Sabtu, 6 Jun 2026
light_mode

9 Keluarga di Huta Tua Diyakini Miliki Senjata Rakitan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 20 Sep 2011
  • print Cetak

Panyabungan,

Saat ini yang bisa dipastikan yang memilik senjata rakitan jenis senapan angin di Desa Pardomuan (Huta Tua), Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), hanya sebanyak 9 keluarga. Ini diketahui setelah dilakukan musyawarah dengan seluruh masyarakat paska kejadian pembacokan dan penembakan di Desa Gunung baringin sepekan lalu.

Hal ini dikatakan Kepala Desa Pardomuan Mahlil kepada wartawan usai mengikuti pertemuan dengan Wakil Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution di Desa Gunung Baringin, Kecamatan Panyabungan Timur, Jumat (16/09/2011) lalu.

Dikatakan Mahlil, pihaknya telah berulang kali melakukan musyawarah dengan warga dan bersama tokoh agama membahas kejadian di Desa Gunung Baringin dimana akibat kejadian itu 3 warga Gunung Baringin menjadi korban pembacokan dan penembakan oleh beberapa oknum warga Huta Tua.

”Paska kejadian itu kami telah melakukan musyawarah beberapa kali untuk mencari solusi, karena warga kami juga sangat resah usai kejadian tersebut apalagi banyaknya tudingan buruk semisal pemilikan senjata oleh semua warga. Bahkan seluruh warga sangat berharap agar penegak hukum bisa segera menangkap pelakunya. Terakhir kami rapat untuk mendata warga yang diperkirakan memiliki senpi hasilnya kami mendata sebanyak 9 KK memang memiliki senjata rakitan dan senjata ini dimililki sejumlah warga kami bukan karena ingin bertani ganja namun karena ada beberapa orang yang memiliki sehingga warga yang lain juga ingin memilikinya,” beber Mahlil.

Diakui Mahlil, masyarakat Huta Tua dalam hal ini juga merasa dirugikan atas ulah beberapa oknum warganya apalagi menyangkut salah seorang pelaku yakni Munir. Dikatakannya, Munir memang memiliki tipikal yang keras di desa itu dan sudah sepantasnya polisi menangkapnya. Disamping itu warga juga ingin agar Pemkab Madina terlibat secara langsung dalam menyikapi kondisi ini.

”Jujur saya katakan, Pak, warga juga tak ingin dinilai negatif karena isu pemilikan lahan ganja dan senjata padahal bukan semua warga yang memilikinya itu, hanya sebagian kecil saja. Artinya kami juga perlu diperhatikan, Pak, apalagi paska kejadian itu anak-anak kami tak lagi sekolah karena tak ada seorangpun guru yang datang. Alhamdulilan baru hari ini (Jumat) sudah mulai sekolah,” tambahnya.

Masih dijelaskannya, hasil musyawarah dengan warga juga memutuskan untuk membantu pihak kepolisian memberikan informasi mengenai keberadaan pelaku begitu juga dengan keberadaan ladang ganja karena warga ingin tenang bukan seperti selama ini, dimana masyarakat dihantui atas tindakan sejumlah oknum.

”Kami siap memberikan informasi kepada penegak hukum baik  keberadaan pelaku maupun ladang ganja apabila masih ada. Dan perlu kami sampaikan bahwa Munir bersama keluarganya tak lagi berada di desa kami dan kami tak tau lari kemana,” ujarnya. (BS-026)

Sumber : beritasumut.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Yusuf Nomor 1, Dahlan Nomor 2

    Yusuf Nomor 1, Dahlan Nomor 2

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pengundian omor urut calon bupati/wakil bupati Madina untuk Pilkada 2015 dilaksanakan KPU Madina, Rabu (26/8) di gedung Serba Guna, Panyabungan. Pasangan calon bupati/wakil bupati Yusuf Nasution-Imron Lubis mendapat nomor urut 1, sedangkan pasangan Dahlan Hasan-Jakfar Sukhairi mendapat nomor urut 2. Pengundian pengambilan nomor ini dihadiri simpatisan dan pendukung masing-masing calon bupati […]

  • Puluhan Guru di Madina terancam Gagal Terima Dana Fungsional

    Puluhan Guru di Madina terancam Gagal Terima Dana Fungsional

    • calendar_month Selasa, 31 Agt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Bila Tak Serahkan Fotokopi Rekening hingga Jumat Hingga Senin (30/8), dana tunjangan fungsional guru non pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan kantor Kementerian Agama (Kemenag) Mandailing Natal (Madina) belum bisa dicairkan. Penyebabnya, sejumlah guru penerima belum menyerahkan persyaratan, yakni fotokopi rekeningnya ke kantor Kemenag Madina. “Untuk itu, Kemenag memberikan tenggat waktu hingga Jumat (3/9) kepada […]

  • Elizar Yahmid : Kesejatraan Nelayah di Pantai Barat Madina Hanya Dijanji Politik

    Elizar Yahmid : Kesejatraan Nelayah di Pantai Barat Madina Hanya Dijanji Politik

    • calendar_month Senin, 7 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

      NATAL ( Mandailing Online ): Nelayan di wilayah Pantai Barat Kabupaten Mandailing Natal keluhkan tak adanya perhatian Pemerintah Daerah. Kesejahtraan seolah hanya pada saat janji politi saja. Meski TPI ( tempat pelelangan ikan ) telah ada, namun tidak serta merta membantu kesejahtraan nelayan. Harga ikan hasil tangkapan nelayan tetap saja dibawah sebab tidak adanya […]

  • Kenapa Inses Bisa Terjadi Secara Berulang?

    Kenapa Inses Bisa Terjadi Secara Berulang?

    • calendar_month Kamis, 15 Mei 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Siti Khadijah Sihombing, S.Pd Akhir-akhir ini kita dikejutkan dengan berita-berita yang menyayat hati. Serasa tidak ada habisnya, di berbagai daerah di negeri kita tercinta ini hampir setiap hari dikabarkan berita hamil karena hubungan inses dan pelecehan seksual yang dilakukan seorang ayah kepada anaknya, seorang paman mencabuli keponakannya, dan masih banyak lagi kasus yang tidak […]

  • Kapolres Tapsel: Pembajak Akun Facebook Toni Darius Sitorus Sedang Diusut Polda

    Kapolres Tapsel: Pembajak Akun Facebook Toni Darius Sitorus Sedang Diusut Polda

    • calendar_month Kamis, 22 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      TAPANULI SELATAN (Mandailing Online) – Kapolres Tapsel, AKBP Roni Santana menyatakan Polda Sumut sedang mengusut oknum pembajak akun facebook Toni Darius Sitorus. Itu diutarakan Kapolres Tapsel di hadapan perwakilan Desa Pardomuan (Aek badak Siture) Sayur Matinggi, Tapanuli Selatan dan perwakilan Desa Sihepeng, Kecamatan Siabu, Mandailing Natal di di Ranto Natas, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten […]

  • Gaji guru SD di Madina disunat

    Gaji guru SD di Madina disunat

    • calendar_month Rabu, 6 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN Gaji guru Sekolah Dasar di Kabupaten Mandailing Natal kembali dipotong oleh dinas terkait. Gaji dipotong sebesar Rp15 ribu, per orang. Pemotongan ini terjadi saat para guru mengambil gaji di Kantor Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan di masing-masing kecamatan. Beberapa guru yang ditemui di beberapa sekolah SD di Kecamatan Kotanopan mengaku kesal dengan pemotongan gaji […]

expand_less