Meningkatkan produktifitas dan Kesehatan Hewan, Distan Madina Salurkan Obat Obatan Sumber Dana APBD 2025
- account_circle Muhammad Hanapi
- calendar_month Sabtu, 30 Agt 2025
- print Cetak

Tim Distan Madina saat menyerahkan obat obatan ternak pada kelompok tani di Madina ( ist )
PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Terkait alokasi anggaran pengadaan obat obatan di Dinas Pertanian Madina, Taufik Zulhendra Ritonga selaku Plt Kepala Dinas Pertanian mengaku bahwa untuk menjaga kesehatan hewan ternak serta menjaga produktifitas, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melalui Dinas Pertanian fokuskan realisasi obat obatan guna tujuan yang optimal seperti menjaga kualitas dan kesehatan sektor Pertanian dan Peternakan.
Taufik Zulhandra Rintonga mengatakan, belanja obat obatan tersebut ditegaskan mendukung petani dan peternak di Madina. Ia juga membenarkan alokasi dana dengan total pagu Rp. 200.498.700. Sumber APBD Tersebut untuk belanja obat obatan.
“Ya benar ada belanja obat obatan di dinas pertanian, dan itu telah direalisasikan di bulan Juni Tahun 2025 ini sebelum saya menjabat sebagai plt kadis pertanian. Itu ditargetkan mengintervensi kesehatan fisik hewan, dan untuk tanaman pangan. Hingga nanti idealnya sehat dan menjaga kualitas hasil para petani dan peternak,” Ungkap Taufik Zulhandra Ritonga didampingi Sekretaris Dinas Pertanian, Kabid Peternakan dan Kabid PSP Pada Media Mandailing Online.
Selaku Kabid Peternakan Asrul menambahkan beragam obat yang mereka realisasikan pada Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) di Madina. Seperti Anti scabies 50 ml sebanyak 27 botol sesuai kontrak merek Ivomec Super, Chemoterapy spray sebanyak 19 tin merek gusanex spray, Colibact injek 100 ml sebanyak 30 botol merek colibact sanbefarma, Oksitosin 50 ml sebanyak 11 botol merek bio-oxytocin, LA Antibiotik 100 ml sebanyak 53 botol merek VETOXY LA Sanbe Farma, Vit + ATP 100 ml sebanyak 50 botol merek BIOSAN – TP Sanbe Farma, Verm-o 42 bolus sebanyak 30 pot merek VERM-O 42 bolus Sanbe Farma serta vaksin Rabies 10 ml sebanyak merek Rabisin yang disalurkan pada Pusat Kesehatan Hewan.
“Sesuai juknis obat obatan untuk di 4 Puskeswan (Pusat kesehatan Hewan) ada UPTD Puskeswan Panyabungan, Puskeswan bukit malintang, Puskeswan Natal, Puskeswan kotanopan dan Satuan Pelayanan Inseminasi buatan. Kondisi sekarang Puskeswan sedang melakukan surat menyurat permohonan dan rencana setelah di setujui kepala Dinas baru awal September di serahkan. Karena obat baru seminggu yang lalu diserahkan rekanan ke dinas dan sesuai kontrak,” Ungkap Asrul.
Sementara, untuk obat obatan pengadaan untuk di bidang tanaman sampai saat ini belum mendapat konfirmasi dan tanggapan dari kabid yang bersangkutan. ( fikri )
- Penulis: Muhammad Hanapi

