Jumat, 21 Agu 2026
light_mode

Sekulerisme Memosisikan Perempuan dan Anak Dalam Bahaya

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 17 Jan 2023
  • print Cetak

Oleh: Nur Afni
Ibu peduli generasi

Sekulerisme adalah sistem yang memisahkan agama dari kehidupan, dan sistem inilah yang paling banyak memengaruhi negera-negara di dunia termasuk negara kita Indonesia. Namun sekulerisme ini telah memberikan dampak yang buruk bagi masyarakat terutama kaum wanita dan anak-anak. Seperti kasus kekerasan dan pelecehan seksual.

Baru-baru ini, Polda Metro Jaya telah menyatakan bahwa wanita korban mutilasi di Bekasi bernama Angela Hindriati Wahyuningsih. Berdasarkan penelusuran, persoalan asmara diduga kuat melatarbelakangi pembunuhan Angela Hindriati Wahyuningsih. Motif pembunuhan tersebut diperoleh dari pengakuan tersangka M Ecky Listiantho (34) saat diperiksa polisi. Namun, polisi tidak menyebutkan secara detail persoalan asmara seperti apa yang menyebabkan pelaku membunuh dan memutilasi korban.
Korban dibunuh dengan cara dicekik saat keduanya bertengkar pada November 2021. Dua minggu setelah dibunuh, tersangka diduga memutilasi tubuh korban menggunakan gergaji listrik. Potongan tubuh korban dimasukkan ke dalam dua kontainer plastik, astaghfirullah.

Selain kasus pelecehan terhadap perempuan, ada juga kasus pelecehan terhadap anak- anak. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mengunjungi Bunga (bukan nama sebenarnya), anak perempuan berusia 12 tahun di Binjai Sumatera Utara yang tengah hamil 8 bulan diduga akibat kekerasan seksual yang dialaminya. Dalam kunjungannya tersebut, Menteri PPPA meminta keterangan dari orang tua dan pasangan suami-istri yang saat ini merawat korban, (6/1).

Menteri PPPA mendorong Pemerintah Daerah untuk memberikan perlindungan terbaik bagi korban sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing, padahal seharusnya anak seusia ini masih sibuk dengan pelajaran dan bermain dengan teman-temannya. Kemudian kasus kekerasan terhadap anak juga dirasakan oleh seorang bocah bernama Malika.

Inilah salah satu dampak buruk dari pengaruh sekulerisme ini, masih banyak kasus-kasus lain yang terjadi akibat sistem yang memisahkan agama dari kehidupan ini. Lalu timbul pertanyaan di benak kita, dimana peran negara dan pemerintah, bukankah negara ini negara hukum?
Memang benar negara kita negara hukum, namun kondisi hari ini hukum tidak dijalankan sesuai syari’at Sang Pencipta (Allah SWT). Agama dipakai hanya untuk ibadah ruhiyah semata. Namun dalam memberikan sanksi kepada pelaku kejahatan dan kemaksiatan, syari’at Sang Pencipta tidak dipakai sama sekali, sehingga tidak memberikan efek jera kepada pelaku kejahatan. Inilah hukum yang terjadi di negara kita ini, hukum dibuat seolah molor seperti karet/ tajam ke atas dan tumpul ke bawah. Padahal syari’at Allah SWT bersifat baku. Lalu mana yang disebut bahwa negara ini negara hukum? buktinya kejahatan semakin merajalela dan dimana peran penguasa yang katanya menjaga dan mensejahterakan rakyat.

Sekulerisme ini hanya akan merusak moral dan kepribadian masyarakat, serta banyaknya budaya buruk yang bebas masuk ke negara kita tanpa ada pengawasan dari negara. Sehingga semakin membuat dangkal pemikiran umat dan umat pun semakin terbelakang.

Padahal syari’at Islam sudah sangat jelas mengatur hubungan antara laki laki dan perempuan, sehingga tidak ada istilah “pacaran” di dalam Islam karena itu adalah perbuatan zina. Islam begitu menjaga kehormatan dan memuliakan perempuan. Jelas dalam Islam tentang sanksi hukum dari setiap kejahatan tegas dan mampu memberikan solusi tuntas sehingga menjadikan nya sebagai pencegah dan penebus. Apabila syari’at Islam diterapkan dalam menetapkan sanksi kejahatan maka orang akan berpikir ribuan kali untuk melakukan kejahatan dan kemaksiatan.

Sudah saatnya kita kembali kepada sistem Islam karena hanya sistem Islamlah yang mampu melindungi dan mensejahterakan rakyat. Tidak hanya dengan berdoa tapi harus berusaha semaksimal mungkin untuk diterapkannya sistem Islam di muka bumi ini. Wallahualam bishawab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Karet Turun Rp2.000 per Kg

    Harga Karet Turun Rp2.000 per Kg

    • calendar_month Jumat, 19 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PALAS, – Masyarakat Desa Saba Balik dan Desa Simartolu Perbatasan Kabupaten Palas dan Paluta mengeluh harga karet yang turun sejak dua bulan terakhir. Harga yang sebelumnya berkisar Rp8.000 per kilogram (kg) turun Rp2000 menjadi Rp6.000 per kg. Masyarakat setempat yang keseharian rata-rata penderes karet mengeluh disebabkan harga yang menurut, sehingga mereka tidak bisa lagi mencukupi […]

  • Fahrizal : Pembangunan Pasar Baru Panyabungan Harus Progresif

    Fahrizal : Pembangunan Pasar Baru Panyabungan Harus Progresif

    • calendar_month Selasa, 25 Sep 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Anggota DPRD Sumut, H. Fahrizal Efendi Nasution,SH mendesak Pemkab Madina untuk melakukan langkah-langkah bagi percepatan pembangunan kembali Pasar Baru Panyabungan. Itu dikatakan Fahrizal terkait progres pembangunan ulang komplek Pasar Baru Panyabungan yang belum memperlihatkan kemajuan signifikan pasca kebakaran Maret lalu. Menurutnya, jika pembangunan pasar ini masih menghadapi kendala sumber dana dari […]

  • Guru TKS Minta Kejaksaan Panggil Oknum Dinas Pendidikan

    Guru TKS Minta Kejaksaan Panggil Oknum Dinas Pendidikan

    • calendar_month Jumat, 1 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN , Ulah yang di lakukan oknum dinas Pendidikan di Kabupaten Mandailing natal, guru Tenaga suka Rela (TKS) cuma mendapat kontrak kerja hanya empat bulan saja dan di berikan honorer Rp.280.000, namun hingga setelah berahirnya perjanjian kontrak kerja belum pernah menerima honorer dari Dinas Pendidikan yang di tangani oleh oknum JML. Ketika hal ini di […]

  • Saifullah Mangkir,Bawaslu Madina : Semua Masih Berproses

    Saifullah Mangkir,Bawaslu Madina : Semua Masih Berproses

    • calendar_month Kamis, 21 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online) – Informasi yang beredar,Saifullah Nasution Calon Bupati Mandailing Natal ( Madina) mangkir dalam panggilan ‘penyidik’ Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) Madina terkait laporan LHKPN dirinya. Sumber menyebutkan, Saifullah dijadwalkan dimintai keterangan oleh divisi Penindakan Bawaslu Madina Rabu (20/11/2024), namun yang bersangkutan tidak hadir hingga batas waktu yang ditentukan. Terkait hal tersebut,Bawaslu […]

  • Madung Marbalun-Balun Boto Angkang Tururaan

    Madung Marbalun-Balun Boto Angkang Tururaan

    • calendar_month Kamis, 3 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sangajo natangkang boto parmainanon, palan-palan songoni iresek-reseki amantai, mulo-muona irampingkonia, sapala ipainte ia santongkin mangolu-olu osa, hasidunganna itunjangkonia boto marbalun-balun doma jabatna tururaan, mangkasarbing gurung-gurungi songon gurung-gurung ni gulaen panyargutan ni borang. Anggoon madung osah pandokon ni halak Padang Bolah, nabahatan boto halak-halak nasalolot naon naraja parroa, nabeteng pangecek, nalandit songon bolut naigomukan, sapala bangkit […]

  • KPU Madina Tidak Berwenang Membentuk TPS Khusus

    KPU Madina Tidak Berwenang Membentuk TPS Khusus

    • calendar_month Senin, 7 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua KPU Mandailing Natal, Agus Salam Nasution menegaskan, KPU Madina tidak berwenang dan tidak dapat membentuk Tempat Pemungutan Suara (TPS) Khusus bagi warga binaan yang berada di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kotanopan. Hal itu disampaikannya untuk menyahuti permintaan Kepala Cabang Rutan Kotanopan perihal permohonan pengadaan TPS khusus di Cabang Rutan Kotanopan. […]

expand_less