Kamis, 4 Jun 2026
light_mode

Bayi Dibuang di Halaman Rumah Warga

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 16 Nov 2010
  • print Cetak


SIDIMPUAN-Warga Jalan Jamayu Lubis, Kelurahan Sihitang, Kecamatan Padangsidimpuan (Psp) Tenggara, Kota Psp, dihebohkan dengan penemuan sesosok bayi laki-laki yang diperkirakan berusia tiga minggu di perkarangan sebelah kiri rumah Suwaji (51), Minggu (14/11) dini hari sekira pukul 03.00 WIB. Diduga kuat, bayi malang ini dibuang oleh ibu kandungnya.

Suwaji dan istrinya Suriati (47), petani yang menemukan bayi laki-laki ini kepada wartawan, Minggu (14/11) mengatakan, saat itu sekitar pukul 03.00 WIB, salah seorang putrinya, Fitri Susanti, mendengar ada suara anak kecil menangis. Kemudian putrinya tersebut langsung membangunkan kedua orang tuanya.

Selanjutnya, Suriati dan suaminya keluar menuju asal suara tangis bayi itu, karena suara tangisan bayi semakin keras. Alangkah terkejutnya pasutri ini saat melihat sesosok bayi laki-laki yang hanya mengenakan pakaian bayi diselimuti kain sarung diletakkan begitu saja di tanah di samping tanaman terong milik mereka.

Di samping bayi ada buntalan kain sarung yang berisikan pakaian dan sarung-sarung keperluan bayi malang tersebut atau sekitar 10 meter dari rumah yang mereka tempati.

Suriati dan suaminya pun kemudian membawa bayi tersebut ke dalam rumah, dan pagi harinya langsung melaporkan penemuan bayi itu kepada aparat pemerintah Kelurahan Sihitang. “Sampai saat ini tidak ada yang mengakui bayi ini anak siapa. Kasihan bayi ini tidak berdosa, kami putuskan untuk merawatnya,” ujar ibu beranak lima ini.

Sementara itu Sekretaris Kelurahan (Seklur) Sihitang, Feri Suriadi menjelaskan, setelah melakukan pemeriksaan dan pendataan terhadap warganya, ternyata tidak ada warga di kelurahannya yang mengaku kehilangan bayi. Namun, dikatakannya, pihaknya sampai saat ini masih mencari tahu siapa orang tua bayi tersebut.

“Sudah kita tanyakan kepada seluruh warga kita tapi tidak ada yang merasa kehilangan bayi. Kami akan kembali menanyakan langsung kepada seluruh masyarakat,” ujarnya.

Kapolresta Psp, AKBP Roni Bachtiar Arif ketika dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim AKP Iskandar HR mengatakan, pihaknya belum mengetahui siapa orang tua yang tega membuang bayinya. Namun saat anggotanya mendatangi rumah penemu bayi, diputuskan penemu bayi akan merawat dan mengasuh bayi itu. (phn)
Sumber : Metro Tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Saipullah-Atika Jenguk dan Bantu Korban Keracunan Asal Linggabayu

    Saipullah-Atika Jenguk dan Bantu Korban Keracunan Asal Linggabayu

    • calendar_month Selasa, 12 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pasangan calon bupati dan wakil bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2, H. Saipullah Nasution dan Atika Azmi Utammi (SAHATA) peduli korban keracunan makanan asal Kecamatan Linggabayu yang dirawat di Rumah Sakit Umum Permata Madina. Kedua paslon membuktikan kepedulian mereka terhadap warga yang tertimpa musibah itu. Saipullah dan Atika kompak […]

  • Toge Panyabungan Terkenal Karena Lezat

    Toge Panyabungan Terkenal Karena Lezat

    • calendar_month Rabu, 3 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Toge Panyabungan terkenal dengan rasanya yang nikmat. Perpaduan kenkentalan santan dan gula aren dipadu dengan kekenyalan pulut merah membuat rasanya begitu lain dibanding dengan penganan sejenis. Bu Butet, salah satu penjual toge Panyabungan menjawab Mandailing Online, baru baru ini di warungnya pasar baru Panyabungan, menyatakan ada beberapa perbedaan dan keunggulan toge […]

  • TGSC Laporkan Saipullah Nasution ke Polisi

    TGSC Laporkan Saipullah Nasution ke Polisi

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ): Perseteruan Bupati Mandailing Natal ( Madina ) Saipullah Nasution dengan tim Gordang Sambilan Canter ( TGSC )terkait hutang politik ternyata berbuntut panjang. Tim Gordang Sambilan resmi melaporkan Saipullah Nasution ke Polres Madina dengan delik aduan pemerasan dan pencemaran nama baik. Sebelumnya kuasa hukum Saipullah Nasution juga telah melaporkan ketua tim […]

  • Rahudman mau jadi Ketum PSMS

    Rahudman mau jadi Ketum PSMS

    • calendar_month Senin, 11 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Mundurnya Dzulmi Eldin sebagai Ketua Umum PSMS hari ini membuat wacana baru timbul, siapa yang akan memimpin Ayam Kinantan selanjutnya. Dan nama Rahudman Harahap pun digadang-gadang akan menggantikan Eldin. “Memang ada beberapa kandidat ketua yang mencalonkan,” kata Sekretaris Umum PSMS yang menjabat sebagai Plt Ketum PSMS, Idris, kepada Waspada Online, malam ini. Menurut […]

  • Gedung Sekolah Terbakar, Siswa SD 378 Sikara Kara IV Natal Terpaksa Beraktifitas Dibalai Desa

    Gedung Sekolah Terbakar, Siswa SD 378 Sikara Kara IV Natal Terpaksa Beraktifitas Dibalai Desa

    • calendar_month Sabtu, 9 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    NATAL ( Mandailing Online ) – Setahun gedung sekolah kena musibah kebakaran, siswa SD 378 Desa Sikara Kara IV, Kecamatan Natal, Mandailing Natal ( Madina ) terpaksa mengadakan kegiatan belajar mengajar di sebuah balai desa setempat setelah sempat beberapa pekan para siswa mengadakan kegiatan belajar mengajar di lapangan sekolah mereka. Peri Eka Putra salah seorang […]

  • Panyabungan Dicemari Galundung, Pemkab Mandul Atasi Tambang Liar

    Panyabungan Dicemari Galundung, Pemkab Mandul Atasi Tambang Liar

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) masih mandul mengatasi persoalan tambang emas liar di berbagai kawasan di Madina. Sementara itu kota Panyabungan sudah dikepung oleh banyaknya unit-unit galundung (gelondongan batu emas) yang berdampak makin berbahayanya keselamatan warga kota dari pencemaran mercury. Disisi lain, korban nyawa melayang juga sudah banyak terjadi di lobang-lobang […]

expand_less