Senin, 5 Okt 2026
light_mode

Siapa Bilang “Sekda Planga Plongo” dan “Bupati Keong”? (bagian 2 dari 3 tulisan)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
  • print Cetak

AGENDA PARKIR, BIROKRASI LELET

Oleh: Tim Peci Manajemen

Dari Disposisi Bupati ke Meja yang Tak Kunjung Bergerak

Jabatan Sekretaris Daerah sering kali dipahami sebagai jabatan administratif. Padahal, sesungguhnya tidak.

Jika, Sekda adalah ruang mesin pemerintahan, maka Bupati yang menentukan arahnya.
Selajutnya, Sekda mestinya segera memastikan arah itu berubah menjadi gerakan.

Ukuran keberhasilan seorang Sekda bukan banyaknya rapat yang dipimpin. Bukan pula banyaknya surat yang masuk.
Patokan sesungguhnya adalah: berapa banyak agenda yang sudah dapat direalisasikan.

Di banyak daerah, penyakit birokrasi paling berbahaya bukan kekurangan gagasan. Melainkan terlalu banyak gagasan yang berhenti di meja koordinasi.
Setelah diterima.
Setelah perintah diterima. Lalu, didisposisi. Terus, dibahas. Kemudian, perintah itu perlahan menghilang.

Fenomena seperti inilah yang disebut sebagai budaya parkir agenda.
Dalam konteks daerah, kritik terhadap Sekda seharusnya tidak dibaca sebagai kritik terhadap pribadi. Sasaran kritik itu adalah fungsi koordinasi.
Di sekitar kritik itu mengemuka pertanyaan:

Apakah semua agenda yang masuk sudah memperoleh kepastian?

Apakah usulan masyarakat mendapat respons yang jelas?
Apakah disposisi pimpinan benar-benar berubah menjadi tindakan?
Pertanyaan-pertanyaan ini penting bukan hanya bagi pihak-pihak yang sedang mengajukan permohonan, tapi juga bagi pihak Pemda.
Jelas, masyarakat tidak selalu menuntut agar usulannya diterima. Mereka hanya ingin mendapatkan kepastian: Apakah usul atau permohonan diterima atau ditolak? Diproses atau ditunda?
Yang mereka tuntut adalah keputusan.
Bukan sikap yang menggantung.

Sebaliknya, jika budaya parkir agenda dibiarkan, maka yang macet bukan hanya administrasi.
Kepercayaan pada birokrasi bisa runtuh!
Dan ketika kepercayaan mulai macet, berbagai label negatif akan lebih mudah tumbuh.
Karena itu, menurut kami, reformasi kecil perlu segera dilakukan.

Setiap disposisi harus memiliki batas waktu. Semua surat harus memiliki status yang jelas. Agenda kerja harus memiliki titik akhir keputusan.

Sebab birokrasi modern dari banyaknya keputusan yang dihasilkan. Bukan dari banyaknya dokumen yang diterima. (bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pembolos, anggota DPR makan gaji buta
    Tak Berkategori

    Pembolos, anggota DPR makan gaji buta

    • calendar_month Kamis, 16 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Daftar hadir anggota DPR dalam Rapat Paripurna diwarnai banyaknya para pembolos. Pengamat politik Charta Politika, Arya Fernandes, menilai mereka yang bolos Rapat Paripurna sama saja makan gaji buta. “Masyarakat harus memberikan perhatian kepada pembolos. Ini sama saja memakan gaji buta,” kata Arya kepada wartawan, hari ini. Menurutnya, untuk mengurangi banyaknya para pembolos harus […]

  • Coming Soon, Lembaga Sensor Film Daerah Sumut

    Coming Soon, Lembaga Sensor Film Daerah Sumut

    • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Sumatera Utara termasuk di antara 10 provinsi yang membutuhkan keberadaan Lembaga Sensor Film. Lembaga Sensor Film Daerah Sumatera Utara segera dibentuk setelah ditandanganinya MoU antara Pemprovsu dan Lembaga Sensor Film Nasional di Ruang Beringin Kantor Gubsu,  Jumat (3/10). Penandatanganan dilakukan Sekdaprovsu Nurdin Lubis mewakili Pemerintah Provinsi Sumut dan Ketua Lembaga Sensor Film (LSF) […]

  • Mahasiswa Asal Hutabaringin Julu Minta Anggaran Desa Mereka Diaudit Kejaksaan

    Mahasiswa Asal Hutabaringin Julu Minta Anggaran Desa Mereka Diaudit Kejaksaan

    • calendar_month Jumat, 14 Feb 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA – Mandailing Online- Mahasiswa Minta Pihak berwenang audit Dana Desa Hutabarigin Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Tahun 2023 dan 2024. Intensif Guru Magrib mengaji diduga tak dibayar penuh Kades Hutabarigin Julu, serta bagunan desa tak kelar sejak tahun 2022 hingga 2024. Munawir Ahmad Mahasiswa sekaligus Warga di Desa itu menduga Kades Hutabarigin Julu Darman […]

  • Idris Laena bantah peras BUMN

    Idris Laena bantah peras BUMN

    • calendar_month Kamis, 8 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta, (MO) – Anggota DPR RI dari Idris Laena menegaskan dirinya tidak pernah melakukan pemerasan sama sekali terhadap BUMN seperti yang disampaikan Menteri Dahlan Iskan. “Atas tuduhan tersebut, saya menyatakan dengan tegas, tidak benar sama sekali,” kata Idris Laena dalam keterangan persnya di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis. Ia menambahkan, dirinya juga kecewa kepada Dahlan […]

  • Oknum Polisi Sabhara Polda Cekik Wartawan TV One

    Oknum Polisi Sabhara Polda Cekik Wartawan TV One

    • calendar_month Jumat, 28 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, (MO)- Polisi lagi-lagi bertindak arogan. Seorang oknum anggota Sabhara Polda Sumatera Utara mencekik leher seorang jurnalis televisi yang akan meliput calon jamaah haji di Asrama Haji Medan, Jalan AH Nasution, Medan, Kamis (27/09/2012). Brigadir Irvansyah yang saat itu menjaga gerbang masuk pintu gerbang asrama haji sempat berdebat dengan sejumlah kerabat calhaj yang ingin masuk […]

  • Muscam Golkar Panyabungan, Rifai Terpilih Secara Aklamasi

    Muscam Golkar Panyabungan, Rifai Terpilih Secara Aklamasi

    • calendar_month Jumat, 21 Jan 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    KOTASIANTAR (Mandailing Online) – Musyawarah Kecamatan (Muscam) Partai Golongan Karya (Golkar) Panyabungan yang diselenggarakan di Wisata 3 Dimensi Silangitkoi Hutasiantar, Panyabungan pada Jumat (21/1) menetapkan Muhammad Rifai Nasution sebagai ketua terpilih. Rifai yang terpilih secara aklamasi akan memimpin kepengurusan Golkar Panyabungan periode 2020-2025. Rifai akan didampingi Muslih Nasution sebagai sekretaris dan Suaidah Nasution (Bendahara). Sesuai […]

expand_less