Sabtu, 29 Agu 2026
light_mode

Tes Kehamilan Mencegah Pergaulan Bebas, Efektifkah?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 3 Feb 2025
  • print Cetak

Oleh: Hadi Kartini

Baru-baru ini beredar video di media sosial yang menunjukkan sejumlah siswa SMA melakukan tes kehamilan. Tes kehamilan dalam video tersebut dilakukan oleh SMA Sulthan Baruna, Desa Padaluyu, Kecamatan Cikarang, Cianjur. Menurut pihak sekolah, tes kehamilan dilakukan setiap usai liburan semester.

Hal ini dipicu, tiga tahun lalu ada orang tua siswa menginformasikan kepada pihak sekolah bahwa anaknya hamil usai libur semester. Setelah peristiwa tersebut pihak sekolah berinisiatif untuk melakukan tes kehamilan di setiap kegiatan belajar mengajar di semester baru. Kegiatan ini dilakukan untuk mencegah pelajar terjerumus kepada pergaulan bebas. Kegiatan yang dilakukan SMA Sulthan Baruna mendapat tanggapan dari berbagai pihak. Ada yang setuju dan yang tidak setuju.

Menanggapi beredarnya video tes kehamilan ini, Dinas Pendidikan Jawa Barat mengingatkan pentingnya untuk menjaga etika dalam bermedia sosial. Nonong Winarni sebagai Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Jawa Barat, mengingatkan bahwa tidak semua kegiatan di sekolah pantas dijadikan konten di media sosial. Ia mengatakan, kasus SMA Sulthan Baruna ini harus menjadi perhatian dan pembelajaran. Tidak hanya guru, tetapi seluruh warga sekolah terikat etika dalam menyampaikan informasi di medsos. (kompas.com, 25-1-25)

Dampak Pergaulan Bebas

Adanya kegiatan rutin awal semester yang dilakukan sekolah SMA Sulthan Baruna menandakan pergaulan remaja saat ini sudah sangat bebas dan mengkhawatirkan. Kekhawatiran ini menimbulkan ide bagi pihak sekolah untuk mencegah kehamilan dengan melakukan tes kehamilan. Tetapi upaya yang dilakukan pihak sekolah tidak tepat untuk menyelesaikan masalah seks bebas di kalangan pelajar. Selain kurang pantas melakukan tes kehamilan terhadap pelajar perempuan, kegiatan ini juga tidak akan berdampak signifikan terhadap pergaulan bebas di kalangan remaja.

Pelaku pergaulan bebas bukan perempuan saja, tetapi pelajar laki-laki pun tidak terbebas dari pergaulan bebas. Pergaulan bebas yang berujung pada seks bebas di kalangan remaja tidak selalu menimbulkan kehamilan. Untuk mencegah terjadinya kehamilan bisa dipelajari remaja dari konten-konten di media sosial. Di mana konten-konten tersebut mudah diakses semua kalangan tak terkecuali remaja.

Jadi, tidak tepat jika untuk antisipasi terjadinya kehamilan pada remaja putri hanya dengan melakukan tes kehamilan karena laki-laki dan perempuan sama-sama melakukan aktivitas seks bebas. Baik laki-laki maupun perempuan harus dipahamkan bahwa pergaulan bebas dan seks bebas adalah perbuatan tercela yang diharamkan oleh Allah Swt. Selain itu, seks bebas memimbulkan dampak negatif yang sangat banyak. Contohnya hamil di luar nikah, penyakit kelamin, hancurnya masa depan, mengakhiri hidup, dan banyak sekali dampak negatif lain.

Aturan Hidup Kapitalisme Sekuler

Pergaulan bebas yang semakin mengkhawatirkan ini terjadi karena peraturan hidup di tengah-tengah masyarakat tidak lagi memakai aturan dari Sang Pencipta. Aturan hidup yang dijalankan saat ini adalah aturan buatan manusia yang dipengaruhi sistem kapitalisme sekuler. Aturan yang memisahkan antara aturan kehidupan dunia dan kehidupan akhirat. Dalam menjalankan kehidupan, tidak dibolehkan disangkut-pautkan dengan agama sehingga standar perbuatan tidak lagi memandang halal atau haram.

Orang-orang biasa melanggar norma agama demi memuaskan nafsu dunia semata, termasuk dalam tata cara pergaulan. Remaja saat ini tidak lagi menghiraukan batas-batas dan norma agama dalam pergaulan. Akibatnya, banyak yang kebablasan sehingga hamil di luar nikah. Ditambah, dengan sistem pendidikan yang tidak mengarah pada pembentukan pribadi yang bertakwa.

Sistem pendidikan yang juga terpengaruh kapitalisme sekuler, di mana kurikulum pendidikan hanya bertujuan, bagaimana anak didik bisa meraih kesuksesan secara materi. Sistem pendidikan seperti ini hanya melahirkan generasi yang hanya mengejar keberhasilan dunia semata. Tidak diimbangi dengan pendidikan akidah supaya anak didik mempunyai ketakwaan kepada Allah Swt. Padahal, pendidikan akidah sangat dibutuhkan dalam menjalani kehidupan dunia agar selalu terhindar dari hal-hal dan perbuatan yang tercela yang akan merugikan diri sendiri.

Pergaulan bebas dan seks bebas di perparah oleh konten-konten di media sosial yang mengumbar aurat dengan mudah diakses semua kalangan. Games yang sering dimainkan anak-anak hingga remaja banyak memunculkan gaya berbusana yang menampakkan aurat. Secara tidak sadar, generasi dicekoki hal-hal yang merangsang naluri seksualnya dari dini tanpa tuntunan dan mencari pelampiasan secara serampangan. Akibatnya, banyak pelajar yang mengajukan dispensasi nikah karena hamil duluan. Banyak bayi-bayi baru dilahirkan dibuang begitu saja akibat seks bebas ini.

Islam dalam Memberantas Pergaulan Bebas

Semua permasalahan akibat pergaulan bebas bisa diberantas sampai ke akar-akarnya apabila semua komponen masyarakat mempunyai ketakwaan kepada Allah Swt. Ketakwaan semua pihak bisa terwujud jika sistem kapitalisme sekuler kita campakkan dan mau beralih kepada sistem yang betul-betul bisa membuat manusia berada dalam ketakwaan, yaitu sistem Islam.

Islam mempunyai aturan yang lengkap, tidak hanya aturan tentang ibadah saja, tetapi Islam juga mempunyai aturan kehidupan termasuk aturan bagaimana tata cara pergaulan. Dalam Islam, ada aturan menundukkan pandangan bagi laki-laki dan menutup aurat bagi perempuan. Firman Allah dalam surah An-Nur ayat 30, “Katakanlah kepada laki-laki beriman : “Hendaklah mereka menjaga pandangan mereka dan menjaga kemaluan mereka, yang demikian itu lebih suci dari mereka. Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka perbuat.”

Tidak hanya kepada laki-laki, Allah juga mewajibkan kepada perempuan untuk menutup aurat. Kewajiban ini Allah abadikan dalam Al Qur’an surah An-Nur ayat 31 dan surah Al-Ahzab ayat 59. Kewajiban menundukkan pandangan bagi laki-laki dan menutup aurat bagi perempuan adalah salah satu kunci supaya laki-laki dan perempuan terhindar dari timbulnya syahwat yang bisa mengantarkan pada perbuatan zina.

Allah juga mengatur pergaulan laki-laki dan perempuan dengan tujuan yang sama yaitu terhindar dari perbuatan zina. Rasulullah saw. juga mengatakan bahwa, “Janganlah seorang laki-laki berkhalwat (berdua-duaan) dengan perempuan (tanpa di temani mahramnya) karena sesungguhnya yang ketiga adalah setan.” (HR. Ahmad).

Allah juga memberikan kewajiban kepada masyarakat untuk selalu melakukan amar makruf nahi mungkar. Masyakat adalah pengontrol perbuatan-perbuatan individu agar selalu berada dalam ketakwaan.

Dalam menjaga ketakwaan kepada Allah, negara berkewajiban membuat aturan-aturan agar masyarakat selalu terikat dengan hukum-hukum Allah Swt. Salah satunya dalam bidang pendidikan, kurikulum pendidikan harus bersumber dari Islam. Pendidikan yang utama dalam Islam adalah menanamkan akidah. Pendidikan yang berbasis akidah akan membentuk generasi berkepribadian Islam. Generasi paham mana perbuatan yang sesuai syariat, dan mana perbuatan yang melanggar syariat. Setelah akidah generasi kokoh, baru diajarkan ilmu-ilmu duniawi yang juga sangat diperlukan dalam menjalankan kehidupan.

Negara berkewajiban menjalankan sanksi jika masih terdapat  orang-orang yang melanggar aturan. Seperti perbuatan zina, negara akan memberlakukan sanksi rajam bagi pezina yang sudah menikah dan jilid (cambuk) bagi pezina yang belum menikah. Sanksi ini harus dilakukan tanpa bisa diganti-ganti dengan hukuman yang lain karena Allah Swt. telah menetapkan sanksi untuk perbuatan zina.

Selain sanksi yang harus dijalankan, negara juga berkewajiban mengontrol tontonan yang tidak berfaedah yang bisa menjerumuskan generasi kepada perbuatan-perbuatan yang tercela.

Begitulah aturan Islam dalam menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi dalam masyarakat. Tidak hanya menuntut individunya bertakwa, masyarakat bertakwa, tetapi seorang pemimpin juga diwajibkan bertakwa. Sehingga kebijakan-kebijakan yang diambil dan diterapkan tidak ada yang melanggar syariat. Ketakwaan secara menyeluruh akan bisa dicapai ketika negara mau menerapkan Islam secara kafah di semua bidang kehidupan.

Wallahu’alam bissawab

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sejumlah Proyek Jalan tahun 2025 di Madina Diduga Dikerjakan Group Perusahaan Milik Tersangka Kasus Suap Jalan di Sumut

    Sejumlah Proyek Jalan tahun 2025 di Madina Diduga Dikerjakan Group Perusahaan Milik Tersangka Kasus Suap Jalan di Sumut

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ): dari beberapa paket proyek pengaspalan jalan di Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) tahun anggaran 2025, diduga sebagian besar pekerjaan proyek tersebut dikerjakan perusahaan yang bergabung dalam PT Dalihan Natolu Group ( DNG ). PT Dalihan Natolu Group sendiri diketahui sebuah perusahaan kontruksi di Tapanuli Selatan yang sedang berurusan dengan […]

  • Isu Jamaah Haji Madina Bersisik Ular Tidak Benar

    Isu Jamaah Haji Madina Bersisik Ular Tidak Benar

    • calendar_month Senin, 13 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN, Maraknya isu yang mengatakan salah seorang jamaah haji Madina pada kloter 11 berubah kulit dari manusia menjadi ular saat menunaikan ibadah haji di Mekkah, dibantah tim pemandu haji Indonesia (TPHI) Madina. “Isu itu tidak benar terjadi dan itu hanya fitnah. Selama di Mekkah dan di Madinah, kondisi semua jamaah haji baik-baik saja, tidak ada […]

  • Lewat  RALB, Baharuddin Terpilih Jadi Ketua KSU Peduli Usaha Bersama Sikara Kara Natal

    Lewat RALB, Baharuddin Terpilih Jadi Ketua KSU Peduli Usaha Bersama Sikara Kara Natal

    • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – KSU Peduli Usaha Bersama beralamat di Sikara kara Kecamatan Natal yang merupakan koperasi plasma secara sah telah mengangkat ketua koperasi yang baru lewat rapat anggota luar biasa ( RALB ). Baharuddin secara aklamasi terpilih sebagai ketua koperasi periode 2025-2030.acara sendiri beelangsung dibbalai desa sikara kara, Jl Lintas Pantai Barat, Desa Sikara […]

  • Penyebab Medis Kelainan Bayi Mata Satu Masih Diteliti

    Penyebab Medis Kelainan Bayi Mata Satu Masih Diteliti

    • calendar_month Jumat, 14 Sep 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Faktor penyebab kelainan pada bayi mermata satu di Panyabungan, Mandailing Natal belum diketahui. Pihak Dinas Kesehatan Mandailing Natal masih akan membawa sampel ke Medan untuk diteliti di laboratorium. Meski bayi malang itu telah meninggal dunia pada Kamis malam (13/9/2018), namun, penelitian masih akan dilakukan melalui sampel. “Karena kita di Madina […]

  • Bupati Dukung Pertumbuhan UMKM Termasuk Kampoeng Kaos Madina

    Bupati Dukung Pertumbuhan UMKM Termasuk Kampoeng Kaos Madina

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Bupati Madina H. Saipullah Nasution   Bupati Mandailing Natal Saipullah Nasution memiliki perhatian terhadap keberadaan UMKM di daerah ini. Termasuk Kampoeng Kaos Madina. Dalam wawancara singkat Mandailing Online via WhatsAap, Jum’at (31/7/2026) beliau berketapan hati mendorong pertumbuhan semua UMKM di Madina. Dalam wawancara itu Mandailing Online secara khusus menyebut Kampoeng Kaos Madina sebagai industri […]

  • FPI: Tangkap Wabup Batubara

    FPI: Tangkap Wabup Batubara

    • calendar_month Rabu, 22 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Seratusan massa Front Pembela Islam (FPI) Sumatera Utara berunjukrasa ke Kantor Polda Sumut, Medan, Jumat (17/12/2010) sore. Massa mendesak Kapolda menangkap Wakil Bupati Batubara Gong Matua Siregar karena membuka kesempatan praktik korupsi dan percobaan pemerkosaan. Massa yang datang menggunakan kendaraan roda empat dan roda dua tersebut, juga membentangkan spanduk berisi kecaman terhadap Gong Matua, […]

expand_less