sekjen KNPI Madina SK PAW, M Azwar Nasution dan sejumlah pengurus teras DPD KNPI Madina mengundurkan diri secara missal, kini giliran Bendahara, Bode Tanjung yang mengundurkan diri. Surat pengunduran itu resmi diserahkan Boder Tanjung pada Kamis (12/12/2013). Gelombang pengunduran diri para pengurus teras KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) Madina […]

  • DPR jangan cuma retorika soal pemberantasan korupsi

    DPR jangan cuma retorika soal pemberantasan korupsi

    • calendar_month Minggu, 23 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta agar Dewan Perwakilan Rakyat bersikap tegas dalam melihat kewenangan institusi yang diketuai Abraham Samad tersebut. Juru bicara KPK, Johan Budi, mendesak para anggota dewan agar tidak munafik. Pasalnya banyak anggota dewan yang di depan mendukung pemberantasan korupsi, namun di belakang justru menikam. “Teman-teman mari kita hentikan retorika, […]

  • Cirus Diduga Jual Kebun Sawit Rp6 Miliar

    Cirus Diduga Jual Kebun Sawit Rp6 Miliar

    • calendar_month Kamis, 28 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    DELI SERDANG- Cirus Sinaga SH belum berhenti memberi kejutan. Jaksa yang kini mendekam di tahanan Mabes Polri ini ditengarai memiliki banyak harta berupa property dan tanah ini sepertinya sedang butuh uang. Indikasinya, beredar kabar Cirus akan menjual kebun sawit miliknya seluas 33,2 hektar yang berada di Dusun Ujung Suka, Desa Renggit Git, Kecamatan STM Hulu. […]

  • UPTD Puskesmas Longat Gelar Lokakarya di Silangitkoi

    UPTD Puskesmas Longat Gelar Lokakarya di Silangitkoi

    • calendar_month Kamis, 12 Mei 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – UPTD Puskesmas Longat menggelar lokakarya mini bulanan Lintas Program di tempat wisata Sawah 3 Dimensi Silangitkoi Hutasiantar, Panyabungan. Acara ini diikuti oleh tenaga kesehatan dari berbagai bidang dan dipimpin langsung oleh Kepala Puskesmas (Kapus) dr. Melvariani. Melva mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dalam upaya meningkatkan kapasitas kinerja tenaga kesehatan di Puskesmas yang […]

  • Panyabungan Dicemari Galundung, Pemkab Mandul Atasi Tambang Liar

    Panyabungan Dicemari Galundung, Pemkab Mandul Atasi Tambang Liar

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) masih mandul mengatasi persoalan tambang emas liar di berbagai kawasan di Madina. Sementara itu kota Panyabungan sudah dikepung oleh banyaknya unit-unit galundung (gelondongan batu emas) yang berdampak makin berbahayanya keselamatan warga kota dari pencemaran mercury. Disisi lain, korban nyawa melayang juga sudah banyak terjadi di lobang-lobang […]

expand_less