Minggu, 11 Okt 2026
light_mode

Bareng Franda, Norman Jadi Polisi Lagi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 9 Jan 2012
  • print Cetak

NORMAN memang diberhentikan dengan tidak hormat oleh kepolisian, tempatnya mengabdi sebelum terjun ke dunia hiburan. Namun, itu tidak berarti bahwa dia tidak bisa lagi menjadi bagian dari institusi tersebut. Tentu hal itu tidak terjadi dalam kehidupan nyata. Dia hanya bisa melakukannya dalam film.

Hal tersebut terlihat di film Xia Aimei yang diperankan Franda. Dalam film yang bercerita tentang perdagangan manusia itu, pria asal Gorontalo tersebut memerankan intel. Hanya, saat melakoni syuting, dia belum dipecat. “Waktu itu sih saya belum keluar dari kepolisian. Ya tinggal menunggu sidang pemecatan saja,” jelas Norman di Plaza Indonesia pada Kamis malam (5/1).

Norman hadir dalam premiere film Xia Aimei. Dia tampil dengan jaket hitam.

Meski tidak menjadi pemeran utama di film yang juga dibintangi Ferry Salim, Samuel Rizal, dan Franda tersebut, dia tetap senang. Sebab, dia langsung bisa main film meski belum lama jadi artis.

“Saya senang banget lah karena bisa diajak main film. Hitung-hitung buat nambah pengalaman,” ungkapnya.

Bahkan, pria yang terkenal gara-gara menyanyi lagu India di YouTube tersebut tidak melalui proses casting. Begitu sampai di Jakarta, dia langsung diajak ke lokasi syuting. Tidak ada reading pula. Dia memang hanya mendapat bagian lima scene. Meski begitu, hal tersebut tetap membuat dia deg-degan.

Norman menceritakan bahwa dirinya tidak tahu tujuannya ketika diajak ke Jakarta. Dia hanya mengikuti. “Saya nggak tahu kalau ternyata saya datang untuk main film,” ujarnya. Saat tiba di lokasi syuting, dia langsung diberi naskah.

“Saya dikasih tahu, kamu main ini. Hah, main apa” Mereka bilang, ikut saja dulu,” imbuhnya.

Meski tanpa latihan dan persiapan matang, akting Norman dalam film itu cukup natural. Dia menguasai dasar dan gerak-gerik sebagai seorang intel selama menjadi polisi. “Kan saya pernah dapat dari pendidikan,” terangnya. Film tersebut merupakan kemunculan kedua Norman di dunia akting. Sebelumnya, dia main FTV dengan Astrid Tiar sebagai pemeran utama.

Norman menyatakan bahwa honor main film hanya bisa buat jajan.

Sebab, honornya saat main FTV lebih besar. Bermain dengan aktor yang lebih senior, dia sering diminta untuk bernyanyi. Sampai-sampai, dia tidak sempat berguru akting pada mereka.

Dia masih malu mengobrol. Paling, dia hanya nongkrong bareng saat makan. ( any/jpnn.sumutpos)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • C1 Janggal: Prabowo-Hatta 814 Suara, Jokowi-JK 366, Kok Jumlah Suara Sah 380?

    C1 Janggal: Prabowo-Hatta 814 Suara, Jokowi-JK 366, Kok Jumlah Suara Sah 380?

    • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah pindaian atau scan formulir C1 yang diunggah di situs kpu.go.id menampilkan data yang tidak valid. Ada sejumlah kejanggalan, di antaranya, beberapa formulir C1 bahkan menampilkan kolom dengan jumlah suara kosong alias yang tidak terisi.   Berdasarkan penelusuran Kompas.com pada situs KPU dengan link pilpres2014.kpu.go.id, sejumlah formulir C1 dari beberapa daerah ternyata tidak diisi […]

  • API, BARANG BUKTI DAN BAYANGAN HITAM KRIMINALITAS DI MADINA (Bagian 3-selesai)

    API, BARANG BUKTI DAN BAYANGAN HITAM KRIMINALITAS DI MADINA (Bagian 3-selesai)

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA DALAM CENGKRAMAN BAYANGAN PEKAT NARKOBA   Oleh: Tim Mandailing Epicentrum Ketika Generasi Muda Perlahan Berjalan ke Tepi Jurang, yang menganga, mengundang, siap merangkul, merekrut dan “memberdayakan” pemuda. Bayangan hitam pekat itu bukan lagi sekadar berita kriminal. Ini ancaman sosial. Musuh yang nyata. Dan mungkin, ancaman paling serius terhadap masa depan daerah dan kemanusiaan pada […]

  • Banjir di Gua Asom Belum Surut, Bantuan dari Pemkab Belum Datang

    Banjir di Gua Asom Belum Surut, Bantuan dari Pemkab Belum Datang

    • calendar_month Rabu, 6 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Perwakilan PT Agincourt Resources Batang Toru, Agus Hutabarat menyerahkan bantuan kemanusiaan, Senin (4/10). Banjir di Gua Asom Belum Surut, Bantuan dari Pemkab Belum Datang TAPSEL-METRO; Hingga Selasa (5/10), 17 rumah warga di Dusun Gua Asom, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan masih direndam air setinggi 1 meter. Sebab, hujan masih terus mengguyur daerah tersebut sehingga […]

  • Peralihan UGN Jadi PTN Terganjal

    Peralihan UGN Jadi PTN Terganjal

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Padangsidimpuan – Rencana peralihan kampus Universitas Graha Nusantara (UGN) Kota Padangsidimpuan menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) masih terganjal, khususnya dukungan politik dari Pemko Padangsidimpuan. Terganjalnya peralihan kampus UGN menjadi PTN, terungkap dalam dialog terbuka penegerian UGN Padangsidimpuan di Kampus II Jalan Sutomo, Sidimpuan, Rabu (18/3). Dialog langsung dipimpin Ketua Yayasan Darmabakti Pendidikan Indonesia (YADPI), Drs […]

  • Kasus Jasad Bayi di Aek Galoga, Polisi Kantongi Nama Diduga Ayah Bayi

    Kasus Jasad Bayi di Aek Galoga, Polisi Kantongi Nama Diduga Ayah Bayi

    • calendar_month Sabtu, 8 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) Penemuan jasad bayi yang di tanam dipekarangan rumah milik Yanuwar warga lorong aek galoga, Desa Pidoli Lombang, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal pada Rabu 5/7/2023 memasuki babak baru. Polisi telah mengantongi nama laki laki yang diduga kuat sebagai ayah dari jasad bayi yang ditemukan tersebut. ” ia benar kita telah mengantongi […]

  • Madina Darurat Bencana, Al Washliyah Wajibkan Kader Bantu Masyarakat dan Buka Posko Bantuan

    Madina Darurat Bencana, Al Washliyah Wajibkan Kader Bantu Masyarakat dan Buka Posko Bantuan

    • calendar_month Sabtu, 18 Des 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. M. Ja’far Sukhairi Nasution melalui SK Bupati Nomor 360/0947/K/2021 menetapkan status Darurat Bencana Banjir selama selama 14 hari ke depan sejak surat tersebut dikeluarkan pada Sabtu (18/12). Menyahuti surat tersebut, kader Al Jam’iyatul Washliyah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) wajib membantu masyarakat terdampak banjir yang terjadi di […]

expand_less