Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Generasi Hari Ini Rusak: Salah Siapa

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 2 Mar 2023
  • print Cetak

Oleh: Siti Khadijah Sihombing, S.Pd
Aktivis Dakwah

Beberapa hari ini kita dikejutkan dengan kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Mario Dandy Satriyo, anak penjabat Ditjen Pajak Kemenkeu Rafael Alun Trisambodo, terhadap David, putra dari salah satu pengurus pusat GP Anshor. Kasus ini menyita banyak perhatian masyarakat termasuk para petinggi negeri ini. Salah satunya Menko Polhukam Mahfud Md, dimana beliau menegaskan bahwa negara akan tetap menyeret Mario ke pengadilan. Karena Mario Dandy merupakan tersangka kasus penganiayaan terhadap David. Bukan hanya itu saja, Mahfud juga mengaku tak habis pikir ada anak pejabat pajak yang tega menganiaya seseorang hingga koma. Jadi, menurut Mahfud, orang tua Mario, yakni Rafael juga harus bertanggungjawab atas tindakan sang anak.(krjogja.com, 24/02/23)

Sebagaimana yang disampaikan oleh Asisten Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak atas Pengasuhan dan Lingkungan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Rohika Kurniadi Sari mengatakan bahwa masih banyak anak Indonesia yang mendapatkan pola pengasuhan tidak layak. Padahal, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 telah mengamanatkan bahwa setiap anak berhak mendapatkan pengasuhan yang layak dari orangtuanya. Karena pengasuhan yang tidak layak akan menimbulkan perasaan mudah tersinggung dan mudah putus asa bagi anak. Bahkan, dapat mengakibatkan anak memiliki daya juang yang lemah. Jadi, dalam hal ini, orangtua harus tahu bahwa mereka memiliki kewajiban dan tanggung jawab untuk memberikan pengasuhan yang baik, termasuk memberi semangat, pujian, menghargai waktu, dan lain sebagainya.(kemenpppa.go.id, 02/04/22)

Jadi, Salah satu hal yang dikaitkan dengan perilaku buruk anak adalah kesalahan pola asuh dalam keluarga. Hal ini dapat terjadi karena ketidaksiapan dalam berperan sebagai orangtua. Peran ini adalah satu keniscayaan, sehingga seharusnya menjadi bagian dalam kurikulum pendidikan dalam semua jenjang pendidikan. Namun saat ini hal tersebut justru tidak didapatkan dalam sistem pendidikan Indonesia. Kesadaran akan pentingnya ilmu menjadi orang tua malah menjadi salah satu peluang bisnis dalam pengaruh kapitalisme.

Begitulah memang karena kita hidup dalam pengaruh kapitalisme ini, semua yang diperlukan masyarakat dijadikan sebagai jalan mengumpulkan pundi-pundi uang. Padahal negara harusnya menyediakan sarana edukasi gratis untuk rakyatnya agar kelak mereka bisa menjadi orang tua yang baik untuk anak-anaknya. Dan harusnya negara juga memberikan pendidikan gratis yang layak untuk anak-anak agar mereka menjadi manusia yang bertakwa, bukan manusia yang hedon seperti yang kita lihat hari ini.

Dan hari ini juga dapat kita saksikan makin banyaknya tindak kekerasan yang dilakukan oleh pemuda, hal ini dapat menggambarkan ada yang salah dalam sistem kehidupan saat ini. Mulai dari gagalnya sistem pendidikan membentuk anak didik yang beriman bertakwa dan berakhlak mulia, lemahnya peran keluarga dalam meletakkan dasar perilaku terpuji hingga rusaknya masyarakat. Semua itu adalah buah dari kehidupan yang terpengaruh sekulerisme, yang menjadikan akal manusia sebagai penentu segala sesuatu.

Sedangkan Islam memahami peran penting orang tua dalam mendidik generasi. Oleh karena itu Islam memiliki tuntunan bagaimana menjadi orang tua, tidak saja dalam menyiapkan anak untuk mengarungi kehidupan di dunia, namun juga agar selamat di akhirat. Tuntunan tersebut akan diintegrasikan dalam sistem pendidikan mengingat setiap orang, laki-laki atau perempuan akan menjadi orang tua. Ini adalah bentuk tanggung jawab yang Islam bebankan kepada negara, karena Islam menyadari pentingnya generasi dalam membangun peradaban yang mulia. Dan Islam juga menjadikan akidah Islam sebagai asas seluruh aspek kehidupan, sehingga menyadari dunia adalah tempat menanam kebaikan untuk dipanen di akhirat kelak. Hal ini akan menjaga setiap individu untuk selalu menjaga perilaku selalu sesuai dengan aturan Allah dan RasulNYa.  Islam juga mewajibkan masyarakat dan negara sebagai pilar yang menjaga umat selalu dalam kebaikan.

Jadi, untuk menjadikan generasi muda hari ini menjadi pribadi yang baik dalam berperilaku dan unggul dalam dunia pendidikan, kita butuh sistem Islam kaffah. Karena dengan diterapkannya sistem Islam kaffah maka akan muncul ulama-ulama hebat seperti Imam Asy-Syafi’i, Imam Hambali, Imam Hanafi, Anas bin Malik, Hasan al-Bashry, ‘Urwah bin Zubeir, Hasan bin Shalih bin Hayai, dll. Serta akan muncul ilmuwan-ilmuwan hebat pula seperti Al Khawarizmi, Al Battani, Al Haitsam, Al Jazari, Ar Razi, dll. Dimana mereka bukan hanya pemikir tapi mereka adalah hamba yang taat kepada perintah Allah. Semua yang mereka lakukan juga semata-mata untuk agama Allah.

Wallahu’alam Bishowab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • BILIK BESI DI RUMAH MEWAH

    BILIK BESI DI RUMAH MEWAH

    • calendar_month Selasa, 1 Feb 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    (Pola Bahasan Subtansi dalam Pro-Kontra)   Catatan ringkas: M. Daud Batubara   Tertangkaptangannya seorang kepala daerah di Sumut oleh lembaga anti rasuah, telah menambah keterpurukan kondisi Provinsi Sumut bahkan Indonesia dalam hal catatan korupsi. Fenomena ini telah menjadi prokontra oleh para pegiat informasi. Namun tulisan ini bukan membahas tentang tertangkaptangannya beliau, hanya saja pilihan thema […]

  • Tuan Husin Pidoli: Yusuf Imron Sosok Pemimpin yang “Khodimul Ummah”

    Tuan Husin Pidoli: Yusuf Imron Sosok Pemimpin yang “Khodimul Ummah”

    • calendar_month Jumat, 4 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – “Pemimpin yang baik akan mampu membawa masyarakat kepada kehidupan lebih baik, tapi kepemimpinan yang rusak akan merusak segala sendi masyarakat” sebut ulama Madina H. Ahmad Husin Nasution, di kediamannya, Pidoli Dolok, Panyabungan, (30/11) lalu. Ulama yang dikenal dengan panggilan Tuan Husin Pidoli ini menyebut, pada zaman sekarang ini semakin orang yang […]

  • Kisah Pria Korea Selatan Menemukan Kebenaran Islam

    Kisah Pria Korea Selatan Menemukan Kebenaran Islam

    • calendar_month Senin, 14 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    “Aku menemukan harapan dalam Islam, kemudian saya menjadi muslim,” ujar seorang mualaf dari Korea Selatan, Park Dong Shin yang kini mengubah namanya menjadi Abd Ar-Ra’oof. Park memeluk Islam saat usiannya 24 tahun. Sebelum memeluk Islam, ia merasa hidupnya hanya dipenuhi kegelapan, keraguan, kebingungan dan luka. “Aku menulis ini (artikel kisah perjalanannya menuju Islam) untuk berbagi […]

  • Kadis PMD Minta Maaf dan Usulkan Jadwal Ulang RDP

    Kadis PMD Minta Maaf dan Usulkan Jadwal Ulang RDP

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kepala Dinas PMD Madina, Sahnan Batubara minta maaf tertulis kepada Komisi 4 DPRD Madina, Rabu (8/7/2020), serta mengusulkan penjadwalan ulang RDP. Permintan maaf itu disertai alasan alasan ketidakhadiran Sahnan Batubara memenuhi undangan Rapat Dengar Pendapat (RDP) penyebab RDP gagal terlaksana pada Selasa (7/7/2020). Surat itu tertanggal 28 Juli 2020 ditujukan kepada […]

  • Ketua KPU Madina Laporkan Uang Hadiah Pernikahannya ke KPK

    Ketua KPU Madina Laporkan Uang Hadiah Pernikahannya ke KPK

    • calendar_month Jumat, 7 Feb 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Banyak menerima hadiah uang dan barang di pesta pernikahannya, Ketua KPU Madina Agussalam Nasution bukannya memanfaatkannya memperkaya diri. Malah membawa uang itu ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bah fuang !!!. Hadiah berupa uang dan barang itu ia peroleh dari para tamu termasuk sejumlah ketua partai dan caleg ketika pesta pernikahannya di […]

  • Diskualifikasi Hanya Rumor, Saipullah-Atika Tetap Jadi Peserta Pilkada Madina 2024

    Diskualifikasi Hanya Rumor, Saipullah-Atika Tetap Jadi Peserta Pilkada Madina 2024

    • calendar_month Senin, 25 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pasangan calon bupati dan wakil bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2, H. Saipullah Nasution dan Atika Azmi Utammi masih ikut berkompetisi dalam Pilkada Madina pada 27 November 2024. Dengan demikian issu diskualifikasi yang beredar selama beberapa hari terakhir hanya rumor semata. Nama, nomor urut, dan foto Saipullah-Atika masih terdaftar […]

expand_less