Jumat, 30 Okt 2026
light_mode

Orang Malaysia tertarik bahasa Madura

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 28 Sep 2011
  • print Cetak

Tidak tampak kebanggaan berlebihan pada diri Ayu Kusuma atas keberhasilannya mempengaruhi perilaku orang lain di luar negeri. Ceritanya terkesan datar meskipun sebetulnya ia tak bisa menutupi kebanggaannya itu. Ayu bersama lima teman lainnya, siswa kelas III SMKN 2 Bondowoso, telah berhasil memperkenalkan salah satu kekayaan budaya bangsa Indonesia yakni bahasa dan logat Madura. Ayu Kusuma dan Giovani VD adalah dua dari enam siswa jurusan tata boga sekolah rintisan bertaraf internasional itu yang baru selesai mengikuti program magang selama enam bulan di sebuah restoran di kawasan Pahang, Malaysia. “Kalau siswa lainnya pulang dari magang, logatnya sudah seperti orang Malaysia. Tapi Ayu dan kawan-kawan, kok, tetap dengan logat Madura, ternyata anak-anak ini justru yang mempengaruhi mereka,” kata Dyah Rembulan Sari, pembina OSIS SMKN 2 Bondowoso, tertawa saat memperkenalkan kedua siswanya itu. Ayu, siswa berjilbab ini mengemukakan bahwa teman-teman barunya yang merupakan karyawan di restoran itu justru tertarik Bahasa Madura yang merupakan bahasa sehari-hari dari anak-anak magang itu. “Mereka umumnya sangat tertarik ketika kami bilang “bah” yang di televisi biasanya diplesetkan menjadi “bo abbo”,” katanya tersenyum. Kata “bah” atau “bah abbah” yang dibaca menjadi “beh” atau “beh ebbeh”, kalau diartikan secara bebas kira-kira sama dengan “lho” untuk menunjukkan keheranan. Kata itu misalnya dapat dipakai pada kalimat, “lho (bah), kok begitu”. Kata-kata lain yang cukup pendek dan saat ini masih sering dipakai warga Malaysia di restoran itu adalah, “apah ca”en?” yang berarti “apa, katanya?” atau lebih tepat diartikan “apa sih?”. “Kata-kata itu sudah biasa digunakan oleh karyawan di restoran. Ada lagi kata `arapah ba`en`? yang artinya kenapa kamu?,” kata Ayu yang diiyakan oleh Giovani. Menurut Giovani, awalnya orang Malaysia tersebut bertanya-tanya bahasa apa yang digunakan oleh para siswa tersebut. Mendengar logat Madura yang khas, warga negeri jiran tersebut tertarik untuk belajar dan menggunakannya. “Sampai sekarang, kami masih sering berkomunikasi dengan teman-teman Malaysia itu, baik lewat facebook maupun SMS, dan tidak lupa juga menyelipkan bahasa Madura. Misalnya `da`rammah kabarah?`, atau bagaimana kabarnya?” kata Ayu. Logat asli Sementara Wakil Kepala bidang Humas SMKN 2 Bondowoso Sri Wahyuningsih mengatakan, dirinya seringkali mengingatkan anak-anak didiknya yang baru pulang magang dari Malaysia karena gemar berlogat Melayu. “Saya bilang, kalian ini sudah di Indonesia tetapi Ayu dan kawan-kawan ini saya perhatikan tetap dengan logat aslinya,” katanya. Selain dalam hal bahasa, Ayu, Giovani dan siswa lainnya yang lahir dan besar dalam budaya “pendalungan” atau campuran Madura dengan Jawa ini juga berhasil menularkan cara atau pola makan. Teman-temannya yang orang Malaysia awalnya juga menganggap aneh dengan cara makan anak-anak Bondowoso itu. Orang Malaysia menganggap aneh karena nasi dimakan bersama dengan mi sebagai lauk. “Mungkin karena bahan dasarnya sama-sama beras, mereka menganggap aneh. Tapi setelah mereka mencoba makan nasi dengan mi, akhirnya ketagihan juga. Mereka bilang, enak juga,” katanya. Ayu dan Giovani sepakat bahwa magang ke negeri orang sangat banyak manfaatnya, baik sebagai pribadi maupun untuk pengembangan keterampilannya di bidang memasak. “Yang jelas, kami belajar mandiri, karena semua ditangani sendiri, padahal selama ini kami kan berkumpul dengan orang tua. Kalau soal masakan, orang Malaysia suka bumbu pedas campur masam, sedangkan orang Jawa kan pedas sama manis,” kata Ayu. Menurut dia, di Malaysia tidak ditemukan cobek dan ulekan untuk menghaluskan bumbu. Mereka sudah biasa menggunakan alat blender. “Mungkin kita bisa ekspor cobek dan ulekan ke Malaysia ya? Tapi jangan sampai cara membuatnya dikasih tahu ke orang Malaysia,” kata Dyah Rembulan Sari, menimpali sambil tertawa. Sementara Kepala SMKN 2 Bondowoso Lanang Lanang Suprihadi mengatakan bahwa sekolahnya telah menjalin kerja sama dengan restoran dan hotel di Malaysia untuk kepentingan para siswa magang sejak 2007. Ia menjelaskan bahwa magang tersebut sangat membantu para siswa mengembangkan pengetahuan dan wawasannya sesuai jurusan masing-masing. “Kebetulan yang rutin magang ke luar negeri jurusan tata boga. Anak-anak magang di restoran dan hotel di wilayah Genting Island dan sebagian lagi di Kuala Lumpur,” katanya. Menurut dia, sebagai sekolah dengan rintisan bertaraf internasional, SMKN 2 Bondowoso memang berupaya menjalin mitra agar siswanya memiliki pengalaman berinteraski serta belajar ke negara lain. Selain menguntungkan para siswa karena memiliki pengalaman di negara lain, program ini juga dinilai positif oleh mitranya di Malaysia sehingga setiap tahun mereka selalu meminta dikirimi siswa magang. Sri Wahyuningsih menambahkan bahwa dengan memiliki pengalaman magang di luar negeri maka diharapkan peluang kerja bagi mereka semakin terbuka luas setelah lulus dari sekolah. Ia mengakui bahwa untuk jurusan akomodasi dan perhotelan dan tata boga di sekolah yang dulu bernama SMKK tersebut kini semakin banyak peminatnya. “Masyarakat semakin tahu bahwa prospek kedua jurusan di sekolah ini sangat bagus. Bahkan untuk jurusan akomodasi perhotelan, dari semester awal anak-anak sudah biasa diminta praktik oleh manajemen hotel di Jember dan Bondowoso,” ujarnya.

Sumber : analisa

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • JANJI YANG TERLUPAKAN

    JANJI YANG TERLUPAKAN

    • calendar_month Selasa, 25 Sep 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Cerpen JANJI YANG TERLUPAKAN Karya : WAHYUNI LUBIS     Entah apa yang paling menyakitkan dari janji yang terlupakan. Awalnya saja yang meyakinkan. Namun akhirnya berahir juga dengan kata selamat tinggal. Untukmu nama yang pernah kusebut dalam do’a. Kau sungguh ahli dalam luka. Dengan sengaja kau membuat hatiku patah untuk yang kedua. Aku tidak tau […]

  • Pemilukada Ulang Madina diharapkan tahun 2010

    Pemilukada Ulang Madina diharapkan tahun 2010

    • calendar_month Jumat, 3 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pelaksanaan Pemilu-kada ulang Mandailing Natal diharapkan tetap tahun 2010 dan tidak menunggu sampai tahun 2011. Pemkab Madina diharapkan agar segera mengupayakan alokasi dana di tahun 2010 dan kepada Kpud Madina agar menetapkan Jadwal Pilkada ulang. Hal ini di sampaikan Anggota DPRD Madina H.M Jafar Suhkairi dari Fraksi PKB dalam pandangan fraksi LKPJ akhir masa Bupati […]

  • Tok..Tok..Tok! 7 Daerah Dapat Ekstra Time Pendaftaran Balon Kada

    Tok..Tok..Tok! 7 Daerah Dapat Ekstra Time Pendaftaran Balon Kada

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) akhirnya kembali memperpanjang masa pendaftaran pasangan bakal calon kepala daerah (balon kada), di tujuh wilayah yang sebelumnya baru memunculkan satu pasangan bakal calon. Ketua KPU Husni Kamil Manik mengatakan, perpanjangan dilakukan setelah penyelenggara pemilu mempelajari dan melakukan rapat pleno atas surat rekomendasi yang dikeluarkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), […]

  • Persahabatan dan Kepentingan

    Persahabatan dan Kepentingan

    • calendar_month Minggu, 10 Sep 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Cerpen Karya: Rina Youlida Nurdina Mentari mulai condong ke arah barat, udara yang tadi terasa terik kini mulai  lebih sejuk. Suara riuh di jalan raya  dari banyaknya kendaraan yang ditandai dengan suara bising klakson kendaraan yang saling bersahutan menandakan sudah waktunya orang-orang harus kembali ke rumahnya masing-masing setelah sibuk beraktifitas seharian. Ayah menoleh ke arah […]

  • Jaminan Kesehatan Tidak Gratis di Sistem Kapitalis

    Jaminan Kesehatan Tidak Gratis di Sistem Kapitalis

    • calendar_month Rabu, 29 Jun 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nurmala Sari, S.Pd Aktivis Dakwah dan Mompreneur, tinggal di Tapanuli Utara   Kesehatan salah satu hal penting dan nikmat yang harus disyukuri oleh setiap orang. Sebab jika kesehatan terganggu, maka aktivitas pun akan terhambat. Setiap orang yang mengalami gangguan kesehatan tentunya ingin cepat sembuh, maka ditempuhlah berbagai ikhtiar mulai dari berobat ke rumah sakit, […]

  • DPRD Madina Heboh, Salah Satu Anggota Komisi I Bernama Hanura

    DPRD Madina Heboh, Salah Satu Anggota Komisi I Bernama Hanura

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kehebohan terjadi di DPRD Mandailing Natal (Madina), pasalnya ditemukan nama Hanura sebagai anggota Komisi I, bukan nama orang melainkan nama salah satu partai politik. Nama Hanura ini ditemukan dalam Surat Keputusan DPRD Madina Nomor 70/06/KPTS/DPRD/2015 tertanggal 9 Pebruari 2015 tentang penetapan komposisi personalia pimpinan dan anggota Badan Musyawarah, Kimisi I, […]

expand_less