Sabtu, 7 Mar 2026
light_mode

Aliran Air PDAM Sering Mati, Warga Sampaikan Surat Terbuka

  • account_circle Roy Adam
  • calendar_month Sabtu, 16 Jul 2022
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Aliran air dari PDAM Tirta Madina yang sering mati menuai protes dari pengguna di wilayah Parbangunan dan Aek Galoga.

Owner Raja Batu Residence (RBR) Irwan H Daulay bahkan menyampaikan surat terbuka yang ditujukan kepada Bupati Mandailing Natal (Madina) H. M. Ja’far Sukhairi Nasution dengan tembusan kepada Ketua DPRD Erwin Efendi Lubis, Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution, pers, warga RBR, dan pertinggal (file).

Surat yang dimuat di laman Facebook Irwan Daulay pada Sabtu (16/7) itu menyampaikan sejak dirut perusahaan air minum daerah itu diganti aliran air di kawasan Parbangunan, khususnya RBR sering mati.

Matinya aliran air tersebut tanpa didahului pemberitahuan alasan yang jelas, seperti perawatan, kerusakan mesin atau gangguan jaringan.

“Sehingga warga sangat terganggu apalagi aliran mati sepanjang hari dan pada saat ini berhentinya sudah sejak kemarin,” tulis Tokoh Pemuda Madina ini.

Tak hanya itu, jelas Irwan, biaya pemasangan pun mengalami kenaikan dan pembayaran berdasarkan progressif diberlakukan.

“Pembayaran warga meningkat dari sebelumnya meskipun dengan pemakaian yang sama,” jelasnya.

Owner RBR Irwan H Daulay/Istimewa.

Sejatinya kenaikan biaya sambung baru dan penyesuaian tarif ini, tambah Irwan, tidak membuat warga keberatan sepanjang kualitas layanan semakin baik dan berkesinambungan.

“Namun, kenyataannya kesinambungan aliran air, mutu air, dan tekanan air semakin tidak menentu dan sangat mengecewakan warga,” imbuhnya.

Pihaknya pun tidak tinggal diam. Berbagai upaya telah dilakukan, termasuk protes langsung ke pihak manajemen PDAM Tirta Madina, tapi tetap tidak mengubah keadaan.

“Kelihatan sekali Dirut tidak memiliki kepedulian terhadap protes warga ini dan kejadian yang sama sering berulang,” terang mantan dosen Universitas Medan ini.

Pengusaha yang bergerak di bidang properti ini pun bersama warga yang bermukim di RBR meminta Bupati Sukhairi mengevaluasi keberadaan Dirut PDAM dan jajaran di bawahnya.

“Sehingga layanan publik yg responsif dan berkualitas dapat terus dijaga dan profesionalisme manajemen dapat ditingkatkan,” tutupnya mengakhiri surat terbuka itu.

Seringnya aliran air dari PDAM Tirta Madina tak hanya dialami oleh warga di RBR. Warga di Aek Galoga juga mengalami hal yang sama.

“Kita juga sering mengalami hal yang sama (aliran air mati) meskipun cuaca cerah. Kita berharap pelayanan yang buruk ini menjadi perhatian Bupati,” jelas salah satu warga.

Peliput: Roy Adam

  • Penulis: Roy Adam

Rekomendasi Untuk Anda

  • Magnitute Wacana Balon Bupati Madina, (Bikin Kriteria atau Cari Tokoh?)

    Magnitute Wacana Balon Bupati Madina, (Bikin Kriteria atau Cari Tokoh?)

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Muhammad Ludfan Nasution Tanpa harus menyoal kenapa harus Pilkada Langsung dan serentak di 2015 ini, bicara tentang bakal calon (Balon) Bupati Madina tetap menantang, bahkan bisa-bisa bikin frustrasi. Kita mengenal Madina sedemikian rupa. Ada problem besar. Butuh resolusi tuntas. Ada perspektif sejarah yang adiluhung. Harus mencapai target-target besar yang terkesan mustahil. Itu satu […]

  • Ini Penjelasan DLH Terkait Proyek Penataan Taman Kota Panyabungan yang Dipersoalkan

    Ini Penjelasan DLH Terkait Proyek Penataan Taman Kota Panyabungan yang Dipersoalkan

    • calendar_month Minggu, 15 Sep 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –Proyek Pengelolaan Keanekaragaman Hayati dengan pekerjaan penataan taman panyabungan di Kabupaten Mandailing Natal ternyata banyak menuai protes. Rencana penebangan pohon pelindung taman kota panyabungan menjadi salah satu masalah yang di perdebatkan sebab taman kota menjadi ruang terbuka hijau ( RTH ) kota Panyabungan. Selain masalah penebangan pohon, pedagang yang mangkal di areal […]

  • Madina Zona Hijau Covid-19

    Madina Zona Hijau Covid-19

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kabupaten Mandailing Natal masih berada dalam posisi zona hijau dalam peta Covid-19. Itu diungkap Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution menjawab wartawan usai rapat terbatas dengan Gugus Tugas Covid-19 dan Forkopinda di aula kantor bupati Madina, Rabu (15/2/2020). Zona Hijau adalah status wilayah tanpa kasus yang dikonfirmasi, atau tanpa ada pelancong yang terinfeksi yang […]

  • Anggaran Dana Desa di Madina Naik 100 Persen  Lebih

    Anggaran Dana Desa di Madina Naik 100 Persen Lebih

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Anggaran Dana Desa (ADD) tahun ini meningkat lebih seratus persen dari tahun 2014. Ini tentunya kabar gembira bagi seluruh desa di Mandailing Natal (Madina). Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal di tahun 2015 mengalokasikan dana untuk ADD sebesar 40,8  milyar rupiah. Angka itu jauh melambung naik dibanding tahun 2014 yang hanya sebesar […]

  • Pasar Sipirok Makin Semraut

    Pasar Sipirok Makin Semraut

    • calendar_month Sabtu, 14 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kurang Penataan Suasana Pasar Sipirok, Tapsel semakin amburadul khususnya pada hari pekan Senin dan Kamis. Selain akibat belum difungsikannya gedung yang baru dibangun, juga kurangnya penataan dari intansi terkait.Selain itu, keberadaan pedagang, sepertinya dengan sesuka hati berjualan, perparkiran juga terlihat semraut. Keadaan ini merupakan akibat dari lemahnya penataan dari pengelola pasar yang menyebabkan keadaan pasar […]

  • LSM kritisi ratifikasi perjanjian kabut asap

    LSM kritisi ratifikasi perjanjian kabut asap

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Para pegiat lingkungan menuntut Indonesia menindaklanjuti ratifikasi perjanjian rencana kawasan ASEAN tentang kabut asap dengan bersikap lebih tegas terhadap pihak yang menyebabkan kebakaran hutan. LSM Greenpeace mengatakan, walaupun pihaknya menyambut baik keputusan pemerintah Indonesia itu, pihaknya khawatir kesepakatan ini tidak berdampak banyak apabila tidak ditindaklanjuti dalam upayakongkrit. “Meratifikasi perjanjian asap lintas batas ini,akan menjadi kecil […]

expand_less