Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

BPJS Kesehatan Hapus Kelas, Naikan Standar Layanan Atau Iuran?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 25 Jun 2022
  • print Cetak

Oleh. Nurati, S.Pd
Anggota Komunitas Madina Menulis

Pemerintah mulai menyusun formulasi iuran terbaru bagi peserta BPJS Kesehatan. Hal ini menyusul penerapan kelas standar yang akan diujicobakan pada bulan depan. “Iuran tentunya sudah tidak relevan apabila dikaitkan dengan Kelas 1, 2, dan 3, karena tidak akan lagi ada Kelas 1, 2, dan 3,” jelas Anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Asih Eka Putri kepada CNBC Indonesia, dikutip Selasa (21/6/2022).

Berita yang sama mengenai penghapusan iuran BPJS dari sumber yang berbeda, bahwasanya
“Iuran sedang dihitung dengan memperhatikan keadilan dan prinsip asuransi sosial. Salah satu prinsipnya adalah sesuai dengan besar penghasilan,” (Kompas, 09/06/2022)

Dari fakta di atas bisa kita simpulkan  bahwa pemerintahan akan menghapuskan iuran BPJS dan akan menyusun formulasi iuran terbaru bagi peserta BPJS Kesehatan, tidak ada lagi kelas. Prinsip yang berlaku nantinya sesuai dengan besaran penghasilan masyarakat. Sekilas terlihat memang nampak bagus, seolah-olah memberikan solusi bagi  masyarakat dalam layanan kesehatan. Hanya saja kemungkinan persoalan diskriminasi, pelayanan buruk pun diduga kuat akan tetap sama, bahkan makin buruk. Walhasil, aturan ini lebih terlihat seperti modus untuk menghimpun dana ketimbang menyelesaikan permasalahan kesehatan.

Lantas, akankah pelayanan kesehatan menemui standar keadilannya? Ataukah ini hanya akal akalan pemerintahan saja untuk menaikkan iuran semata? bukan tidak mungkin ini akan muncul permaslahan baru bagi masyarakat. Antara menaikan standar pelayanan atau menaikan iuran demi kepentingan segelintir orang, Satuhal yang mungkin terjadi.

Bukan rahasia lagi jika keuangan BPJS defisit. Walaupun tahun ini BPJS mengalami surplus, tetapi jika melihat skema pembiayaannya yang bertumpu pada iuran peserta, kemungkinan untuk defisit akan terus besar. Hal ini karena kondisi perekonomian rakyat yang kian hari kian buruk. Jangankan untuk membayar iuran BPJS, untuk makan sehari-hari saja sudah susah.

Inilah derita hidup dalam sistem kapitalisme, negara berpihak pada korporasi dan berpaling dari rakyat. Rakyat tidak memiliki pelindung untuk bisa menjamin kesehatannya, apalagi kesejahteraannya.

Beda halnya pelayanan sistem kesehatan dalam islam, Islam menetapkan paradigma pemenuhan kesehatan ini sebagai sebuah jaminan.  Negara akan mengadakan layanan kesehatan, sarana dan prasarana pendukung dengan visi melayani kebutuhan rakyat secara menyeluruh tanpa diskriminasi. Kaya-miskin. Penduduk kota dan desa. Semuanya mendapat layanan dengan kualitas yang sama. Negara berfungsi sebagai pelayan masyarakat. Negara tidak menjual layanan kesehatan kepada rakyatnya. Negara tidak boleh mengkomersilkan hak publik sekalipun ia orang yang mampu membayar.  Hal ini karena negara hanya diberi kewenangan dan tanggung jawab menjamin pemenuhan kebutuhan layanan kesehatan semua warga negara.

Negara yang dipimpin Khalifah adalah penanggungjawab layanan publik. Khilafah wajib menyediakan sarana kesehatan, rumah sakit, obat-obatan, tenaga medis, dan sebagainya secara mandiri. Itu adalah tanggung jawabnya.  Rasulullah saw. bersabda:
Imam adalah pemelihara dan dia bertanggung jawab atas rakyatnya (HR al-Bukhari).

Rasulullah saw. dan para Khalifah telah melaksanakan sendiri layanan kesehatan. Nabi saw. (sebagai kepala negara Madinah) pernah mendatangkan dokter untuk mengobati Ubay. Ketika Nabi saw. mendapatkan hadiah dokter dari Raja Muqauqis, dokter tersebut beliau jadikan sebagai dokter umum bagi masyarakat (HR Muslim).

Anas ra. menuturkan bahwa serombongan orang dari Kabilah ‘Urainah masuk Islam. Mereka lalu jatuh sakit di Madinah. Rasulullah saw. selaku kepala negara lalu meminta mereka untuk tinggal di penggembalaan unta zakat yang dikelola Baitul Mal di dekat Quba’. Mereka diperbolehkan minum air susunya secara gratis sampai sembuh (HR al-Bukhari dan Muslim).

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemerintah-Swasta Harus Sejalan

    Pemerintah-Swasta Harus Sejalan

    • calendar_month Senin, 25 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pengembangan ekonomi di Kabupaten Mandailing Natal itu titik beratnya berada di sektor agribisnis, karena wilayah ini merupakan daerah agraris. Terutama karet, kopi dan sawit. Perlu lebih dipertegas pola dan desain strategi bagi mendorong pertumbuhan sektor agribisnis tersebut oleh pemerintah daerah dan keterlibatan pihak swasta lokal serta […]

  • Buku: Tuanku Rao, Terror Mazhab Hambali di Tanah Batak (3)

    Buku: Tuanku Rao, Terror Mazhab Hambali di Tanah Batak (3)

    • calendar_month Senin, 24 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KRITIK PEDAS BUYA HAMKA Disunting: Dame Ambarita Hamka pernah menjadi sahabat Parlindungan. Namun, suatu ketika, mereka berselisih tentang Tuanku Rao. Hamka menuliskan pendapatnya dalam Antara Fakta dan Khayal Tuanku Rao. Di tahanan, Buya Hamka banyak membaca dan menulis. Waktu itu, tahun 1964, Hamka berada di rumah tahanan kepolisian Mega Mendung. Sebagai salahsatu fungsionaris Partai Masyumi, […]

  • Pengangkatan penyidik Polri di KPK salahi aturan

    Pengangkatan penyidik Polri di KPK salahi aturan

    • calendar_month Sabtu, 6 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO) – Langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeluarkan Surat Keputusan Pengangkatan terhadap 28 penyidik Polri yang dipekerjakan di KPK sebelum berhenti dari Polri menyalahi ketentuan yang berlaku di Polri. Hal tersebut diungkapkan oleh Komisioner Komisi Polisi Nasional (Kompolnas) Syafriadi Cut Ali saat berbincang dengan wartawan, hari ini. “Ada yang harus diluruskan, harusnya dia mundur […]

  • Permintaan Gula Aren Meningkat
    Tak Berkategori

    Permintaan Gula Aren Meningkat

    • calendar_month Jumat, 12 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bulan Ramadhan membawa berkah bagi kalangan usaha. Termasuk pengrajin gula aren di Desa Sipapaga, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina). Sepekan menjelang puasa, pengrajin gula aren di desa ini kebanjiran permintaan. Marsamah (65) pengrajin gula aren, mengatakan dalam beberapa hari terakhir permintaan terhadap gula merah meningkat. Naiknya permintaan itu terkait melonjaknya masyarakat yang […]

  • Charity Uzoechina Terkesima dengan Akhlak Muslim

    Charity Uzoechina Terkesima dengan Akhlak Muslim

    • calendar_month Selasa, 26 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ayahnya sempat menentang keislaman putrinya Kisah Charity Uzoechina mempertahankan hidayah dipenuhi liku. Jalannya menuju Islam begitu mulus, namun tantangan yang dihadapinya setelah menjadi mualaf begitu berat. Ia terpaksa berurusan dengan pengadilan untuk menegaskan keislamannya adalah murni dari hati. “Aku memeluk Islam karena murni dari keinginan saya sendiri,” ujar Charity Uzoechin, seorang gadis Nigeria, putri seorang […]

  • Mantan Kasatpol PP Mulai Diadili

    Mantan Kasatpol PP Mulai Diadili

    • calendar_month Rabu, 15 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Sidang perdana kasus dugaan korupsi APBD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Tahun Anggaran 2009 dengan terdakwa mantan Kasatpol PP Ali Atas Nasution, digelar di Pengadilan Negeri (PN) Panyabungan, Selasa (14/12/2010), dengan agenda penyampaian tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Muttaqin Harahap SH. Persidangan yang dimulai sekitar pukul 11.30 WIB dan selesai sekitar 13.30 WIB, dipimpin […]

expand_less