Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Data Privasi Rakyat Tidak Aman di Era Kapitalisme

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 31 Agt 2022
  • print Cetak

Oleh: Nurmala Sari, S.Pd
Aktivis Dakwah, tinggal di Tapanuli Utara

Kasus kebocoran data privasi rakyat kembali terjadi. Dilansir dari Liputan6.com, 21/08/22, 26 juta riwayat pencarian Indihome diduga bocor, nama dan NIK pelanggan terungkap dan dibagikan gratis di situs gelap.

Isu ini mendapat komentar dari masyarakat, salah satunya dari akun di twitter Teguh Aprianto, yang mengatakan bahwa pernah menekan Indihome untuk mematikan sistem pendeteksi yang digunakan untuk mencari riwayat penelusuran pelanggan.

Kementerian Komunikasi dan Informatika akan mencoba mendalami kasus dugaan kebocoran data pribadi pelanggan layanan dari PT Telkom Indonesia. Kementerian Kominfo juga akan segera melakukan pemanggilan terhadap manajemen Telkom untuk mendapatkan laporan dan langkah tindak lanjut Telkom terkait dengan dugaan insiden,” jelas Samuel, Minggu (21/8/22), dikutip dari Kompas.com.

Kebocoran data bukan hanya terjadi pada Indihome saja melainkan juga terjadi pada PT PLN Persero, sebanyak 17 juta data pribadi pelanggan bocor. (Kompas.com, 20/08/22). Kasus ini semakin marak terjadi seiring berkembangnya teknologi yang semakin pesat, dimana penggunaan internet menjadi kebutuhan masyarakat terutama dalam transaksi bisnis secara online. Pada tahun 2021, jumlah konsumen belanja online di Indonesia melesat 80% ,mencapai 32 juta orang dibandingkan tahun 2020.

Dalam sistem kapitalisme, dengan peningkatan jumlah tersebut seakan menjadi angin segar bagi dunia marketing untuk meraup keuntungan materi semaksimal mungkin, sehingga sangat dibutuhkan data pribadi rakyat untuk dijadikan peluang tersebut. Angka penggunaan e-commerce dapat direpresentasikan menjadi 2 hal yakni peluang dan persaingan, karena akan terjadi pasar besar digital. Menambang data pribadi pelanggan, dan menjualnya kepada para pebisnis digital tentunya menjadi peluang yang besar untuk meraup keuntungan. Dari data yang bocor, mereka dapat menentukan produk dan strategi pasar. Maka terjadilah simbiosis mutualisme antara penambang data dengan pebisnis digital.

Selama negara masih dipengaruhi kapitalisme dalam tatanan kehidupan bernegara, maka peranan negara pun begitu lemah dalam menjaga keamanan data pribadi rakyat, termasuk data digital. Sebab para kapitalis bebas mengekplorasi dan mengeksploitasi data pengguna, dan ini terbukti dengan berulangnya terjadi kasus kebocoran data, baik dari layanan pemerintah sendiri maupun perusahaan swasta seperti platform e-commerce.

Data pribadi pelanggan bukanlah milik umum, sehingga mengambilnya tanpa izin tentu saja melanggar privasi pelanggan. Jika sebuah negara itu independen, seharusnya mampu memberi perlindungan, penjagaan keamanan bagi data pribadi rakyat, dan memberikan sanksi yang tegas kepada pihak kejahatan tersebut. Rakyat juga harus memahami bahwa kejahatan kasus yang terjadi apalagi terjadi secara berulang, maka hal itu merupakan sebuah masalah sistemik yang diakibatkan oleh pengaruh kapitalisme.

Maka untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, dibutuhkan solusi yang sistemik pula, menjauhi pengaruh kapitalisme yang rusak, dengan sistem islam yang memiliki aturan sempurna. Negara yang menerapkan aturan islam, akan memberi keamanan, perlindungan terutama data privasi rakyat karena itu bagian dari tugas negara. Negara akan fokus pada langkah pencegahan sebelum masalah itu terjadi, bukan baru bergerak ketika timbul masalah. Negara akan memastikan regulasi dan sinergi antar lembaga yang berhubungan dengan data privasi rakyat dan dapat saling bekerja sama memberi perlindungan. Menggunakan sistem IT terhebat untuk menjaga data pribadi rakyat secara maksimal. Bagi para pelaku kejahatan, kecurangan  penipuan dan sejenisnya yang menggangu keamanan negara maka akan diberikan sanksi hukum ta’zir oleh negara. Negara juga akan mendukung kemandirian teknologi perlindungan keamanan penduduk sehingga tidak perlu melibatkan pihak luar (swasta atau asing). Maka dengan infrastruktur, tata kelola yang terintegrasi dengan baik, instrumen hukum yang benar maka negara akan mampu menjaga dan memberikan jaminan keamanan data pribadi rakyat.

Wallahu a’lam bis shawab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • MENGOREKSI PENGUASA ADALAH KEWAJIBAN, MENGAPA DIBUNGKAM?

    MENGOREKSI PENGUASA ADALAH KEWAJIBAN, MENGAPA DIBUNGKAM?

    • calendar_month Jumat, 24 Jun 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pemerintah dan DPR akan mengesahkan Revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) dalam waktu dekat. Namun, keduanya dinilai otoriter karena tertutup dalam proses pembahasannya. Baik Pemerintah maupun DPR seperti menutup hak rakyat untuk memberikan saran atau mengkritik materi RKUHP tersebut. Apalagi dalam RKUHP tersebut terkandung pasal yang mengancam warga negara yang dianggap melakukan penghinaan terhadap Pemerintah, […]

  • Tekad Kibarkan Bendera Pesantren ke Panggung Internasional

    Tekad Kibarkan Bendera Pesantren ke Panggung Internasional

    • calendar_month Selasa, 16 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    TAPSEL (Mandailing Online) – Hilmy Mahdy Daulay dan Hamdian Noor Harahap dua siswa Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid yang terpilih mewakili Sumut pada Olimpiade Sains Nasional, menyatakan tekadnya lolos ke tingkat internasional. “Saya akan kibarkan bendera pesantren di olimpiade internasional, Insya Allah,” tekad Hilmy siswa Darul Mursyid asal Padang Lawas ini. Dia akan berlaga […]

  • Perang Narkoba di Madina Masuk Radar Mabes Polri: Jangan Main-main (Lagi?)

    Perang Narkoba di Madina Masuk Radar Mabes Polri: Jangan Main-main (Lagi?)

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Tim Mandailing Epicentrum*   Ada yang berubah dari denyut operasi narkoba di Mandailing Natal beberapa pekan terakhir. Intensitasnya meningkat, pola geraknya lebih sistematis, dan bahasa resmi aparat mulai terdengar seperti “operasi sapu bersih”, bukan lagi sekadar penindakan rutin. Di permukaan, publik hanya melihat penggerebekan, pembakaran barak, dan parade tersangka. Tapi di balik itu, ada […]

  • Pengukuhan Pengurus Dekranasda Jangan Hanya Seremonial dan Kamuflase

    Pengukuhan Pengurus Dekranasda Jangan Hanya Seremonial dan Kamuflase

    • calendar_month Kamis, 10 Feb 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pengukuhan pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) periode 2021-2024 diharapkan bukan hanya sebatas seremonial dan kamuflase. Hal itu disampaikan Bupati H. M. Ja’far Sukhairi Nasution saat memberikan arahan pada acara pengukuhan Dekranasda di aula kantor Bupati Madina, Kamis (10/2). “Jangan hanya seremonial dan kamuflase. Saya harap Dekranasda […]

  • Ogah Larut di Isu “Siti Mawarni”, Bobby Fokus Gas Sumut

    Ogah Larut di Isu “Siti Mawarni”, Bobby Fokus Gas Sumut

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Tim Mandailing Epicentrum   Di akhir pekan ini, publik bolek pilih santai. Ogah bicara soal politik. Tapi, politik hari ini tidak selalu keras, ketus atau sarkas. Kebijakan politis juga punya sisi human interest. Karena itu, ngobrol soal politik tak harus tegang. Bisa santai. Tergantung sudut pandang. Seperti juga Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif […]

  • KPK dapat gedung baru

    KPK dapat gedung baru

    • calendar_month Sabtu, 13 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengapresiasi keputusan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat yang menyetujui permohonan anggaran gedung baru KPK. Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, pihaknya memang membutuhkan gedung baru karena kondisi gedung yang saat ini tidak memungkinkan. “Langkah Komisi III perlu diapresiasi karena memang kebutuhan gedung KPK itu sebuah keniscayaan. Kami tidak […]

expand_less