Rabu, 22 Jul 2026
light_mode

9 Keluarga di Huta Tua Diyakini Miliki Senjata Rakitan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 20 Sep 2011
  • print Cetak

Panyabungan,

Saat ini yang bisa dipastikan yang memilik senjata rakitan jenis senapan angin di Desa Pardomuan (Huta Tua), Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), hanya sebanyak 9 keluarga. Ini diketahui setelah dilakukan musyawarah dengan seluruh masyarakat paska kejadian pembacokan dan penembakan di Desa Gunung baringin sepekan lalu.

Hal ini dikatakan Kepala Desa Pardomuan Mahlil kepada wartawan usai mengikuti pertemuan dengan Wakil Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution di Desa Gunung Baringin, Kecamatan Panyabungan Timur, Jumat (16/09/2011) lalu.

Dikatakan Mahlil, pihaknya telah berulang kali melakukan musyawarah dengan warga dan bersama tokoh agama membahas kejadian di Desa Gunung Baringin dimana akibat kejadian itu 3 warga Gunung Baringin menjadi korban pembacokan dan penembakan oleh beberapa oknum warga Huta Tua.

”Paska kejadian itu kami telah melakukan musyawarah beberapa kali untuk mencari solusi, karena warga kami juga sangat resah usai kejadian tersebut apalagi banyaknya tudingan buruk semisal pemilikan senjata oleh semua warga. Bahkan seluruh warga sangat berharap agar penegak hukum bisa segera menangkap pelakunya. Terakhir kami rapat untuk mendata warga yang diperkirakan memiliki senpi hasilnya kami mendata sebanyak 9 KK memang memiliki senjata rakitan dan senjata ini dimililki sejumlah warga kami bukan karena ingin bertani ganja namun karena ada beberapa orang yang memiliki sehingga warga yang lain juga ingin memilikinya,” beber Mahlil.

Diakui Mahlil, masyarakat Huta Tua dalam hal ini juga merasa dirugikan atas ulah beberapa oknum warganya apalagi menyangkut salah seorang pelaku yakni Munir. Dikatakannya, Munir memang memiliki tipikal yang keras di desa itu dan sudah sepantasnya polisi menangkapnya. Disamping itu warga juga ingin agar Pemkab Madina terlibat secara langsung dalam menyikapi kondisi ini.

”Jujur saya katakan, Pak, warga juga tak ingin dinilai negatif karena isu pemilikan lahan ganja dan senjata padahal bukan semua warga yang memilikinya itu, hanya sebagian kecil saja. Artinya kami juga perlu diperhatikan, Pak, apalagi paska kejadian itu anak-anak kami tak lagi sekolah karena tak ada seorangpun guru yang datang. Alhamdulilan baru hari ini (Jumat) sudah mulai sekolah,” tambahnya.

Masih dijelaskannya, hasil musyawarah dengan warga juga memutuskan untuk membantu pihak kepolisian memberikan informasi mengenai keberadaan pelaku begitu juga dengan keberadaan ladang ganja karena warga ingin tenang bukan seperti selama ini, dimana masyarakat dihantui atas tindakan sejumlah oknum.

”Kami siap memberikan informasi kepada penegak hukum baik  keberadaan pelaku maupun ladang ganja apabila masih ada. Dan perlu kami sampaikan bahwa Munir bersama keluarganya tak lagi berada di desa kami dan kami tak tau lari kemana,” ujarnya. (BS-026)

Sumber : beritasumut.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • BISNIS KRIPIK SINGKONG BANJARKOBUN DARI PINGGIR JALAN (Bagian 1)

    BISNIS KRIPIK SINGKONG BANJARKOBUN DARI PINGGIR JALAN (Bagian 1)

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Tim Mandailing Epicentrum   Cara Membaca dan Mengisi Celah Ekonomi Mikro di Madina Di Mandailing Natal, usaha kecil sebenarnya tidak pernah benar-benar mati. Bisnis ini hanya bergerak pelan. Kadang nyaris tak terlihat. Kadang muncul sebentar lalu tenggelam lagi. Di sudut pasar tradisional, di dapur rumah-rumah kecil, di warung kopi pinggir jalan, di lorong […]

  • Rumah Petani Musnah Terbakar

    Rumah Petani Musnah Terbakar

    • calendar_month Jumat, 29 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAPSEL-; Ditinggal pemiliknya, satu unit rumah semi permanen milik Alim Siregar (50), berukuran 8×10 meter persegi di Desa Huta Padang, Kecamatan Arse, Tapanuli Selatan, rata dengan tanah setelah dilalap si jago merah, Kamis (28/10) sekira pukul 11.00 WIB. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun tak satupun barang milik korban yang berprofesi sebagai petani […]

  • BPK Temukan Ketidakpatuhan Senilai Rp40,55 T

    BPK Temukan Ketidakpatuhan Senilai Rp40,55 T

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Harry Azhar Azis melaporan, pada semester II tahun 2014 lembaganya menemukan sebanyak 7.950 kasus yang di dalamnya terdapat 7.789 masalah ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan senilai Rp40,55 triliun dan 2.482 masalah kelemahan sistem pengendalian intern (SPI). Dari masalah ketidakpatuhan tersebut, sebanyak 3.292 masalah berdampak pada pemulihan keuangan negara/daerah/perusahaan […]

  • Bupati Serahkan Bantuan kepada Korban Kebakaran

    Bupati Serahkan Bantuan kepada Korban Kebakaran

    • calendar_month Jumat, 6 Mei 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. M. Ja’far Sukhairi Nasution menyerahkan bantuan secara langsung kepada korban kebakaran di Desa Sirambas, Panyabungan Barat. Dalam kunjungan tersebut Bupati Sukhairi didampingi Kadis Kominfo Sahnan Pasaribu, Camat Panyabungan Barat Raja Hidayat Lubis dan Kepala Desa Abu Hanifah. Bupati Sukhairi memberikan bantuan berupa uang tunai. Sementara bantuan […]

  • Perantau dan Hakikat Pulang Kampung

    Perantau dan Hakikat Pulang Kampung

    • calendar_month Rabu, 13 Jun 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    (Tinjauan Singkat Sosio-Antropologi) Oleh : Dr. M.Daud Batubara, MSi Idulfitri, sering disebut dengan Lebaran, merupakan momentum bagi Umat Islam pulang ke kampung. Momentum ini lebih dikenal secara spesifik dengan sebutan mudik. Seminggu sebelum lebaran, para perantau biasanya mulai meninggalkan kota menuju kampung halaman. Tradisi pulang kampung lebaran (mudik) untuk berkumpul bersama keluarga dan mengucapkan selamat […]

  • Komisi VII Ragui Sosialisai SMGP

    Komisi VII Ragui Sosialisai SMGP

    • calendar_month Kamis, 4 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Insiden paparan gas PLTP Mandailing Natal ke warga sekitar menuai kecamanan dari DPR. Dalam rapat Komisi VII DPR dengan Kementerian ESDM dan operator PLTP, PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP), sejumlah anggaota DPR meminta ada sanksi yang harus dijatuhkan. Wakil Ketua Komisi VII Alex Noerdin mengungkapkan sudah semestinya SMGP mendapatkan sanksi karena adanya […]

expand_less