Selasa, 21 Apr 2026
light_mode

Puluhan Guru di Madina terancam Gagal Terima Dana Fungsional

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 31 Agt 2010
  • print Cetak


Bila Tak Serahkan Fotokopi Rekening hingga Jumat
Hingga Senin (30/8), dana tunjangan fungsional guru non pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan kantor Kementerian Agama (Kemenag) Mandailing Natal (Madina) belum bisa dicairkan. Penyebabnya, sejumlah guru penerima belum menyerahkan persyaratan, yakni fotokopi rekeningnya ke kantor Kemenag Madina.

“Untuk itu, Kemenag memberikan tenggat waktu hingga Jumat (3/9) kepada sekitar 20 an guru tersebut. Apabila tak diserahkan juga, maka guru yang tidak menyerahkan fotokopi rekeningnya dinyatakan gugur sebagai penerima dana fungsional,” kata Kepala Kantor Kemenag Ka Madina Drs H Muksin Batubara MPd, saat dihubungi METRO, melalui Kasi Mapenda, Drs Abdus Saman SH, Senin (30/8).

Menurut Abdus, masih ada sekitar 20 orang lagi yang belum menyerahkan datanya ke kantor kemenag. Dan ini satu-satunya penyebab kenapa belum bisa dicairkan, padahal seharusnya Agustus ini uang tersebut sudah ada di rekening penerima.

Abdus menambahkan, dana tunjangan fungsional yang akan dicairkan sebanyak Rp1,5 juta per guru sedangkan jumlah penerima untuk tahun ini berkurang dibandingkan dengan tahun lalu. Untuk tahun lalu jumlah penerima sebanyak 1.100-an penerima, sedangkan tahun ini hanya 937 guru.

Alasan berkurangnya penerima fungsional ini, untuk penyesuaian anggaran supaya lebih objektif penggunaannya. Sebab, selama ini penggunaannya kurang objektif, semisal guru yang baru beberapa bulan mengabdi sudah menerima dan pendataan untuk tahun lalu juga masih banyak kelemahan, yakni masih ada ditemukan guru yang tak aktif mengajar dimasukkan sebagai penerima.

Di samping itu, ada juga syarat tambahan yang harus dipenuhi bagi guru penerima itu, yakni harus memiliki SK mengajar selama 2 tahun terakhir dan aktif sebagai tenaga pengajar di madrasah tersebut dan memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK). Dan bagi guru yang sudah berusia 60 tahun ke atas tak akan bisa sebagai penerima lagi.

Proses Pencairan Lambat, Guru-guru Kecewa

Sementara itu, sejumlah guru mengaku, sengaja datang ke Kantor Kemenag untuk menanyakan kapan dana fungsional akan dicairkan. Para guru juga mengaku kecewa dengan pencairan kali ini, karena proses pencairannya lambat.

“Banyak guru yang kecewa untuk pencairan kali ini, baik secara jumlah penerima maupun secara teknis, pasalnya pendataan penerima sudah dilakukan sejak beberapa bulan lalu. Namun, sudah lewat 2 bulan dari jumlah yang dibayarkan yakni Januari hingga Juni tetapi belum dibayarkan juga,” ungkap salah seorang guru, Edi Nasution. (wan)
sumber : metrotabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Apresiasi Kinerja Polres, GPI Madina Minta Keseriusan Pemberantasan Judi dan Narkoba

    Apresiasi Kinerja Polres, GPI Madina Minta Keseriusan Pemberantasan Judi dan Narkoba

    • calendar_month Selasa, 30 Agt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Gerakan Pemuda Islam (GPI) Mandailing Natal (Madina) mengapresiasi kinerja Polres dalam memberantas penyakit masyarakat (pekat) dan narkoba. “Tapi, di sisi lain GPI berharap Korps Bhayangkara Madina lebih serius dalam pemberantasan pekat. Utamanya judi, jangan hanya bandar kecil dan pemain yang ditangkap. Jangan kegiatan baik ini terkesan pencitraan usai viral kasus Ferdy […]

  • Founder Madina Care Anggap Polres Madina di ” Uloki ” Pelaku PETI di Madina

    Founder Madina Care Anggap Polres Madina di ” Uloki ” Pelaku PETI di Madina

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ): – Founder Madina Care, Wadih Al-Rasyid menilai institusi Polres Madina telah di ” Uloki ” para pelaku tambang emas ilegal di Madina. Pasalnya aktifitas tambang emas ilegal justru semakin marak disaat kepolisian dan pemda gencar melakukan reklamasi areal pertambangan. Hal ini disampaikan oleh aktivis HMI ini usai mendengar dan mendapatkan […]

  • Polri Kantongi Ciri Pelaku Tragedi Lapas Sleman

    Polri Kantongi Ciri Pelaku Tragedi Lapas Sleman

    • calendar_month Rabu, 27 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta (MO) – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sudah mengantongi ciri-ciri para pelaku bersenjata laras panjang dan bertopeng dalam penyerangan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Cebongan, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (23/3). “Jelas kita sudah punya info itu dari keterangan saksi, cuma kita belum bisa sampaikan kepada publik karena akan digunakan lagi untuk penyelidikan. Itu […]

  • Korban Hanyut Belum Ditemukan, Banjir Bandang Terjadi di 3 Ruas Sungai

    Korban Hanyut Belum Ditemukan, Banjir Bandang Terjadi di 3 Ruas Sungai

    • calendar_month Rabu, 26 Apr 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Informasi yang diperoleh dari kepala Desa Huta Dangka, setidaknya 4 rumah rusak berat dan belasan lainnya dipadati lumpur akibat banjir bandang yang terjadi Rabu sore. Banjir bandang terjadi pada 3 ruas  sungai di Kecamatan Kotanopan, Mandailing Natal, Rabu (16/4/2017) sekira pukul 15.15 WIB. Ketiga ruas sungai itu adalah Sungai Aek Sampuran, […]

  • Warga Sebut Saipullah Sosok Religius Berjiwa Sosial Tinggi

    Warga Sebut Saipullah Sosok Religius Berjiwa Sosial Tinggi

    • calendar_month Sabtu, 5 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online) – Sejumlah warga berteriak, “Pak Bupati Madina berikutnya,” ketika melihat kedatangan Saipullah Nasution bersama rombongan ke Masjid Roudhotul Mu’minin, Desa Pagur, Kecamatan Panyabungan Timur, Mandailing Natal (Madina), Jumat (4/10/2024) sore. Saipullah Nasution memang calon bupati Madina nomor urut 2 yang akan berkontestasi pada Pilkada 2024. Tokoh bergelar Patuan Kumala Parhimpunan Naposo […]

  • Stok Pupuk di Madina Aman, Harga Masih Normal

    Stok Pupuk di Madina Aman, Harga Masih Normal

    • calendar_month Kamis, 14 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) Harga berbagai jenis pupuk baik subsidi dan non subsidi di Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) diharga normal. Dari data yang didapat dari salah satu distributor pupuk di Kota Panyabungan PT Mitra Tani Sari menyebutkan pupuk subsidi jenis Urea normal diharga Rp.112.000.Per sak nya dengan ukuran 50kg, dan NPK Phonska […]

expand_less