Jumat, 28 Agu 2026
light_mode

GUGURNYA THESIS PANCASILA SEJALAN DENGAN ISLAM

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 27 Okt 2017
  • print Cetak

Koreksi Tuduhan Radikal Bagi Umat Islam dan Anti Pancasila

Irwan Daulay

Oleh: Irwan Daulay

Batasan toleransi dalam Islam sudah jelas di Surah Al-Kafirun, toleransi itu tidak pula sampai menggadaikan akidah sendiri hingga berakidahkan yang lain (sekularisme).  Sekularisme tidak  sejalan dengan akidah Islam. Sekularisme itu turunan kedua dari Atheisme, turunan pertamanya Liberalisme.

Salah satu pilar Sekularisme sebagai Liberisme Jinak itu adalah menjadikan urusan agama itu sebagai urusan pribadi umatnya dengan tuhannya. Di dalam keimanan Islam hal itu sangat bertentangan secara prinsip, karena Islam itu harus ditegakkan dalam suatu sistem yang kompleks, baik sebagai sistem negara maupun peradaban. Karena Islam sangat berbeda dengan prinsip-prinsip ajaran agama lain.

Islam punya konsep ekonomi yang jelas, sistem hukum, pertahanan, politik dan sebagainya yang hanya dapat tegak untuk tujuan pemberi rahmat tidak saja bagi manusia, melainkan untuk sejagad raya jika diformalkan sebagai hukum negara atau pilar utama peradaban Islam.

Disinilah perbedaan prinsip antara Pancasila Sila Pertama Butir ke 5 yaitu : (agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa).

Yang tidak sejalan dengan prinsip-prinsip Islam yang saya kemukakan di atas hingga gugurlah thesis yang menyatakan Pancasila sejalan dengan Islam. Bahwa Islam itu tidak saja menyangkut urusan pribadi umat Islam dengan tuhannya melainkan juga sebagai urusan bersama jamaah Islam, apakah dalam bentuk state ataupun entitas peradaban.

Oleh karena itu muncul dua pilihan mengoreksi butir ke 5 sila pertama yang sangat sekuler itu dan membuat tafsir baku Pancasila yang mengakui Islam sebagai jalan hidup dan ditegakkan sebagai hukum formal bagi umat Islam dan menjadi nilai hidup umat Islam itu sendiri sebagai  pribadi maupun sebagai bagian dari komunitas sosial berbangsa dan bernegara.

Atau menjadikan Islam sebagai ideologi resmi negara menggantikan Pancasila, dengan referendum, karena hal ini sangat rasional dan demokratis, bahwa umat Islam yang mayoritas di bangsa ini tentu harus dihargai juga hak-hak konstitusionalnya dan hak-hak azasinya dengan memberikan umat Islam keleluasaan menjalankan agamanya secara kaffah, karena hal tersebut berkaitan dengan komitmen umat Islam ddengan tuhannya tertuang dalam Syahadat yang dibaca berkali-kali dalam solatnya.

Karena Islam juga memiliki beban akhirat yang akan mempertanggungjawabkan seluruh aktifitasnya selama hidup kepada Allah Swt di hari pembalasan, jika gagal maka alamat akan siksa neraka, jika lolos inshaAllah akan meraih surga jannatun naim.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rp50 Juta untuk Website Mubazir

    Rp50 Juta untuk Website Mubazir

    • calendar_month Rabu, 6 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KISARAN (Mandailing Online) – Website http://pemkab-asahan.go.id/ dinilai mubazir dan tidak bermanfat. Meski masih bisa dibuka, namun sejak tahun 2010 hingga 2013, tampilan website tidak ada perubahan. Sebagaimana diketahui, data yang dimasukan terbaru juga tahun 2009 yakni tentang panitia Pengadaan Barang/Jasa di Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan yang mengadakan Pemilihan Umum dengan pascakualifikasi untuk pengadaan barang/jasa borongan […]

  • Ketika Penonton Terbius Pentas Drama “Si Naknun”

    Ketika Penonton Terbius Pentas Drama “Si Naknun”

    • calendar_month Rabu, 6 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pementasan drama “Si Naknun” karya budayawan Askolani Nasution, Senin lalu menuai kesuksesan yang luar biasa. Bagi yang tidak hadir di pementasan ini, akan berkesempatan menontonya di kanal YouTube, kemungkinan tayang dalam beberapa hari lagi. Kesukesan ini bahkan melampaui keberhasilan drama “Multatuli” yang juga digarap Askolani sekitar 2 tahun lalu di Taman Raja Batu. Diadaptasi dari […]

  • Selisik Nilai Pancasila

    Selisik Nilai Pancasila

    • calendar_month Sabtu, 1 Jun 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Azhar Nasution Pancasila sebagai dasar negara yang otentik terpatri dalam pembukaan UUD 1945. Substansi dari nilai-nilai Pancasila tersebut, yaitu ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan sosial. Sabtu 1 Juni kita melaksanakan upacara Hari Lahir Pancasila. Berdasarkan Keppres Nomor 24 Tahun 2016, tanggal 1 Juni adalah salah satu hari penting dalam kalender bangsa Indonesia. Pasalnya, di tanggal tersebut […]

  • Gubsu dan 10 Bupati-Walikota Segera Bersikap Soal Inalum

    Gubsu dan 10 Bupati-Walikota Segera Bersikap Soal Inalum

    • calendar_month Kamis, 10 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Negosiasi pengambilalihan PT Inalum antara pemerintah pusat melalui tim negosiasi dengan pihak Jepang, akan berakhir 31 Oktober 2013. Namun sejauh ini, Provinsi Sumut bersama 10 kabupaten/kota yang ikut dalam keanggotaan tim, tidak pernah dilibatkan dalam pembicaraan oleh pemerintah pusat. Merasa tidak adil dengan perlakuan tersebut, Gubernur Sumut dan 10 bupati/walikota sekawasan […]

  • Kandungan Klorin di Pembalut Berbahaya? Ini Tanggapan Kemenkes

    Kandungan Klorin di Pembalut Berbahaya? Ini Tanggapan Kemenkes

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      JAKARTA – Kaum perempuan, tampaknya, harus ekstrahati-hati dalam memilih pembalut atau pantyliner. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) baru saja merilis temuan terkait dengan penggunaan bahan berbahaya pada pembalut atau pantyliner. Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi menyampaikan, pihaknya melakukan penelitian sejak Januari hingga Maret 2015 mengenai masalah itu. Ada sembilan merek pembalut dan tujuh […]

  • Pentingnya Menjaga Lisan

    Pentingnya Menjaga Lisan

    • calendar_month Jumat, 22 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Suatu hari, perawi hadits, Abdullah bin Mubarak, menunaikan ibadah haji. Ketika berziarah ke makam Rasulullah SAW, Dia bertemu dengan wanita tua. Setiap kali Abdullah bertanya selalu dijawab wanita itu dengan ayat-ayat Alquran. Abdullah, Assalamualaikum. Wanita tua, Salamun qaulan min rabbi rohim (salam sebagai ucapan dari Tuhan Maha Kasih. QS Yasin 58). Abdullah, ”Semoga Allah merahmati […]

expand_less