Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

100 Desa di Madina Keluar Dari Cengkraman SK 44

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 19 Mei 2015
  • print Cetak

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Sebanyak 100 dari 116 pemukimkan desa di Mandailing Natal (Madina) telah berhasil dikembalikan kepada statusnya menjadi non hutan lindung setelah sekitar 10 tahun statusnya dipaksa menjadi hutan lindung oleh SK Menhut Nomor 44 Tahun 2005.

Kabid Kehutanan Dinas Kehutanan Perkebunan Madina, Ahmad Faizal menjawab Mandailing Online, Senin (18/5) menyatakan 100 desa yang diputihkan itu berada di berbagai kecamatan di Madina. Pemutihan 100 desa tersebut berdasar SK Menhut Nomor 579 tanggal 24 Juni 2014.

Sementara itu, ke-16 desa yang belum dikeluarkan dari cengkraman SK 44 meliputi Desa Simandolam dan Aek Marian dengan status kawasan HPT di Kecamatan Kotanopan.

Desa Simpang Duhu Dolok, Simpang Duhu Lombang, Simpang Pining dengan status kawasan HL di Kecamatan Ulu Pungkut.

Desa Pagur, Sirangkap, Huta Tinggi dengan status kawasan HPT dan Desa Hutatinggi dengan status kawasan HL di Kecamatan Panyabungan Timur.

Desa Hatupangan, Aek Nabara dengan status lahan TNBG, Banjar Melayu, Aek Holbung dengan status lahan HPT di Kecamatan Batang Natal.

Desa Aek Mata, Siobon, Sopobatu dengan status HPT di Kecamatan Panyabungan.

Ahmad Faizal menyatakan bahwa 16 desa tersebut ditargetkan keluar dari cengkraman SK 44 tahun ini juga.  Saat ini pihak Pemkab Madina tengah membentuk tim yang melibatkan BPN, Bapeda, Camat, Kepala Desa dan Dinas Kehutanan Provinsi.

“Paling lambat bulan Juni tim sudah terbentuk. Bila sudah terentuk nantinya warga yang merasa lahannya masuk pada kawasan hutan agar melaporkannya kepada tim sehingga bisa terinventarisir. Usulan dari masyarakat ini nanti akan diusulkan tim ke Kementerian Kehutanan di Jakarta,” katanya.

Target pembebasan lahan tahun ini masih focus kepada pembebasan lahan masyarakat. Sedangan untuk tahun berikutnya akan masuk pada pembebasan tanah ulayat.

Sementara itu berdasar catatan di data base Mandailing Online, kebijakan mengeluarkan desa-desa itu dari status hutan lindung merupakan keberhasilan Pemkab Madina di era kepemimpinan Bupati Hidayat Batubara yang melakukan lobi-lobi ke pemerintah pusat.

Sekedar diketahui, Surat Keputusan Menteri Kahutanan Nomor 44/Menhut-II/ 2005 tentang Penunjukan Kawasan Hutan di Wilayah Sumatra Utara menetapkan 116 pemukiman desa di Madina berubah status dari pemukiman menjadi Hutan Lindung, Hutan Produksi dan Hutan Produksi Terbatas.

Dampak penerapan SK 44 ini menyebabkan tanah pekarangan, persawahan dan kebun serta rumah-rumah penduduk berubah stusnya menjadi hutan lindung dimana pemilik rumah tak bisa mensertifikatkan rumahnya karena hak kepemilikan sudah tercerabut oleh SK 44.

Secara angka, SK 44 itu menetapkan wilayah Kabupaten Madina seluas 411.451 (62 %) masuk dalam kawasan hutan dari total luas wilayah Madina yang sekitar 662.070 Ha.

Peliput : Holik Nasution
Editor  : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubsu lantik pejabat Bupati Madina

    Gubsu lantik pejabat Bupati Madina

    • calendar_month Jumat, 17 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Gubernur Sumatera Utara Syamsul Arifin melantik Aspan Sofian Batubara yang sebelumnya bertugas sebagai kepala Dinas Perkebunan Sumut, menjadi Penjabat Bupati Mandailing Natal. Pelantikan Penjabat Bupati Mandailing Natal yang dilaksanakan di Aula Martabe Pemprov Sumut di Medan, hari ini, dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 131.12-683 Tahun 2010. Dalam amanatnya Gubernur Syamsul Arifin mengatakan, […]

  • DCS Dapil 1 PAN Madina

    DCS Dapil 1 PAN Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 1 PAN

  • Monumen Jenderal Abdul Haris Nasution Akan Dibangun di Madina

    Monumen Jenderal Abdul Haris Nasution Akan Dibangun di Madina

    • calendar_month Rabu, 13 Jan 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Monumen Jenderal Abdul Haris Nasution akan dibangun di Mandailing Natal (Madina). Itu dikatakan Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Lodewyk Pusung saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Madina, Rabu (13/1). Menurutnya, pembangunan monumen itu karena sang jenderal berasal dari Madina, serta jasa-jasanya yang sangat besar bagi kemerdekaan Indonesia. Hanya saja Pandam […]

  • Soal Beasiswa, Pemkab Madina Diskriminatif

    Soal Beasiswa, Pemkab Madina Diskriminatif

    • calendar_month Jumat, 20 Nov 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA (Mandailing Online) – Kebijakan Pemkab Madina dinilai diskriminatif karena hanya memperuntukkan beasiswa kepada mahasiswa yang kuliah di perguruan tinggi negeri. Kebijakan itu meng-anaktiri-kan para mahasiswa yang kuliah di perguruan tinggi swasta. “Kebijakan ini tidak masuk akal karena mahasiswa negeri maupun swasta itu sama-sama dilahirkan di bumi Gordang Sambilan,” kata Ketua Ikatan Keluara Pelajar Mahasiswa […]

  • Awas! Pelaku Begal Kini Incar Perempuan

    Awas! Pelaku Begal Kini Incar Perempuan

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    PEREMPUAN harus lebih waspada jika bepergian pada siang. Sebab, para pelaku curas menjadikan mereka sebagai sasaran utama ketika beraksi. Saat ini, pelaku tidak lagi berpikir untuk beraksi saat sepi atau malam. Di tempat ramai dan siang bolong pun, pelaku tetap nekat beraksi. Hal itu merupakan pengakuan Syaiful, 22, dan Rega Bagus, 18, warga Jalan Tanjungsari, […]

  • Jumlah Penerima Raskin Untuk Madina Tak Berubah

    Jumlah Penerima Raskin Untuk Madina Tak Berubah

    • calendar_month Jumat, 7 Mar 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jumlah keluarga miskin yang mendapat beras miskin (raskin) di Mandailing Natal (Madina) tahun tidak ada perubahan dengan tahun 2013. Tetap sebanyak 29.856 kepala keluarga. Data itu berdasarkan SK Bupati Madina Nomor:511.1/191/K/2014 tahun 2014 yang dilansir Pemkab Madina, Rabu (5/3/2014). “Jika kita lihat dari pagu raskin yang akan disalurkan dalam waktu dekat, […]

expand_less