Senin, 27 Jul 2026
light_mode

Orang Malaysia tertarik bahasa Madura

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 28 Sep 2011
  • print Cetak

Tidak tampak kebanggaan berlebihan pada diri Ayu Kusuma atas keberhasilannya mempengaruhi perilaku orang lain di luar negeri. Ceritanya terkesan datar meskipun sebetulnya ia tak bisa menutupi kebanggaannya itu. Ayu bersama lima teman lainnya, siswa kelas III SMKN 2 Bondowoso, telah berhasil memperkenalkan salah satu kekayaan budaya bangsa Indonesia yakni bahasa dan logat Madura. Ayu Kusuma dan Giovani VD adalah dua dari enam siswa jurusan tata boga sekolah rintisan bertaraf internasional itu yang baru selesai mengikuti program magang selama enam bulan di sebuah restoran di kawasan Pahang, Malaysia. “Kalau siswa lainnya pulang dari magang, logatnya sudah seperti orang Malaysia. Tapi Ayu dan kawan-kawan, kok, tetap dengan logat Madura, ternyata anak-anak ini justru yang mempengaruhi mereka,” kata Dyah Rembulan Sari, pembina OSIS SMKN 2 Bondowoso, tertawa saat memperkenalkan kedua siswanya itu. Ayu, siswa berjilbab ini mengemukakan bahwa teman-teman barunya yang merupakan karyawan di restoran itu justru tertarik Bahasa Madura yang merupakan bahasa sehari-hari dari anak-anak magang itu. “Mereka umumnya sangat tertarik ketika kami bilang “bah” yang di televisi biasanya diplesetkan menjadi “bo abbo”,” katanya tersenyum. Kata “bah” atau “bah abbah” yang dibaca menjadi “beh” atau “beh ebbeh”, kalau diartikan secara bebas kira-kira sama dengan “lho” untuk menunjukkan keheranan. Kata itu misalnya dapat dipakai pada kalimat, “lho (bah), kok begitu”. Kata-kata lain yang cukup pendek dan saat ini masih sering dipakai warga Malaysia di restoran itu adalah, “apah ca”en?” yang berarti “apa, katanya?” atau lebih tepat diartikan “apa sih?”. “Kata-kata itu sudah biasa digunakan oleh karyawan di restoran. Ada lagi kata `arapah ba`en`? yang artinya kenapa kamu?,” kata Ayu yang diiyakan oleh Giovani. Menurut Giovani, awalnya orang Malaysia tersebut bertanya-tanya bahasa apa yang digunakan oleh para siswa tersebut. Mendengar logat Madura yang khas, warga negeri jiran tersebut tertarik untuk belajar dan menggunakannya. “Sampai sekarang, kami masih sering berkomunikasi dengan teman-teman Malaysia itu, baik lewat facebook maupun SMS, dan tidak lupa juga menyelipkan bahasa Madura. Misalnya `da`rammah kabarah?`, atau bagaimana kabarnya?” kata Ayu. Logat asli Sementara Wakil Kepala bidang Humas SMKN 2 Bondowoso Sri Wahyuningsih mengatakan, dirinya seringkali mengingatkan anak-anak didiknya yang baru pulang magang dari Malaysia karena gemar berlogat Melayu. “Saya bilang, kalian ini sudah di Indonesia tetapi Ayu dan kawan-kawan ini saya perhatikan tetap dengan logat aslinya,” katanya. Selain dalam hal bahasa, Ayu, Giovani dan siswa lainnya yang lahir dan besar dalam budaya “pendalungan” atau campuran Madura dengan Jawa ini juga berhasil menularkan cara atau pola makan. Teman-temannya yang orang Malaysia awalnya juga menganggap aneh dengan cara makan anak-anak Bondowoso itu. Orang Malaysia menganggap aneh karena nasi dimakan bersama dengan mi sebagai lauk. “Mungkin karena bahan dasarnya sama-sama beras, mereka menganggap aneh. Tapi setelah mereka mencoba makan nasi dengan mi, akhirnya ketagihan juga. Mereka bilang, enak juga,” katanya. Ayu dan Giovani sepakat bahwa magang ke negeri orang sangat banyak manfaatnya, baik sebagai pribadi maupun untuk pengembangan keterampilannya di bidang memasak. “Yang jelas, kami belajar mandiri, karena semua ditangani sendiri, padahal selama ini kami kan berkumpul dengan orang tua. Kalau soal masakan, orang Malaysia suka bumbu pedas campur masam, sedangkan orang Jawa kan pedas sama manis,” kata Ayu. Menurut dia, di Malaysia tidak ditemukan cobek dan ulekan untuk menghaluskan bumbu. Mereka sudah biasa menggunakan alat blender. “Mungkin kita bisa ekspor cobek dan ulekan ke Malaysia ya? Tapi jangan sampai cara membuatnya dikasih tahu ke orang Malaysia,” kata Dyah Rembulan Sari, menimpali sambil tertawa. Sementara Kepala SMKN 2 Bondowoso Lanang Lanang Suprihadi mengatakan bahwa sekolahnya telah menjalin kerja sama dengan restoran dan hotel di Malaysia untuk kepentingan para siswa magang sejak 2007. Ia menjelaskan bahwa magang tersebut sangat membantu para siswa mengembangkan pengetahuan dan wawasannya sesuai jurusan masing-masing. “Kebetulan yang rutin magang ke luar negeri jurusan tata boga. Anak-anak magang di restoran dan hotel di wilayah Genting Island dan sebagian lagi di Kuala Lumpur,” katanya. Menurut dia, sebagai sekolah dengan rintisan bertaraf internasional, SMKN 2 Bondowoso memang berupaya menjalin mitra agar siswanya memiliki pengalaman berinteraski serta belajar ke negara lain. Selain menguntungkan para siswa karena memiliki pengalaman di negara lain, program ini juga dinilai positif oleh mitranya di Malaysia sehingga setiap tahun mereka selalu meminta dikirimi siswa magang. Sri Wahyuningsih menambahkan bahwa dengan memiliki pengalaman magang di luar negeri maka diharapkan peluang kerja bagi mereka semakin terbuka luas setelah lulus dari sekolah. Ia mengakui bahwa untuk jurusan akomodasi dan perhotelan dan tata boga di sekolah yang dulu bernama SMKK tersebut kini semakin banyak peminatnya. “Masyarakat semakin tahu bahwa prospek kedua jurusan di sekolah ini sangat bagus. Bahkan untuk jurusan akomodasi perhotelan, dari semester awal anak-anak sudah biasa diminta praktik oleh manajemen hotel di Jember dan Bondowoso,” ujarnya.

Sumber : analisa

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Balita Usus Keluar Dibawa Ayah Keliling Kampung Minta Bantuan Warga

    Balita Usus Keluar Dibawa Ayah Keliling Kampung Minta Bantuan Warga

    • calendar_month Rabu, 20 Jan 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Saiman Nasution, ayah kandung Rizky Wasiah, bayi kaluar usus harus keliling kampung meminta belas kasihan warga untuk biaya operasi Rizky. Keliling dari rumah ke rumah warga ini terpaksa dilakukannya demi menyelamatkan anaknya, meski cara seperti ini sangat bertolakbelakang dengan sanubarinya. Bayi umur 10 bulan penduduk Desa Huraba II, Kecamatan Siabu, Kabupaten […]

  • Mendagri Bisa Pecat Bupati Madina

    Mendagri Bisa Pecat Bupati Madina

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) – Menteri Dalam Negeri bisa mengambil sikap tegas dengan memberhentikan Dahlan Hasan Nasution dari jabatannya sebagai Bupati Mandailing Natal (Madina). “Pemecatan itu bisa ditempuh Mendagri sebagai bentuk sikap tegas pemerintah jika Bupati Madina tidak melaksanakan putusan Mahkamah Agung (MA),” ujar Ketua Forum Keadilan Rakyat Indonesia, Gandi Parapat, Senin (7/9). Gandi mengatakan, […]

  • Pemkab Diminta Umumkan Hasil Tes CPNS Honorer K2!

    Pemkab Diminta Umumkan Hasil Tes CPNS Honorer K2!

    • calendar_month Kamis, 6 Mar 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    PALAS – Masyarakat Kabupaten Palas mendesak Pemkab  segera mengumumkan hasil tes CPNS Honorer Kategori 2. Karena belum adanya kejelasan jadwal pengumuman, masyarakat khawatir akan terjadi hasil yang dimanipulasi. Demikian disampaikan aktivis penggiat pembangunan Palas, Unggul Fahmi kepada METRO, Rabu (5/3). Menurutnya, banyak tenaga honor yang menanti-nanti kepastian pengumuman itu. Disamping itu, sebagian besar masyarakat juga […]

  • Toke Kulit Manis Tewas Dilinggis

    Toke Kulit Manis Tewas Dilinggis

    • calendar_month Selasa, 29 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN, (MO) – Toke atau pengumpul kulit manis, Sugeng Rajamin (24), ditemukan tewas di dalam saluran air di pinggir Jalan Abdul Haris Nasution, Kelurahan Batunadua Julu, Kecamatan Padangsidimpuan (Psp) Batunadua, Kota Psp, Minggu (27/1) sekitar pukul 10.00 Wib. Diduga, korban tewas akibat dihantam linggis. Informasi yang dihimpun wartawan dari Polres Tapsel, kemarin menyebutkan, sesuai laporan […]

  • Harga Raskin di Batu Sondat Batahan Tembus Rp2.120/Kg

    Harga Raskin di Batu Sondat Batahan Tembus Rp2.120/Kg

    • calendar_month Selasa, 12 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Program pemerintah membantu masyarakat miskin melalui program beras untuk rakyat miskin (Raskin) ternyata belum dinikmati masyarakat dengan baik. Hal itu terbukti dari investigasi wartawan di Desa Batu Sondat, Kecamatan Batahan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sabtu (09/07/2011) lalu. Berdasarkan pantauan wartawan di Batu Sondat pada saat aparat Desa Batu Sondat menyalurkan raskin, harga jual raskin […]

  • AFC hanya akui PSSI

    AFC hanya akui PSSI

    • calendar_month Minggu, 21 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO)- PSSI menegaskan jika Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) hanya mengakui tim nasional (timnas) bentukan PSSI untuk berlaga di ajang Piala AFF 2012, November mendatang. Menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Halim Mahfudz, penegasan itu disampaikan langsung oleh para petinggi AFC. Dua petinggi AFC yang dimaksud Halim adalah Wakil Presiden AFC HRH, Prince Abdullah, dan […]

expand_less