Rabu, 9 Sep 2026
light_mode

Jika Kalau Bahwa

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 11 Jun 2024
  • print Cetak

Oleh: Dahlan Batubara

Di media massa sering terjadi kesalahan penempatan kata “jika” dan kata “kalau“. Dua kata ini kerap menggantikan kata “bahwa“.

Kata “jika” dan kata “kalau” adalah kata penghubung untuk menandai syarat (syarat-harapan). Juga berfungsi sebagai “soal-jawaban. Tergolong dalam Konjungsi Subordinatif Syarat.

Sedangkan kata “bahwa” adalah kata penghubung untuk menyatakan isi atau uraian bagian kalimat yang di depan. Masuk dalam golongan Konjungsi Subordinatif Komplementasi.

Contoh kesalahan penempatan kata “jika“: “Perlu diketahui jika Indonesia akan menerima Rafale pertamanya pada tahun 2026 mendatang”.

Yang benar adalah: “Perlu diketahui bahwa Indonesia akan menerima Rafale pertamanya pada tahun 2026 mendatang”.

Penempatan kata “kalau” juga sering terjadi pada penulisan narasi di media massa:  “Dia menyatakan kalau acara itu kegiatan pengumpulan dana”.

Padahal yang benar adalah: “Dia menyatakan bahwa acara itu kegiatan pengumpulan dana”.

Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) online dijelaskan bahwa kata “jika dan kata kalau adalah kata penghubung untuk menandai syarat (janji). Sedangkan kata “bahwa” adalah kata penghubung untuk menyatakan isi atau uraian bagian kalimat yang di depan.

Contoh penempatan kata “jika“, “kalau“, “bahwa” yang benar:

(jika) begitu, maka lakukan saja.

(kalau) keluar, harus minta izin dulu.

Dia mengira (bahwa) hari ini libur.

Sebagai kata penghubung untuk menandai syarat, kata “jika” dan “kalau” juga memiliki makna ‘syarat-harapan‘.

Metodenya: kalimat syarat dan kalimat harapan ditulis dalam satu struktur kalimat yang dipisahkan oleh tanda koma.

Contohnya bisa begini:

(syarat) Jika dia cantik, (harapan) saya akan angkat dia menjadi sekretaris.

(syarat) kalau Anda ingin selamat, (harapan) maka pengawal harus mendampingimu.

Untuk kesempurnaan kalimat syarat-harapan, diperlukan metode “soal-jawab“, yaitu menyisipkan kata “maka” setelah tanda koma.

Contohnya begini:

(soal) jika Anda mampu, (jawaban) ‘maka’ Anda dipromosikan ke posisi direktur.

(soal) kalau pengawal tidak ada, (jawaban) maka keselamatanmu tidak terjamin.

Salmaa dalam artikel ‘15 Jenis Kata Penghubung Lengkap Dengan Contohnya‘ diterbitkan Deepublish edisi 17 Maret 2023 menyebut jenis kata penghubung syarat adalah kata sambung yang menjelaskan bahwa suatu kejadian bisa terjadi jika memenuhi sejumlah syarat tertentu. Jenis kata dalam kata sambung satu ini cukup beragam dan paling umum adalah jika, kalau, jikalau, apabila.

Contoh kalimatnya:

Sebenarnya kejadian ini tidak perlu terjadi jikalau semua sudah menyiapkan antisipasi.

Kondisi Nita tidak akan memburuk apabila mendapat pertolongan dengan cepat.

Kalau adik berhasil mendapat rangking dua, maka bisa mendapatkan tas baru dari ayah. 

Jika ingin pandai maka harus rajin belajar. 

Jika ingin tubuh tetap sehat maka harus memperhatikan apa yang dimakan.

Konjungsi Subordinatif

Nurul Hidayah dalam artikel ‘Macam-macam Konjungsi, Ciri, dan Contoh Kalimatnya’ diterbitkan Brainacademy.id edisi 19 Maret 2024 menyatakan konjungsi subordinatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua klausa atau lebih, dan klausa itu tidak memiliki status sintaksis yang sama. Salah satu dari klausa itu merupakan klausa subordinatif.

Dilihat dari perilaku sintaksis dan semantiknya, konjungsi subordinatif dapat dibagi menjadi 13 kelompok.

Satu diantara 13 konjungsi subordinatif adalah Konjungsi Syarat.

Konjungsi Syarat, yaitu kata hubung yang digunakan untuk menghubungkan unsur bahasa yang memiliki makna persyaratan, seperti apabila, asalkan, jika, jikalau, kalau, manakala.

Contoh: Aku akan berkunjung ke kotamu jika aku sudah punya ongkos.

Sedangkan kata ‘bahwa‘ adalah Konjungsi Subordinatif Komplementasi.

Konjungsi Subordinatif Komplementasi merupakan konjungsi yang menerangkan bahwa suatu klausa atau kalimat merupakan pelengkap dari klausa atau kalimat sebelumnya. Contoh bentuk dari konjungsi ini adalah “bahwa”.

Contoh : Aku kini mengetahui bahwa sejak kecil Budi sering kejang-kejang.

Berdasar penjabaran di atas, kata “bahwa” (Konjungsi Subordinatif Komplementasi) tidak boleh diganti dengan kata “jika” dan atau kata “kalau” (Konjungsi Syarat).

Hukumnya, apabila “bahwa” diganti “jika” atau “kalau” akan batal demi Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan alias EYD edisi terkini dan juga demi Ejaan Bahasa Indonesia (EBI) edisi tahun 2015-2022.

Maka, suatu kesalahan fatal apabila kata “jika” dipakai pada kalimat “Perlu diketahui jika Indonesia akan menerima Rafale pertamanya pada tahun 2026 mendatang”.

Yang benar adalah: “Perlu diketahui bahwa Indonesia akan menerima Rafale pertamanya pada tahun 2026 mendatang”.

Contoh pemakaian kata “bahwa” yang benar lainnya:

Gubernur menyatakan bahwa pengembangan industrialisasi di kawasan timur tetap menjadi prioritas.

Bupati menegaskan bahwa perbaikan irigasi itu akan disegerakan.

Sebagai penulis, terutama yang menulis di media massa, memahami secara serius Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan adalah kemutlakan. Bahkan harus memiliki komitmen yang tinggi terhadapnya.

Sebab, penulis di media massa bukan saja berperan menyampaikan suatu berita peristiwa atau opini, juga memiliki peran penting memelihara tata bahasa yang benar.

Dahlan Batubara adalah jurnalis / Pemimpin Umum Mandailing Online

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dahlan pastikan krisis listrik Sumatera selesai November

    Dahlan pastikan krisis listrik Sumatera selesai November

    • calendar_month Kamis, 17 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan (Mandailing Online) – Menteri BUMN Dahlan Iskan menyebut krisis listrik di Sumatera akan berakhir pada akhir November nanti. Untuk sementara, krisis listrik akan diatasi dengan pemasangan genset berkekuatan 300 Megawatt. Menurut Dahlan, PLN saat ini sedang memasang genset di Paya Pasir di Medan. Daerah tersebut mempunyai banyak pembangkit listrik dengan berbagai jenis, diantaranya, pembangkit […]

  • Nasida Ria Tampil Memukau di Jerman

    Nasida Ria Tampil Memukau di Jerman

    • calendar_month Senin, 20 Jun 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Masih ingat dengan grup Nasida Ria yang pernah populer di masa lalu? Grup pemilik tembang “Dunia dalam Berita” baru-baru ini tampil memukau di Jerman. Hal itu terungkap dari postingan akun @dprhiburanmalam di Twitter, Senin (20/6). Sontak postingan tersebut mendapat respon positif dari pengguna media sosial berlambang burung biru tersebut. Grup yang […]

  • Wabup Atika Pimpin Apel Pasca Pelantikan

    Wabup Atika Pimpin Apel Pasca Pelantikan

    • calendar_month Senin, 24 Mar 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Wakil Bupati Mandailing Natal Atika Azmi Utammi Nasution memimpin apel gabungan perdana pasca-pelantikan kepala daerah. Berlangsung di pelataran Masjid Agung Nur Alan Nur Aek Godang, Panyabungan, Senin (24/5/2025). Atika dalam kesempatan tersebut menyampaikan beberapa pesan. Di antaranya meminta pegawai pemerintah menunjukkan citra yang baik kepada masyarakat, termasuk pemudik. “Wajah Madina di mata perantau […]

  • Yonif 100/Raider Gelar Glalap

    Yonif 100/Raider Gelar Glalap

    • calendar_month Minggu, 28 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Batalyon Infanteri 100/Raider sebagai batalyon pemukul Kodam I/Bukit Barisan yang memiliki semboyan cepat, senyap dan tepat, dituntut selalu cepat dalam melihat perkembangan situasi, senyap dalam mendekati sasaran dan tepat dalam penanggulangan ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan. Demikian ditegaskan Pangdam I/BB Mayjen TNI Leo Siegers yang bertindak sebagai Irup pada Upacara Pembukaan Geladi Lapangan (Glalap) […]

  • Konflik Antar Petani Dipicu Irigasi Batang Gadis Sakit Parah (2)

    Konflik Antar Petani Dipicu Irigasi Batang Gadis Sakit Parah (2)

    • calendar_month Minggu, 18 Jul 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan : Dahlan Batubara Jurnalis/Petani di Gunung Tua Jae Kekurangan air terjadi hampir di mana-mana. Bukan di Gunung Tua Jae saja. Desa Saba Jambu, Iparbondar, Mompang, Sarak Matua, Panyabungan Jae hingga Sipolu-Polu. Itu akibat saluran-saluran sekunder Irigasi Batang Gadis tak mengalirkan volume air yang banyak. Kasus gerilya malam para petani Desa Iparbondar juga terjadi. Akhiruddin […]

  • NUSANTARA BERUTANG KEPADA KHILAFAH

    NUSANTARA BERUTANG KEPADA KHILAFAH

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Khilafah adalah sistem kepemimpinan Islam setelah kepemimpinan Nabi Muhammad saw. Khilafah bertugas untuk menjaga agama dan mengatur urusan dunia (li-hirasah ad-din wa siyasah ad-dunya’). Khilafah juga wajib menyebarkan dakwah Islam ke seluruh dunia. Allah SWT berfirman: وَمَآ أَرْسَلْنَاكَ إِلاَّ كَآفَّةً لِلنَّاسِ Kami tidak mengutus engkau melainkan kepada seluruh umat manusia (TQS Saba’ [34]: 28). Nusantara […]

expand_less