Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

16 Tahun Mandailing Online: Mendengar, Memberitakan, Mengawal Rakyat

  • account_circle Supardi
  • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
  • print Cetak

Oleh: Supardi S.H.I
Sociopreneur/Founder Business Ouners Community

 

…

Enam belas tahun bagi sebuah portal berita lokal bukan perjalanan yang pendek. Di tengah perubahan teknologi, munculnya media sosial dan semakin cepatnya masyarakat memperoleh informasi, Mandailing Online telah melewati berbagai zaman sekaligus berbagai tantangan.

Hari ini, ulang tahun ke-16 Mandailing Online semestinya tidak hanya dirayakan sebagai pertambahan usia. Momentum ini layak dijadikan ruang untuk bertanya: apa arti kehadiran media lokal bagi masyarakat?

Pertanyaan itu penting karena media lokal memiliki posisi yang berbeda dengan media nasional. Media lokal berada lebih dekat dengan masyarakat. Ia berhadapan langsung dengan persoalan jalan desa, pendidikan, pelayanan kesehatan, ekonomi rakyat, pembangunan, lingkungan, pemerintahan dan berbagai persoalan sosial yang sering kali tidak menjadi perhatian media besar.

Kedekatan tersebut merupakan kekuatan Mandailing Online.

Namun kedekatan juga melahirkan tanggung jawab. Semakin dekat sebuah media dengan masyarakat dan pemangku kepentingan daerah, semakin besar pula tuntutan agar media tersebut tetap kritis, independen dan berani menyampaikan fakta.

Jangan Hanya Menjadi Penyampai Berita

Media tidak boleh berhenti pada pekerjaan mencatat peristiwa.

Pejabat menghadiri acara, pemerintah meluncurkan program, tokoh masyarakat memberikan pernyataan, kegiatan masyarakat berlangsung—semuanya penting diberitakan. Tetapi masyarakat membutuhkan lebih dari sekadar informasi tentang apa yang terjadi.

Masyarakat juga perlu mengetahui apa dampaknya.

Ketika sebuah program pemerintah diluncurkan, apakah benar-benar dirasakan masyarakat? Ketika pembangunan diumumkan, apakah hasilnya sesuai dengan kebutuhan? Ketika persoalan masyarakat diberitakan, apakah kemudian ada penyelesaian?

Pertanyaan-pertanyaan seperti inilah yang membuat media memiliki fungsi lebih besar daripada sekadar portal informasi.

Media harus menjadi pengingat.

Media harus berani bertanya kembali ketika sebuah janji belum direalisasikan.

Media harus memberikan ruang kepada masyarakat yang suaranya sering kalah oleh suara mereka yang mempunyai kekuasaan.

Di sinilah media lokal mempunyai keunggulan yang tidak boleh disia-siakan.

Mendengar Suara yang Tidak Selalu Terdengar

Masyarakat kecil sebenarnya memiliki banyak cerita.

Petani berbicara tentang harga hasil pertanian. Pedagang kecil berbicara tentang sulitnya mempertahankan usaha. Anak muda berbicara tentang lapangan pekerjaan. Orang tua berbicara tentang pendidikan anak. Masyarakat desa berbicara tentang infrastruktur dan pelayanan pemerintah.

Persoalannya, tidak semua suara tersebut sampai ke ruang pengambilan kebijakan.

Karena itu, mendengar harus menjadi bagian penting dari kerja media.

Mendengar berarti tidak hanya menunggu informasi datang ke kantor redaksi. Media perlu mendekati masyarakat, turun ke lapangan dan melihat persoalan dari berbagai sisi.

Media yang hanya menunggu rilis akan mendapatkan berita dari sumber yang sudah memiliki akses.

Media yang turun ke masyarakat akan menemukan cerita yang mungkin belum pernah diberitakan.

Inilah tantangan sekaligus peluang Mandailing Online di masa depan.

Memberitakan dengan Keberanian

Setelah mendengar, tugas berikutnya adalah memberitakan.

Tetapi memberitakan bukan berarti menyebarkan semua informasi tanpa pemeriksaan.

Media harus mampu memilah fakta, melakukan verifikasi dan memberikan ruang kepada pihak-pihak terkait untuk menjelaskan persoalan.

Pada saat yang sama, keberanian tetap diperlukan.

Media lokal jangan sampai kehilangan daya kritis hanya karena berhadapan dengan pejabat, pengusaha atau tokoh yang mempunyai pengaruh.

Sebaliknya, kritik juga tidak boleh berubah menjadi tuduhan.

Jurnalisme yang kuat adalah jurnalisme yang berani tetapi tetap bertanggung jawab.

Pemerintah yang bekerja dengan baik patut diberitakan. Kebijakan yang merugikan masyarakat harus dikritisi. Persoalan yang belum selesai harus terus ditanyakan.

Dengan cara itu, media bukan menjadi lawan pemerintah, tetapi menjadi bagian penting dalam menjaga agar kekuasaan tetap bekerja untuk kepentingan masyarakat.

Mengawal Persoalan Sampai Ada Kejelasan

Ada satu hal yang sering hilang dalam pemberitaan: tindak lanjut.

Sebuah persoalan diberitakan hari ini. Besok muncul berita lain. Perhatian publik pun berpindah.

Padahal persoalan masyarakat belum tentu selesai.

Karena itu, gagasan “mengawal” layak menjadi perhatian dalam perjalanan Mandailing Online ke depan.

Mengawal bukan berarti media mengambil alih pekerjaan pemerintah. Mengawal berarti media tetap mengikuti perkembangan suatu persoalan yang menyangkut kepentingan publik.

Jika masyarakat mengeluhkan jalan rusak, media dapat kembali melihat apakah jalan tersebut diperbaiki.

Jika ada persoalan pelayanan publik, media dapat menanyakan apakah sudah ada perubahan.

Jika pemerintah menyampaikan janji pembangunan, media dapat melihat apakah janji tersebut benar-benar diwujudkan.

Dengan demikian, berita tidak berhenti sebagai arsip. Berita memiliki dampak dan terus memberikan tekanan moral agar persoalan publik mendapatkan perhatian.

Usulan Tagline untuk Mandailing Online

Dalam momentum ulang tahun ke-16 ini, saya melihat ada sebuah gagasan sederhana yang layak dipertimbangkan oleh Mandailing Online sebagai motto atau tagline ke depan:

“Mendengar, Memberitakan, Mengawal.”

Tiga kata tersebut sederhana, tetapi menggambarkan perjalanan kerja media yang ideal.

Mendengar suara masyarakat.

Memberitakan fakta secara jujur dan bertanggung jawab.

Mengawal persoalan publik sampai masyarakat mendapatkan kejelasan.

Jika tagline tersebut benar-benar diwujudkan dalam kerja jurnalistik, Mandailing Online dapat memperkuat identitasnya sebagai media lokal yang tidak hanya hadir ketika ada peristiwa, tetapi hadir ketika masyarakat membutuhkan perhatian.

Tantangan 16 Tahun Berikutnya

Mandailing Online kini memasuki fase yang tidak mudah.

Persaingan media semakin ketat. Media sosial membuat semua orang dapat menjadi penyebar informasi. Kecepatan menjadi tuntutan. Namun justru dalam keadaan seperti ini, media profesional semakin dibutuhkan.

Sebab masyarakat bukan hanya membutuhkan informasi yang cepat. Mereka membutuhkan informasi yang dapat dipercaya.

Karena itu, tantangan terbesar Mandailing Online bukan sekadar bagaimana mendapatkan pembaca sebanyak-banyaknya, tetapi bagaimana mempertahankan kepercayaan pembaca.

Media boleh berkembang secara bisnis. Media boleh mengikuti perkembangan teknologi. Tetapi jangan sampai kepentingan bisnis menghilangkan independensi dan kepentingan publik.

Enam belas tahun perjalanan Mandailing Online hendaknya menjadi awal dari babak baru.

Babak ketika media semakin dekat dengan masyarakat, semakin berani mengkritisi persoalan daerah, semakin serius melakukan liputan mendalam dan semakin konsisten mengawal kepentingan publik.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan media bukan hanya seberapa banyak berita yang diterbitkan atau seberapa tinggi jumlah pembacanya.

Ukuran yang lebih penting adalah seberapa besar keberadaannya dirasakan oleh masyarakat.

Jika masyarakat merasa didengar, fakta mendapatkan tempat untuk diberitakan, dan persoalan publik terus dikawal, maka media telah menjalankan perannya.

Selamat ulang tahun ke-16 Mandailing Online.

Semoga semakin kuat, kritis, independen dan dekat dengan rakyat.

Mendengar suara rakyat. Memberitakan fakta. Mengawal perubahan.

  • Penulis: Supardi
  • Editor: Dahlan Batubara

Rekomendasi Untuk Anda

  • Shahrukh Khan Ditemani Rani Mukherjee, Bipasha Basu dan Preity Zinta

    Shahrukh Khan Ditemani Rani Mukherjee, Bipasha Basu dan Preity Zinta

    • calendar_month Sabtu, 8 Des 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO) – c bakal menggelar konsernya yang kedua di Indonesia. Bertempat di Sentul Internasional Convention Centre (SICC), Raja Bollywood ini akan tampil bersama Preity Zinta, Rani Mukherjee dan Bipasha Basu. Shahrukh Khan bersama teman-temannya pun menjanjikan sebuah konser yang akan memukau bagi semua mata yang melihatnya. “Sangat senang bisa berada di sini. Sangat senang […]

  • Tipikal Bupati Madina ke Depan Harusnya Sosok Berpikiran Generalis

    Tipikal Bupati Madina ke Depan Harusnya Sosok Berpikiran Generalis

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tipikal figur bupati yang akan memimpin Madina ke depan idealnya sosok berwawasan generalis, berkarakter seperti kepala “kahanggi”. Itu dicuatkan budayawan Mandailing, Askolani Nasution dalam acara “Diskusi Publik Pilkada Madina 2015” dengan topik “Mencari  Figur Ideal Calon Bupati Madina”, Kamis (2/4) di café Hotel Rindang, Panyabungan yang diselenggarakan The Rindang Magnitude […]

  • RAPBD Madina 2011 Dibahas

    RAPBD Madina 2011 Dibahas

    • calendar_month Senin, 3 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Setelah beberapa kali ditunda, sidang pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Mandailing Natal Tahun Anggaran 2011 mulai dibahas di Gedung Paripurna DPRD Madina, Selasa (28/12/2010). Rapat pembahasan RAPBD dibuka langsung oleh Ketua Banggar yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Madina As Imran Khaitami Daulay. Rapat pembahasan RAPBD dihadiri Anggota Banggar Wildan […]

  • Kasus Taman Raja Batu, 4 Pejabat Madina Masuk Daftar KPK

    Kasus Taman Raja Batu, 4 Pejabat Madina Masuk Daftar KPK

    • calendar_month Rabu, 15 Agt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – di Panyabungan, beredar salinan surat KPK yang ditujukan kepada Kejatisu soal kasus dugaan korupsi pembangunan Taman Raja Batu dan Tapian Siri-siri di Mandailing Natal. Copyan surat itu beredar di Whatsaap. Dalam surat KPK itu tertera sebanyak 4 pejabat Pemkab Mandailing Natal masuk dalam daftar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Surat itu bernomor […]

  • Surung Tak Ajukan Keberatan

    Surung Tak Ajukan Keberatan

    • calendar_month Senin, 19 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    MEDAN,- Kuasa hukum Surung Panjaitan, Junimart Girsang, mengaku tidak akan mengajukan keberatan atas dakwaan yang diajukan jaksa KPK atas kliennya di Pengadilan Tipikor, Senin (19/8/2013). Surung Panjaitan yang ditangkap pada 13 Mei 2013 sekitar pukul 18.00 di Hotel Arya Duta Medan oleh tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena memberi atau menjanjikan uang sejumlah Rp 1 […]

  • Tetapkan Tahapan Pemilukada Ulang!

    Tetapkan Tahapan Pemilukada Ulang!

    • calendar_month Sabtu, 8 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Badan Otonom (Banom) Nahdhatul Ulama (NU) Kabupaten Mandailing Natal (Madina), yakni GP Ansor mendesak Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Madina agar segera menetapkan tahapan-tahapan pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) ulang. Hal ini mengingat dana untuk pelaksanaan pemilukada ulang Madina telah ditetapkan oleh Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Madina, yakni sebesar Rp12,2 miliar. […]

expand_less