Rabu, 9 Sep 2026
light_mode

Bayi Dibuang di Halaman Rumah Warga

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 16 Nov 2010
  • print Cetak


SIDIMPUAN-Warga Jalan Jamayu Lubis, Kelurahan Sihitang, Kecamatan Padangsidimpuan (Psp) Tenggara, Kota Psp, dihebohkan dengan penemuan sesosok bayi laki-laki yang diperkirakan berusia tiga minggu di perkarangan sebelah kiri rumah Suwaji (51), Minggu (14/11) dini hari sekira pukul 03.00 WIB. Diduga kuat, bayi malang ini dibuang oleh ibu kandungnya.

Suwaji dan istrinya Suriati (47), petani yang menemukan bayi laki-laki ini kepada wartawan, Minggu (14/11) mengatakan, saat itu sekitar pukul 03.00 WIB, salah seorang putrinya, Fitri Susanti, mendengar ada suara anak kecil menangis. Kemudian putrinya tersebut langsung membangunkan kedua orang tuanya.

Selanjutnya, Suriati dan suaminya keluar menuju asal suara tangis bayi itu, karena suara tangisan bayi semakin keras. Alangkah terkejutnya pasutri ini saat melihat sesosok bayi laki-laki yang hanya mengenakan pakaian bayi diselimuti kain sarung diletakkan begitu saja di tanah di samping tanaman terong milik mereka.

Di samping bayi ada buntalan kain sarung yang berisikan pakaian dan sarung-sarung keperluan bayi malang tersebut atau sekitar 10 meter dari rumah yang mereka tempati.

Suriati dan suaminya pun kemudian membawa bayi tersebut ke dalam rumah, dan pagi harinya langsung melaporkan penemuan bayi itu kepada aparat pemerintah Kelurahan Sihitang. “Sampai saat ini tidak ada yang mengakui bayi ini anak siapa. Kasihan bayi ini tidak berdosa, kami putuskan untuk merawatnya,” ujar ibu beranak lima ini.

Sementara itu Sekretaris Kelurahan (Seklur) Sihitang, Feri Suriadi menjelaskan, setelah melakukan pemeriksaan dan pendataan terhadap warganya, ternyata tidak ada warga di kelurahannya yang mengaku kehilangan bayi. Namun, dikatakannya, pihaknya sampai saat ini masih mencari tahu siapa orang tua bayi tersebut.

“Sudah kita tanyakan kepada seluruh warga kita tapi tidak ada yang merasa kehilangan bayi. Kami akan kembali menanyakan langsung kepada seluruh masyarakat,” ujarnya.

Kapolresta Psp, AKBP Roni Bachtiar Arif ketika dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim AKP Iskandar HR mengatakan, pihaknya belum mengetahui siapa orang tua yang tega membuang bayinya. Namun saat anggotanya mendatangi rumah penemu bayi, diputuskan penemu bayi akan merawat dan mengasuh bayi itu. (phn)
Sumber : Metro Tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penahanan Syamsul diperpanjang 40 hari

    Penahanan Syamsul diperpanjang 40 hari

    • calendar_month Selasa, 9 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Gubernur Sumatera Utara, Syamsul Arifin, sejak Jumat (22/10) lalu remsi ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan korupsi APBD Kabupaten Langkat TA 2000-2007 sebesar Rp102,7 miliar. Rabu (10/11) mendatang, masa penahanan pertama Syamsul Arifin selama 20 hari akan habis. KPK sendiri akan memperpanjang masa penahanan kedua selama 40 hari terhadap Syamsul Arifin, […]

  • Fraksi Golkar Batu Korban Kebakaran Kotasiantar

    Fraksi Golkar Batu Korban Kebakaran Kotasiantar

    • calendar_month Sabtu, 16 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Fraksi Partai Golkar DPRD Madina menyalurkan bantuan kepada para keluarga korban kebakaran di Kelurahan Kotasiantar, Panyabungan. Penyerahan bantuan diwakili oleh Sekretaris Fraksi Golkar, Sobir Lubis,SH dan Bendahara Fraksi Golkar Zubaidah Nasution, S.sos, Sabtu (16/11/2019) di lokasi bekas kebakaran. Bantuan yang disalurkan berupa material bangunan meliputi kayu sebanyak 2 kubik, viber […]

  • ISLAM TEGAS MENGHARAMKAN MIRAS

    ISLAM TEGAS MENGHARAMKAN MIRAS

    • calendar_month Jumat, 5 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Setelah menuai kontroversi di tengah masyarakat, akhirnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Selasa, 2 Maret 2021, mencabut lampiran Perpres No. 10 tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal. Perpres ini mengatur pembukaan investasi baru industri miras yang mengandung alkohol. “Bersama ini saya sampaikan, saya putuskan lampiran Perpres terkait pembukaan investasi baru dalam industri miras yang […]

  • Parkir Tak Jelas, Pasar Panyabungan Semrawut

    Parkir Tak Jelas, Pasar Panyabungan Semrawut

    • calendar_month Kamis, 26 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Kesemrawutan di jalan protokol Kota Panyabungan sebagai pusat kota Kabupaten Mandailing Natal (Madina) disebabkan areal parkirnya tidak jelas. Sehingga, di jam lalulintas padat, pengendara akau sulit melewati ruas jalan tersebut. Amatan METRO, Selasa (24/1) Kabupaten Madina mekar dari Kabupaten Tapsel tahun 1998 lalu, kondisi jalinsum Kota Panyabungan masih tetap seperti dulu. Di kiri kanan […]

  • Dana Jampersal Diduga Ajang Korupsi Dinkes Madina

    Dana Jampersal Diduga Ajang Korupsi Dinkes Madina

    • calendar_month Senin, 30 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan,MO-Para pasien mengeluhkan pemotongan terhadap dana Jaminan Persalinan (Jampersal) yang diduga dilakukan oleh oknum-oknum di Dinas Kesehatan kabupaten Mandailing Natal (Madina). Sehingga dana yang sampai ke tangan bidan hanya sekitar 250.000 dari sekitar total Rp. 400.000 per pasien. Sejumlah keluarga pasien kepada Mandailing Online, pekan lalu mengakui dana yang sampai di tangan bidan bagi pembiayaan […]

  • Hari Pertama Puasa, Pasar Pabukoan Masih Sepi

    Hari Pertama Puasa, Pasar Pabukoan Masih Sepi

    • calendar_month Selasa, 2 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Hari pertama pasar parbukoan yang digelar di Kota Psp tepatnya di areal City Walk, Senin (1/8) belum terlalu ramai, baik itu pedagang maupun pembeli yang datang. Bahkan sebagian lapak masih belum juga diisi oleh pedagang. Borneo-Tapsel “Masih hari pertama, pedagang juga masih banyak yang belum mengisi lapaknya, makanya hari pertama ini masih agak sunyi,” kata […]

expand_less