Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Bareng Franda, Norman Jadi Polisi Lagi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 9 Jan 2012
  • print Cetak

NORMAN memang diberhentikan dengan tidak hormat oleh kepolisian, tempatnya mengabdi sebelum terjun ke dunia hiburan. Namun, itu tidak berarti bahwa dia tidak bisa lagi menjadi bagian dari institusi tersebut. Tentu hal itu tidak terjadi dalam kehidupan nyata. Dia hanya bisa melakukannya dalam film.

Hal tersebut terlihat di film Xia Aimei yang diperankan Franda. Dalam film yang bercerita tentang perdagangan manusia itu, pria asal Gorontalo tersebut memerankan intel. Hanya, saat melakoni syuting, dia belum dipecat. “Waktu itu sih saya belum keluar dari kepolisian. Ya tinggal menunggu sidang pemecatan saja,” jelas Norman di Plaza Indonesia pada Kamis malam (5/1).

Norman hadir dalam premiere film Xia Aimei. Dia tampil dengan jaket hitam.

Meski tidak menjadi pemeran utama di film yang juga dibintangi Ferry Salim, Samuel Rizal, dan Franda tersebut, dia tetap senang. Sebab, dia langsung bisa main film meski belum lama jadi artis.

“Saya senang banget lah karena bisa diajak main film. Hitung-hitung buat nambah pengalaman,” ungkapnya.

Bahkan, pria yang terkenal gara-gara menyanyi lagu India di YouTube tersebut tidak melalui proses casting. Begitu sampai di Jakarta, dia langsung diajak ke lokasi syuting. Tidak ada reading pula. Dia memang hanya mendapat bagian lima scene. Meski begitu, hal tersebut tetap membuat dia deg-degan.

Norman menceritakan bahwa dirinya tidak tahu tujuannya ketika diajak ke Jakarta. Dia hanya mengikuti. “Saya nggak tahu kalau ternyata saya datang untuk main film,” ujarnya. Saat tiba di lokasi syuting, dia langsung diberi naskah.

“Saya dikasih tahu, kamu main ini. Hah, main apa” Mereka bilang, ikut saja dulu,” imbuhnya.

Meski tanpa latihan dan persiapan matang, akting Norman dalam film itu cukup natural. Dia menguasai dasar dan gerak-gerik sebagai seorang intel selama menjadi polisi. “Kan saya pernah dapat dari pendidikan,” terangnya. Film tersebut merupakan kemunculan kedua Norman di dunia akting. Sebelumnya, dia main FTV dengan Astrid Tiar sebagai pemeran utama.

Norman menyatakan bahwa honor main film hanya bisa buat jajan.

Sebab, honornya saat main FTV lebih besar. Bermain dengan aktor yang lebih senior, dia sering diminta untuk bernyanyi. Sampai-sampai, dia tidak sempat berguru akting pada mereka.

Dia masih malu mengobrol. Paling, dia hanya nongkrong bareng saat makan. ( any/jpnn.sumutpos)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemda Madina Diharapkan Fasilitasi Pendirian Koperasi Petani Kopi

    Pemda Madina Diharapkan Fasilitasi Pendirian Koperasi Petani Kopi

    • calendar_month Selasa, 15 Mar 2016
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online)  – Pemerintah Daerah Kabupaten Mandailing Natal dalam hal ini Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Pasar diharapkan dapat memfasilitasi para petani kopi didalam koperasi kopi. Pendirian badan koperasi ini selain melindungi para petani kopi dari permainan harga para tengkulak juga berpungsi untuk menampung hasil panen masyarakat Salah seorang penggiat kopi Ali Musa […]

  • Banyak Masalah, Kemdikbud Bentuk Tim Khusus Guru Honorer
    Tak Berkategori

    Banyak Masalah, Kemdikbud Bentuk Tim Khusus Guru Honorer

    • calendar_month Kamis, 2 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta, (MO) – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) membentuk tim khusus untuk menyelesaikan masalah-masalah terkait guru honorer. Tim tersebut merupakan gabungan dari perwakilan kementerian, persatuan guru PGRI yang dikoordinir oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Syawal Gultom. Sementara dari PGRI dikoordinir oleh Ketua PGRI, Sulistyo. “Kalau perlu surat keputusan (SK) akan di-SK-kan sehingga […]

  • Aktivis Pacaran Beralih Menjadi Aktivis Dakwah

    Aktivis Pacaran Beralih Menjadi Aktivis Dakwah

    • calendar_month Senin, 13 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Ummu Taqiyya Aktivis Dakwah, Mompreneur Berbagi kisah nyata. Aku pernah merasa ujub dikagumi dan didekati banyak lelaki. Sambil bercermin merasa diri ini begitu cantik. Dekat dengan banyak lelaki dan bahkan menjalin hubungan sebelum nikah, menganggap pacaran itu keren, gaul, laris manis. Padahal nyatanya begitu hina. Astaghfirullah… Sampai saat ini aku sangat bersyukur, Allah lembutkan […]

  • Bapperida buat Aplikasi Baginda Madina sebagai wadah  Lomba Inovasi Antar OPD

    Bapperida buat Aplikasi Baginda Madina sebagai wadah Lomba Inovasi Antar OPD

    • calendar_month Jumat, 4 Agt 2023
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    Pada hari kamis tanggal 3 Agustustus Bertempat di Aula Bapperida  Mengadakan pelatihan penggunaan Aplikasi Bagas Data Inovasi Daerah (Baginda Madina) dan juga  sebagai ajang dimulainya  Lomba Inovasi Antar Organisasi Perangkat Daerah. Pada kesempatan ini Kaban Bapperida Birul Walidain, ST Memberi sambutan dan juga memotivasi para pamong inovasi untuk menjadi ajang ini sebagai awal persiapan pada […]

  • Iskandar Hasibuan: DPRD Madina Bukan Penghianat

    Iskandar Hasibuan: DPRD Madina Bukan Penghianat

    • calendar_month Selasa, 4 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    Pansus Palmaris Menunggu Paripurna Panyabungan (MO) – Sekretaris Komisis I DPRD Mandailing Natal (Madina), Iskandar Hasibuan menyatakan tak tepat DPRD Madina disebut penghianat. Sebab, Panitia Khusus (Pansus) Palmaris telah merumuskan hasil kerjanya dan menunggu untuk diparipurnakan. Hal ini dikatakan Iskandar menjawab wartawan di gedung dewan, Selasa (4/9) terkait tudingan Sugianto, mewakili warga Batahan yang menilai […]

  • 1,3 Juta Guru Sasaran Pelatihan Kurikulum Baru

    1,3 Juta Guru Sasaran Pelatihan Kurikulum Baru

    • calendar_month Senin, 30 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bakal semakin gencar menjalankan implementasi Kurikulum 2013 tahun depan. Pada tahun kedua pelaksanaan kurikulum anyar itu, Kemendikbud siap melatih 1,3 juta guru di seluruh Indonesia. Supaya tidak kedodoran, mereka melibatkan sejumlah organisasi pendidikan. Mendikbud Mohammad Nuh mengatakan bahwa organisasi pendidikan yang mereka libatkan bukan sembarang organisasi. Tetapi mereka […]

expand_less