Selasa, 21 Apr 2026
light_mode

Kota Padang Kekurangan Tenaga Kesehatan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 24 Jul 2011
  • print Cetak


PADANG :
Pelayanan kesehatan di Kota Padang Provinsi Sumatra Barat dihadapkan masalah kurangnya tenaga kesehatan, baik dokter, paramedis dan petugas administrasi, kata Walikota Padang, Fauzi Bahar.

Hingga akhir 2010, pelayanan kesehatan di Padang masih kekurangan 14 orang dokter, dari kebutuhan 80 orang baru tersedia 66 orang dokter, kata Fauzi Bahar dalam laporan pertanggungjawaban Walikota 2010 di Padang, Sabtu 16 Juli 2011.

Kemudian, untuk tenaga perawat di Padang baru ada 203 orang, sedangkan kebutuhannya 228 orang sehingga ada kekurangan sebanyak 25 orang perawat.

Tenaga bidan sebanyak 231 orang dari kebutuhan sebanyak 276 orang sehingga ada kekurangan tenaga bidan sebanyak 36 orang.

Selanjutnya, untuk tenaga perawat kesehatan gigi membutuhkan sebanyak 40 orang sedangkan yang tersedia hanya 30 orang sehingga ada kekurangan 10 orang dan tenaga sanitarian dibutuhkan 34 orang, yang tersedia 31 orang hingga kekurangan tiga orang.

Berikutnya, jumlah tenaga petugas gizi yang ada di Padang baru 26 orang dari kebutuhan sebanyak 43 orang dan terjadi kekurangan tenaga mencapai 17 orang.

Begitu pula tenaga rekam medis di Padang baru tersedia sembilan orang dengan kebutuhan sebanyak 20 orang sehingga ada kekurangan tenaga sebanyak 11 orang.

Tenaga tata usaha kesehatan sebanyak 46 orang namun yang tersedia hanya 34 orang dan terjadi kekurangan sebanyak 12 orang.

Selain mengalami kekurangan tenaga kesehatan, perkembangan penambahan jumlah ketersediaan sarana dan prasarana bidang ini di Padang, juga tergolong rendah padahal fasilitas memadai sangat dibutuhkan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Sarana prasarana kesehatan yang bertambah di Padang hingga akhir 2010 hanya jumlah pos kesehatan keliling (Poskeskel), menjadi 23 unit dari sebelumnya 19 unit pada 2009.

Dari tujuh jenis sarana prasarana kesehatan di Padang selama 2010, hanya satu yang mengalami peningkatan yakni Poskeskel, sedangkan lima item jumlahnya tetap dan satu item berkurang.

Sarana prasarana yang berkurang jumlahnya adalah kendaraan roda-4 layanan kesehatan dari sebelumnya 2009 sebanyak 28 unit turun menjadi 26 unit pada 2010.

Sedangkan sarana prasarana kesehatan yang tidak mengalami perubahan jumlahnya selama 2010 adalah, Puskesmas masih tetap 20 unit, Puskesmas Pembantu tetap sebanyak 62 unit, Puskel bertahan 21 unit.

Jumlah Posyandu masih tetap sebanyak 864 unit dan kendaraan motor roda-2 untuk layanan kesehatan masih bertahan sebanyak 140 unit.(an)
Sumber : eksposnews.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Golkar Akan Perjuangankan Anggaran Untuk Desa Rp 1 M

    Golkar Akan Perjuangankan Anggaran Untuk Desa Rp 1 M

    • calendar_month Selasa, 11 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIMALUNGUN : Partai Golkar akan memperjuangkan anggaran untuk setiap desa sebesar Rp 1 miliar per tahunnya, yang diharapkan bertujuan mempercepat pembangunan pedesaan. Ini disampaikan Anggota DPR Ali Wongso Sinaga didampingi Ketua Fraksi Golkar DPRD Simalungun, Timbul Jaya Sibarani, kemarin saat meninjau proyek Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan (P2IP) tahun 2010 di Kabupaten Simalungun. Politisi dari Partai […]

  • Penerimaan CPNS, 9 KDh siap ‘fair play’

    Penerimaan CPNS, 9 KDh siap ‘fair play’

    • calendar_month Senin, 29 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    .MEDAN – Sembilan kepala daerah (KDh) di Sumatera Utara menyatakan sikap untuk fair play dalam penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun anggaran 2010 pada Desember mendatang. Kesembilan KDh itu yakni Wakil Bupati Deli Serdang Zainuddin Mars, Bupati Serdang Bedagai T Erry Nuradi, Pj Walikota Tebing Tinggi Eddy Syofian, dan Bupati Asahan Taufan Gama Simatupang […]

  • Kebijakan Anggaran Dana Desa Beraroma Busuk Kapitalisme

    Kebijakan Anggaran Dana Desa Beraroma Busuk Kapitalisme

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Anggaran Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) direncanakan sebesar Rp796,3 triliun pada tahun 2021 dengan 7 (tujuh) arah kebijakan. Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menyampaikan Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2021 Beserta Nota Keuangannya di depan Rapat Paripurna DPR […]

  • 5.712 PNS Tapsel Terima Tunjangan Beras

    5.712 PNS Tapsel Terima Tunjangan Beras

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    TAPSEL – Hari Ini, Selasa (12/5), Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan mencairkan tunjangan beras Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang dirapel per 1 Januari 2014 hingga April 2015. Hal tersebut sesuai dengan tindaklanjut dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor per-3/PB/2015 tentang perubahan atas kelima atas Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor Per-67/PB/2010 tentang tunjangan […]

  • MARSIDAO-DAO (episode 24)

    MARSIDAO-DAO (episode 24)

    • calendar_month Senin, 30 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara Tar pukul 12 marayak kotu Luhur, parobanan ni mait ma ostang i jolo bagas i. Alak najaji pe madung rongom i alaman i. Si Poso totop do i lambung  ni Muklan. Si Pikek i bagas paombar-ombar jugukanna dohot inang nia. Ngada sajia onok, opat alak kahanggi dohot anakboru paijur […]

  • MAU DIBAWA KEMANA GENERASI KITA?

    MAU DIBAWA KEMANA GENERASI KITA?

    • calendar_month Selasa, 31 Agt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Elvi Hasan, SE Aktivis Peduli Generasi Sistem pendidikan sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan telah melahirkan bencana jangka panjang bagi kehidupan manusia abad ini. The lost generation pun di depan mata. Tidak heran angka kriminal dan kerusakan moral kian meningkat di kalangan anak-anak dan remaja sebagai bukti kegagalan sistem kapitalis dalam  memenuhi kebutuhan […]

expand_less