Status Tertinggal, Dana Desa Sopo Batu Tahun 2025 Rp 571 Juta. Untuk Energi Alternatif Rp130 Juta, Buat Jalan Desa Cuma Rp30 Juta
- account_circle Muhammad Hanapi
- calendar_month 1 menit yang lalu
- print Cetak

Desa Sopo Batu di Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal ( ist )
Panyabungan|| Mandailing Online – Meski berstatus desa tertinggal, Desa Sopo Batu, Kecamatan Panyabungan, dari data yang diperoleh dari laman kementerian desa baru merealisasikan Dana Desa thun 2025 sebesar Rp571,3 juta dari total pagu Rp894 juta. Serapan anggaran itu setara 63,9%.
Penyaluran dilakukan dua tahap. Tahap Satu Rp428,8 juta (75,06%) dan Tahap Dua Rp142,4 juta (24,94%).
Dari 11 pos kegiatan, Pembangunan Sarana dan Prasarana Energi Alternatif jadi yang paling jumbo Rp130 juta. Jauh melampaui anggaran infrastruktur dasar.
Pembangunan jalan desa justru hanya dapat jatah Rp30 juta untuk gorong-gorong, selokan, dan drainase. Angka itu bahkan lebih kecil dari pos “Keadaan Mendesak” yang tembus Rp66,6 juta.
Ini rincian penggunaan Dana Desa Sopo Batu 2025.
Sarana Prasarana Energi Alternatif Rp130.000.000, Keadaan Mendesak Rp66.600.000, Pelatihan Hukum & Pelindungan Masyarakat Rp31.500.000, Pembangunan Jalan Desa/Drainase Rp30.000.000
Selain itu ada Operasional Pemerintah Desa Rp19.000.000, Poskesdes/Polindes & Insentif Bidan Rp13.500.000, Honor PAUD/TK/TPQ Non-Formal Rp10.800.000
Ada juga anggaran untuk Festival Kesenian & Keagamaan Rp10.500.000, Pemutakhiran Profil Desa Rp5.000.000, Pelatihan Manajemen UMKM/Koperasi Rp5.000.000 dan Pembinaan PKK Rp3.717.500
Sebagai desa berstatus tertinggal, alokasi Rp130 juta untuk energi alternatif menarik perhatian. Di sisi lain, jalan dan drainase hanya Rp30 juta, sementara pelatihan hukum Rp31,5 juta dan festival Rp10,5 juta.
Pos kesehatan desa dapat Rp13,5 juta untuk obat dan insentif bidan. Pendidikan PAUD/TPQ non-formal dianggarkan Rp10,8 juta. Sementara UMKM dan koperasi hanya Rp5 juta, sama dengan pemutakhiran data desa.
Dengan sisa pagu Rp322,6 juta yang belum tersalur, warga Sopo Batu menanti apakah tahap berikut tahun 2026 ini fokus benahi infrastruktur dasar atau energi alternatif tetap jadi prioritas (*)
- Penulis: Muhammad Hanapi

