Minggu, 6 Sep 2026
light_mode

Bareng Franda, Norman Jadi Polisi Lagi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 9 Jan 2012
  • print Cetak

NORMAN memang diberhentikan dengan tidak hormat oleh kepolisian, tempatnya mengabdi sebelum terjun ke dunia hiburan. Namun, itu tidak berarti bahwa dia tidak bisa lagi menjadi bagian dari institusi tersebut. Tentu hal itu tidak terjadi dalam kehidupan nyata. Dia hanya bisa melakukannya dalam film.

Hal tersebut terlihat di film Xia Aimei yang diperankan Franda. Dalam film yang bercerita tentang perdagangan manusia itu, pria asal Gorontalo tersebut memerankan intel. Hanya, saat melakoni syuting, dia belum dipecat. “Waktu itu sih saya belum keluar dari kepolisian. Ya tinggal menunggu sidang pemecatan saja,” jelas Norman di Plaza Indonesia pada Kamis malam (5/1).

Norman hadir dalam premiere film Xia Aimei. Dia tampil dengan jaket hitam.

Meski tidak menjadi pemeran utama di film yang juga dibintangi Ferry Salim, Samuel Rizal, dan Franda tersebut, dia tetap senang. Sebab, dia langsung bisa main film meski belum lama jadi artis.

“Saya senang banget lah karena bisa diajak main film. Hitung-hitung buat nambah pengalaman,” ungkapnya.

Bahkan, pria yang terkenal gara-gara menyanyi lagu India di YouTube tersebut tidak melalui proses casting. Begitu sampai di Jakarta, dia langsung diajak ke lokasi syuting. Tidak ada reading pula. Dia memang hanya mendapat bagian lima scene. Meski begitu, hal tersebut tetap membuat dia deg-degan.

Norman menceritakan bahwa dirinya tidak tahu tujuannya ketika diajak ke Jakarta. Dia hanya mengikuti. “Saya nggak tahu kalau ternyata saya datang untuk main film,” ujarnya. Saat tiba di lokasi syuting, dia langsung diberi naskah.

“Saya dikasih tahu, kamu main ini. Hah, main apa” Mereka bilang, ikut saja dulu,” imbuhnya.

Meski tanpa latihan dan persiapan matang, akting Norman dalam film itu cukup natural. Dia menguasai dasar dan gerak-gerik sebagai seorang intel selama menjadi polisi. “Kan saya pernah dapat dari pendidikan,” terangnya. Film tersebut merupakan kemunculan kedua Norman di dunia akting. Sebelumnya, dia main FTV dengan Astrid Tiar sebagai pemeran utama.

Norman menyatakan bahwa honor main film hanya bisa buat jajan.

Sebab, honornya saat main FTV lebih besar. Bermain dengan aktor yang lebih senior, dia sering diminta untuk bernyanyi. Sampai-sampai, dia tidak sempat berguru akting pada mereka.

Dia masih malu mengobrol. Paling, dia hanya nongkrong bareng saat makan. ( any/jpnn.sumutpos)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Buntut Laporan Polisi Kades Sirambas, 7 Warganya Diperiksa Polisi

    Buntut Laporan Polisi Kades Sirambas, 7 Warganya Diperiksa Polisi

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kasus 7 orang warga Desa Sirambas, Kecamatan Panyabungan Barat yang dilaporkan Kadesnya sebab rusak kantor Desa masih terus bergulir di kekepolisian. Warga Desa sebut Kades tak obyektif. Selasa Kemarin, (15/10) 3 (Tiga) Warga Desa itu diperiksa kepolisian untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Hal itu disampaikan Taufik salah seorang suami terduga pelaku. […]

  • Oknum Dewan Terjaring Razia Mesum

    Oknum Dewan Terjaring Razia Mesum

    • calendar_month Selasa, 7 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BINJAI, (MO)- Tim gabungan Polres Binjai dan Pemko Binjai, kembali melakukan razia hotel-hotel kelas melati dan hiburan karaoke di Kota Rambutan, Sabtu (4/8) tengah malam. Dari operasi ini, petugas mengamankan sejumlah pasangan tanpa identitas resmi dari kamar hotel, termasuk diantaranya oknum wakil rakyat Langkat. Keterangan diperoleh, razia pertama kali dilakukan di Jalan T Amir Hamzah, […]

  • Alokasikan 1,3 Triliun untuk Jalan, Bobby Tata Ekonomi Sumut

    Alokasikan 1,3 Triliun untuk Jalan, Bobby Tata Ekonomi Sumut

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Tim Mandailing Epicentrum   Infrastruktur Digeber Besar-Besaran. Tetapi Sumut Masih Menyimpan Satu Pertanyaan Besar: Setelah Aspal Dibentang, Ekonomi Mau Dibawa ke Mana? Di Sumatera Utara, alat berat mulai bergerak lagi. Jalan dibuka. Jembatan dibangun. Wilayah terisolir mulai disentuh. Pemerintahan Bobby Nasution menggelontorkan anggaran Rp1,372 triliun untuk pembangunan infrastruktur tahun 2026, dengan target pembangunan […]

  • Ombudsman Sumut Benarkan Terima Laporan Mantan Inspektur Madina, Proses Minta Keterangan Pemkab Jalan

    Ombudsman Sumut Benarkan Terima Laporan Mantan Inspektur Madina, Proses Minta Keterangan Pemkab Jalan

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA||Mandailing Online – Ketua Ombudsman RI Perwakilan Sumut Herdensi Adnin membenarkan pihaknya menerima laporan Rahmad Daulay, mantan Kepala Inspektorat Mandailing Natal yang didemosi jadi staf pelaksana. “Kami menerima laporan atas nama Rahmad Daulay, mantan Inspektur Madina,” kata Herdensi Adnin, Senin sore (27/4/2026). Laporan itu terkait SK Bupati Madina No. 800/0961/K/2025 tanggal 29 Oktober 2025. Rahmad […]

  • Pimpinan berkasus, Golkar tercoreng

    Pimpinan berkasus, Golkar tercoreng

    • calendar_month Minggu, 28 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Terjeratnya beberapa pimpinan Golkar di tingkat pemerintahan provinsi Sumut dan kota Medan dalam kasus hukum, ditengarai dapat mengurangi citra partai Golkar di mata masyarakat Sumut. Hal ini diungkapkan analis politik Universitas Sumatera Utara (USU), Agus Suriadi, kepada Waspada Online, pagi ini. Menurutnya, beberapa kasus yang menjerat kader Golkar di jajaran pemerintahan tidak dipungkiri […]

  • Pokok Pikiran Penguatan Kebudayaan Madina

    Pokok Pikiran Penguatan Kebudayaan Madina

    • calendar_month Kamis, 17 Jan 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kabarnya Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal mulai menyusun kerangka pedoman pembangunan kebudayaan. Kerangka itu selaras dengan Kabupaten Mandailing Natal yang dikenal sebagai “Bumi Gordang Sambilan”, kabupaten yang bersemboyan Negeri Beradat Taat Beribadat menuju masyarakat Madina Yang Madani sebagai motto. Dan pedoman ini juga menyahuti Undang- Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang […]

expand_less