Selasa, 14 Jul 2026
light_mode

Harapan Parbetor untuk Paslon SAHATA

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 4 Nov 2024
  • print Cetak

Samruddin Lubis

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pasangan calon (Paslon) Saipullah-Atika (SAHATA) tidak hanya didukung kaum elite. Rakyat akar rumput (grassroots) pun bergerak untuk mendukung dan memilih SAHATA agar menjadi bupati dan wakil bupati Mandailing Natal (Madina) periode 2025-2030.

Kali ini dukungan akar rumput itu disuarakan oleh para pejuang nafkah keluarga dari kalangan pengemudi becak motor (Parbetor). Mereka biasa disebut Abang Betor. Kaum ploretarian ini pun menggantungkan perbaikan ekonomi mereka kepada kepemimpinan Paslon SAHATA.

“Kami ingin pemimpin yang memahami kesulitan hidup yang kami hadapi. Kami yakin, kelak jika menjadi bupati dan wakil bupati, Pak Saipullah dan Bu Atika mampu mengangkat kesejahteraan orang-orang kecil seperti kami,” kata Samruddin Lubis, pengemudi betor yang bermukim di Desa Kampung Padang, Kecamatan Panyabungan, Madina, Senin (4/11/2024).

Abang Betor ini sengaja dicegat saat mencari penumpang di jalan untuk dimintai pendapatnya. Samruddin mengaku sudah mengenal siapa saja pasangan calon yang akan berkontestasi di Pilkada Madina 2024. Namun, dia mengaku menjatuhkan pilihan pada Paslon SAHATA.

Lebih yakin do au tu Paslon SAHATA da. Ubege-bege kecek di lopo, SAHATA do na paling marpengalaman di pemerintahan. Anggo au, SAHATA do upili (Saya lebih yakin tu Paslon SAHATA, ya. Saya dengar-dengar obrolan di kedai kopi, SAHATA yang paling berpengalaman di pemerintahan. Kalau saya, SAHATA yang saya pilih),” kata Samruddin memaparkan alasannya memilih SAHATA.

Komentar serupa diungkapkan oleh Dirman Nasution, juga Abang Betor dari Desa Kampung Padang, Kecamatan Panyabungan. Dia berharap Saipullah-Atika kelak akan memperhatikan nasib rakyat kecil seperti Abang Betor.

Dirman Nasution

“Kami butuh pemimpin yang merakyat, yang tidak hanya muncul saat kampanye, tetapi juga aktif dalam kehidupan sehari-hari kami,” kata Dirman.

Sabotul na sarupo do on, cuma pala i dokon mamili antara calon na dua on, antong Saipullah-Atika ma. Arana selain mar wibawa, pendidikan na pe hum tinggi, songon na i dokon ni alak i, mantan birokrat dohot madung mar pengalaman mamimpin (sebetulnya serupa itu, Cuma kalau dibilang memilih antara dua calon ini, Saipullah-Atika yang dipilih, seperti yang dibilang orang, mantan birokrat juga sudah berpengalaman memimpin),” papar Dirman.

Menurut dia, kombinasi pendidikan dan pengalaman Paslon SAHATA menjadi modal berharga untuk membangun Madina pada masa mendatang.

Dirman menegaskan pernyataannya itu bukan sekadar pendapat, melainkan juga sebagai harapannya kepada Paslon SAHATA agar berbuat lebih banyak kepada rakyat kecil jika terpilih menjadi kepala daerah di Madina. (rel/dahlan)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Heran, Dana Pemeliharaan Ada Lampu Merah di Kota Panyabungan kok Mati

    Heran, Dana Pemeliharaan Ada Lampu Merah di Kota Panyabungan kok Mati

    • calendar_month Kamis, 15 Mei 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Lampu merah di Jalan Nasional Willem Iskandar, kota Panyabungan tak berfungsi alias mati padahal ada belanja pemeliharaan rambu rambu lalu lintas yang diposkan di Dinas Perhubungan Pemkab Madina. Pantauan Mandailing Online beberapa titil lampu merah tidak berfungsi seperti di Simpang 4 Titik kuning, Kelurahan Dalan Lidang, dan Simpang Jalan Abri, Willem […]

  • As Imran Khaitamy: Seyogianya Pimpinan Menskors Rapat Sejak Awal

    As Imran Khaitamy: Seyogianya Pimpinan Menskors Rapat Sejak Awal

    • calendar_month Rabu, 9 Feb 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Mantan Ketua DPRD Mandailing Natal (Madina) As Imran Khaitamy menilai seharusnya pimpinan sidang paripurna Ranperda RPJMD yang batal terlaksana karena tidak kuorum menskors rapat sejak awal atau pada kesempatan pertama. Hal itu ia sampaikan ketika diminta keterangan terkait kejadian tak biasa di ruang sidang paripurna DPRD, Rabu (9/2). “Seyogianya, pimpinan menskors […]

  • Diduga Sakit Jantung, Napi LP Sipaga-paga Meninggal

    Diduga Sakit Jantung, Napi LP Sipaga-paga Meninggal

    • calendar_month Rabu, 6 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Diduga terkena serangan jantung, salah seorang Narapidana Lembaga Permasyarakatan Kelas II B Sipaga-paga Panyabungan, ditemukan meninggal dunia di selnya, Selasa (29/03/2011). Korban meninggal bernama Adreas alias Deras, ditahan di LP Panyabungan terkait kasus pembunuhan dengan hukuman 18 tahun penjara Adreas meninggal di usia 41 tahun. Dia sudah beberapa tahun menjalani hukuman di LP Sipaga-paga. […]

  • Kades Pun Jadilah

    Kades Pun Jadilah

    • calendar_month Jumat, 20 Okt 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Cerpen: Rina Youlida Nurdina Masa sekolah Rasyid di SMA akan berakhir sebentar lagi. Enam bulan lagi ia akan menghadapi ujian akhir sekolah, yang kemudian melanjutkan perkuliahan ke perguruan tinggi favoritnya. Rasanya untuk melanjutkan ke perguruan tinggi ternama dan termahal pun tidak menjadi masalah baginya dari sisi dana, karena ayah Rasyid adalah pengusaha sukses. Orang mengenal […]

  • Jalan Protokol Panyabungan Abrasi

    Jalan Protokol Panyabungan Abrasi

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jalan protokol Panyabungan di titik Desa Gunung Tua Panggorengan yang sudah beberapa bulan ini kian mengecil akibat abrasi yang terus menerus, dan belum juga ada tanda-tanda akan diperbaiki. “Kita sangat heran, sudah begitu lama kondisi badan jalan ini, namun belum juga diperbaiki,” ujar Muksin seorang pengemudi angkutan umum kepada kepada […]

  • Kereta Api Tembus Sumatera-Jawa

    Kereta Api Tembus Sumatera-Jawa

    • calendar_month Rabu, 4 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Terhubung dengan Jembatan Selat Sunda JAKARTA- Rencana pembangunan jalur kereta api (KA) Lampung-Aceh, yang disebut dengan Trans Sumatera Railways rupanya sudah digodok secara matang oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Nantinya, jalur KA tersebut akan menembus dari ujung Sumatera hingga terhubung dengan Jembatan Selat Sunda untuk menuju Jawa. Detil tahapan pembangunan bahkan sudah tertuang secara rinci dalam […]

expand_less