Selasa, 3 Nov 2026
light_mode

SBY Mengeluh Lagi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 31 Mei 2011
  • print Cetak


Merasa Jadi Sasaran Fitnah

JAKARTA-
Dugaan kasus yang melibatkan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat (PD) Muhammad Nazaruddin kian melebar. Setelah dugaan keterlibatannya dalam kasus suap pembangunan Wisma Atlet SEA Games 2011 dan pemberian uang kepada Sekjen Mahkamah Konstitusi (MK) Janedjri M. Gaffar, muncul pesan singkat (SMS) gelap yang mengatasnamakan Nazaruddin.

SMS gelap bernomor Singapura yang mengaku sebagai Nazaruddin itu mulai menyebar Sabtu (28/5) lalu. Inti SMS-nya, pengirim mengancam akan membongkar sejumlah kasus petinggi PD. Termasuk disebut dalam SMS itu adalah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang juga ketua Dewan Pembina PD. Pengirim mengancam akan membongkar skandal SBY dalam korupsi Bank Century.

SMS gelap itu tak pelak membuat SBY gerah. Sebelum bertolak menuju Pontianak, Kalimantan Barat, untuk melakukan kunjungan kerja, dia menyempatkan menggelar konferensi pers. SBY mengaku sebagai korban fitnah dari pemberitaan yang tidak jelas sumbernya. Ini bukan kali pertama SBY berbicara tentang sesuatu hal yang tidak menguntungkan dirinya.

“Sebenarnya kalau bicara fitnah, banyak orang di negeri ini menjadi korban dari fitnah-fitnah yang beredar. Saya salah satunya,” tutur SBY di ruang VIP Lanud Halim Perdanakusuma, kemarin (30/5). Dia menyebut, selama lebih dari enam tahun sebagai presiden, sudah ratusan fitnah yang datang kepadanya.

Selama ini, lanjut SBY, dia memilih diam dan tidak menanggapinya. Namun jika dinilai sudah keterlaluan, dia mengatakan perlu memberikan penjelasan kepada publik.

Dia memprihatinkan maraknya fitnah yang justru dilakukan dengan menggunakan teknologi informasi. Misalnya, SMS, twitter, BlackBerry messenger (BBM), dan media online. Seharusnya, kata SBY, sarana itu bisa meningkatkan kehidupan dan mencerdaskan bangsa. “Itu justru yang harusnya kita lakukan, bukan teknologi informasi, media online oleh mereka yang tidak ksatria untuk menyebarkan fitnah pembunuhan karakter dan caci maki kepada siapa pun di negeri ini,” urai SBY.

Menurut SBY, fitnah yang dilemparkan untuknya dinilai sungguh keterlaluan. “Fitnahnya luar biasa, termasuk menghina melecehkan pribadi saya,” ucapnya. “Mereka tidak bertanggung jawab ksatria, pengecut, dan tidak berani menampakkan dirinya dan tidak mau mempertanggungjawabkan apa yang dia katakan.

SBY pun menantang para penyebar fitnah itu untuk muncul. “Fitnah itu 1000 persen tidak mengandung kebenaran,” tegasnya. Dia meminta cara-cara seperti memfitnah tidak diteruskan.

Dia mencontohkan tudingan terkait mega skandal Bank Century. Juga seseorang yang mengatakan PD memiliki tabungan Rp 47 triliun. “Bagi orang, itu Partai Demokrat yang harus menjelaskan. Kebalik logikanya. Siapa yang menuduh, dia yang harus menjelaskan,” katanya.

Dia lantas membandingkan dengan era kebebasan berbicara dan kebebasan belum terjamin. Saat itu, penguasa negara bisa seenaknya menindak demi alasan stabilitas. Sementara saat ini, kebebasan berbicara yang dihormati. Begitu juga dengan berekspresi di media. “Meskipun kalau itu bisa mencemarkan nama baik, siap-siap bisa mempertanggungjawabkan,” kata SBY.

SBY mengakui, dalam banyak keadaan, selalu ada pembonceng atau penumpang gelap yang memanfaatkan situasi dan justru menimbulkan komplikasi masalah. Namun SBY mengajak semua pihak untuk bersama membangun kehidupan yang baik, bermoral, beradab, dan bertanggung jawab.

Selain ancaman terhadap SBY, SMS yang mengatasnamakan Nazaruddin itu mengancam membongkar manipulasi data IT Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang melibatkan Anas Urbaningrum (ketum PD) dan Andi Nurpati (mantan anggota KPU dan ketua Divisi Komunikasi Politik PD). Menpora Andi Mallarangeng juga tak luput. Dia diancam akan dibeber keterlibatannya dalam kasus korupsi pembangunan Wisma Atlet SEA Games 2011. Nama Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik Daniel Sparinga juga ikut disebut-disebut dalam SMS itu.

“Curhatan” atas fitnah yang dialaminya itu justru tidak melahirkan simpati untuk SBY. Misalnya Wakil Ketua DPR Pramono Anung yang menyesalkan pernyataan SBY itu. Seharusnya, presiden tidak perlu mengungkapkan masalah-masalah yang bisa menimbulkan keresahan di masyarakat. “Seharusnya dengarkan saja kritik itu, abaikan saja. Kalau terlalu keras, tunjuk saja orang lain untuk lakukan protes,” ujarnya di Gedung DPR, kemarin.

Menurut dia, persoalan-persoalan sensitif seharusnya tidak langsung disampaikan sendiri oleh seorang presiden. “Tapi, kalau presiden tetap ngomong seperti itu, ya berarti memang ada kegusaran yang sangat luar biasa,” ujar mantan sekjen DPP PDIP tersebut.

Di tempat terpisah, fungsionaris Demokrat tampil memberikan pembelaan. Sekretaris Departemen HAM DPP Partai Demokrat Rachland Nashidik menyatakan, bahwa reaksi presiden tersebut sangat biasa. “Coba kalau kita yang difitnah, apakah salah kalau kemudian berusaha meluruskan” bela Rachland.

Disinggung soal sikap SBY yang lebih reaktif bila menyangkut pribadinya dan cenderung lambat jika menyangkut pemerintahan dan negara, mantan direktur Imparsial itu membantahnya. “Kenapa terkesan lebih cepat atau apa, ya karena mengambil keputusan terkait pribadi itu tentu lebih mudah,” ujarnya.

Ketimbang, lanjut Rachland, ketika seorang presiden harus mengambil keputusan terkait kepentingan negara dan bangsa. Tentu, lebih banyak yang harus dipertimbangkan. “Lantas, apanya yang aneh” imbuhnya.
Sementara itu, Nazaruddin yang saat ini berada di Singapura harus siap-siap segera kembali ke Indonesia. Partai Demokrat sudah hampir pasti akan mengirim tim khusus untuk menjemput anggota komisi VII DPR itu. Menurut Ketua Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan DPP Partai Demokrat Ulil Abshar Abdalla tim tersebut rencananya akan beranggotakan dua orang. “Tapi, kami belum bisa sebutkan siapa saja,” ujar Ulil.

Yan pasti, lanjut dia, tim tersebut diberi tugas khusus untuk menghadirkan Nazaruddin kembali ke Indonesia. “Ini hanya bagian dari komitmen kami mendukung proses hukum, kan (Demokrat) malu juga kalau sudah dipanggil ternyata nggak datang karena masih di Singapura,” imbuhnya.

Di bagian lain, Menpora Andi Mallarangeng hari ini bakal menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sekitar pukul 10.00. politisi PD itu akan dimintai keterangan sebagai saksi atas tersangka kasus suap Sesmenpra Wafid Muharram. “Tentu ada informasi yang perlu kita konfirmasikan ke Pak Andi, baik berdasarkan keterangan tersangka dan saksi yang lain,” ujar Juru Bicara KPK Johan Budi di Gedung KPK, kemarin. Sementara terkait Nazaruddin, hingga saat ini penyidik KPK belum menjadwalkan pemeriksaan. (fal/dyn/ken/agm/jpnn)

—

SBY dan Curhatnya

30 Mei 2011
Curhat karena menjadi sasaran fitnah akibat beredarnya SMS gelap yang mengatasnamakan mantan Bendum Partai Demokrat M. Nazaruddin.
2 Februari 2010
Curhat tentang aksi demo yang membawa seekor kerbau. Perut kerbau bertuliskan si Buya.
25 Januari 2010
Mengeluhkan politisasi dalam penanganan kasus bailout Bank Century.
19 Januari 2010
Menyampaikan adanya politik adu domba terkait isu dengan penggantian Menkeu Sri Mulyani.
10 Agustus 2009
Curhat menjadi sasaran teror bom. (Sebelumnya, 17 Juli 2009, SBY membuka informasi intelijen tentang adanya latihan menembak dengan sasaran foto dirinya).Sumber: reportase JPNN, 2009-2011
Sumber : Sumutpos

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa Desak Agar Pemkab Madina Bersih dari KKN

    Mahasiswa Desak Agar Pemkab Madina Bersih dari KKN

    • calendar_month Selasa, 16 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekitar tiga puluh mahasiswa yang tergabung dalam Serikat Mahasiswa Masyarakat Anti Korupsi (SIMMAK) berunjukrasa mendesak penegakan pemberantasan korupsi di Madina. Unjukrasa hari Selasa (16/2) itu dimulai dari kantor Dinas Kependudukan Catatan Sipil Sosial Tenaga Kerja Transmigrasi, lalu ke kantor bupati Mandailing Natal (Madina) dan diteruskan ke DPRD Madina. Pengunjukrasa mendesak penghapusan […]

  • Madina Terapkan WFH Setiap Hari Jumat

    Madina Terapkan WFH Setiap Hari Jumat

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) mulai menerapkan Work from Home (WFH) sejak pekan ini. WFH berlaku setiap hari Jumat setiap pekannya. Ketetapan itu tertuang dalam Surat Edaran Bupati Mandailing Natal Nomor 800/0704/SE/2026 tanggal 6 April 2026 ditandatangani Bupati Madina Saipullah Nasution. Dalam ​surat tersebut, bupati menekankan kebijakan ini akan […]

  • Ayo ke Tambangan Besok, Pekan Raya Durian Dibuka Jam 10

    Ayo ke Tambangan Besok, Pekan Raya Durian Dibuka Jam 10

    • calendar_month Jumat, 11 Feb 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAMBANGAN (Mandailing Online) – Pekan Raya Durian akan dibuka besok, Sabtu (12/2/2022). Berlangsung selama 2 hari, yakni Sabtu dan Minggu. Dibuka mulai pukul 10.00 Wib hingga sore. Lokasinya berada di kawasan SMP Tambangan, Desa Laru Baringin Kecamatan Tambangan, Mandailing Natal. Berada di pinggir jalan Lintas Sumatera. Kurang lebih 1 km dari pasar Laru jika pengunjung […]

  • Unit Layanan Paspor di Madina  Berlokasi di Mompang

    Unit Layanan Paspor di Madina Berlokasi di Mompang

    • calendar_month Jumat, 8 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kantor layanan pembuatan paspor (ULP) akan dibuka di Mandailing Natal (Madina). Untuk sementara lokasinya dipastikan berada di kantor UPT Pertanian, Mompang Jae, Panyabungan Utara. Di sebelah gedung Pengadilan Negeri Madina. ULP (Unit Layanan Paspor) ini diproyeksi difungsikan tahun 2020, sedangkan untuk sistem mobile akan dimulai pada Desember 2019 ini. Hal itu […]

  • Atika Tolak Tandatangani Batas Baru Tapsel-Madina

    Atika Tolak Tandatangani Batas Baru Tapsel-Madina

    • calendar_month Jumat, 26 Agt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution menolak menandatangani dokumen tentang batas baru Kabupaten Madina-Kabupaten Tepsel. Penolakan itu sebagai bentuk keberatan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait rencana penetapan batas wilayah antara Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dengan Madina. Rencana penetapan batas wilayah dua kabupaten yang berada […]

  • APBD Madina Diatas 1 Triliun, Jalanan Masih Banyak Amburadul

    APBD Madina Diatas 1 Triliun, Jalanan Masih Banyak Amburadul

    • calendar_month Jumat, 4 Jan 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN BARAT (Mandailing Online) – Di tengah dana APBD Mandailing Natal yang sudah di atas angka 1 triliun rupiah, justru ruas-ruas jalan antar kecamatan masih banyak yang amburadul. Besaran dana APBD itu terkesan tak berbanding lurus dengan perbaikan infrastruktur jalan di Kabupaten Mandailing Natal. Padahal, jalan merupakan urat nadi aktifitas perekonomian rakyat serta sarana mobilitas […]

expand_less