16 Tahun Mandailing Online: Mendengar, Memberitakan, Mengawal Rakyat
- account_circle Supardi
- calendar_month 1 menit yang lalu
- print Cetak
Oleh: Supardi S.H.I
Sociopreneur/Founder Business Ouners Community

…
Enam belas tahun bagi sebuah portal berita lokal bukan perjalanan yang pendek. Di tengah perubahan teknologi, munculnya media sosial dan semakin cepatnya masyarakat memperoleh informasi, Mandailing Online telah melewati berbagai zaman sekaligus berbagai tantangan.
Hari ini, ulang tahun ke-16 Mandailing Online semestinya tidak hanya dirayakan sebagai pertambahan usia. Momentum ini layak dijadikan ruang untuk bertanya: apa arti kehadiran media lokal bagi masyarakat?
Pertanyaan itu penting karena media lokal memiliki posisi yang berbeda dengan media nasional. Media lokal berada lebih dekat dengan masyarakat. Ia berhadapan langsung dengan persoalan jalan desa, pendidikan, pelayanan kesehatan, ekonomi rakyat, pembangunan, lingkungan, pemerintahan dan berbagai persoalan sosial yang sering kali tidak menjadi perhatian media besar.
Kedekatan tersebut merupakan kekuatan Mandailing Online.
Namun kedekatan juga melahirkan tanggung jawab. Semakin dekat sebuah media dengan masyarakat dan pemangku kepentingan daerah, semakin besar pula tuntutan agar media tersebut tetap kritis, independen dan berani menyampaikan fakta.
Jangan Hanya Menjadi Penyampai Berita
Media tidak boleh berhenti pada pekerjaan mencatat peristiwa.
Pejabat menghadiri acara, pemerintah meluncurkan program, tokoh masyarakat memberikan pernyataan, kegiatan masyarakat berlangsung—semuanya penting diberitakan. Tetapi masyarakat membutuhkan lebih dari sekadar informasi tentang apa yang terjadi.
Masyarakat juga perlu mengetahui apa dampaknya.
Ketika sebuah program pemerintah diluncurkan, apakah benar-benar dirasakan masyarakat? Ketika pembangunan diumumkan, apakah hasilnya sesuai dengan kebutuhan? Ketika persoalan masyarakat diberitakan, apakah kemudian ada penyelesaian?
Pertanyaan-pertanyaan seperti inilah yang membuat media memiliki fungsi lebih besar daripada sekadar portal informasi.
Media harus menjadi pengingat.
Media harus berani bertanya kembali ketika sebuah janji belum direalisasikan.
Media harus memberikan ruang kepada masyarakat yang suaranya sering kalah oleh suara mereka yang mempunyai kekuasaan.
Di sinilah media lokal mempunyai keunggulan yang tidak boleh disia-siakan.
Mendengar Suara yang Tidak Selalu Terdengar
Masyarakat kecil sebenarnya memiliki banyak cerita.
Petani berbicara tentang harga hasil pertanian. Pedagang kecil berbicara tentang sulitnya mempertahankan usaha. Anak muda berbicara tentang lapangan pekerjaan. Orang tua berbicara tentang pendidikan anak. Masyarakat desa berbicara tentang infrastruktur dan pelayanan pemerintah.
Persoalannya, tidak semua suara tersebut sampai ke ruang pengambilan kebijakan.
Karena itu, mendengar harus menjadi bagian penting dari kerja media.
Mendengar berarti tidak hanya menunggu informasi datang ke kantor redaksi. Media perlu mendekati masyarakat, turun ke lapangan dan melihat persoalan dari berbagai sisi.
Media yang hanya menunggu rilis akan mendapatkan berita dari sumber yang sudah memiliki akses.
Media yang turun ke masyarakat akan menemukan cerita yang mungkin belum pernah diberitakan.
Inilah tantangan sekaligus peluang Mandailing Online di masa depan.
Memberitakan dengan Keberanian
Setelah mendengar, tugas berikutnya adalah memberitakan.
Tetapi memberitakan bukan berarti menyebarkan semua informasi tanpa pemeriksaan.
Media harus mampu memilah fakta, melakukan verifikasi dan memberikan ruang kepada pihak-pihak terkait untuk menjelaskan persoalan.
Pada saat yang sama, keberanian tetap diperlukan.
Media lokal jangan sampai kehilangan daya kritis hanya karena berhadapan dengan pejabat, pengusaha atau tokoh yang mempunyai pengaruh.
Sebaliknya, kritik juga tidak boleh berubah menjadi tuduhan.
Jurnalisme yang kuat adalah jurnalisme yang berani tetapi tetap bertanggung jawab.
Pemerintah yang bekerja dengan baik patut diberitakan. Kebijakan yang merugikan masyarakat harus dikritisi. Persoalan yang belum selesai harus terus ditanyakan.
Dengan cara itu, media bukan menjadi lawan pemerintah, tetapi menjadi bagian penting dalam menjaga agar kekuasaan tetap bekerja untuk kepentingan masyarakat.
Mengawal Persoalan Sampai Ada Kejelasan
Ada satu hal yang sering hilang dalam pemberitaan: tindak lanjut.
Sebuah persoalan diberitakan hari ini. Besok muncul berita lain. Perhatian publik pun berpindah.
Padahal persoalan masyarakat belum tentu selesai.
Karena itu, gagasan “mengawal” layak menjadi perhatian dalam perjalanan Mandailing Online ke depan.
Mengawal bukan berarti media mengambil alih pekerjaan pemerintah. Mengawal berarti media tetap mengikuti perkembangan suatu persoalan yang menyangkut kepentingan publik.
Jika masyarakat mengeluhkan jalan rusak, media dapat kembali melihat apakah jalan tersebut diperbaiki.
Jika ada persoalan pelayanan publik, media dapat menanyakan apakah sudah ada perubahan.
Jika pemerintah menyampaikan janji pembangunan, media dapat melihat apakah janji tersebut benar-benar diwujudkan.
Dengan demikian, berita tidak berhenti sebagai arsip. Berita memiliki dampak dan terus memberikan tekanan moral agar persoalan publik mendapatkan perhatian.
Usulan Tagline untuk Mandailing Online
Dalam momentum ulang tahun ke-16 ini, saya melihat ada sebuah gagasan sederhana yang layak dipertimbangkan oleh Mandailing Online sebagai motto atau tagline ke depan:
“Mendengar, Memberitakan, Mengawal.”
Tiga kata tersebut sederhana, tetapi menggambarkan perjalanan kerja media yang ideal.
Mendengar suara masyarakat.
Memberitakan fakta secara jujur dan bertanggung jawab.
Mengawal persoalan publik sampai masyarakat mendapatkan kejelasan.
Jika tagline tersebut benar-benar diwujudkan dalam kerja jurnalistik, Mandailing Online dapat memperkuat identitasnya sebagai media lokal yang tidak hanya hadir ketika ada peristiwa, tetapi hadir ketika masyarakat membutuhkan perhatian.
Tantangan 16 Tahun Berikutnya
Mandailing Online kini memasuki fase yang tidak mudah.
Persaingan media semakin ketat. Media sosial membuat semua orang dapat menjadi penyebar informasi. Kecepatan menjadi tuntutan. Namun justru dalam keadaan seperti ini, media profesional semakin dibutuhkan.
Sebab masyarakat bukan hanya membutuhkan informasi yang cepat. Mereka membutuhkan informasi yang dapat dipercaya.
Karena itu, tantangan terbesar Mandailing Online bukan sekadar bagaimana mendapatkan pembaca sebanyak-banyaknya, tetapi bagaimana mempertahankan kepercayaan pembaca.
Media boleh berkembang secara bisnis. Media boleh mengikuti perkembangan teknologi. Tetapi jangan sampai kepentingan bisnis menghilangkan independensi dan kepentingan publik.
Enam belas tahun perjalanan Mandailing Online hendaknya menjadi awal dari babak baru.
Babak ketika media semakin dekat dengan masyarakat, semakin berani mengkritisi persoalan daerah, semakin serius melakukan liputan mendalam dan semakin konsisten mengawal kepentingan publik.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan media bukan hanya seberapa banyak berita yang diterbitkan atau seberapa tinggi jumlah pembacanya.
Ukuran yang lebih penting adalah seberapa besar keberadaannya dirasakan oleh masyarakat.
Jika masyarakat merasa didengar, fakta mendapatkan tempat untuk diberitakan, dan persoalan publik terus dikawal, maka media telah menjalankan perannya.
Selamat ulang tahun ke-16 Mandailing Online.
Semoga semakin kuat, kritis, independen dan dekat dengan rakyat.
Mendengar suara rakyat. Memberitakan fakta. Mengawal perubahan.
- Penulis: Supardi
- Editor: Dahlan Batubara


