Sabtu, 12 Sep 2026
light_mode

Madina Harus Seriusi Sektor Pendidikan Agama

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 3 Jan 2014
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal (Madina) harus mendorong semakin berkembangnya pondok pesantren dan MDA (Madrasah Diniyah Awaliyah), pendidikan keagamaan dan kejuruan terkait dalam upaya lebih membumikan religiusitas dalam sendi-sendi kehidupan di Madina.

Itu dikatakan Sekretaris DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Madina, Irwansyah Lubis SH yang juga anggota DPRD Madina, Kamis (2/1/2014.

PPP sendiri dalam APBD Madina 2014, telah memperjuangkan penambahan anggaran untuk pendidikan keagamaan berupa upaya menaikkan insentif guru Pontren dan MDA. Namun karena keterbatasan anggaran, Pemkab Madina menjanjikan akan mengabulkan itu pada Perubahan APBD nantinya.

Setidaknya insentif guru Pontren dan MDA dari Pemkab Madina sama dengan insentif guru mengaji Magrib yaitu sebesar Rp200-250 ribu perbulan, dari selama ini hanya Rp 100 ribu per bulan.

“Ini sudah sering kita perjuangkan setiap pembahasan anggaran, namun mengingat keterbatasan anggaran, Pemkab Madina menjanjikan akan menampung itu pada perubahan APBD tahun ini juga. Harapan kami Pemkab Madina tidak menundanya lagi, karena kita sangat prihatin melihat gaji yang diperoleh para ulama dan ustadz-ustadzah kita,” ujarnya seperti dikutip Harian Metro Tabagsel.

“Bagaimana bisa mereka mengajar maksimal jika gaji yang diperoleh tidak bisa mencukupi kebutuhan mereka, artinya ini demi perbaikan pendidikan keagamaan di Madina, sebab yang namanya lembaga pendidikan semuanya adalah sama,” ungkap Irwansyah yang juga Caleg DPRD Madina dari PPP Dapil 3 nomor urut 1 itu.

Selain pendidikan keagamaan, Pemkab Madina juga harus memperhatikan pendidikan kejuruan yaitu SMK baik negeri maupun swasta, dan saat ini memang yang paling urgen dan diprioritaskan bukan lagi pendidikan gratis tetapi peningkatan mutu pendidikan di sekolah kejuruan.

“Sekolah Kejuruan sebagai upaya mencetak tenaga ahli dan terampil, mengingat daerah kita memiliki potensi Sumber Daya Alam yang kaya dan sungguh luar biasa. Namun tidak bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat hanya disebabkan tidak adanya tenaga ahli dan terampil, misalnya potensi pertambangan, perkebunan dan pertanian yang luar biasa,” jelasnya.

“Ironisnya sampai sekarang kita belum mampu mendirikan sekolah khusus di bidang itu, meskipun tidak dengan mendirikan sekolah khusus setidaknya indikator dalam pemberdayaan potensi alam yang ada di daerah kita bisa disinkronkan dengan melengkapi sarana dan fasilitas di sekolah, sehingga ke depan lahir lulusan sekolah kejuruan di Madina yang siap kerja dan ahli di bidangnya untuk mengelola SDA yang ada di Madina agar benar-benar kekayaan alam itu bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya lagi.

Selain itu, sistem pelayanan kesehatan gratis yang dicanangkan Pemkab juga perlu dipertajam agar lebih objektif dan bermanfaat langsung bagi masyarakat, misalnya dengan program pelayanan kesehatan berbasis desa.

“Efektifnya adalah dengan memaksimalkan pelayanan kesehatan di tingkat desa misalnya melengkapi alat kesehatan di Poskesdes, tenaga medis harus stand by 24 jam, sehingga tidak terjadi seperti selama ini, pelayanan kesehatan di tingkat desa seolah-olah tidak ada akibat seringnya petugas kesehatan merujuk pasien ke Rumah Sakit Umum atau Puskesmas.

Yang berakibat program peningkatan pelayanan kesehatan pemerintah itu tidak berjalan, dan inilah yang akan kami perjuangkan ke depan, semoga paradigma dan program yang selama ini bisa lebih baik dan lebih bermanfaat bagi masyarakat Madina,” tambahnya.

Sumber: Metro Tabagsel (JPNN)
Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penyakit Difteri Ditemukan di Madina, 1 Orang Meninggal Dunia

    Penyakit Difteri Ditemukan di Madina, 1 Orang Meninggal Dunia

    • calendar_month Kamis, 17 Mar 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online) – Satu penyakit diduga jenis Difteri menyerang Mandailing Natal. Satu orang anak bernama Aisah usia sekitar 5 tahun, warga Desa Pagur Kecamatan Panyabungan Timur dilaporkan meninggal dunia, Rabu (16/3) akibat serangan penyakit itu. KTU Puskesmas Gunung Baringin, Panyabungan Timur, Subari yang dihubungi melalui telefon seluler, Kamis (17/3) membenarkan bahwa salah seorang […]

  • STAIN Madina Raih Juara Festifal Tortor se Tabagsel

    STAIN Madina Raih Juara Festifal Tortor se Tabagsel

    • calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STAIN Madina dalam ajang Festival Tortor se-Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) yang diikuti oleh peserta dari tingkat SMP, SMA, hingga mahasiswa, tim DEMA STAIN Madina sukses meraih Juara II. Abdul Bais Ketua DEMA STAIN Pada Mandailing Online Minggu, (09/10/2025) mengatakan diraih nya prestasi ini […]

  • Ketua IMPT: Mahasiswa Jangan Jadi Pemecah Belah Masyarakat Tabuyung

    Ketua IMPT: Mahasiswa Jangan Jadi Pemecah Belah Masyarakat Tabuyung

    • calendar_month Selasa, 6 Agt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Unjuk rasa gabungan mahasiswa yakni HMI, GMNI dan SEMMI ke kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Mandailing Natal, Sumut, Senin (5/8/2024) ditengarai tidak satupun warga Desa Tabuyung. “Berdasarkan pantauan kami, tidak satupun mahasiswa atau masyarakat di massa demo yang berasal dari Desa Tabuyung ataupun yang pernah […]

  • Warga Tapus Minta Cabut Izin PT.M3

    Warga Tapus Minta Cabut Izin PT.M3

    • calendar_month Rabu, 8 Jan 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Perwakilan Masyarakat Tapus Kecamatan Lingga Bayu kembali mendatangi Dinas Pertambangan dan Energi Mandailing Natal (Madina) minta menghentikan dan mencabut izin aktivitas PT. Madinah Madani Mining (PT.M3) sebelum masyarakat bertindak anarkis. Pasalnya, keberadaan PT.M3 hingga saat ini hanya menjadi masalah bagi warga di Kelurahan Tapus. “Hingga saat ini perusahaan tersebut hanya menimbulkan […]

  • Darul Mursyid Terus Berbenah

    Darul Mursyid Terus Berbenah

    • calendar_month Senin, 1 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAPSEL (Mandailing Online) – Ketua Umum Yayasan Pendidikan Haji Ihutan Ritonga, Jafar Syahbuddin Ritonga mengungkapkan bahwa Darul Mursyid layak mendapat nilai tertinggi diantara sekolah lain, sebab pada dasarnya Darul Mursyid tidak pernah berhenti berinovasi dan bekerja keras. Itu dikatakannya menjawab wartawan terkait Pesantren Darul Mursyid mendapat nilai tertinggi akreditas I se-Sumatera Utara dari Badan Akreditasi […]

  • Bupati Madina Pertahankan Pejabat Korup

    Bupati Madina Pertahankan Pejabat Korup

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Janji-janji Bupati Mandailing Natal, Dahlan Hasan Nasution memberantas korupsi mulai memperlihatkan sebagai janji kosong. “Buktinya, hingga kini Kadis Kelautan dan Perikanan masih aman menjabat padahal sudah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Mawardi Borotan, warga Panyabungan kepada Mandailing Online, Selasa (14/7). Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Zamaluddin Nasution sudah hampir setahun ditetapkan sebagai […]

expand_less