Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

FPI: Tangkap Wabup Batubara

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 22 Des 2010
  • print Cetak


Medan, Seratusan massa Front Pembela Islam (FPI) Sumatera Utara berunjukrasa ke Kantor Polda Sumut, Medan, Jumat (17/12/2010) sore. Massa mendesak Kapolda menangkap Wakil Bupati Batubara Gong Matua Siregar karena membuka kesempatan praktik korupsi dan percobaan pemerkosaan.

Massa yang datang menggunakan kendaraan roda empat dan roda dua tersebut, juga membentangkan spanduk berisi kecaman terhadap Gong Matua, serta meminta Polisi menangkapnya. “Kami datang ke mari berbekal pengaduan masyarakat Kabupaten Batubara terkait dugaan penipuan dan penggelapan uang untuk mendapat proyek di Pemkab Batubara Tahun 2009 yang dilakukan Wakil Bupati Batubara Gong Matua Siregar kepada Ruslina Br Manurung,” kata Sekretaris Daerah FPI Sumut M Iqbal AW dalam orasinya.

Saat itu massa juga disampaikan pernyataan sikap berupa kasus yang dilakukan Gong tidak bisa diterima masyarakat dan menyalahi peraturan di republik ini. Massa meminta Polri segera memanggil, memeriksa dan memberi tindakan hukum kepada yang bersangkutan agar tidak berdampak buruk terhadap pemerintah dan Polri, serta DPD FPI Sumut siap mengawal kasus ini agar publik mengetahui masalah sesungguhnya agar tercipta pemerintahan yang bersih.

Massa juga membawa fotokopi berkas berupa pemanggilan Gong dari penyidik Polda Sumut untuk dimintai keterangan, serta pemanggilan terhadap sejumlah saksi terkait kasus tersebut. Selain itu juga fotokopi surat permohonan penjelasan dari Bupati Batubara Batubara OK Arya Zulkarnain kepada Kapolres Asahan terkait pengaduan masyarakat tentang penyalahgunaan wewenang Wabup Batubara.

Perwakilan massa yang diterima Kasubid Dokliput Polda Sumut AKBP MP Nainggolan, menjabarkan tentang dugaan korupsi sesuai data yang disampaikan Br Manurung yakni uang sebesar Rp 200 juta diserahkan kepada ajudan Gong dan percobaan pemerkosaan terjadi di Hotel Lexus, Medan, di tahun yang sama.

Saat itu Nainggolan menyatakan akan melakukan konfirmasi langsung kepada penyidik yang menangani kasus tersebut. “Kebetulan Kasat I Tipidum yang dulu menangani kasus ini sedang di Polda mengikuti rapat sejajaran Kapolres. Kita akan cek sampai sejauh mana penyelidikan yang dilakukan untuk kasus dugaan korupsi itu. Demikian pula untuk kasus dugaan pemerkosaan itu juga akan ditanya,” kata Nainggolan.

M Iqbal bersama perwakilan lain meminta agar mereka dapat mengetahui perkembangan kasus tersebut melalui surat agar lebih profesional. Menyahuti permintaan tersebut, Nainggolan berjanji akan memenuhinya melalui jawaban tertulis. “Nanti kita berikan perkembangan kasus secara tertulis,” kata Nainggolan. (BS-021)
Sumber : Beritasumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sukseskan Pemilukada, Dukcapil Madina Terus Garap E- KTP Bagi Pemilih Pemula

    Sukseskan Pemilukada, Dukcapil Madina Terus Garap E- KTP Bagi Pemilih Pemula

    • calendar_month Jumat, 9 Agt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Nagajuang (Mandailing Online) –  Menuju Pilkada 2024 Dukcapil Madina terus garap Perekaman Elektronik Kartu Tanda Penduduk (E- KTP) bagi pemula. Di Kecamatan Naga Juang, tim Dukcapil bekerjasama dengan Kantor Kecamatan dan Desa melakukan perekaman langsung di kantor camat, tidak lagi harus ke kantor Dukcapil. Ada puluhan pemilih pemula yang ikut perekaman E- KTP yang berlangsung […]

  • THR PNS Lebih Besar dari Tahun Lalu, Cair H-10 Lebaran

    THR PNS Lebih Besar dari Tahun Lalu, Cair H-10 Lebaran

    • calendar_month Minggu, 17 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        JAKARTA (Mandailing Online) – Tahun ini Pemerintah menambah pagu THR PNS, nilainya lebih besar dari tahun lalu. Pemerintah juga menetapkan jawal pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi aparatur negara (PNS) dan pensiunan, yakni H-10 Idulfitri 2022, atau mulai 22 April 2022. “Pencairan THR direncanakan mulai periode H-10 Idulfitri. Jika terjadi beberapa kasus jika […]

  • Partispasi Rendah, Siapa Salah?

    Partispasi Rendah, Siapa Salah?

    • calendar_month Selasa, 15 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Amir, warga Desa Parbangunan, Panyabungan, memilih ke ladang ketimbang datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). Pria berusia sekitar 41 tahun ini, merasa rugi kalau harus menyambangi TPS. Soalnya, memberikan hak pilih justru akan membuat dia rugi secara ekonomi. Dia mengaku, andai bekerja di ladang selama sehari, uang yang akan didapat bakal cukup untuk memenuhi kebutuhan […]

  • Bendera Merah Putih Kurang Laku

    Bendera Merah Putih Kurang Laku

    • calendar_month Jumat, 15 Agt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bendera Merah Putih kurang diminati di Mandailing Natal (Madina). Hal itu tergambar dari menurunnya omzet penjualan bendera ini yang dialami sejumlah pedagang bendera di Panyabungan menjelang HUT RI tahun ini. Tak tanggung tanggung, penurunannya hingga 60 persen. Seorang penjual bendera, Ruslan Ependi (30), Jum’at (15/08/2014) mengaku mengalami penurunan yang cukup signifikan […]

  • Bank Sumut Buka Capem di Pasar Baru Panyabungan

    Bank Sumut Buka Capem di Pasar Baru Panyabungan

    • calendar_month Sabtu, 30 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Bank Sumut Buka Capem di Pasar Baru Panyabungan MedanBisnis – Panyabungan. Pembukaan kantor cabang pembantu (capem) Bank Sumut Pasar Baru Panyabungan yang diresmikan Pj Bupati Mandailing Natal, Aspan Sopyan Batubara, Wakil Ketua DPRD Madina Fahrizal Efendi Nasution SH, Senin (25/4) bertujuan memperluas jangkauan pelayanan terhadap kebutuhan masyarakat atas jasa perbankan . “Ini merupakan komitmen kami […]

  • Tarif Rp100 Juta, Dijanjikan Menang CPNS

    Tarif Rp100 Juta, Dijanjikan Menang CPNS

    • calendar_month Selasa, 16 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Staf Sekretariat Golkar Jadi Calo LANGKAT- Ini pelajaran bagi pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi 2010 agar tidak menjadi korban penipuan para calo. CPNS sebaiknya tidak mudah percaya dengan ulah sejumlah calo yang mengaku-ngaku dekat dengan pejabat, seperti modus yang dilakoni Nurhasanah alias Novi (37) sebagai calo. Novi yang sehari-hari bertugas sebagai staf Seketariat […]

expand_less