Lahan BUMD di Madina Diduga Dikuasai Mafia Tambang. Pengamat Desak Gubsu Bertindak
- account_circle Muhammad Hanapi
- calendar_month 10 jam yang lalu
- print Cetak

Salah satu titik lahan di PT PSU Perkebunan Patiluban di Kecanatan Natal, Madina yang diduga dikuasai Mafia tambang ( ist )
Medan ||Mandailing Online- Dugaan penguasaan lahan milik PT Perkebunan Sumatera Utara (PT PSU) oleh aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di Desa Patiluban, Kecamatan Natal, Mandailing Natal, menuai sorotan.
Pengamat hukum dan sosial Zakaria Rambe mendesak Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution turun tangan. Menurutnya, ketegasan kepala daerah diperlukan agar aset BUMD Sumut tidak menjadi korban keserakahan.
“Gubernur seharusnya bertindak tegas. Jangan dibiarkan, apalagi diduga ada keterlibatan oknum. Baik dari dalam maupun dari luar,” kata Zakaria saat dimintai pendapat, Selasa (14/4/2026).
Ketua JAMPI Sumut itu juga menyoroti peran manajemen PT PSU. Ia menilai pihak manajemen seharusnya lebih dulu mengetahui dan mencegah aktivitas di lahan HGU perusahaan. “Saya duga pihak manajemen tahu. Seandainya tidak, seharusnya direksi hingga manajer bisa menghalau di awal sehingga tidak jadi pembiaran. Namun ini perlu memang dibuktikan,” ujarnya.
Zakaria merupakan alumni Fakultas Hukum UMSU 1991. Ia berharap Gubernur Sumut segera mengevaluasi jajaran manajemen PT PSU jika terbukti ada pembiaran. Langkah itu dinilai penting agar aset daerah bisa dijaga, dirawat, dan diolah dengan baik.
“Sudah saatnya Pak Bobby bertindak tegas. Jika memang ada manajemen yang terlibat akibat pembiaran ini, langsung dievaluasi. Hal ini agar pembiaran tidak semakin lama dan membuat para mafia tambang itu merasa berkuasa,” tegas Zakaria.
Lahan PT PSU di Kebun Patiluban belakangan viral setelah muncul dugaan diserobot untuk aktivitas PETI. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari manajemen PT PSU maupun Pemerintah Provinsi Sumut terkait dugaan tersebut.(*)
- Penulis: Muhammad Hanapi

