Kamis, 8 Okt 2026
light_mode

Sekulerisme Memosisikan Perempuan dan Anak Dalam Bahaya

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 17 Jan 2023
  • print Cetak

Oleh: Nur Afni
Ibu peduli generasi

Sekulerisme adalah sistem yang memisahkan agama dari kehidupan, dan sistem inilah yang paling banyak memengaruhi negera-negara di dunia termasuk negara kita Indonesia. Namun sekulerisme ini telah memberikan dampak yang buruk bagi masyarakat terutama kaum wanita dan anak-anak. Seperti kasus kekerasan dan pelecehan seksual.

Baru-baru ini, Polda Metro Jaya telah menyatakan bahwa wanita korban mutilasi di Bekasi bernama Angela Hindriati Wahyuningsih. Berdasarkan penelusuran, persoalan asmara diduga kuat melatarbelakangi pembunuhan Angela Hindriati Wahyuningsih. Motif pembunuhan tersebut diperoleh dari pengakuan tersangka M Ecky Listiantho (34) saat diperiksa polisi. Namun, polisi tidak menyebutkan secara detail persoalan asmara seperti apa yang menyebabkan pelaku membunuh dan memutilasi korban.
Korban dibunuh dengan cara dicekik saat keduanya bertengkar pada November 2021. Dua minggu setelah dibunuh, tersangka diduga memutilasi tubuh korban menggunakan gergaji listrik. Potongan tubuh korban dimasukkan ke dalam dua kontainer plastik, astaghfirullah.

Selain kasus pelecehan terhadap perempuan, ada juga kasus pelecehan terhadap anak- anak. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mengunjungi Bunga (bukan nama sebenarnya), anak perempuan berusia 12 tahun di Binjai Sumatera Utara yang tengah hamil 8 bulan diduga akibat kekerasan seksual yang dialaminya. Dalam kunjungannya tersebut, Menteri PPPA meminta keterangan dari orang tua dan pasangan suami-istri yang saat ini merawat korban, (6/1).

Menteri PPPA mendorong Pemerintah Daerah untuk memberikan perlindungan terbaik bagi korban sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing, padahal seharusnya anak seusia ini masih sibuk dengan pelajaran dan bermain dengan teman-temannya. Kemudian kasus kekerasan terhadap anak juga dirasakan oleh seorang bocah bernama Malika.

Inilah salah satu dampak buruk dari pengaruh sekulerisme ini, masih banyak kasus-kasus lain yang terjadi akibat sistem yang memisahkan agama dari kehidupan ini. Lalu timbul pertanyaan di benak kita, dimana peran negara dan pemerintah, bukankah negara ini negara hukum?
Memang benar negara kita negara hukum, namun kondisi hari ini hukum tidak dijalankan sesuai syari’at Sang Pencipta (Allah SWT). Agama dipakai hanya untuk ibadah ruhiyah semata. Namun dalam memberikan sanksi kepada pelaku kejahatan dan kemaksiatan, syari’at Sang Pencipta tidak dipakai sama sekali, sehingga tidak memberikan efek jera kepada pelaku kejahatan. Inilah hukum yang terjadi di negara kita ini, hukum dibuat seolah molor seperti karet/ tajam ke atas dan tumpul ke bawah. Padahal syari’at Allah SWT bersifat baku. Lalu mana yang disebut bahwa negara ini negara hukum? buktinya kejahatan semakin merajalela dan dimana peran penguasa yang katanya menjaga dan mensejahterakan rakyat.

Sekulerisme ini hanya akan merusak moral dan kepribadian masyarakat, serta banyaknya budaya buruk yang bebas masuk ke negara kita tanpa ada pengawasan dari negara. Sehingga semakin membuat dangkal pemikiran umat dan umat pun semakin terbelakang.

Padahal syari’at Islam sudah sangat jelas mengatur hubungan antara laki laki dan perempuan, sehingga tidak ada istilah “pacaran” di dalam Islam karena itu adalah perbuatan zina. Islam begitu menjaga kehormatan dan memuliakan perempuan. Jelas dalam Islam tentang sanksi hukum dari setiap kejahatan tegas dan mampu memberikan solusi tuntas sehingga menjadikan nya sebagai pencegah dan penebus. Apabila syari’at Islam diterapkan dalam menetapkan sanksi kejahatan maka orang akan berpikir ribuan kali untuk melakukan kejahatan dan kemaksiatan.

Sudah saatnya kita kembali kepada sistem Islam karena hanya sistem Islamlah yang mampu melindungi dan mensejahterakan rakyat. Tidak hanya dengan berdoa tapi harus berusaha semaksimal mungkin untuk diterapkannya sistem Islam di muka bumi ini. Wallahualam bishawab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Madina Temui Dirjen EBTKE, Bahas Lumpur Panas Roburan

    Bupati Madina Temui Dirjen EBTKE, Bahas Lumpur Panas Roburan

    • calendar_month Rabu, 7 Mei 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      JAKARTA (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution menemui Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Prof. Dr. Eng. Eniya Listiani Dewi membicarakan kemunculan lumpur panas di Desa Roburan Dolok, Kecamatan Panyabungan Selatan. Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Dirjen EBTKE, Jl. Pegangsaan Timur, Jakarta, Rabu (7/5/2025). Bupati menyampaikan […]

  • Ranperda Pertambangan Rakyat Dirampungkan Pemkab Madina

    Ranperda Pertambangan Rakyat Dirampungkan Pemkab Madina

    • calendar_month Rabu, 2 Nov 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal (Madina), Sumut telah selesai menyusun Rancangan Peraturan Daerah (ranperda) tentang pertambangan rakyat. Draf ranperda itu pun sudah disampaikan kepada ketua DPRD Madina. “Usulan itu disampaikan kepada Ketua DPRD Madina 31 Oktober 2022,” ujar Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Madina Alamulhaq Daulay, SH kepada wartawan melalui sambungan telepon, Rabu (2/11/2022). […]

  • TP PKK Salah Satu Pilar Pembangunan Daerah

    TP PKK Salah Satu Pilar Pembangunan Daerah

    • calendar_month Rabu, 7 Mei 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) merupakan salah satu pilar kokoh pembangunan daerah. Itu diungkapkan Bupati Mandailing Natal (Madina), Sumut Saipullah Nasution dalam pidato yang dibacakan Sekretaris Daerah Madina Alamulhaq Daulay dalam acara Supervisi Desa Pelaksana Tertib Administrasi PKK, PAAR, UP2K, Hatinya PKK, IVA Test, dan PTP2WKSS di aula […]

  • Kabid Pasar Jamin Seluruh Pedagang Tempati Relokasi Pasar Baru Panyabungan

    Kabid Pasar Jamin Seluruh Pedagang Tempati Relokasi Pasar Baru Panyabungan

    • calendar_month Jumat, 3 Agt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak Pemkab Mandailing Natal menjamin seluruh pedagang akan ditampung di lokasi relokasi Pasar Baru Panyabungan. Itu dipastikan Kabid Pasar Dinas Perindustrian Perdagangan Kabupaten Mandailing Natal, Akhyar Rangkuti menjawab Mandailing Online, kemarin di ruang kerjanya. Dikatakannya, seluruh pedagang, baik yang selama ini di kios, los maupun pedagang yang selama ini menempati pelataran […]

  • Diduga Pakai Kulit Babi, Kickers Tarik Produk

    Diduga Pakai Kulit Babi, Kickers Tarik Produk

    • calendar_month Senin, 5 Mei 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Pihak Distributor sepatu dan sandal Merk Kickers langsung menarik barang dagangannya yang dijual di salah satu mal di kawasan Jakarta Selatan. Hal tersebut lantaran adanya laporan masyarakat yang menemukan label halal dengan tanda ‘pig skin lining’. “Dari keterangan distributor, mereka sudah menarik semua barang yang berlabel seperti itu,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, […]

  • Kadis PUPR Madina Perintahkan Bongkar Galian Pipa Proyek SPAM di Hutarimbaru

    Kadis PUPR Madina Perintahkan Bongkar Galian Pipa Proyek SPAM di Hutarimbaru

    • calendar_month Senin, 10 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) – Terkait proyek Sistem Penyediaan Air Minum ( SPAM ) di Desa Hutarimbaru, Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal yang galian perpipaannya dinilai tidak sesuai kontrak, Pj Kepala Dinas PUPR Madina Evi Yanti Harahap Senin sore 10/7/2023 gerak cepat dan monitoring langsung kelokasi. Alhasil, ditemukan sekitar 500 metes galian perpipaan […]

expand_less