Jumat, 5 Jun 2026
light_mode

Generasi Muda, Jadilah Penyebar Tauhid

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 9 Nov 2022
  • print Cetak

Oleh: Alfi Ummuarifah
Pegiat Literasi Islam Kota Medan

Tragedi di Itaewon dan beberapa tragedi lain dengan hilangnya ratusan nyawa dalam acara-acara hiburan yang melibatkan generasi muda semakin mengkhawatirkan.

Hilangnya ratusan nyawa itu tak dianggap masalah oleh negara. Kasusnya pun tidak terlalu diseriusi untuk diselesaikan. Peluang untuk terjadi lagi selalu ada. Masyarakat tak punya kepastian akan munculnya generasi muda bervisi besar  yang produktif.

Demikianlah, semua itu wajar terjadi dalam negara yang terjebak liberalisme sekuleris. Kiblat dunia barat dengan peradabannya tetap diikuti secara latah oleh negara lain termasuk Korea, Indonesia dan banyak lagi.Tak sadar, bahwa sesungguhnya kini sedang dijajah dan terjerat dalam jeratan industri budaya syahwat dan syubhat.

Awalnya, semua ini atas nama memanfaatkan waktu remaja dalam dunia hiburan. Cuma kesenangan saja. Simbiosis mutualisme dari penikmat hiburan dan industri hiburan dari kapitalisme akhirnya terkolaborasi alami. Namun faktanya, simbiosis justru berubah jadi parasitisma. Konsumen yang rugi, sementara kapital (parasitnya) menjajah pemikiran dan perilaku generasi di negara manapun mereka berada. Generasi bebek tercetak secara cepat tanpa batas. Generasi yang kehilangan cita-cita tertingginya sebagai agent of change.

Padahal generasi muda itu adalah generasi pewaris sebuah negara untuk beberapa tahun yang akan datang. Bonus demografi bisa justru berpeluang berubah menjadi bencana demografi. Indonesia dikhawatirkan masuk dalam jajahan industri hiburan yang melenakan. Pemerintah ternyata telah abai dari tugasnya sebagai perisai (junnah). Perisai untuk melindungi generasi dari gempuran informasi dan pembentukan karakter yang kapitalistik dan konsumeristik.

Kondisinya ini berbeda dengan kondisi kaum muda para penolong agama Allah yang punya visi besar dalam meninggikan kalimat Allah. Mereka para hawariyyun yakni orang muda penolong Nabi Isa pada masa itu. Juga kaum muda semisal Arqom, Yasir, Abu Bakar, Ali bin Abi Thalib, Umar, Mush’ab bin Umair, Saad bin Muadz yang juga punya visi besar mewujudkan peradaban islam yang berusia 13 abad hingga tahun 1924 di Turki Usmani.

Lihatlah juga Sultan Muhammad Al-Fatih dan tentaranya, generasi Shalahuddin Al Ayyubi yang luar biasa itu. Semuanya adalah generasi muda yang dilahirkan oleh sistem islam, sehingga mereka terbina ketakwaannya untuk hanya hidup dalam rangka meninggikan kalimat Allah. Bukan foya-foya dalam perayaan, konser, dan acara yang menghabiskan waktunya dalam aktifitas yang tidak bermutu.

Semua itu karena sistem kapitalisme sekuleris yang menganut kebebasan berekspresi, berfikir, berekonomi dan berpendapat secara bebas. Tak lagi mengindahkan baik buruk, halal haram, terpuji dan tercela menurut pandangan al-Khalik.

Yuk kita lihat bagaimana dulu para Ansharullah yaitu sahabat hawariyyun menyatakan komitmennya membersamai Nabi Isa As. Ini disinggung dalam
QS. As-Saff ayat 14

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا كُوۡنُوۡۤا اَنۡصَارَ اللّٰهِ كَمَا قَالَ عِيۡسَى ابۡنُ مَرۡيَمَ لِلۡحَوٰارِيّٖنَ مَنۡ اَنۡصَارِىۡۤ اِلَى اللّٰهِ‌ؕ قَالَ الۡحَـوٰرِيُّوۡنَ نَحۡنُ اَنۡصَارُ اللّٰهِ‌ فَاٰمَنَتۡ طَّآٮِٕفَةٌ مِّنۡۢ بَنِىۡۤ اِسۡرَآءِيۡلَ وَكَفَرَتۡ طَّآٮِٕفَةٌ ۚ فَاَيَّدۡنَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا عَلٰى عَدُوِّهِمۡ فَاَصۡبَحُوۡا ظٰهِرِيۡنَ

Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penolong-penolong (agama) Allah sebagaimana Isa putra Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia, “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?” Pengikut-pengikutnya yang setia itu berkata, “Kamilah penolong-penolong (agama) Allah,” lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan (yang lain) kafir; lalu Kami berikan kekuatan ke-pada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, sehingga mereka menjadi orang-orang yang menang.

Allah memerintahkan kaum Muslimin agar menjadi penolong-penolong agama Allah, menyebarluaskan agama-Nya, meninggikan kalimat-Nya sehingga tidak ada yang mengalahkannya, dengan beriman dan berjihad. Hal yang sama pernah dilakukan sahabat-sahabat terdekat Nabi Isa yang berkata kepada mereka, “Siapakah penolong agama Allah?” Mereka menjawab, “Kamilah penolong-penolong agama Allah.”

Nah, kita generasi muda, generasi emas X, Y ,Z  yuk jadi penolong agama Allah. Semoga peradaban mulia yang kita rindukan segera tegak dengan upaya dan keterlibatan kita di dalamnya. Amin.

Medan, 8 Nopember 2022

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jalan Lingkar Timur Panyabungan Diperbaiki

    Jalan Lingkar Timur Panyabungan Diperbaiki

    • calendar_month Sabtu, 27 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Untuk memperlancar arus mudik dan lalulintas pada musim Lebaran tahun ini, Pemkab Madina memperbaiki jalan lingkar timur Panyabungan. Plt Kadis PU Madina, Nasrin Lubis, menuturkan, jalan lingkar timur Panyabungan merupakan jalan pengalihan untuk menghidari jalur macer dan pasar tumpah, serta lintasan kenderaan roda empat atau lebih. “Jalan yang sudah kondisinya berlubang kita perbaiki demi kelancaran […]

  • Tokoh Bergelar Sutan (Willem) Iskander Itu Layak Jadi Pahlawan Nasional (bagian 1)

    Tokoh Bergelar Sutan (Willem) Iskander Itu Layak Jadi Pahlawan Nasional (bagian 1)

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Tim Mandailing Epicentrum   Banyak yang belum mengenal tokoh Sati Nasution. Termasuk di tanah Mandailing, kampung halamannya. Sungguh, putra kelahiran Pidoli Mandailing ini sudah banyak dibicarakan di forum dan sidang akademik nasional. Beranjak dari fakta ilmiah itu, Mandailing Online bekerja sama dengan Mandailing Epicentrum menurunkan artikel berseri. Semoga lima-enam seri ke depan melekatkan […]

  • Seto Mulyadi Hadiri Sidang Kasus Sandal Jepit

    Seto Mulyadi Hadiri Sidang Kasus Sandal Jepit

    • calendar_month Senin, 9 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ketua Dewan Pembina Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Seto Mulyadi menghadiri sidang kasus ‘Sandal Jepit’ dengan terdakwa AAL (16) di Pengadilan Negeri Palu, Rabu [04/01]. Sidang kedua dengan agenda pemeriksaan saksi Sapri Hamzah, rekan terdakwa AAL itu berlangsung tertutup dan dipimpin hakim peradilan anak Romel Tampubolon. Terdakwa AAL didampingi penasehat hukumnya Elvis DJ Katuwu, kedua […]

  • KontraS Sumut Dampingi Korban Kekerasan Polisi

    KontraS Sumut Dampingi Korban Kekerasan Polisi

    • calendar_month Minggu, 25 Jul 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – KontraS Sumatera Utara menyoroti tindak kekerasan oknum polisi di Sumut terhadap tersangka. Itu terkait kasus dua warga Medan atas nama Rian dan Deva yang diduga telah menjadi korban penyiksaan oknum polisi inisial AS di sekitar Jl. SM. Raja, Medan (29/06/21) akibat dituduh mencuri heandphone milik AS. HP tersebut sebenarnya sudah dikembalikan […]

  • Korban Tambang Emas Huta Bargot dari Barbaran dan Sidempuan

    Korban Tambang Emas Huta Bargot dari Barbaran dan Sidempuan

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      HUTA BARGOT (Mandailing Online) – Jumlah korban meninggal dunia di penambangan emas, perbukitan Huta Bargot, Kecamatan Huta Bargot, Mandailing Natal yang terjadi sekira pukul 2:30 dini hari Selasa (18/8), masih simpang siur. Penyebab meninggalnya para penambang juga masih belum jelas. Ada informasi, penyebabnya akibat meledaknya tangki penyembur api yang dimodifikasi dari tangki petromak. Ada […]

  • USU Medan Umumkan 3.234 Mahasiswa Baru Jalur SNMPTN 2011

    USU Medan Umumkan 3.234 Mahasiswa Baru Jalur SNMPTN 2011

    • calendar_month Jumat, 8 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN: Sebanyak 3.234 dari 31.100 peserta Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri dinyatakan lulus masuk Universitas Sumatera Utara tahun akademik 2011-2012. Kabag Humas Universitas Sumatera Utara (USU), Bisru Hafi, di Medan, Rabu, 29 Juni 2011, mengatakan, tahun ini calon peserta Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) yang mendaftar melalui panitia lokal USU mencapai 31.100 […]

expand_less