Jumat, 28 Agu 2026
light_mode

Pembangkit Panas Bumi Inlander

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 25 Apr 2022
  • print Cetak

Ilustrasi

Tahun 2006, di Mataloko, NTT, muncul semburan lumpur dari perusahaan panas bumi di kawasan itu. Lubang semburan itu kemudian ditutup dengan 200 truk batu dan 150 truk semen.

Berhentikah? Ya. Tapi semburan baru muncul di berbagai titik seluas 5 hektar. Perusahaan kalah cepat dengan meluasnya semburan, karena alam jauh lebih dahsyat dari kemampuan hitungan manusia.

Saat seperti itu seharusnya perusahaan membangun rumah sakit yang representatif di sekitar kawasan eksploitasi. Setidaknya korban tidak harus setiap waktu dirujuk ke rumah sakit umum yang fasilitasnya selalu tidak memadai. Korban yang Anda bayangkan baru sepuluh dua puluh orang. Kalau ratusan atau ribuan orang bagaimana?

Itu berlebihan? Tidak! Alam itu tidak terduga. Karena Anda tidak tahu seperti apa kondisi di bawah tanah tempat Anda mendirikan rumah dan bersawah. Dunia bawah tanah bukan hal yang bisa diprediksi. Kalau tidak, tidak mungkin terjadi bencana.

Kenapa Lapindo begitu dahsyat? Karena ia berada di atas patahan bumi. Karena itu hingga 16 tahun kemudian tidak tertuntaskan.

Di Sumatera Utara ada tiga patahan bumi sepanjang 450 km. Salah satu patahan itu adalah Patahan Angkola yang menyebabkan gempa bumi maha dahsyat di Mandailing tahun 1892 dengan 6,0 skala richter. Gempa sekuat itu dapat merusak konstruksi bumi seluas 160 km.

Kalau kemudian hari ini SMGP menyemburkan lumpur, itu mah belum apa-apa. Ia belum berkontraksi dengan patahan Angkola. Saya tak bisa bayangkan dampaknya kalau itu terjadi.

Tak bisa kita menduga-duga. Kita hanya berharap SMGP punya hitung-hitungan seperti itu. Bencana adakalanya karena human eror, tapi bisa juga karena abai terhadap berbagai kalkulasi. Lebih buruk lagi kalau semua dianggap sepele.

Saya sebenarnya malas mengulas tentang SMGP. Karena hanya akan membuat banyak pahlawan nanti. Tapi alangkah naif kalau kita hanya berpikir tentang dampak positif energi dan sumber lapangan kerja baru. Apalagi kalau berpikir bahwa setiap bencana akan ada yang dapat tender baru, dll. Satu nyawa manusia tidak bisa ditumbalkan atas nama investasi. Belum lagi kerusakan alam, dll.

Ah, kita memang Inlander. Orang-orang goblok dalam kolonialisme. (Askolani Nasution)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tak Lengkapi Syarat Dianggap Batal

    Tak Lengkapi Syarat Dianggap Batal

    • calendar_month Minggu, 26 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pj Bupati Madina mengumumkan syarat yang harus dilengkapi oleh pelamar yang lulus ujian CPNS Madina hari Rabu (22/12) untuk dipenuhi oleh pelamar yang lulus tersebut. Bagi pelamar yang tidak melengkapi syarat atau berkas hingga batas waktu yang ditentukan maka dianggap batal Hal itu sesuai surat keputusan Bupati Madina nomor 800/626/K/2010 tanggal 20 Desember 2010 tentang […]

  • YRKI Dorong Bawaslu Madina Proses ASN yang Tak Netral di Pilkada

    YRKI Dorong Bawaslu Madina Proses ASN yang Tak Netral di Pilkada

    • calendar_month Selasa, 27 Okt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Yayasan Rumah Konstitusi Indonesia (YRKI) mendorong Bawaslu agar memproses dugaan keterlibatan aparatur sipil negara (ASN) dalam keterlibatan kampanye Pilkada 2020 di Mandailing Natal. Hal ini disampaikan Irsan Barus, dari Tim Pemantau Pilkada YRKI dalam keterangan persnya, Selasa (27/10) yang diterima redaksi. “Jangan dianggap sepele hal yang demikian, sebab sejak dari awal […]

  • Pemulangan Mahasiswa dari Mesir, Pemkab Diminta jadi Fasilitator

    Pemulangan Mahasiswa dari Mesir, Pemkab Diminta jadi Fasilitator

    • calendar_month Selasa, 8 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Dua orang alumni Mesir yang juga kader PKS, H Sabirin Rangkuti Lc dan H Maratua Nasution Lc MA, meminta pemkab untuk menjadi fasilitator kepulangan puluhan mahasiswa Madina yang kuliah di Mesir. Permintaan ini menyusul situasi politik di negara yang dipimpin Hosni Mubarak. Keduanya yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Madina dari Fraksi PKS ini […]

  • Pecatur Madina Kian Handal

    Pecatur Madina Kian Handal

    • calendar_month Jumat, 23 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Para atlit catur Mandailing Natal (Madina) kian menujukkan kehandalannya. Satu medali emas dan satu perunggu berhasil disabet dua pecatur Madina dalam laga pada Porwilsu Wilayah 4 di Tarutung, Jum’at (23/5/2014). Peraih medali emas itu atas nama Marihot Sinaga yang tampil pada posisi pertama, medali perunggu atas nama Bode Tanjung berada di […]

  • 7 bintara Polres Taput positif narkoba

    7 bintara Polres Taput positif narkoba

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    TARUTUNG – Sejumlah tujuh personil Kepolisian Resort (Polres) Tapanuli Utara (Taput) berpangkat bintara dinyatakan positif menggunakan narkoba. “Dari 422 personil Polres Taput yang melakukan tes urine, ternyata ada sebanyak 7 Bintara yang positif telah mengkomsumsi Narkoba,” kata Kasubbag Humas Polres Taput, Aiptu W Baringbing, kemarin. Ditegaskan dia, awalnya ada 27anggota dicurigai sebagai pengkomsumsi narkoba. Namun […]

  • Tim Hukum Cabup Madina Harun Mustafa Akan Melaporkan Henri Husein Nasution

    Tim Hukum Cabup Madina Harun Mustafa Akan Melaporkan Henri Husein Nasution

    • calendar_month Kamis, 7 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ): Ridwan Rangkuti selaku tim kuasa hukum calon Bupati Kabupaten Mandailing Natal ( Madina) nonor urut 1 Harun -Ichwan menilai manuver Henri Husein Nasution yang melaporkan Cabup Madina Harun Mustafa Nasution ( HMN) ke Gakkumdu dan Poldasu dengan tuduhan penggunaan keterangan palsu adalah sesuatu yang tidak benar, fitnah dan pencemaran nama […]

expand_less