Sabtu, 6 Jun 2026
light_mode

100 Desa di Madina Keluar Dari Cengkraman SK 44

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 19 Mei 2015
  • print Cetak

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Sebanyak 100 dari 116 pemukimkan desa di Mandailing Natal (Madina) telah berhasil dikembalikan kepada statusnya menjadi non hutan lindung setelah sekitar 10 tahun statusnya dipaksa menjadi hutan lindung oleh SK Menhut Nomor 44 Tahun 2005.

Kabid Kehutanan Dinas Kehutanan Perkebunan Madina, Ahmad Faizal menjawab Mandailing Online, Senin (18/5) menyatakan 100 desa yang diputihkan itu berada di berbagai kecamatan di Madina. Pemutihan 100 desa tersebut berdasar SK Menhut Nomor 579 tanggal 24 Juni 2014.

Sementara itu, ke-16 desa yang belum dikeluarkan dari cengkraman SK 44 meliputi Desa Simandolam dan Aek Marian dengan status kawasan HPT di Kecamatan Kotanopan.

Desa Simpang Duhu Dolok, Simpang Duhu Lombang, Simpang Pining dengan status kawasan HL di Kecamatan Ulu Pungkut.

Desa Pagur, Sirangkap, Huta Tinggi dengan status kawasan HPT dan Desa Hutatinggi dengan status kawasan HL di Kecamatan Panyabungan Timur.

Desa Hatupangan, Aek Nabara dengan status lahan TNBG, Banjar Melayu, Aek Holbung dengan status lahan HPT di Kecamatan Batang Natal.

Desa Aek Mata, Siobon, Sopobatu dengan status HPT di Kecamatan Panyabungan.

Ahmad Faizal menyatakan bahwa 16 desa tersebut ditargetkan keluar dari cengkraman SK 44 tahun ini juga.  Saat ini pihak Pemkab Madina tengah membentuk tim yang melibatkan BPN, Bapeda, Camat, Kepala Desa dan Dinas Kehutanan Provinsi.

“Paling lambat bulan Juni tim sudah terbentuk. Bila sudah terentuk nantinya warga yang merasa lahannya masuk pada kawasan hutan agar melaporkannya kepada tim sehingga bisa terinventarisir. Usulan dari masyarakat ini nanti akan diusulkan tim ke Kementerian Kehutanan di Jakarta,” katanya.

Target pembebasan lahan tahun ini masih focus kepada pembebasan lahan masyarakat. Sedangan untuk tahun berikutnya akan masuk pada pembebasan tanah ulayat.

Sementara itu berdasar catatan di data base Mandailing Online, kebijakan mengeluarkan desa-desa itu dari status hutan lindung merupakan keberhasilan Pemkab Madina di era kepemimpinan Bupati Hidayat Batubara yang melakukan lobi-lobi ke pemerintah pusat.

Sekedar diketahui, Surat Keputusan Menteri Kahutanan Nomor 44/Menhut-II/ 2005 tentang Penunjukan Kawasan Hutan di Wilayah Sumatra Utara menetapkan 116 pemukiman desa di Madina berubah status dari pemukiman menjadi Hutan Lindung, Hutan Produksi dan Hutan Produksi Terbatas.

Dampak penerapan SK 44 ini menyebabkan tanah pekarangan, persawahan dan kebun serta rumah-rumah penduduk berubah stusnya menjadi hutan lindung dimana pemilik rumah tak bisa mensertifikatkan rumahnya karena hak kepemilikan sudah tercerabut oleh SK 44.

Secara angka, SK 44 itu menetapkan wilayah Kabupaten Madina seluas 411.451 (62 %) masuk dalam kawasan hutan dari total luas wilayah Madina yang sekitar 662.070 Ha.

Peliput : Holik Nasution
Editor  : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • HUT Madina, SMA-SMK Dapat Biaya Tambahan

    HUT Madina, SMA-SMK Dapat Biaya Tambahan

    • calendar_month Minggu, 10 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Beasiswa Naik Menjadi 1,5 Milyar PANYABUNGAN (Mandailing Online) –   Di HUT Mandailing Natal (Madina) ke-14 tahun ini, pemerintah daerah tidak saja menggenjot laju pertumbuhan ekonomi, infrastruktur. Dana untuk pendidikan makin meningkat agar orang tua pelajar makin ringan. Itu terungkap pada Paripurna Istimewa DPRD Madina tentang HUT Madina ke-14, Jum’at (8/3) dipimpin oleh Wakil Ketua […]

  • Potensi Tembakau Madina Bagus

    • calendar_month Rabu, 22 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Potensi budidaya tembakau di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sejauh ini cukup menjanjikan dikembangkan. Kendalanya hanya soal pasar. Kawasan budidaya tembakau selama ini berada kawasan Kotanopan dan Panyabungan Timur, dimana warga di dua kawaan ini sudah lama menanam tembakau secara tradisional. Kepala Dinas Perkebunan Kehutanan, Mara Ondak melalui Kasi Perkebunan A.Yasir Lubis […]

  • Sakit, Kejati Sumut Batal Periksa Sekda Madina

    Sakit, Kejati Sumut Batal Periksa Sekda Madina

    • calendar_month Minggu, 5 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Kasus dugaan korupsi pengadaan lahan kuburan oleh Pemko Padang Sidimpuan Tahun 2007 yang diduga melibatkan mantan Kabag Tapem M Daud Batubara yang sekarang menjabat Sekretaris Daerah Mandailing Natal (Sekda Madina), hingga kini masih bergulir di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut). Daud yang kembali dipanggil Kejati Sumut, Selasa (31/01/2012), tidak memenuhi pemanggilan. Menurut Kasi […]

  • Warganet Minta Bupati Stop Rencana Turnamen Mobile Legends

    Warganet Minta Bupati Stop Rencana Turnamen Mobile Legends

    • calendar_month Jumat, 22 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Reaksi rakyat Madina terhadap rencana turnamen game online Mobile Legends bermunculan di Facebook, Jum’at (22/4/2022). Reaksi warganet umumnya menyayangkan rencana itu karena dinilai tak sesuai kultur ketimuran khususnya budaya Mandailing. Berdasar penelusuran Mandailing Online di aplikasi Facebook, beberapa netizen yang bersuara di aplikasi Facebook antara lain, akun Amri Lubis; akun Anggina […]

  • Tak Banyak Harap pada Polisi dan TNI, Warga Minta Jaksa Tangkap Pelaku Tambang Emas Ilegal di Batang Natal

    Tak Banyak Harap pada Polisi dan TNI, Warga Minta Jaksa Tangkap Pelaku Tambang Emas Ilegal di Batang Natal

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ): Poksek Batang Natal di Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) nampaknya tak ada lagi harga diri dibuat para pelaku tambang emas ilegal di wilayah desa Rantobi. Meski kerap sosialisasi agar aktifitas tambang emas menggunakan alat berat dihentikan,  namun para pelaku tambang tak perduli sama sekali. Dari keterangan Nasution warga Desa […]

  • SRI dan BPGC Dampingi Petani Kopi

    SRI dan BPGC Dampingi Petani Kopi

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      ULU PUNGKUT (Mandailing Online) – Sumatra Rainforest Institute (SRI) dan Batang Pungkut Green Conservation (BPGC) melakukan pendampingan terhadap para petani kopi enam desa di Kecamatan Ulu Pungkyt dan kecamatan Kotanopan, Mandailing Natal (Madina). Ke enam desa itu meliputi Desa Pagar Gunung, Aek Nangali,  Hatupangan, Hutagodang, Alahan Kae dan Desa Habincaran. Demikian disampaikan Direktur SRI, Rasyid Assaf […]

expand_less