Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Tambang Rakyat vs Pemda Lemah Visi (bagian 2)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 15 Des 2019
  • print Cetak

Aksi unjukrasa rakyat penambang di DPRD Madina, Kamis (12/12/2019).

 

Oleh : Dahlan Batubara

 

Tambang emas yang dikelola rakyat di Hutabargot dan Nagajuang harus dipandang sebagai suatu lapangan kerja yang diciptakan oleh rakyat.

Itu bukan lapangan kerja yang diciptakan negara.

Dan, seharusnya pemerintah daerah sebagai instrumen negara di tingkat daerah sudah sejatinya berterimakasih kepada rakyat yang mampu menciptakan lapangan kerja.

Bukankah pemerintah daerah masih dianggap gagal meluaskan lapangan kerja untuk rakyatnya?

Ketika rakyat mampu menciptakan lapangan kerja untuk mereka, maka seharusnya negara melibatkan diri dalam bentuk dukungan regulasi dan infrastruktur.

Bukan membiarkannya.

Atau bukan ikut menakut-nakutinya.

Rakyat penambang emas tak harus dibiarkan dalam kondisi ilegal selama usaha yang dikelola rakyat itu dapat dilegalkan.

Fakta-fakta menunjukkan bahwa ribuan kepala keluarga dan pemuda pengangguran di Madina telah mendapatkan lapangan kerja di sektor tambang ini.

Mereka telah keluar dari kesulitan ekonomi berkat adanya potensi emas di tambang-tambang itu.

Pengangguran yang selama ini menghantui rakyat Madina telah terselamatkan oleh adanya tambang rakyat.

Tetapi, mereka masih dibayangi kegelisahan oleh ancaman penangkapan pihak polisi akibat tuduhan ilegal mining.

Juga potensi ancaman dari perusahaan kapitalis yang memperoleh konsensi dari negara.

Bahwa PT.Sorikmas Mining memperoleh kinsensi tambang dalam bentuk Kontrak Karya sah-sah saja.

Tetapi rakyat Madina juga berhak memperoleh jaminan bertambang dari negara.

Perusahaan kapitalis dan rakyat sama-sama memiliki hak di negara ini.

Bahkan, rakyat jauh lebih berhak sesuai Pasal 33 UUD 45.

Perbedaannya hanya terletak pada visi dan political will negara.

Rakyat penambang sangat sulit menjangkau konsesi.

Tetapi sangat mudah diperoleh perusahaan kapitalis kaliber multinasional.

Sistem ekonomi kita masih mendewakan kapitalistik.

Visi dan political will negara tidak berpihak kepada rakyat penambang.

Rakyat begitu rapuh di hadapan UU Minerba.

Akibatnya rakyat penambang berada di posisi pelanggar hukum.

Padahal, rakyat penambang ini bisa legal dan nyaman serta memproleh konsesi jika pemerintah daerah memiliki political will. (bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Simalungun Akan Menjadi Kabupaten Terkaya di Sumut

    Simalungun Akan Menjadi Kabupaten Terkaya di Sumut

    • calendar_month Senin, 2 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Gagasan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Sei Mangke Kabupaten Simalungun merupakan ide brilian dari putra Sumatera Utara dan telah masuk dalam program nasional yaitu Master Plan Pembangunan Percepatan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Sebentar lagi Simalungun akan menjadi sebuah kabupaten kayaraya dan terkaya di antara seluruh kabupaten yang ada di Sumut. Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan […]

  • Seorang Advokat Madina Penuhi Panggilan Polisi Kasus Dugaan Penganiayaan

    Seorang Advokat Madina Penuhi Panggilan Polisi Kasus Dugaan Penganiayaan

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Seorang Advokat berinisial S dilaporkan ke Kepolisian atas dugaan tindak pidana penganiayaan pasca melakukan persidangan di Pengadilan Agama Panyabungan. Subur Siregar, S.H., selaku kuasa Hukum mengatakan kliennya Aspar Zulhandi telah melaporkan S yang merupakan seorang advokat atau pengacara pihak penggugat atau Istri Pelapor dalam perkara cerai gugat dan hak pasca perceraian. […]

  • Lakalantas, 208 orang tewas di Sumut

    Lakalantas, 208 orang tewas di Sumut

    • calendar_month Jumat, 25 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Angka kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di daerah Sumatera Utara meningkat. Dari data yang diperoleh di Direktorat Lalulintas Sumut pada bulan Januari sampai September 2013, sejumlah 208 orang meninggal dunia akibat laka lantas tersebut. “Untuk wilayah kerja Polda Sumut, kasus kecelakaan maupun korban meninggal, Medan yang tertinggi,” ujar Kasi Laka Subdit Bin […]

  • 7 bintara Polres Taput positif narkoba

    7 bintara Polres Taput positif narkoba

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    TARUTUNG – Sejumlah tujuh personil Kepolisian Resort (Polres) Tapanuli Utara (Taput) berpangkat bintara dinyatakan positif menggunakan narkoba. “Dari 422 personil Polres Taput yang melakukan tes urine, ternyata ada sebanyak 7 Bintara yang positif telah mengkomsumsi Narkoba,” kata Kasubbag Humas Polres Taput, Aiptu W Baringbing, kemarin. Ditegaskan dia, awalnya ada 27anggota dicurigai sebagai pengkomsumsi narkoba. Namun […]

  • Logistik Coblos Ulang Didistribusikan

    Logistik Coblos Ulang Didistribusikan

    • calendar_month Rabu, 20 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Empat hari menjelang coblos ulang pemilukada Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Mandailing (Madina), Selasa (19/4), Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Madina mulai mendistribusikan logistik ke tingkat kecamatan. Amatan METRO di kantor KPUD Madina, tampak seluruh pegawai di Sekretariat KPUD Madina sibuk dengan persiapan pengantaran logistik mulai dari kertas suara, kartu undangan kepada pemilih, tinta […]

  • Produksi Padi Sumut 2012 Ditargetkan 4,02 Juta Ton

    Produksi Padi Sumut 2012 Ditargetkan 4,02 Juta Ton

    • calendar_month Sabtu, 21 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan. Propinsi Sumatera Utara (Sumut) menargetkan produksi padi tahun 2012 mencapai 4.027.301 ton atau naik dibandingkan tahun 2011 yang hanya mencapai 3.659.683 ton. Kepala Dinas Pertanian Sumut, Muhammad Roem mengatakan, kebutuhan beras dari tahun ke tahun meningkat seiring dengan banyaknya jumlah penduduk. Untuk itu, target produksi padi ditingkatkan menjadi 4.027.301 ton. “Kita optimis dapat mencapainya. […]

expand_less