Jumat, 1 Mei 2026
light_mode

Sorikmas Mining Butuh 500 Pekerja

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 29 Sep 2010
  • print Cetak

Panyabungan
PT Sorikmas Mining (SM) membutuhkan sekitar 500-an tenaga kerja saat masa eksploitasi atau produksi, yang direncanakan dimulai akhir tahun 2011 mendatang. Perusahaan tersebut juga akan mengutamakan karyawan atau pekerja lokal yang berasal dari Mandailing Natal dengan mengedepankan keahlian yang dimilikinya.

Leohara Situmeang, Bagian Humas PT SM, saat ditemui METRO di kantornya yang terletak di Desa Pidoli, Kecamatan Panyabungan, Madina, Senin (27/9) menuturkan, PT SM yang beroperasi di Gunung Sihayo Sambung meliputi dua kecamatan yakni Kecamatan Siabu dan Nagajuang saat ini memiliki lebih dari 200-an pekerja. 200-an pekerja tersebut terdiri dari beberapa tipe.

“Saat ini jumlah seluruh karyawan dan pekerja di PT SM sekitar 200-an orang. Dari jumlah itu sekitar 30 persen sudah karyawan, sedangkan 70 persen masih sebagai pekerja harian yang digaji sekali dalam setiap 15 hari. Dari jumlah karyawan 30 persen itu sebagian besar dari karyawan lokal. Sedangkan pekerja harian yang berjumlah 70 persen itu keseluruhannya juga merupakan pekerja lokal yang bertugas di daerah operasi PT SM,” beber Leohara.

Diungkapkan Leohara, saat ini PT SM masih dalam tahap eksplorasi atau penelitian serta sedang berjalan ke tahapan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) yang dilakukan tim konsultan pihak perusahaan. Proses Amdal ini sudah berjalan sejak bulan Juni 2010 lalu.

“Amdal juga sudah berjalan oleh tim konsultan PT SM di Jakarta. Dari hasil Amdal ini nantinya akan bisa dipastikan kapan akan dimulainya produksi atau eksploitasi, karena hanya tim konsultan yang bisa pastikan itu. Dan apabila konsultan mengatakan tidak layak untuk dilanjutkan, bisa saja perusahaan akan menghentikan operasinya. Perusahaan saat ini masih terus melakukan eksplorasi menunggu hasil Amdal tersebut,” ujarnya. Sebelum masuknya masa produksi, lanjut Leohara, PT SM akan melakukan rekonstruksi atau pembangunan baik berupa pabrik atau pemukiman bagi para karyawan nantinya.

Sementara jumlah karyawan yang akan dibutuhkan PT SM apabila telah masuk ke masa produksi bisa mencapai 500-an karyawan dan bisa juga lebih dari jumlah itu. “Diperkirakan perusahaan akan berproduksi di akhir tahun 2011 atau bisa juga di awal 2012 menunggu hasil Amdal dari konsultan, karena konsultan biasanya membutuhkan waktu sekitar 1 tahun untuk bisa mengetahui hasilnya. Sebelum memasuki tahap produksi, perusahaan akan melakukan rekonstruksi, dan di sinilah diterimanya nanti penambahan karyawan itu,” tambahnya.

Masih dijelaskan Leohara, PT SM dalam hal penerimaan karyawan nantinya sebelum masuk masa produksi, mengutamakan warga pribumi terutama bagi penduduk 13 desa yang ada di dua kecamatan. Sebab 13 desa ini adalah desa yang wilayahnya dekat dengan daerah operasi PT SM.

Ke 13 desa itu yakni untuk Kecamatan Siabu, Desa Tanggabosi 1, Tanggabosi 2, Tanggabosi 3, Tanjung Sialang, Hutagodang Muda, Muara Batang Angkola. Sementara untuk Kecamatan Nagajuang yakni Desa Banua Rakyat, Banua Simanosor, Tambiski, Tanjung Nauli, Humbang, Tarutung Panjang, dan Desa Sayur Matua.

“Ke-13 desa ini memang desa yang berada dekat dengan lokasi tambang emas di Sihayo. Meskipun belum masuk ke tahap produksi, PT SM sudah memberikan kontribusi sebagai tanggung jawab sosial dari perusahaan ke warga sekitar seperti pembangunan sarana air bersih. Karena, PT SM sebagai perusahaan kontrak karya memiliki beberapa kewajiban yang diatur di dalam Peraturan Pemerintah dan akan memperoleh sanksi dari pemerintah pusat apabila ada pelanggaran atas peraturan itu,” jelasnya.

“Sedangkan untuk pemerintah, pihak perusahaan juga akan mengeluarkan kewajiban-kewajiban seperti pajak yang akan diketahui nantinya berapa persentasenya sebagai PAD bagi pemerintah daerah, begitu juga dengan pemerintah pusat,” tambah Leo mengakhiri.

Untuk diketahui, saat sosialisasi Amdal di aula Hotel Paya Loting, Panyabungan, Kamis (8/7) lalu, konsultan sekaligus Wakil PT SM di Kabupaten Madina, Washington Tambunan mengatakan, rencana kegiatan penambangan mas di Sihayo atau wilayah Kecamatan Siabu dan Nagajuang dalam wilayah kontrak karya PT SM, data teknisnya meliputi luas kontrak karya seluas 66.200 hektare, sedangkan luas rencana lahan pinjam pakai untuk kegiatan eksploitasi seluas kurang lebih 3.000 hektare. (wan)
sumber: metrotabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tiga Jenis Budaya Mandailing Dibahas

    Tiga Jenis Budaya Mandailing Dibahas

    • calendar_month Sabtu, 14 Sep 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tiga segmen kebudayaan Mandailing dibahas pemerintah daerah bekerjasama dengan dua organisasi kebudayaan serta akademisi. Acara yang bertajuk Konsolidasi dan Sosialisasi Organisasi Pengembangan Pelestarian Adat Budaya Mandailing Natal itu diselenggarakan Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal di Hotel Madina Sejahtera, Panyabungan, Sabtu (14/9/2019). Pesertanya terdiri dari Lembaga Adat Budaya Mandailing Natal; Forum […]

  • Hari Ini, Pemkab Madina Dihantam 2 Gelombang Unjukrasa Mahasiswa

    Hari Ini, Pemkab Madina Dihantam 2 Gelombang Unjukrasa Mahasiswa

    • calendar_month Rabu, 30 Mar 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintahan di Mandailing Natal makin rapuh, tak mampu memberikan keyakinan kepada elemen-elemen masyarakat bahwa pemerintahan Madina bersih dari pejabat-pejabat koruptor. Hari ini, Rabu (30/3/2016), Pemkab Madina didatangi dua gelombang unjukrasa dari tiga organisasi mahasiswa yang belainan. Tetapi, tuntutannya sama, yakni meminta pembersihan Pemkab Madina dari pejabat-pejabat korup. Unjukrasa gelombang pertama adalah […]

  • KKM Konversikan Kebudayaan Mandailing ke Industri

    KKM Konversikan Kebudayaan Mandailing ke Industri

    • calendar_month Jumat, 14 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dosen di Universitas Utrecht, Blanda Dr.Hayyan Ul Hag SH, LL.M menyatakan Kampoeng Kaos Madina (KKM) memiliki peran mengkonversi kebudayaan Mandailing ke dunia industri. “Saya terkesan melihat kesungguhan dan komitmen yang diperlihatkan Sobir Lubis dari Kampoeng Kaos Madina yang nota bene seorang pengusaha, tetapi memiliki perhatian serius dalam pengembangan kebudayaan,” katanya usai […]

  • Pemkab dan DPRD Sepakati KUA PPAS 2023

    Pemkab dan DPRD Sepakati KUA PPAS 2023

    • calendar_month Jumat, 18 Nov 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution menandatangani Nota Kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun anggaran 2023 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Madina, Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Madina, Sumut, Jumat (18/11/2022). Dalam sambutan Bupati Madina HM Jafar Sukhairi Nasution yang dibacakan Wabup Madina mengatakan […]

  • Pilkada Madina, Perempuan Lebih Banyak Datang ke TPS

    Pilkada Madina, Perempuan Lebih Banyak Datang ke TPS

    • calendar_month Jumat, 11 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Total Tingkat Kehadiran Hanya 57,47 % PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Berdasar amatan Mandailing Online di website KPU Madina, jumlah yang datang ke TPS atau yang menyalurkan hak pilih sebanyak 189.477 orang terdiri dari 85.365 pria dan 101.162 perempuan. Jumlah itu dari DPT (Daftar Pemilih Tetap) sebanyak 329.697 terdiri dari 158.404 pria dan 168.473 perempuan. Berdasar […]

  • Gordang Sambilan Budaya Mandailing

    Gordang Sambilan Budaya Mandailing

    • calendar_month Rabu, 18 Sep 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Masyarakat Mandailing terkenal dengan masyarakat yang menjunjung tinggi adat istiadat dan nilai-nilai kearifan lokal yang menjadikan berbeda dari suku–suku yang ada di Sumatera Utara. Salah satu kesenian khas suku Mandailing adalah Gordang Sambilan. Gordang artinya gendang atau bedug, sedangkan sambilan artinya sembilan. Jadi Gordang Sambilan merupakan gendang atau bedug yang mempunyai panjang dan diameter yang […]

expand_less