Jumat, 6 Mar 2026
light_mode

SBY Mengeluh Lagi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 31 Mei 2011
  • print Cetak


Merasa Jadi Sasaran Fitnah

JAKARTA-
Dugaan kasus yang melibatkan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat (PD) Muhammad Nazaruddin kian melebar. Setelah dugaan keterlibatannya dalam kasus suap pembangunan Wisma Atlet SEA Games 2011 dan pemberian uang kepada Sekjen Mahkamah Konstitusi (MK) Janedjri M. Gaffar, muncul pesan singkat (SMS) gelap yang mengatasnamakan Nazaruddin.

SMS gelap bernomor Singapura yang mengaku sebagai Nazaruddin itu mulai menyebar Sabtu (28/5) lalu. Inti SMS-nya, pengirim mengancam akan membongkar sejumlah kasus petinggi PD. Termasuk disebut dalam SMS itu adalah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang juga ketua Dewan Pembina PD. Pengirim mengancam akan membongkar skandal SBY dalam korupsi Bank Century.

SMS gelap itu tak pelak membuat SBY gerah. Sebelum bertolak menuju Pontianak, Kalimantan Barat, untuk melakukan kunjungan kerja, dia menyempatkan menggelar konferensi pers. SBY mengaku sebagai korban fitnah dari pemberitaan yang tidak jelas sumbernya. Ini bukan kali pertama SBY berbicara tentang sesuatu hal yang tidak menguntungkan dirinya.

“Sebenarnya kalau bicara fitnah, banyak orang di negeri ini menjadi korban dari fitnah-fitnah yang beredar. Saya salah satunya,” tutur SBY di ruang VIP Lanud Halim Perdanakusuma, kemarin (30/5). Dia menyebut, selama lebih dari enam tahun sebagai presiden, sudah ratusan fitnah yang datang kepadanya.

Selama ini, lanjut SBY, dia memilih diam dan tidak menanggapinya. Namun jika dinilai sudah keterlaluan, dia mengatakan perlu memberikan penjelasan kepada publik.

Dia memprihatinkan maraknya fitnah yang justru dilakukan dengan menggunakan teknologi informasi. Misalnya, SMS, twitter, BlackBerry messenger (BBM), dan media online. Seharusnya, kata SBY, sarana itu bisa meningkatkan kehidupan dan mencerdaskan bangsa. “Itu justru yang harusnya kita lakukan, bukan teknologi informasi, media online oleh mereka yang tidak ksatria untuk menyebarkan fitnah pembunuhan karakter dan caci maki kepada siapa pun di negeri ini,” urai SBY.

Menurut SBY, fitnah yang dilemparkan untuknya dinilai sungguh keterlaluan. “Fitnahnya luar biasa, termasuk menghina melecehkan pribadi saya,” ucapnya. “Mereka tidak bertanggung jawab ksatria, pengecut, dan tidak berani menampakkan dirinya dan tidak mau mempertanggungjawabkan apa yang dia katakan.

SBY pun menantang para penyebar fitnah itu untuk muncul. “Fitnah itu 1000 persen tidak mengandung kebenaran,” tegasnya. Dia meminta cara-cara seperti memfitnah tidak diteruskan.

Dia mencontohkan tudingan terkait mega skandal Bank Century. Juga seseorang yang mengatakan PD memiliki tabungan Rp 47 triliun. “Bagi orang, itu Partai Demokrat yang harus menjelaskan. Kebalik logikanya. Siapa yang menuduh, dia yang harus menjelaskan,” katanya.

Dia lantas membandingkan dengan era kebebasan berbicara dan kebebasan belum terjamin. Saat itu, penguasa negara bisa seenaknya menindak demi alasan stabilitas. Sementara saat ini, kebebasan berbicara yang dihormati. Begitu juga dengan berekspresi di media. “Meskipun kalau itu bisa mencemarkan nama baik, siap-siap bisa mempertanggungjawabkan,” kata SBY.

SBY mengakui, dalam banyak keadaan, selalu ada pembonceng atau penumpang gelap yang memanfaatkan situasi dan justru menimbulkan komplikasi masalah. Namun SBY mengajak semua pihak untuk bersama membangun kehidupan yang baik, bermoral, beradab, dan bertanggung jawab.

Selain ancaman terhadap SBY, SMS yang mengatasnamakan Nazaruddin itu mengancam membongkar manipulasi data IT Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang melibatkan Anas Urbaningrum (ketum PD) dan Andi Nurpati (mantan anggota KPU dan ketua Divisi Komunikasi Politik PD). Menpora Andi Mallarangeng juga tak luput. Dia diancam akan dibeber keterlibatannya dalam kasus korupsi pembangunan Wisma Atlet SEA Games 2011. Nama Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik Daniel Sparinga juga ikut disebut-disebut dalam SMS itu.

“Curhatan” atas fitnah yang dialaminya itu justru tidak melahirkan simpati untuk SBY. Misalnya Wakil Ketua DPR Pramono Anung yang menyesalkan pernyataan SBY itu. Seharusnya, presiden tidak perlu mengungkapkan masalah-masalah yang bisa menimbulkan keresahan di masyarakat. “Seharusnya dengarkan saja kritik itu, abaikan saja. Kalau terlalu keras, tunjuk saja orang lain untuk lakukan protes,” ujarnya di Gedung DPR, kemarin.

Menurut dia, persoalan-persoalan sensitif seharusnya tidak langsung disampaikan sendiri oleh seorang presiden. “Tapi, kalau presiden tetap ngomong seperti itu, ya berarti memang ada kegusaran yang sangat luar biasa,” ujar mantan sekjen DPP PDIP tersebut.

Di tempat terpisah, fungsionaris Demokrat tampil memberikan pembelaan. Sekretaris Departemen HAM DPP Partai Demokrat Rachland Nashidik menyatakan, bahwa reaksi presiden tersebut sangat biasa. “Coba kalau kita yang difitnah, apakah salah kalau kemudian berusaha meluruskan” bela Rachland.

Disinggung soal sikap SBY yang lebih reaktif bila menyangkut pribadinya dan cenderung lambat jika menyangkut pemerintahan dan negara, mantan direktur Imparsial itu membantahnya. “Kenapa terkesan lebih cepat atau apa, ya karena mengambil keputusan terkait pribadi itu tentu lebih mudah,” ujarnya.

Ketimbang, lanjut Rachland, ketika seorang presiden harus mengambil keputusan terkait kepentingan negara dan bangsa. Tentu, lebih banyak yang harus dipertimbangkan. “Lantas, apanya yang aneh” imbuhnya.
Sementara itu, Nazaruddin yang saat ini berada di Singapura harus siap-siap segera kembali ke Indonesia. Partai Demokrat sudah hampir pasti akan mengirim tim khusus untuk menjemput anggota komisi VII DPR itu. Menurut Ketua Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan DPP Partai Demokrat Ulil Abshar Abdalla tim tersebut rencananya akan beranggotakan dua orang. “Tapi, kami belum bisa sebutkan siapa saja,” ujar Ulil.

Yan pasti, lanjut dia, tim tersebut diberi tugas khusus untuk menghadirkan Nazaruddin kembali ke Indonesia. “Ini hanya bagian dari komitmen kami mendukung proses hukum, kan (Demokrat) malu juga kalau sudah dipanggil ternyata nggak datang karena masih di Singapura,” imbuhnya.

Di bagian lain, Menpora Andi Mallarangeng hari ini bakal menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sekitar pukul 10.00. politisi PD itu akan dimintai keterangan sebagai saksi atas tersangka kasus suap Sesmenpra Wafid Muharram. “Tentu ada informasi yang perlu kita konfirmasikan ke Pak Andi, baik berdasarkan keterangan tersangka dan saksi yang lain,” ujar Juru Bicara KPK Johan Budi di Gedung KPK, kemarin. Sementara terkait Nazaruddin, hingga saat ini penyidik KPK belum menjadwalkan pemeriksaan. (fal/dyn/ken/agm/jpnn)

SBY dan Curhatnya

30 Mei 2011
Curhat karena menjadi sasaran fitnah akibat beredarnya SMS gelap yang mengatasnamakan mantan Bendum Partai Demokrat M. Nazaruddin.
2 Februari 2010
Curhat tentang aksi demo yang membawa seekor kerbau. Perut kerbau bertuliskan si Buya.
25 Januari 2010
Mengeluhkan politisasi dalam penanganan kasus bailout Bank Century.
19 Januari 2010
Menyampaikan adanya politik adu domba terkait isu dengan penggantian Menkeu Sri Mulyani.
10 Agustus 2009
Curhat menjadi sasaran teror bom. (Sebelumnya, 17 Juli 2009, SBY membuka informasi intelijen tentang adanya latihan menembak dengan sasaran foto dirinya).Sumber: reportase JPNN, 2009-2011
Sumber : Sumutpos

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tak Berkategori

    Pemkab Gelar Operasi Bibir Sumbing

    • calendar_month Senin, 20 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dinas Kesehatan, RSU Panyabungan dan Kantor Malaria, Mandailing Natal (Madina) mengadakan operasi bibir sumbing gratis dipusatkan di RSUD Panyabungan. Kegiatan ini berlangsung sejak 17 hingga 18 Mei 2013. Operasi itu melibatkan dokter-dokter ahli bedah dan anastesia dari RSU Adam Malik Medan. Operasi gabungan instansi ini terselenggara atas kerja sama dengan pihak […]

  • PLN Juga Belum Ada di Desa Batahan, Kotanopan

    PLN Juga Belum Ada di Desa Batahan, Kotanopan

    • calendar_month Jumat, 9 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Selain kondisi jalan teramat parah, jaringan PLN juga belum ada di Desa Batahan Kecamatan Kotanopan, Mandailing Natal (Madina). Sektor pendidikan dan kesehatan juga sangat memprihatinkan di desa terisolir tersebut. “Sebetulnya keluhan ini sudah sering kita sampaikan baik itu melalui media, melalui DPRD Madina, akan tetapi nampaknya pembangunan belum terlaksana,” kata tokoh […]

  • Jalan ke Jembatan Hutabargot Nyaris Putus

    Jalan ke Jembatan Hutabargot Nyaris Putus

    • calendar_month Sabtu, 17 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    HUTABARGOT(Mandailing Online) – Sambungan badan jalan jembatan Hutabargot, Kecamatan Hutabargot, Mandailing Natal (Madina) terancam purus total akibat abrasi oleh hantaman arus Sungai Batang Gadis. Saat ini sebagaian badan jalan sudah putus di tititk persambungan dengan jembatan. Dinas Pekerjaan Umum Madina diminta segera melakukan langkah-langkah penyelamatan sebelum jalur itu putus total. Jembatan yang berbiaya milyaran rupiah […]

  • Pj Bupati Madina Sampaikan Pengantar RPAPBD 2010

    Pj Bupati Madina Sampaikan Pengantar RPAPBD 2010

    • calendar_month Jumat, 15 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menggelar rapat paripurna dengan agenda pembacaan pengantar nota keuangan dalam rangka penyampaian Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah TA 2010 di Ruang Rapat Paripurna DPRD, Panyabungan, Kamis (14/10/2010). Rapat paripurna dipimpin langsung Ketua DPRD Madina As Imran Khaitami Daulay dan dihadiri Pj Bupati Madina […]

  • Kabareskrim: Teror Aceh belum terungkap

    Kabareskrim: Teror Aceh belum terungkap

    • calendar_month Selasa, 3 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kepala Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia (Kabareskrim Polri) Komisaris Jenderal Sutarman belum menemukan dugaan motif tiga penembakan di Aceh, sejak malam pergantian tahun 2012. “Belum terungkap motifnya, dugaannya kriminal murni, tapi apakah ada motif lain karena mau pemilukada, masih dalam penyelidikan,” ujar Sutarman tadi malam. Dari tiga peristiwa penembakan yang menewaskan lima […]

  • Saragih, Malau dan Margono Dipecat Dari Polisi karena Konsumsi Narkoba

    Saragih, Malau dan Margono Dipecat Dari Polisi karena Konsumsi Narkoba

    • calendar_month Selasa, 1 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA : Briptu Andi Bonardo Saragih, Bripda Sumando Malau dan Ajun Brigadir Nurya Margono dipecat sebagai anggota polisi. Mereka memakai narkoba dan doyan membolos. Briptu Andi Bonardo Saragih dan Bripda Sumando Malau diketahui sempat bertugas di Samapta Polres Jakarta Barat. “Kalau Ajun Brigadir Nurya Margono, saya tidak tahu dia bertugas di mana. Ketiga polisi ini […]

expand_less