Sabtu, 7 Mar 2026
light_mode

Sorikmas Mining Butuh 500 Pekerja

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 29 Sep 2010
  • print Cetak

Panyabungan
PT Sorikmas Mining (SM) membutuhkan sekitar 500-an tenaga kerja saat masa eksploitasi atau produksi, yang direncanakan dimulai akhir tahun 2011 mendatang. Perusahaan tersebut juga akan mengutamakan karyawan atau pekerja lokal yang berasal dari Mandailing Natal dengan mengedepankan keahlian yang dimilikinya.

Leohara Situmeang, Bagian Humas PT SM, saat ditemui METRO di kantornya yang terletak di Desa Pidoli, Kecamatan Panyabungan, Madina, Senin (27/9) menuturkan, PT SM yang beroperasi di Gunung Sihayo Sambung meliputi dua kecamatan yakni Kecamatan Siabu dan Nagajuang saat ini memiliki lebih dari 200-an pekerja. 200-an pekerja tersebut terdiri dari beberapa tipe.

“Saat ini jumlah seluruh karyawan dan pekerja di PT SM sekitar 200-an orang. Dari jumlah itu sekitar 30 persen sudah karyawan, sedangkan 70 persen masih sebagai pekerja harian yang digaji sekali dalam setiap 15 hari. Dari jumlah karyawan 30 persen itu sebagian besar dari karyawan lokal. Sedangkan pekerja harian yang berjumlah 70 persen itu keseluruhannya juga merupakan pekerja lokal yang bertugas di daerah operasi PT SM,” beber Leohara.

Diungkapkan Leohara, saat ini PT SM masih dalam tahap eksplorasi atau penelitian serta sedang berjalan ke tahapan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) yang dilakukan tim konsultan pihak perusahaan. Proses Amdal ini sudah berjalan sejak bulan Juni 2010 lalu.

“Amdal juga sudah berjalan oleh tim konsultan PT SM di Jakarta. Dari hasil Amdal ini nantinya akan bisa dipastikan kapan akan dimulainya produksi atau eksploitasi, karena hanya tim konsultan yang bisa pastikan itu. Dan apabila konsultan mengatakan tidak layak untuk dilanjutkan, bisa saja perusahaan akan menghentikan operasinya. Perusahaan saat ini masih terus melakukan eksplorasi menunggu hasil Amdal tersebut,” ujarnya. Sebelum masuknya masa produksi, lanjut Leohara, PT SM akan melakukan rekonstruksi atau pembangunan baik berupa pabrik atau pemukiman bagi para karyawan nantinya.

Sementara jumlah karyawan yang akan dibutuhkan PT SM apabila telah masuk ke masa produksi bisa mencapai 500-an karyawan dan bisa juga lebih dari jumlah itu. “Diperkirakan perusahaan akan berproduksi di akhir tahun 2011 atau bisa juga di awal 2012 menunggu hasil Amdal dari konsultan, karena konsultan biasanya membutuhkan waktu sekitar 1 tahun untuk bisa mengetahui hasilnya. Sebelum memasuki tahap produksi, perusahaan akan melakukan rekonstruksi, dan di sinilah diterimanya nanti penambahan karyawan itu,” tambahnya.

Masih dijelaskan Leohara, PT SM dalam hal penerimaan karyawan nantinya sebelum masuk masa produksi, mengutamakan warga pribumi terutama bagi penduduk 13 desa yang ada di dua kecamatan. Sebab 13 desa ini adalah desa yang wilayahnya dekat dengan daerah operasi PT SM.

Ke 13 desa itu yakni untuk Kecamatan Siabu, Desa Tanggabosi 1, Tanggabosi 2, Tanggabosi 3, Tanjung Sialang, Hutagodang Muda, Muara Batang Angkola. Sementara untuk Kecamatan Nagajuang yakni Desa Banua Rakyat, Banua Simanosor, Tambiski, Tanjung Nauli, Humbang, Tarutung Panjang, dan Desa Sayur Matua.

“Ke-13 desa ini memang desa yang berada dekat dengan lokasi tambang emas di Sihayo. Meskipun belum masuk ke tahap produksi, PT SM sudah memberikan kontribusi sebagai tanggung jawab sosial dari perusahaan ke warga sekitar seperti pembangunan sarana air bersih. Karena, PT SM sebagai perusahaan kontrak karya memiliki beberapa kewajiban yang diatur di dalam Peraturan Pemerintah dan akan memperoleh sanksi dari pemerintah pusat apabila ada pelanggaran atas peraturan itu,” jelasnya.

“Sedangkan untuk pemerintah, pihak perusahaan juga akan mengeluarkan kewajiban-kewajiban seperti pajak yang akan diketahui nantinya berapa persentasenya sebagai PAD bagi pemerintah daerah, begitu juga dengan pemerintah pusat,” tambah Leo mengakhiri.

Untuk diketahui, saat sosialisasi Amdal di aula Hotel Paya Loting, Panyabungan, Kamis (8/7) lalu, konsultan sekaligus Wakil PT SM di Kabupaten Madina, Washington Tambunan mengatakan, rencana kegiatan penambangan mas di Sihayo atau wilayah Kecamatan Siabu dan Nagajuang dalam wilayah kontrak karya PT SM, data teknisnya meliputi luas kontrak karya seluas 66.200 hektare, sedangkan luas rencana lahan pinjam pakai untuk kegiatan eksploitasi seluas kurang lebih 3.000 hektare. (wan)
sumber: metrotabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Octo B Simanjuntak Ditahan

    Octo B Simanjuntak Ditahan

    • calendar_month Minggu, 6 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Ali Mutiara Rangkuti, menyampaikan apresiasinya seputar penahanan, Octo B Simanjuntak oleh pihak Kejaksaan Negeri Panyabungan. “Secara pribadi maupun institusional kami menyambut baik setiap langkah hukum yang diambil oleh aparat penegak hukum dalam rangka percepatan penyelesaian masalah-masalah di bidang perkebunan. Bagaimanapun juga masalah-masalah di bidang perkebunan dan […]

  • Bupati Dahlan Hasan : “Santri Harus Percaya Diri”

    Bupati Dahlan Hasan : “Santri Harus Percaya Diri”

    • calendar_month Selasa, 20 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PURBABARU (Mandailing Online) – Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution menyampaikan pesan agar santri selalu percaya diri. Sebab perasaan tidak percaya diri sering kali menyebabkan kehilangan gairah dan optimisme untuk belajar dan menggapai cita-cita. “Jangan pernah merasa sebagai orang miskin. Jangan pernah merasa rendah diri karena karena orang tua tidak mampu,” kata Dahlan Hasan di depan […]

  • DPRD Madina Temukan 18 Proyek Tidak Selesai

    DPRD Madina Temukan 18 Proyek Tidak Selesai

    • calendar_month Selasa, 12 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    foto Binsar Nasution PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Fraksi Perjuangan Reformasi DPRD Mandailing Natal (Madina) menemukan 18 proyek fisik tahun 2012 tidak selesai dikerjakan, sementara dananya sudah dicairkan Pemkab Madina 100 persen. “Kita mendesak Pemkab Madina memberikan penjelasan secara resmi terhadap 18 paket proyek pada anggaran 2012 yang belum selesai dikerjakan sampai dengan Pebruari 2013, sementara […]

  • HIMA Tobasa Demo Minta Bupati Ditahan

    HIMA Tobasa Demo Minta Bupati Ditahan

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Himpunan Mahasiswa Toba Samosir (PB. HIMA Tobasa) menggelar demo di depan Pengadilan Negeri Medan, Selasa (25/11/2014) Mereka menuntut Bupati Toba Samosir Kasmin Simanjuntak, untuk diadili dan ditahan Seorang orator, Liston Hutajulu mengatakan, Bupati Toba Samosir telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Sumatera Utara, dalam pembebasan lahan pembangunan PLTA Asahan III seluas 9 hektar […]

  • PKB Buka Pendaftaran Calon Bupati, Faslah Sedia Maju Jika Diminta

    PKB Buka Pendaftaran Calon Bupati, Faslah Sedia Maju Jika Diminta

    • calendar_month Kamis, 25 Apr 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Mandailing Natal, Sumut  membuka penjaringan dan pendaftaran bagi bakal calon bupati dan wakil bupati untuk Pilkada 2024. Pada temu pers di Aula Gusdur, Kantor PKB Mandailing Natal (Madina), Jl. Willem Iskander, Pidoli Lombang, Panyabungan, Kamis (25/4), Ketua DPC PKB Madina Khoiruddin Faslah Siregar didampingi Direktur […]

  • Penyematan Satu Nama Ruas Jalan Dibarter Satu Pulau? SungguhTerlalu!

    Penyematan Satu Nama Ruas Jalan Dibarter Satu Pulau? SungguhTerlalu!

    • calendar_month Selasa, 3 Nov 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Minggu lalu tersiar satu kabar yang diinformasikan oleh Koordinator Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Nasional Merah Johansyah. Ia menuliskan dalam akun twitter pribadinya bahwa 1 ruas jalan nama Presiden Joko Widodo Street di Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab ditukar dengan 256 ribu Ha di Kaltim. Ia […]

expand_less