Minggu, 8 Nov 2026
light_mode

Warga Tabagsel Bisa Daftar Memperoleh Bantuan Kaki dan Tangan Palsu

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 30 Jan 2025
  • print Cetak

Sahren Hasibuan saat penyerahan bantuan tahap lima di Medan

PANYABUNGAN (Mandailing Online) –
Penduduk Tapanuli Bagian Selatan yang kehilangan tangan dan kaki, tahun ini kembali memiliki peluang memperoleh kaki palsu dan tangan palsu secara gratis.

Tim penggiat sosial di Mandailing Natal (Madina), Sumut membantu penduduk bekerjasama dengan satu yayasan di Jakarta sebagai donatur yang menyediakan kaki palsu dan tangan palsu.

Tim ini sudah melakukan perbantuan sebanyak lima kali sejak tahun 2021.

Tahun 2025 ini adalah gelombang bantuan kali keenam.

Tim penggiat sosial di Madina, Sahren Hasibuan didampingi Maradotang Pulungan dan Seri Aidah Lubis kepada Mandailing Online di Panyabungan, Kamis (30/2/2025) menyatakan syarat yang diperlukan bagi calon penerima bantuan adalah fotocopy KTP, fotocopy Kartu Keluarga dan surat keterangan tidak mampu dari kepala desa atau lurah.

Kemudian, foto calon penerima secara utuh yakni terlihat seluruh tubuh dari kaki hingga kepala. Serta nomor WhatsAap calon penerima.

Untuk mendaftar cukup menghubungi nomor WhatsAap 085359274447 atas nama Sahrem Hasibuan.

Sahren mengungkap untuk tahun ini atau gelombang keenam pihaknya sudah menerima tujuh orang pendaftar calon penerima bantuan asal Madina.

Maradotang Pulungan (kiri) mendampingi penerima saat memasangkan kaki palsu di Medan

“Untuk wilayah Padangsidimpuan, Palas, Paluta dan Tapsel (Tabagsel) bisa juga mendaftar, bahkan kawasan Sibolga dan Tapteng juga kita terima. Hanya saja sejauh ini kita masih mencari tim di wilayah-wilayah itu sebagai tim kerja yang bisa mengurus di sana,” ujar Sahren.

Jadwal untuk gelombang enam tahun ini adalah pengukuran di Medan pada bulan Pebruari 2025.

Sahren mengungkap bahwa tahap serahterima bantuan dimulai dari kegiatan pengukuran. Ukuran diperlukan agar kaki palsu atau tangan palsu yang akan disalurkan sesuai dengan tubuh calon penerima.

Biaya transfortasi dan makan sejauh ini belum pasti. Tim penggiat masih mencari donatur. Tetapi jika tim penggiat tak berhasil mengumpul dana maka biaya transfortasi dan makan ditanggung calon penerima.

Penginapan tak dibutuhkan karena tim penggiat berupaya kegiatan pengukuran selesai satu hari sehingga calon penerima bisa pulang hari itu juga.

Sahren menyatakan bahwa kegiatan pengukuran bisa berlangsung di Madina, tetapi harus ada setidaknya 100 orang calon penerima di kawasan ini agar tim pengukur bisa didatangkan ke Madina. (dahlan batubara)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Madina Gagal Agendakan Naga Juang

    DPRD Madina Gagal Agendakan Naga Juang

    • calendar_month Selasa, 2 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Rapat dengar pendapat membahas kasus Naga Juang gagal dilaksanakan DPRD yang sejatinya dilaksanakan pada Senin (01/04/2013 sesuai janji pimpinan DPRD Madina As Imran Khaitamy dan Fakrizal Efendi Nasutioan kepada masyarakat Naga Juang. Rapat itu beragenda meminta keterangan pihak muspida serta pihak PT. Sorikmas Mining (SM) serta masyarakat dalam rangka mencari format […]

  • Tambang Rakyat vs Pemda Lemah Visi (bagian 2)

    Tambang Rakyat vs Pemda Lemah Visi (bagian 2)

    • calendar_month Minggu, 15 Des 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : Dahlan Batubara   Tambang emas yang dikelola rakyat di Hutabargot dan Nagajuang harus dipandang sebagai suatu lapangan kerja yang diciptakan oleh rakyat. Itu bukan lapangan kerja yang diciptakan negara. Dan, seharusnya pemerintah daerah sebagai instrumen negara di tingkat daerah sudah sejatinya berterimakasih kepada rakyat yang mampu menciptakan lapangan kerja. Bukankah pemerintah daerah […]

  • Ratusan Hektar Padi Usia Panen Terrendam Banjir

    Ratusan Hektar Padi Usia Panen Terrendam Banjir

    • calendar_month Senin, 22 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Curah hujan yang tinggi dalam satu minggu terakhir mengakibatkan ratusan hektar padi siap panen di Desa Huraba, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terendam oleh banjir. Sejumlah petani menyebutkan, Minggu (21/10) bahwa tanaman padi mereka sudah terrendam sejak Jum’at. Hamparan sawah terrendam air akibat meluapnya dua sungai di kawasan itu, yakni […]

  • Diduga Dilindungi Mafia Tambang. Aktifitas Tambang Emas Ilegal di Desa Sipogu Bebas Beroperasi

    Diduga Dilindungi Mafia Tambang. Aktifitas Tambang Emas Ilegal di Desa Sipogu Bebas Beroperasi

    • calendar_month Rabu, 18 Jun 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ): Sepertinya peringatan dan himbauan yang dibuat oleh Camat dan Polisi tidak lagi mempan bagi para pelaku tambang emas ilegal di Mandailing Natal ( Madina ). Di Kecamatan Batang Natal tepatnya di desa sipogu. Aktifitas pertambangan emas ilegal menggunakan alat berat terus beroperasi. Tambang itu kabarnya dimodali oleh oknum warga muara […]

  • Kementerian Pertanian Akan Buka Areal Persawahan Baru di Madina

    Kementerian Pertanian Akan Buka Areal Persawahan Baru di Madina

    • calendar_month Senin, 1 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) : Kementerian Pertanian bekerjasama dengan TNI dalam waktu dekat ini akan melakukan pembukaan areal persawahan di Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal. Rencana pembukaan areal persawahan baru tersebut berada di kawasan Rodang Tinapor, sebagai upaya pencapaian swasembada pangan pada tahun 2017 yang akan datang. Target awal pencetakan baru ini mencapai 1.000 hektar, tetapi […]

  • Forum Honorer Minta Pengumuman K2 Ditunda

    Forum Honorer Minta Pengumuman K2 Ditunda

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Persoalan seputar seleksi CPNS 2013 terus bermunculan. Belum kelar urusan hasil tes CPNS dari jalur umum, kini muncul teriakan dari Forum Honorer Indonesia (FHI). Wadah para tenaga honorer ini malah meminta pemerintah menunda pengumuman hasil tes CPNS dari jalur honorer kategori dua (K2). Permintaan tersebut merupakan hasil Rakornas FHI yang digelar di Wisma […]

expand_less