Jumat, 5 Jun 2026
light_mode

Fahrizal dan Politik Hakouman

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 18 Jul 2022
  • print Cetak

Anggota DPRD Sumatera Utara, Fahrizal Efendi Nasution (kiri) saat reses di Desa Pastap Julu, Kecamatan Tambangan, Mandailing Natal, Sabtu (16/7/2022)

Parkouman, koum markoum, hakouman adalah kosa kata-kosa kata yang sudah berurat berakar dalam sistem sosial di tanah Mandailing.

Pengertian parkouman mengarah pada hubungan kekeluargaan dalam kelompok kekerabatan. Baik kerabat dekat maupun kerabat jauh.

Koum markoum suatu jalinan tali temali kekerabatan satu sama lain dalam kerangka kekerabatan dekat dan kekerabatan jauh.

Hakouman adalah hal yang menyangkut suatu sistem hubungan kekerabatan.

Koum itu sendiri adalah kerabat.

Dan sesunghuhnya fakta-fakta sejarah menunjukkan bahwa esensi hakouman dan koum markoum ini telah lama berlaku di tanah Mandailing dalam sistem sosial, bahkan di ranah politik.

Keharmonisan hubungan antara kerajaan-kerajaan Nasution di Mandailing Godang dengan kerajaan-kerajaan Lubis di Mandailing Julu sangtlah kuat.

Keharmonisan itu tercipta oleh apa yang disebut marsibuotan. Putra raja dari Mandailing Godang menikahi putri dari kerajaan Mandailing Julu. Begitu juga sebaliknya.

Marsibuotan itu membentuk suatu hubungan hakouman dan koum markoum dalam bingkai marmora dan maranakboru serta marpareban.

Pihak-pihak yang koum markoum ini berada pula di lingkup parkahanggian yang disebut markahanggi. Sehingga secara otomatis kahanggi dari kelompok mora akan memiliki hubungan hakouman dengan pihak kahanggi dari kelompok anakboru.

Dan semua itu berada dalam landasan dalian na tolu.

Talian koum markoum ini menyebar dari satu huta ke huta lain seiring regenerasi dari waktu ke waktu. Membentuk suatu ikatan hakouman dari satu pihak ke pihak lainnya.

Esensi hakouman ini pula membentuk suatu ikatan emosional antara satu individu dengan individu lainnya.

Hubungan politik berlandaskan hakouman yang berlangsung di era kerajaan telah menciptakan keharmonisan antar kerajaan di Mandailing masa lalu.

Esensi ini juga sejatinya menjadi kekayaan yang bernilai luhur dalam format hubungan timbal balik antara seorang legislator dengan konstituen pada tataran politik masa kini.

Hubungan hakouman itu berbeda esensinya dengan hubungan seperti dimaksud politik demokrasi Barat.

Pun tidak bisa disamakan dengan apa yang kita maksud hubungan konstituen-legislator dalam sistem perwakilan yang selama ini esensinya lebih pada hubungan berlandaskan konstitusional.

Hubungan politik hakouman lebih mermakna kepada hubungan rasa persaudaraan berlandaskan ikatan emosional koum markoum atau parkouman.

Karena begitu tingginya esensi yang terkandung dalam hubungan hakouman inilah menyebabkan hampir di tiap pelaksanaan reses, anggota DPRD Sumatera Utara, Fahrizal Efendi Nasution senantiasa menekankan esensi hakoumanparkouman, koum markoum itu.

Bagi politisi Hanura ini, hakouman akan lebih membentuk rasa holong antara seorang legislator dengan konstituen.

Hubungan hakouman ini menyebabkan simbiosis mutualisme yang ikhlas dan murni antara legislator dengan konstituen. Dan berbeda takaran keikhlasaannya dengan simbiosis mutualisme yang hanya dilandasi konstitusi semata.

Seorang legislator merasa lebih dekat dengan konstituen jika hubungan itu berlandaskan rasa persaudaraan. Pun konstituen melihat seorang legislator itu seorang saudara.

Dan esensi hakouman ini bisa jadi suatu jalan keluar bagi kekeringan hubungan legislator-konstituen pada politik masa kini yang banyak menuai kritik.

Dan Fahrizal telah menyampaikan makna hakouman itu di tiap reses: holong mangalap holong, holong mangalap domu. Domu maroban parsaulian. (Dahlan Batubara)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sumut butuh tambahan guru daerah terpencil

    Sumut butuh tambahan guru daerah terpencil

    • calendar_month Kamis, 12 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    MEDAN – Sumatera Utara dinilai masih membutuhkan tambahan tenaga pendidik yang akan ditempatkan di daerah terpencil dan tertinggal, mengingat dewasa ini sebagian besar tenaga guru masih terpusat di daerah-daerah perkotaan saja. “Beberapa daerah di Sumut masih ada yang kekurangan tenaga guru seperti di Nias dan Pakpak Bharat. Ini tentunya harus menjadi perhatian pemerintah bagimana kekurangan […]

  • SBY: Tak Rp1 Pun Baju Saya Pakai Uang Negara

    SBY: Tak Rp1 Pun Baju Saya Pakai Uang Negara

    • calendar_month Jumat, 8 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Presiden menegaskan pentingnya penghematan anggaran negara di semua lembaga negara. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya merespons berbagai kritik belakangan ini tentang pemborosan anggaran negara, khususnya yang menyangkut perjalanan dinas. Dia menegaskan pentingnya penghematan, tak cuma di kalangan pemerintah tapi juga di lembaga-lembaga negara lainnya. “Saya mendengar kritik dan juga usulan dari beberapa kalangan masyarakat agar […]

  • Pemda Bisa Ambil Alih Otorita Asahan

    Pemda Bisa Ambil Alih Otorita Asahan

    • calendar_month Senin, 16 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Setelah PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) 100 persen menjadi milik pemerintah RI, maka Otorita Asahan ke depan sudah tidak punya peran lagi. Dulunya, Otorita Asahan dibentuk sebagai badan yang mewakili pemerintah RI dalam pengelolaan Inalum, sedangkan pihak Jepang membentuk Nippon Asahan Aluminium (NAA). Lantas mau diapakan Otorita Asahan ke depan? Apakah langsung dibubarkan? […]

  • Raih Kemenangan, Cabup Saipullah Ziarahi Makam Keluarga

    Raih Kemenangan, Cabup Saipullah Ziarahi Makam Keluarga

    • calendar_month Kamis, 28 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Usai dinyatakan menang berdasarkan hitungan real internal, Calon Bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2, H. Saipullah Nasution bersama keluarga ziarah ke makam keluarganya di Kelurahan Gunung Baringin, Kecamatan Panyabungan Timur, Madina, Kamis (28/11/2024). Saipullah terlihat menyiarahi sejumlah makam keluarga, termasuk makam almarhum orangtuanya, HM Alihanafiah Nasution bin Parhimpunan Ali. Dalam […]

  • Napi Teriak Menang

    Napi Teriak Menang

    • calendar_month Jumat, 12 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    MEDAN – Perwakilan narapidana yang bertemu dengan Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin meneriakkan yel-yel kemenangan saat kembali ke Lapas. “Kita menang! Kita menang!” kata salah satu perwakilan napi, Wak Geng, disambut teriakan para rekannya. Menteri didampingi Gubernur Gatot Pujonugroho berdialog sekitar 90 menit dengan sekitar sepuluh perwakilan napi. “Kami membicarakan revisi PP 99 tentang […]

  • Merdekakan Hati

    Merdekakan Hati

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Ada sebuah pepatah Arab yang sarat motivasi, “Tidak ada yang paling berharga dalam hidup ini selain kemerdekaan.” Kemerdekaan memang sangat mahal dan bernilai karena untuk meraihnya dibutuhkan perjuangan dan pengorbanan, baik harta maupun nyawa. Musuh abadi kemerdekaan adalah penjajahan, baik itu penjajahan fisik, mental, kedaulatan negara, maupun hati. Penjajahan hati oleh hawa nafsu dan […]

expand_less