Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

100 Desa di Madina Keluar Dari Cengkraman SK 44

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 19 Mei 2015
  • print Cetak

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Sebanyak 100 dari 116 pemukimkan desa di Mandailing Natal (Madina) telah berhasil dikembalikan kepada statusnya menjadi non hutan lindung setelah sekitar 10 tahun statusnya dipaksa menjadi hutan lindung oleh SK Menhut Nomor 44 Tahun 2005.

Kabid Kehutanan Dinas Kehutanan Perkebunan Madina, Ahmad Faizal menjawab Mandailing Online, Senin (18/5) menyatakan 100 desa yang diputihkan itu berada di berbagai kecamatan di Madina. Pemutihan 100 desa tersebut berdasar SK Menhut Nomor 579 tanggal 24 Juni 2014.

Sementara itu, ke-16 desa yang belum dikeluarkan dari cengkraman SK 44 meliputi Desa Simandolam dan Aek Marian dengan status kawasan HPT di Kecamatan Kotanopan.

Desa Simpang Duhu Dolok, Simpang Duhu Lombang, Simpang Pining dengan status kawasan HL di Kecamatan Ulu Pungkut.

Desa Pagur, Sirangkap, Huta Tinggi dengan status kawasan HPT dan Desa Hutatinggi dengan status kawasan HL di Kecamatan Panyabungan Timur.

Desa Hatupangan, Aek Nabara dengan status lahan TNBG, Banjar Melayu, Aek Holbung dengan status lahan HPT di Kecamatan Batang Natal.

Desa Aek Mata, Siobon, Sopobatu dengan status HPT di Kecamatan Panyabungan.

Ahmad Faizal menyatakan bahwa 16 desa tersebut ditargetkan keluar dari cengkraman SK 44 tahun ini juga.  Saat ini pihak Pemkab Madina tengah membentuk tim yang melibatkan BPN, Bapeda, Camat, Kepala Desa dan Dinas Kehutanan Provinsi.

“Paling lambat bulan Juni tim sudah terbentuk. Bila sudah terentuk nantinya warga yang merasa lahannya masuk pada kawasan hutan agar melaporkannya kepada tim sehingga bisa terinventarisir. Usulan dari masyarakat ini nanti akan diusulkan tim ke Kementerian Kehutanan di Jakarta,” katanya.

Target pembebasan lahan tahun ini masih focus kepada pembebasan lahan masyarakat. Sedangan untuk tahun berikutnya akan masuk pada pembebasan tanah ulayat.

Sementara itu berdasar catatan di data base Mandailing Online, kebijakan mengeluarkan desa-desa itu dari status hutan lindung merupakan keberhasilan Pemkab Madina di era kepemimpinan Bupati Hidayat Batubara yang melakukan lobi-lobi ke pemerintah pusat.

Sekedar diketahui, Surat Keputusan Menteri Kahutanan Nomor 44/Menhut-II/ 2005 tentang Penunjukan Kawasan Hutan di Wilayah Sumatra Utara menetapkan 116 pemukiman desa di Madina berubah status dari pemukiman menjadi Hutan Lindung, Hutan Produksi dan Hutan Produksi Terbatas.

Dampak penerapan SK 44 ini menyebabkan tanah pekarangan, persawahan dan kebun serta rumah-rumah penduduk berubah stusnya menjadi hutan lindung dimana pemilik rumah tak bisa mensertifikatkan rumahnya karena hak kepemilikan sudah tercerabut oleh SK 44.

Secara angka, SK 44 itu menetapkan wilayah Kabupaten Madina seluas 411.451 (62 %) masuk dalam kawasan hutan dari total luas wilayah Madina yang sekitar 662.070 Ha.

Peliput : Holik Nasution
Editor  : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Palas akan Bangun Jalan Kawasan Agropolitan

    Pemkab Palas akan Bangun Jalan Kawasan Agropolitan

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Palas – Pemerintah Kabupaten Padang Lawas (Pemkab Palas) akan membangun sarana infrastruktur jalan sepajang sekitar 3 kilo meter (km) dengan kucuran dana Rp 2,6 miliar bersumber dari APBN TA 2015. Pembangunan jalan untuk mendukung pembangunan daerah agropolitan yang dipusatkan di Desa Paringgonan, Kecamatan Ulu Barumun, Kabupaten Palas. Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Palas […]

  • Pemda se Tabagsel Teken Komitmen dengan KPK

    Pemda se Tabagsel Teken Komitmen dengan KPK

    • calendar_month Rabu, 22 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIPIROK (Mandailing Online) – Bupati/Walikota beserta wakil masing-masing menadatangani komitmen bersama KPK. Komitmen itu berupa pencegahan korupsi di daerahnya masing-masing. Dari Mandailing Natal (Madina) ikut meneken adalah bupati Ja’far Sukhairi Nasution dan wakil bupati Atika Azmi Utammi Nasution. Penandatangan itu berlangsung dalam Rapat Koordinasi Pemberantasan Korupsi Terintegrasi di Pemerintahan Kabupaten/Kota Tapanuli Selatan, Padangsidimpuan, Tapanuli Tengah, […]

  • Pemkab Madina Diminta Perbaiki Jembatan Langgunai Batahan

    Pemkab Madina Diminta Perbaiki Jembatan Langgunai Batahan

    • calendar_month Senin, 16 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Panyabungan. Pantai Langgunai di Kecamatan Batahan merupakan salah satu objek wisata pantai di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), hanya saja untuk menuju ke lokasi butuh waktu dan perbaikan jalan serta jembatan yang masih terbuat dari kayu. Pantauan MedanBisnis, ketika berkujung ke pantai tersebut, panorama alam dan pemandangannya bagus untuk menjadi tujuan wisata. Sayangnya menjadi kurang […]

  • Meski Harga Murah, Kaum Ibu Tak Mau ke Tapian Sirisiri

    Meski Harga Murah, Kaum Ibu Tak Mau ke Tapian Sirisiri

    • calendar_month Selasa, 21 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejumlah ibu rumah tangga di Panyabungan, Mandailing Natal mengaku malas pergi belanja ke Tapian Sirisiri, meski Pemkab Madina menyediakan harga murah dalam operasi pasar beras dan gas elpiji.  “Ah..malas, jauhnya lokasi itu, harus lewat kantor pemkab lagi,” ujar Kutek, seorang ibu rumah tangga di Kelurahan Dalan Lidang kawasan Lubuk Sibegu kepada […]

  • Kabut Asap Selimuti Paluta

    Kabut Asap Selimuti Paluta

    • calendar_month Kamis, 15 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PADANGBOLAK- Kabut asap menyelimuti wilayah Gunung Tua sekitarnya, Kecamatan Padang Bolak dan sebahagian wilayah kecamatan di Paluta, sejak Selasa (13/9). Diduga kabut asap itu berasal dari titik api yang terkonsentrasi di daerah Jambi, Palembang, dan Lampung, yang ditiup angin hingga ke wilayah Paluta. Pantauan METRO, Rabu (14/9), di Bukit Tor Boru Tompul, Desa Hutalombang, […]

  • Agar Istiqomah dalam Hijrah

    Agar Istiqomah dalam Hijrah

    • calendar_month Jumat, 16 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Alfisyah Ummu Arifah Guru dan Pegiat Literasi Islam Hijrah itu tak semudah yang dibayangkan. Hijrah itu butuh perjuangan. Hijrah juga butuh kondisi lingkungan yang kondusif. Bahkan hijrah akan mudah semudah melangkah jika kita bisa istiqomah. Fenomena artis hijrah, fenomena milenial hijrah dan fenomena nonmuslim hijrah ke dalam islam kini seperti jamur di musim hujan. […]

expand_less