Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Tambang Rakyat vs Pemda Lemah Visi (bagian 2)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 15 Des 2019
  • print Cetak

Aksi unjukrasa rakyat penambang di DPRD Madina, Kamis (12/12/2019).

 

Oleh : Dahlan Batubara

 

Tambang emas yang dikelola rakyat di Hutabargot dan Nagajuang harus dipandang sebagai suatu lapangan kerja yang diciptakan oleh rakyat.

Itu bukan lapangan kerja yang diciptakan negara.

Dan, seharusnya pemerintah daerah sebagai instrumen negara di tingkat daerah sudah sejatinya berterimakasih kepada rakyat yang mampu menciptakan lapangan kerja.

Bukankah pemerintah daerah masih dianggap gagal meluaskan lapangan kerja untuk rakyatnya?

Ketika rakyat mampu menciptakan lapangan kerja untuk mereka, maka seharusnya negara melibatkan diri dalam bentuk dukungan regulasi dan infrastruktur.

Bukan membiarkannya.

Atau bukan ikut menakut-nakutinya.

Rakyat penambang emas tak harus dibiarkan dalam kondisi ilegal selama usaha yang dikelola rakyat itu dapat dilegalkan.

Fakta-fakta menunjukkan bahwa ribuan kepala keluarga dan pemuda pengangguran di Madina telah mendapatkan lapangan kerja di sektor tambang ini.

Mereka telah keluar dari kesulitan ekonomi berkat adanya potensi emas di tambang-tambang itu.

Pengangguran yang selama ini menghantui rakyat Madina telah terselamatkan oleh adanya tambang rakyat.

Tetapi, mereka masih dibayangi kegelisahan oleh ancaman penangkapan pihak polisi akibat tuduhan ilegal mining.

Juga potensi ancaman dari perusahaan kapitalis yang memperoleh konsensi dari negara.

Bahwa PT.Sorikmas Mining memperoleh kinsensi tambang dalam bentuk Kontrak Karya sah-sah saja.

Tetapi rakyat Madina juga berhak memperoleh jaminan bertambang dari negara.

Perusahaan kapitalis dan rakyat sama-sama memiliki hak di negara ini.

Bahkan, rakyat jauh lebih berhak sesuai Pasal 33 UUD 45.

Perbedaannya hanya terletak pada visi dan political will negara.

Rakyat penambang sangat sulit menjangkau konsesi.

Tetapi sangat mudah diperoleh perusahaan kapitalis kaliber multinasional.

Sistem ekonomi kita masih mendewakan kapitalistik.

Visi dan political will negara tidak berpihak kepada rakyat penambang.

Rakyat begitu rapuh di hadapan UU Minerba.

Akibatnya rakyat penambang berada di posisi pelanggar hukum.

Padahal, rakyat penambang ini bisa legal dan nyaman serta memproleh konsesi jika pemerintah daerah memiliki political will. (bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Madina Belum Tarik Pajak Galian C AMP

    Pemkab Madina Belum Tarik Pajak Galian C AMP

    • calendar_month Senin, 9 Sep 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pajak Gailan C dari perusahaan-perusahaan pabrik pencampur aspal (AMP) di Madina belum masuk ke pundi Pendapatan Asli Daerah. Postur PAD di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mandailing Natal  TA 2018 maupun 2019 tidak terlihat pajak galian C dari perusahaan-perusahaan AMP. Padahal, pajak Galian C dari AMP (Asphalt Mixing Plant) […]

  • Fraksi PDIP DPRD Sumut : 500 Ha Hutan Mangrove Jadi Sawit di Sikara-Kara

    Fraksi PDIP DPRD Sumut : 500 Ha Hutan Mangrove Jadi Sawit di Sikara-Kara

    • calendar_month Selasa, 26 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        MEDAN (Mandailing Online) – Sekretaris Fraksi PDIP DPRD Provinsi Sumut, Syahrul Efendi Siregar, menyebut telah terjadi peralihan fungsi dari hutan mangrove menjadi perkebunan kepala sawit di Desa Sikara-kara Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal. “Berdasarkan laporan masyarakat ada sekitar 500 hektare hutan mangrove yang telah berlalih fungsi,”ujar Syahrul saat ditemui disela-sela acara Bimtek PDIP […]

  • KKN STAIN Madina Kelompok 39 Lubuk Gonting Kampanyekan Bahaya Narkoba, Judi Online

    KKN STAIN Madina Kelompok 39 Lubuk Gonting Kampanyekan Bahaya Narkoba, Judi Online

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle Mahasiswa STAIN Madina/Muhajir
    • 0Komentar

      BARUMUN (Mandailing Online) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 39 STAIN Madina di Desa Lubuk Gonting, Kecamatan Sihapas Barumun, Padang Lawas menggelar seminar edukasi bertema “Pencegahan Bahaya Narkoba, Judi Online, dan Pernikahan Dini”. Berlangsung di Aula Kantor Desa Lubuk Gonting, Sabtu (18/7/2026), dan dihadiri oleh pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, pelajar, […]

  • Siapakah Orang Kaya Itu?

    Siapakah Orang Kaya Itu?

    • calendar_month Selasa, 8 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Kekayaan merupakan tema yang menarik diperbincangkan. Sedikit sekali penghuni dunia ini yang tidak ingin kaya dalam hidupnya. Hidup kaya bisa dikatakan impian setiap orang. Kesuksesan orang baru diakui kalau dia sudah menjadi orang kaya. Keberhasilan pendidikan juga sering dilihat dari sejauh mana hasil pendidikan itu dapat mengantarkan peserta didiknya menjadi orang kaya. Lawan dari kaya […]

  • PLN Panyabungan Akui Kesalahan Pencatatan Rekening

    PLN Panyabungan Akui Kesalahan Pencatatan Rekening

    • calendar_month Selasa, 19 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Pihak PLN Ranting Panyabungan mengakui ada kesalahan dalam pencatatan rekening listrik milik pelanggan oleh sejumlah petugas. Hal itu dikatakan Rahman, Supervisor Cater pada PLN Ranting Panyabungan kepada MedanBisnis, Senin (18/4), di ruang kerjanya, Panyabungan. Dia mengatakan, dari banyaknya pelanggan yang mereka tangani, pasti ada kesalahan dalam pencatatan rekening listrik. ”Sebagai manusia biasa kita tidak […]

  • Persoalan Pendidikan Tanggung Jawab Bersama

    Persoalan Pendidikan Tanggung Jawab Bersama

    • calendar_month Minggu, 24 Jul 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Persoalan yang muncul dalam pengelolaan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Hal itu disampaikan Ketua Dewan Pendidikan Mandailing Natal (Madina) Miswaruddin Daulay menjawab Mandailing Online terkait adanya pungutan pengambilan SK guru honor TKS. “Pada hakikinya ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Pendidikan ini harus kita awasi bersama,” ujarnya. Dewan Pendidikan, jelas Miswar, […]

expand_less