Rabu, 18 Mar 2026
light_mode

Selama Tahun 2011 Polres Sidimpuan Tangani 686 Kasus, Pecat 2 Personil

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 3 Jan 2012
  • print Cetak

P. Sidimpuan, Selama tahun 2011 Polres Padangsidimpuan berhasil menangani sebanyak 686 berbagai kasus tindak pidana (kriminal).
“Bila dibandingkan dengan tahun 2010, terjadi kenaikan sekitar 28 kasus pidana (4,25 persen). Namun, untuk hal penyelesaian kasus turun sekitar 17 persen (62 kasus). Ini diakibatkan, banyaknya kasus yang menggantung misalnya kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan belum P 21,” ujar Kapolres Padangsidimpuan AKBP Andi Syahriful Taufik SIK MSi kepada Analisa di Mapolres P. Sidimpuan, Senin (2/1).

Dijelaskan, dalam hal persentase perbandingan Jumlah Tindak Pidana (JTP) dan Penyelesaiaan Tindak Pidana (PTP) menonjol (crime index) seperti kasus Curas, Curat, Curanmor, pembunuhan, judi, peras atau ancaman, narkoba, penyelundupan, illegal logging serta korupsi antara tahun 2010 dan 2011 terjadi kenaikan dari 49,47 persen menjadi 50,71 persen.

Sedangkan, untuk perbandingan penggolongan 4 jenis tindak pidana seperti kejahatan konvensional, trans nasional (kasus narkoba), Implikasi Kontijensi (kerusuhan massal) serta kejahatan kekayaan negara terjadi penurunan persentase dari 53,03 persen ditahun 2010 menjadi 41,83 persen tahun 2011.

Untuk penanganan kasus Kebijakan Strategi (Bijakstra) Kapolri Tahun 2010-2011 seperti perjudian, narkoba, penyalahgunaan BBM, penyeludupan, illegal loging, premanisme, ilegal fishing, penyalahgunaan senpi atau handak, korupsi, trafiking in person, ilegal mining dan terorisme persentasenya menurun dari 87,5 persen menjadi 84 persen.

“Dalam segi pengungkapan kasus-kasus pidana tersebut, pada dasarnya terjadi trend positif atau adanya kenaikan signifikan kasus yang diungkap, “terangnya.

Lakalantas

Sementara untuk data perbandingan penanganan kasus Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) dan pelanggaran lalulintas kata Kapolres, jumlah Laka tahun 2010 sebanyak 36 tahun 2011 sebanyak 37 kasus.

Penyelesaian laka tahun 2010 sebanyak 32 dan 2011 sebanyak 15. Jumlah korban meninggal dunia, luka berat serta luka ringan 67 orang di 2010 sedangkan 2011 sebanyak 55 orang.

“Penurunan penyelesaiaan kasus ini diakibatkan banyaknya korban tabrak lari dan tersangka wafat. Namun ini menjadi Pekerjaan Rumah (PR) Kasat Lantas kedepan, “katanya sembari menambahkan dalam hal pelanggaran Lalin terjadi penurunan dari 6.082 menjadi 4.792 ditahun 2011.

Internal Polres

Lebih lanjut Kapolres mengatakan, untuk penanganan kasus pelanggaran yang dilakukan personil Polres P. Sidimpuan tahun 2011 terjadi kenaikan. Dimana tahun 2010 hanya 24 sedangkan 2011 sebanyak 32 personil.

Sedangkan untuk proses penegakan kode etik profesi dan disiplin Polri, terjadi kenaikan dari 2010 ke 2011 sekitar 26,31 persen kasus dan 63,15 persen pelanggar.

Pelanggaran pidana oleh personil Polres P. Sidimpuan tahun 2010 sebanyak 5 orang sedangkan 2011 sebanyak 4 orang.

“Dua dari personil Polres P. Sidimpuan yang melakukan tindak pidana tersebut telah diberhentikan dengan tidak hormat sedangkan satu orang lagi telah direkomendasikan untuk diberhentikan tidak hormat, “ungkapnya.

Ditambahakan, dalam hal perbandingan data PDTH personil Polres P. Sidimpuan, Tahun 2010 nihil (kosong) sedangkan 2011 sebanyak 3 personil dengan jenis pelanggaran berupa pemerasan, penganiayaan dan pemerasan. “Kenaikan penaganan kasus dikalangan internal ini merupakan salah satu bentuk komitmen Polres P. Sidimpuan dalam melaksanakan reformasi ditubuhnya,”tegasnya.

Ditanya apakah kenaikan berbagai kasus baik yang melibatkan sipil maupun personil kepolisian ini merupakan salah satu bentuk penurunan kinerja Kapolres membantah sinyalemen tersebut.

“Banyaknya kasus terungkap yang melibatkan personil polisi maupun sipil, bukan semata karena semakin bobrok namun Polri semakin tegas terhadap penegakan disiplin maupun subremasi hukum, “terangnya.

Apresiasi

Terpisah, Ketua Fraksi Demokrat DPRD P. Sidimpuan H.Khoiruddin Nasution mengungkapkan, apresiasinya atas kinerja positif yang ditunjukkan Polres P. Sidimpuan ditahun 2011 lalu.

“Kenaikan kasus yang diungkap Polres P. Sidimpuan baik ditingkat internal maupun eksternal merupakan bentuk nyata mulai terciptanya profesionalisme polisi, “ujarnya.

Diharapkannya, trend positif pengungkapan kasus yang dilakukan Polres P. Sidimpuan ditahun 2011 lalu dapat semakin meningkat ditahun 2012 ini, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian dapat semakin meningkat. (hih.analisa)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua DPRD Madina Belum Terima Surat Baleg

    Ketua DPRD Madina Belum Terima Surat Baleg

    • calendar_month Selasa, 16 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua DPRD Mandailing Natal (Madina), As Imran Khaitamy Daulay SH menyatakan sejauh ini belum menerima surat dari Badan Legslasi (Baleg) DPRD Madina terkait penundaan pembahasan 11 Ranperda. Penundaan 11 Ranperda itu terkait kengototan pihak Baleg melakukan kunjungan kerja ke luar provinsi memperdalam peraturan daerah ditengah telah habisnya dana perjalanan dinas DPRD […]

  • Legalitas Badan Pemangku Adat Dipertanyakan

    Legalitas Badan Pemangku Adat Dipertanyakan

    • calendar_month Selasa, 3 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Panyabungan (MO) – Pihak Harajaan Hutasiantar memprotes Kepengurusan Badan Pemangku Adat (BPA) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) priode sekarang. Pasalnya, pemilihan pengurus tidak sesuai anggaran dasar BPA. Raja Harajaan Hutasiantar, Hasanul Arifin Nasution, S.Sos Gelar Patuan Mandailing, mengaku terkejut setelah mengetahui pengurus baru BPA Madina sudah terbentuk dan sudah pula dikukuhkan. Diungkapkannya, selaku raja Harajaan Hutasiantar, […]

  • Tiap malam geng motor harus diberantas

    Tiap malam geng motor harus diberantas

    • calendar_month Minggu, 19 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Maraknya aksi geng motor atau geng kereta yang belakangan ini meresahkan masyarakat harus segera diantisipasi dan disikapi secara kolektif. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Medan telah bersikap melakukan kebijakan bersama untuk mengatasi geng kereta. Salah satu upaya yang akan dilakukan dengan penekanan terhadap peran guru di sekolah, untuk mengawasi berkembangnya kelompok-kelompok tersebut. “Setiap […]

  • Pemuda Kotasiantar Siap Kawal Suara Paslon SAHATA

    Pemuda Kotasiantar Siap Kawal Suara Paslon SAHATA

    • calendar_month Kamis, 21 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Rizal Pulungan, mantan Ketua PNNB Kelurahan Kotasiantar, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), menyatakan siap mengawal suara pasangan calon (Paslon) nomor urut 2, H. Saipullah Nasution-Atika Azmi Utammi Nasution (SAHATA) di kelurahan setempat. Rizal mengaku makin simpati kepada Paslon SAHATA ketika keduanya kompak hadir dalam penyantunan anak yatim, baru-baru ini. “Saya […]

  • Mangrove Untuk Ketahanan Pangan

    Mangrove Untuk Ketahanan Pangan

    • calendar_month Rabu, 13 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Dr. Erika Pardede Indonesia merupakan negara ke­pu­­la­uan yang memiliki ben­tangan pantai yang sangat pan­jang mencapai 956,181 km, dimana sekitar 4,25 juta hektar terdiri dari hutan mangrove. Hutan mangrove ada­lah tipe hutan yang terdapat di se­panjang pantai atau muara sungai yang di­pengaruhi oleh pasang surut air laut, yaitu tergenang air laut pada waktu pa­sang dan […]

  • Bupati Bantah Ikut Main Uang di MK

    Bupati Bantah Ikut Main Uang di MK

    • calendar_month Jumat, 18 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Bupati Samosir, Mangindar Simbolon, menegaskan, dirinya tidak pernah sekali pun menggelontorkan uang untuk menyuap Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) agar memenangkan perkara perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pemilihan Kepala Daerah, Samosir, beberapa tahun yang lalu. “Saya dua kali Pilkada, memang sampai ke MK. Tapi kita tidak mengeluarkan uang (untuk menyuap Hakim MK),” […]

expand_less