Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

GUGURNYA THESIS PANCASILA SEJALAN DENGAN ISLAM

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 27 Okt 2017
  • print Cetak

Koreksi Tuduhan Radikal Bagi Umat Islam dan Anti Pancasila

Irwan Daulay

Oleh: Irwan Daulay

Batasan toleransi dalam Islam sudah jelas di Surah Al-Kafirun, toleransi itu tidak pula sampai menggadaikan akidah sendiri hingga berakidahkan yang lain (sekularisme).  Sekularisme tidak  sejalan dengan akidah Islam. Sekularisme itu turunan kedua dari Atheisme, turunan pertamanya Liberalisme.

Salah satu pilar Sekularisme sebagai Liberisme Jinak itu adalah menjadikan urusan agama itu sebagai urusan pribadi umatnya dengan tuhannya. Di dalam keimanan Islam hal itu sangat bertentangan secara prinsip, karena Islam itu harus ditegakkan dalam suatu sistem yang kompleks, baik sebagai sistem negara maupun peradaban. Karena Islam sangat berbeda dengan prinsip-prinsip ajaran agama lain.

Islam punya konsep ekonomi yang jelas, sistem hukum, pertahanan, politik dan sebagainya yang hanya dapat tegak untuk tujuan pemberi rahmat tidak saja bagi manusia, melainkan untuk sejagad raya jika diformalkan sebagai hukum negara atau pilar utama peradaban Islam.

Disinilah perbedaan prinsip antara Pancasila Sila Pertama Butir ke 5 yaitu : (agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa).

Yang tidak sejalan dengan prinsip-prinsip Islam yang saya kemukakan di atas hingga gugurlah thesis yang menyatakan Pancasila sejalan dengan Islam. Bahwa Islam itu tidak saja menyangkut urusan pribadi umat Islam dengan tuhannya melainkan juga sebagai urusan bersama jamaah Islam, apakah dalam bentuk state ataupun entitas peradaban.

Oleh karena itu muncul dua pilihan mengoreksi butir ke 5 sila pertama yang sangat sekuler itu dan membuat tafsir baku Pancasila yang mengakui Islam sebagai jalan hidup dan ditegakkan sebagai hukum formal bagi umat Islam dan menjadi nilai hidup umat Islam itu sendiri sebagai  pribadi maupun sebagai bagian dari komunitas sosial berbangsa dan bernegara.

Atau menjadikan Islam sebagai ideologi resmi negara menggantikan Pancasila, dengan referendum, karena hal ini sangat rasional dan demokratis, bahwa umat Islam yang mayoritas di bangsa ini tentu harus dihargai juga hak-hak konstitusionalnya dan hak-hak azasinya dengan memberikan umat Islam keleluasaan menjalankan agamanya secara kaffah, karena hal tersebut berkaitan dengan komitmen umat Islam ddengan tuhannya tertuang dalam Syahadat yang dibaca berkali-kali dalam solatnya.

Karena Islam juga memiliki beban akhirat yang akan mempertanggungjawabkan seluruh aktifitasnya selama hidup kepada Allah Swt di hari pembalasan, jika gagal maka alamat akan siksa neraka, jika lolos inshaAllah akan meraih surga jannatun naim.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bagi H.Suhdi Tomas Maga Lombang, Harun- Ichwan Paslon yang Tepat untuk Dipilih

    Bagi H.Suhdi Tomas Maga Lombang, Harun- Ichwan Paslon yang Tepat untuk Dipilih

    • calendar_month Kamis, 7 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ): berkunjung ke desa maga lombang di Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ), tim pasangan calon bupati dan wakil bupati madina nonor urut 1 Harun Mustafa Nasution dan Ichwan Husein Nasution disambut tokoh masyarakat setempat. Tim Harun-Ichwan kembali memilih warung kopi sebagai tempat bersosialisasi dan mempertajam visi […]

  • 700 Guru Bersertifikasi di Madina Diminta Dievaluasi

    700 Guru Bersertifikasi di Madina Diminta Dievaluasi

    • calendar_month Senin, 6 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Sebanyak 700-an guru yang sudah bersertifikasi di Kabupaten Mandailing Natal diminta suoaya dievaluasi. Sebab dinilai guru-guru yang bersertifikasi tidak memberikan nilai tambah bagi peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Madina. Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPC PKB madina Abdul waris Rangkuty kepada Analisa, di Panyabungan, Sabtu (4/12). Dia mengatakan, sampai sejauh ini tidak diketahui tolok […]

  • Dana Desa Pintupadang Jae Super Transparan

    Dana Desa Pintupadang Jae Super Transparan

    • calendar_month Selasa, 29 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SIABU (Mandailing Online) – Pemerintah Desa Pintupadang jae Kecamatan Siabu Mandailing Natal tergolong sangat transparan dalam pengelolaan Dana Desa. Salah satu indikator keterbukaan (transparansi) itu siapa saja boleh meng-copy dikumen RAB (Rancangan Anggaran Biaya). Sehingga masyarakat dapat memantau pelaksnaan program Dana Desa berdasar acuan ril dokumen RAB. RAB adalah dokumen yang memuat perhitungan rincian […]

  • DPRD Madina Heboh, Salah Satu Anggota Komisi I Bernama Hanura

    DPRD Madina Heboh, Salah Satu Anggota Komisi I Bernama Hanura

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kehebohan terjadi di DPRD Mandailing Natal (Madina), pasalnya ditemukan nama Hanura sebagai anggota Komisi I, bukan nama orang melainkan nama salah satu partai politik. Nama Hanura ini ditemukan dalam Surat Keputusan DPRD Madina Nomor 70/06/KPTS/DPRD/2015 tertanggal 9 Pebruari 2015 tentang penetapan komposisi personalia pimpinan dan anggota Badan Musyawarah, Kimisi I, […]

  • Sejumlah Penambang Batang Natal Kabarnya Ditangkap Polisi

    Sejumlah Penambang Batang Natal Kabarnya Ditangkap Polisi

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA (Mandailing Online) – Dalam sepekan ini personil polisi mengatasnamakan Polda Sumut dikabarkan menangkap sejumlah penambang emas ilegal Kecamatan Batang Natal, Madina. Media Metro Tabagsel (grup Sumut Pos/JPNN) melansir berita penangkapan itu yang terjadi pada Selasa (11/8/2020) lalu. Sejumlah pekerja tambang dikabarkan ditagkap dan 2 unit excavator (beko) diamankan, Selasa (11/8). Namun, penangkapan ini sempat […]

  • Tolak Bergabung ke Kecamatan Baru

    Tolak Bergabung ke Kecamatan Baru

    • calendar_month Selasa, 10 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Perwakilan 6 Desa Curhat ke DPRD PADANGBOLAK- Sejumlah warga, tokoh masyarakat, dan kepala desa dari Desa Siunggam Jae, Siunggam Tonga, Siunggam Julu, Tangga-tangga Hambeng, Aek Bayur dan Aek Tolong, mendatangi DPRD Paluta, Senin (9/1). Mereka menolak jika enam desa itu bergabung dengan Kecamatan Padang Bolak Tenggara. “Kami datang ke DPRD untuk bertemu Tim Pansus Pemekaran […]

expand_less