Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Papua Kelaparan Ditengah Gemilang Kekayaan Para Kapital

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 10 Agt 2023
  • print Cetak

Oleh: Yuni Yartina
Aktivis Muslimah

Papua, ujung negeri yang saat ini tengah berkonflik dengan adanya KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata) masih harus menambah penderitaan. Enam orang dikabarkan meninggal akibat kelaparan. Khususnya menimpa wilayah Distrik Lambewi dan Distrik Agandugume, Kabupaten Puncak, Papua Tengah.

Dampak dari adanya badai El-Nino mempengaruhi produktivitas panen. Masyarakat di daerah yang terdampak akhirnya kelaparan karena gagalnya panen yang merupakan makanan pokok mereka. Bantuan pun sedikit terhambat karena mempertimbangkan penyusupan oleh KKB, sehingga penyaluran bantuan dilakukan dengan sangat hati-hati. Akses pedalaman Papua harus menggunakan pesawat terbang sehingga perlu mobilisasi masyarakat untuk mengambil bantuan dengan jalan kaki ke titik yang ditentukan. Pemerintah Kabupaten mencoba menurunkan bantuan kekeringan ini untuk mencegah terulangnya musibah kelaparan hingga meninggal dunia. (Kompas.com, 30 Juli 2023).

Sungguh ironi kondisi ini harus terjadi, ditengah berlimpahnya sumber daya alam dalam negeri. Terlebih Papua yang begitu kaya akan hasil alamnya. Tentu, sudah terkenal pula di sana terdapat PT. Freeport yang pada tahun 2018 Bapak Presiden Jokowi Dodo meminta agar tidak ada lagi yang beranggapan bahwa Freeport milik Amerika Serikat, karena Indonesia telah memiliki mayoritas sahamnya sebesar 51,23%. Lantas, inilah yang masih terjadi di Papua, bencana kelaparan.

Negeri kita telah merdeka hampir 78 tahun, namun masih terjadi ketimpangan ekonomi dan pembangunan. Yang lebih mengherankan, Papua merupakan wilayah yang kaya. Inilah akibat jika urusan ekonomi dan politik dipengaruhi kapitalisme sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan. Penerapan sistem ekonomi yang bersandar pada prinsip kapitalistik membuat kekayaan tidak terdistribusi merata, sehingga seringkali kita melihat ada orang yang memiliki harta kekayaan berlimpah ruah dan satu sisi lain ada orang yang sangat kekurangan hingga mati kelaparan. Pengaruh ekonomi kapitalis menjadikan kepemilikan yang harusnya menjadi milik umum, bisa bebas dikuasai oleh individu dan korporat. Ini berujung pada rakyat kecil yang semakin tercekik, sementara pemilik modal besar semakin berjaya dengan bisnisnya.

Jika kita mempelajari Islam secara dalam, akan kita dapati bahwa Islam sebenarnya memiliki aturan terkait ekonomi dan politik. Tidak seperti yang dipahami sekarang dengan prinsip sekuler, Islam hanya sekedar dijadikan sebagai agama yang merupakan ritual ibadah saja.

Islam memiliki mekanisme untuk menjadikan rakyat sejahtera. Jangankan kelaparan, jika rakyat sejahtera, untuk mencari rakyat yang berhak menerima zakat saja akan kesulitan. Percaya atau tidak, ini pernah terjadi di masa pemerintahan Islam yang pernah berlangsung selama 14 abad lamanya. Lantas bagaimana mekanismenya ?
Pertama, Islam melarang kekayaan yang merupakan milik umum, dikuasai oleh individu/korporasi apalagi asing. Hal ini membuat hasil kekayaan umum akan optimal dirasakan oleh semua rakyat, tidak hanya segelintir orang. Berdasarkan hadist Nabi shalallahu alaihi wassalam: “Kaum Muslim berserikat dalam tiga perkara yaitu padang rumput, air, dan api”. (HR. Abu Dawud dan Ahmad).

Kedua, Islam akan meratakan distribusi ekonomi dan pembangunan dengan landasan bahwa semua rakyat memiliki hak untuk dilayani. Sehingga, anggaran yang diberikan sesuai dengan kebutuhan pembangunan di setiap wilayah, tanpa memandang besar atau kecil pendapatan wilayah tersebut.

Ketiga, Khalifah (sebutan pemimpin dalam sistem khilafah, pemerintahan Islam) memiliki kesadaran penuh bahwa setiap rakyat harus mendapatkan pelayanan yang sama dari segi kebutuhan pangan, akses transportasi, pendidikan, kesehatan dan kemajuan teknologi. Sehingga ketakutannya kepada Allah sangat besar ketika ada yang merasa dilalaikan dari kewajibannya.
Pernah dikisahkan, Khalifah Umar bin Khattab selalu berkeliling sehabis shalat Subuh menelusuri gang-gang kecil. Hingga beliau mendengar sebuah percakapan di balik satu rumah. Di dalamnya ada seorang anak yang meminta makan kepada ibunya. Khalifah mendengar sang ibu memasak sesuatu, namun hingga waktu lama saat beliau kembali melewati rumah tersebut, tak kunjung masak juga dan masih terdengar suara anak merengek. Hingga Khalifah Umar mengetuk pintu rumah tersebut dan bertanya apa yang dimasak oleh sang ibu dan mengapa tak kunjung masak. Ternyata sang ibu sengaja memasak batu karena tidak ada makanan untuk diolah sembari menunggu sang anak ngantuk dan tertidur (hingga lupa akan laparnya). Khalifah Umar sangat merasa berdosa, dan langsung bergegas membawakan bahan makanan yang beliau angkat sendiri. Ajudan beliau ingin membantu namun beliau dengan emosional mengatakan bahwa “ini adalah kewajibanku! Aku telah lalai membiarkan ada umat yang kelaparan”. Sungguh gambaran pemimpin yang bijaksana hanya bisa dilahirkan oleh sistem kepemimpinan yang benar, bersumber dari aturan Sang Pencipta. Wallahu’alam bish shawwab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Madina Juara I Lomba Video Edukasi Kanker

    Madina Juara I Lomba Video Edukasi Kanker

    • calendar_month Sabtu, 4 Feb 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Kabupaten Mandailing Natal (Madina) meraih juara Lomba Video Edukasi “Cegah Kanker Dengan Cerdik” berbahasa daerah se-Sumatera Utara (Sumut). Pemenang itu diumumkan pada peringatan Hari Kanker Sedunia oleh Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Sumut, Sabtu (4/2/2023). Peringatan Hari Kanker Sedunia (World Cancer Day) berlangsung di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman 41 […]

  • Wabup Atika Ikuti Rakor Penurunan Stunting

    Wabup Atika Ikuti Rakor Penurunan Stunting

    • calendar_month Rabu, 7 Des 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution menghadiri Rapat Koordinasi dan Evaluasi Percepatan Penurunan Stunting di Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Rapat yang dihadiri para wakil bupati dan wakil wali kota dari 33 kabupaten/kota di Sumut ini berlangsung di Medan, Selasa (6/12). Rapat ini kembali membahas upaya pencapaian target penurunan […]

  • Saat Umroh, Atika Doakan Madina

    Saat Umroh, Atika Doakan Madina

    • calendar_month Rabu, 29 Mar 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MAKKAH, SAUDI ARABIA (Mandailing Online) – Wakil Bupati Madina, Sumut, Atika Azmi Utammi Nasution mendoakan daerah ini saat melaksanakan umroh. Doa dipanjatkan Atika di dua kesempatan, yakni saat berada di Raudhah dan ketika melaksanakan tawaf. “Saya mendoakan Mandailing Natal (Madina) di dua tempat makbul, InshaAllah. Di Raudhah dan sewaktu tawaf,” ujar Atika dari Arab Saudi […]

  • Hukum Dipermainkan, Kejaksaan Mentawai Abaikan Putusan Pengadilan

    Hukum Dipermainkan, Kejaksaan Mentawai Abaikan Putusan Pengadilan

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Sumbar || Mandailing Online –Meski memenangkan praperadilan, Kamser Sitanggang justru tetap mendekam di balik jeruji. Kondisi ini memantik tanda tanya besar: apakah putusan pengadilan masih memiliki kekuatan, atau justru bisa diabaikan begitu saja oleh aparat penegak hukum? Kasus yang menjerat mantan Direktur Perusda Kemakmuran Mentawai itu kembali menjadi sorotan publik. Ia sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka […]

  • Sengkarut Sengketa Lahan di Sumut Makin Kusut

    Sengkarut Sengketa Lahan di Sumut Makin Kusut

    • calendar_month Selasa, 11 Feb 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Alfisyah Ummu Arifah Pegiat Literasi Islam Kota Medan Sengkarut sengketa lahan di Sumut tak ada habis-habisnya. Setelah daerah Helvetia, kini berlanjut daerah Selambo di Kecamatan Percut Sei Tuan. Negara butuh solusi tuntas untuk sengketa lahan dimanapun berada. Bagaimanapun keamanan dan kenyamanan adalah hal utama bagi warga di tempat tinggalnya. Beredar video singkat di media […]

  • Kapolda Sumut Tuding Media Terlalu Besar-besarkan Penembakan di Sorikmas Mining Madina

    Kapolda Sumut Tuding Media Terlalu Besar-besarkan Penembakan di Sorikmas Mining Madina

    • calendar_month Selasa, 31 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MANDAILING NATAL: Warga Desa Hutagodang,Kecamatan Siabu, Mandailing Natal (Madina) dan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Utara (Sumut) Inspektur Jenderal (Irjen) Pol Wisjnu Amat Sastro saling menyalahkan terkait aksi pembakaran camp PT Sorikmas Mining,Minggu 29 Mei 2011. “Saya sangat menyesalkan tindakan masyarakat yang telah merusak dengan cara membakar camp PT Sorikmas Mining,” katanya kepada wartawan ketika […]

expand_less