Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

GUGURNYA THESIS PANCASILA SEJALAN DENGAN ISLAM

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 27 Okt 2017
  • print Cetak

Koreksi Tuduhan Radikal Bagi Umat Islam dan Anti Pancasila

Irwan Daulay

Oleh: Irwan Daulay

Batasan toleransi dalam Islam sudah jelas di Surah Al-Kafirun, toleransi itu tidak pula sampai menggadaikan akidah sendiri hingga berakidahkan yang lain (sekularisme).  Sekularisme tidak  sejalan dengan akidah Islam. Sekularisme itu turunan kedua dari Atheisme, turunan pertamanya Liberalisme.

Salah satu pilar Sekularisme sebagai Liberisme Jinak itu adalah menjadikan urusan agama itu sebagai urusan pribadi umatnya dengan tuhannya. Di dalam keimanan Islam hal itu sangat bertentangan secara prinsip, karena Islam itu harus ditegakkan dalam suatu sistem yang kompleks, baik sebagai sistem negara maupun peradaban. Karena Islam sangat berbeda dengan prinsip-prinsip ajaran agama lain.

Islam punya konsep ekonomi yang jelas, sistem hukum, pertahanan, politik dan sebagainya yang hanya dapat tegak untuk tujuan pemberi rahmat tidak saja bagi manusia, melainkan untuk sejagad raya jika diformalkan sebagai hukum negara atau pilar utama peradaban Islam.

Disinilah perbedaan prinsip antara Pancasila Sila Pertama Butir ke 5 yaitu : (agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa).

Yang tidak sejalan dengan prinsip-prinsip Islam yang saya kemukakan di atas hingga gugurlah thesis yang menyatakan Pancasila sejalan dengan Islam. Bahwa Islam itu tidak saja menyangkut urusan pribadi umat Islam dengan tuhannya melainkan juga sebagai urusan bersama jamaah Islam, apakah dalam bentuk state ataupun entitas peradaban.

Oleh karena itu muncul dua pilihan mengoreksi butir ke 5 sila pertama yang sangat sekuler itu dan membuat tafsir baku Pancasila yang mengakui Islam sebagai jalan hidup dan ditegakkan sebagai hukum formal bagi umat Islam dan menjadi nilai hidup umat Islam itu sendiri sebagai  pribadi maupun sebagai bagian dari komunitas sosial berbangsa dan bernegara.

Atau menjadikan Islam sebagai ideologi resmi negara menggantikan Pancasila, dengan referendum, karena hal ini sangat rasional dan demokratis, bahwa umat Islam yang mayoritas di bangsa ini tentu harus dihargai juga hak-hak konstitusionalnya dan hak-hak azasinya dengan memberikan umat Islam keleluasaan menjalankan agamanya secara kaffah, karena hal tersebut berkaitan dengan komitmen umat Islam ddengan tuhannya tertuang dalam Syahadat yang dibaca berkali-kali dalam solatnya.

Karena Islam juga memiliki beban akhirat yang akan mempertanggungjawabkan seluruh aktifitasnya selama hidup kepada Allah Swt di hari pembalasan, jika gagal maka alamat akan siksa neraka, jika lolos inshaAllah akan meraih surga jannatun naim.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 8.000 Ha Lahan Warga Diserobot PT Sumatera Riang Lestari, Dikhawatirkan Picu Trgaedi Berdarah

    8.000 Ha Lahan Warga Diserobot PT Sumatera Riang Lestari, Dikhawatirkan Picu Trgaedi Berdarah

    • calendar_month Kamis, 12 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN : Seluas 8.000 hektar tanah warga di Desa Maringging, Kecamatan Sosa, Kabupaten Padang Lawas (Palas) diserobot PT Sumatera Riang Lestari (SRL) secara sepihak dan dikhawatirkan akan memicu tragedi berdarah seperti yang terjadi di Mesuji, Provinsi Lampung. “Maka Poldasu dan jajarannya diminta untuk mengantisipasi dampak dari persoalan itu. Sebab sesuai laporan warga, tindakan pembabatan lahan […]

  • Pemerintah Larang Mudik Lebaran 2021

    Pemerintah Larang Mudik Lebaran 2021

    • calendar_month Jumat, 26 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Pemerintah melarang mudik lebaran 2021 pada 6-17 Mei 2021.  Keputusan itu diambil dengan mempertimbangkan risiko penularan Covid-19. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengatakan angka penularan dan kematian Covid-19 masih tinggi terutama pasca libur panjang. “Cuti bersama idul fitri satu hari ada, tapi enggak boleh ada aktivitas mudik. […]

  • Peserta Apel Gabungan Terus Berkurang

    Peserta Apel Gabungan Terus Berkurang

    • calendar_month Senin, 24 Jan 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Peserta apel gabungan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) pada setiap Senin pagi di halaman Masjid Agung Nur Alan Nur terus berkurang. Berkurangnya jumlah peserta apel ini menjadi salah satu sorotan Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution saat memimpin apel pagi tadi, Senin (24/1). “Saya melihat barisan mulai renggang, […]

  • Berendam Air Panas di Purba Julu

    Berendam Air Panas di Purba Julu

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Bagi anda pecinta wisata pemandian air panas, mungkin perlu mengunjungi lokasi wisata yang satu ini. Jika di beberapa tempat pemandian air panas berbentuk kolam, namun air panas yang terletak di Desa Purba Julu Kecamatan Puncak Sorik Merapi ini adalah sungai berair jernih. Sepintas, sungai ini memang terlihat seperti sungai biasa. Tidak ada tanda-tanda kalau […]

  • Pesawat Wapres Dikawal Sukhoi

    Pesawat Wapres Dikawal Sukhoi

    • calendar_month Rabu, 10 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Manado – Pesawat BAe RJ 85 yang ditumpangi Wakil Presiden Boediono dalam perjalanan dari Bandara Hasanuddin Makassar menuju Manado sempat dikawal dua pesawat Sukhoi SU-27 sekitar 15 menit. Wartawan ANTARA yang menyertai perjalanan Wapres ke Manado, Rabu, melaporkan, sekitar 10 menit setelah pesawat yang ditumpangi Wapres Boediono mengudara, dua pesawat Sukhoi buatan Rusia mengawal dari […]

  • Dispensasi Nikah Marak, Solusi Praktiskah?

    Dispensasi Nikah Marak, Solusi Praktiskah?

    • calendar_month Selasa, 28 Jan 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Ross A.R Aktivis Dakwah Kota Medan Miris, banyak sekali terjadi di berbagai daerah pengajuan dispensasi nikah usia dini, dan itu terjadi di berbagai provinsi di negeri ini. Beberapa waktu lalu digemparkan di Ponorogo dimana anak SMP dan SMA mengajukan dispensasi nikah ke KUA setempat dengan alasan mereka telah hamil sebelum menikah. Lantas muncul kembali […]

expand_less