Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Bayi Dibuang di Halaman Rumah Warga

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 16 Nov 2010
  • print Cetak


SIDIMPUAN-Warga Jalan Jamayu Lubis, Kelurahan Sihitang, Kecamatan Padangsidimpuan (Psp) Tenggara, Kota Psp, dihebohkan dengan penemuan sesosok bayi laki-laki yang diperkirakan berusia tiga minggu di perkarangan sebelah kiri rumah Suwaji (51), Minggu (14/11) dini hari sekira pukul 03.00 WIB. Diduga kuat, bayi malang ini dibuang oleh ibu kandungnya.

Suwaji dan istrinya Suriati (47), petani yang menemukan bayi laki-laki ini kepada wartawan, Minggu (14/11) mengatakan, saat itu sekitar pukul 03.00 WIB, salah seorang putrinya, Fitri Susanti, mendengar ada suara anak kecil menangis. Kemudian putrinya tersebut langsung membangunkan kedua orang tuanya.

Selanjutnya, Suriati dan suaminya keluar menuju asal suara tangis bayi itu, karena suara tangisan bayi semakin keras. Alangkah terkejutnya pasutri ini saat melihat sesosok bayi laki-laki yang hanya mengenakan pakaian bayi diselimuti kain sarung diletakkan begitu saja di tanah di samping tanaman terong milik mereka.

Di samping bayi ada buntalan kain sarung yang berisikan pakaian dan sarung-sarung keperluan bayi malang tersebut atau sekitar 10 meter dari rumah yang mereka tempati.

Suriati dan suaminya pun kemudian membawa bayi tersebut ke dalam rumah, dan pagi harinya langsung melaporkan penemuan bayi itu kepada aparat pemerintah Kelurahan Sihitang. “Sampai saat ini tidak ada yang mengakui bayi ini anak siapa. Kasihan bayi ini tidak berdosa, kami putuskan untuk merawatnya,” ujar ibu beranak lima ini.

Sementara itu Sekretaris Kelurahan (Seklur) Sihitang, Feri Suriadi menjelaskan, setelah melakukan pemeriksaan dan pendataan terhadap warganya, ternyata tidak ada warga di kelurahannya yang mengaku kehilangan bayi. Namun, dikatakannya, pihaknya sampai saat ini masih mencari tahu siapa orang tua bayi tersebut.

“Sudah kita tanyakan kepada seluruh warga kita tapi tidak ada yang merasa kehilangan bayi. Kami akan kembali menanyakan langsung kepada seluruh masyarakat,” ujarnya.

Kapolresta Psp, AKBP Roni Bachtiar Arif ketika dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim AKP Iskandar HR mengatakan, pihaknya belum mengetahui siapa orang tua yang tega membuang bayinya. Namun saat anggotanya mendatangi rumah penemu bayi, diputuskan penemu bayi akan merawat dan mengasuh bayi itu. (phn)
Sumber : Metro Tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rumah Kajati Sumut dibobol maling

    Rumah Kajati Sumut dibobol maling

    • calendar_month Selasa, 23 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Rumah Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajati SUmut), AK Basuni dibobol maling. Kejadian yang terjadi pada Minggu (21/8) pagi tersebut mengakibatkan hilangnya jam tanngan dan sejumlah uang tunai yang jumlahnya belum diketahui. Informasi yang beredar menyebutkan, kejadian itu pertama kali diketahui staf Kejati Sumut yang berjaga di kediaman Basuni. Ketika itu, ia baru […]

  • Dukungan Mengalir untuk Pertapakan Kantor Bupati

    Dukungan Mengalir untuk Pertapakan Kantor Bupati

    • calendar_month Rabu, 17 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN- Komite Nasional Pemuda Indonesia atau KNPI, Pemuda Pancasila, Hatobangon, dan Naposo Nauli Bulung Kecamatan Sipirok, mendukung pembangunan Kantor Bupati Tapsel di Desa Kilang Papan Dano Situmba. Dukungan yang disampaikan tertuang dalam nota kesepakatan yang ditandatangani Ketua Pengurus Kecamatan (PK) KNPI Sipirok Edwin Amstrong Hutasuhut, Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) PP Sipirok Riswan Siregar SP, […]

  • Anak Tidak Masuk Polwan Rp130 Juta Lenyap

    Anak Tidak Masuk Polwan Rp130 Juta Lenyap

    • calendar_month Rabu, 23 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Stabat, Suparti (52), warga Dusun IV Desa Suka Jadi Kecamatan Hinai Kabupaten Langkat, melaporkan BS (35) penduduk Jalan Eka Surya Perumahan Taman Permata Surya Medan ke Polres Langkat, Senin (21/2). Pengaduan dilakukan korban terhadap tersangka, pasalnya anak Suparti dijanjikan dapat diangkat menjadi Polwan. Namun hingga kini anaknya tidak juga diterima menjadi anggota Polri. Akibat kejadian […]

  • Tak Berkategori

    PEMKAB MADINA SEPI

    • calendar_month Selasa, 21 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Komplek perkantoran Pemkab Madina sepi, Selasa (21/5/2013). Aktifitas perkantoran juga terlihat lesu. Hari-hari sebelumnya juga terlihat sepi sejak bupati Madina Hidayat Batubara berada di Jakarta sebagai tahanan KPK. Sejumlah staf di perkantoran Pemkab Madina menyebutkan, banyak kepala SKPD yang berangkat ke Jakarta dengan alasan untuk urusan pemerintahan dengan bupati. Sementara itu, […]

  • Bupati Madina : Kasih Bukti Akan Saya Tindak Tegas Kades Terlibat Tambang Emas Ilegal

    Bupati Madina : Kasih Bukti Akan Saya Tindak Tegas Kades Terlibat Tambang Emas Ilegal

    • calendar_month Kamis, 8 Mei 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ): Menanggapi banyaknyan pemberitaan keterlibatan oknum Kepala Desa di Kabupaten Mandailing Natal yang diduga terkibat aktifitas tambang emas ilegal. Bupati Saipullah Nasution secara tegas meminta bukti keterlibatan oknum Kepala Desa yang terlibat sehingga punya dasar melakukan tindakan. ” kami apresiasi pengawasan yang dilakukan media terkait aktifitas pertambangan emas ilegal di Madina. […]

  • Pilih Mana, CSR Tak Seberapa Atau Kelola SDAE, Rakyat Sejahtera?

    Pilih Mana, CSR Tak Seberapa Atau Kelola SDAE, Rakyat Sejahtera?

    • calendar_month Rabu, 1 Jun 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Djumriah Lina Johan Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Hadi Mulyadi melayangkan protes karena Rp 200 miliar dana CSR perusahaan tambang batu bara di wilayahnya disalurkan ke kampus-kampus di pulau Jawa. Dia tidak terima, karena selama ini perusahaan tersebut mengeruk sumber daya alam di Kaltim, namun tidak memperhatikan pendidikan di […]

expand_less