Jumat, 5 Jun 2026
light_mode

Intelijen harus kupas konflik Aceh

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 11 Jan 2012
  • print Cetak

Tjahjo Kumolo pertanyakan apakah hanya masalah kriminal atau ada ekses-ekses terkait, seperti ekses internasional, pilkada, atau masalah yang belum diselesaikan dengan baik. Menurut dia, pemerintah jangan cepat memberikan pernyataan bahwa peristiwa penembakan itu merupakan kriminal murni, namun perlu dicari latar belakang di balik peristiwa ini.

Berdasarkan hasil pencermatannya, konflik di Aceh ini terjadi karena ada rasa kekecewaan dari para tokoh di Aceh yang telah mendeklarasikan bersatunya Aceh dengan otsusnya. Rasa kecewa itu, baik menyangkut optimalisasi pembangunan yang belum optimal, menyangkut masalah pembelanjaan anggaran yang tidak bisa dinikmati masyarakat Aceh.

“Pemda dan DPRD Aceh harus mempertanggungjawabkan anggaran yang begitu besar di Aceh, termasuk bantuan dari negara sahabat yang ikut membangun Aceh,” kata Sekjen DPP PDIP itu.

Menurut dia, dengan dipilihnya langsung Gubernur khusus, otonomi khusus, syariah Islam adalah upaya meningkatkan ksejahteraan rakyat di Aceh, sehingga jangan sampai ada benih-benih perpecahan dan perlu ada “political will”. Perlu ada keseriusan dari pemerintah untuk menyelesaikan konflik di Aceh. Akar masalahnya harus dituntaskan dengan baik. “Karena kalau tidak, ibarat sebuah luka yang tak sembuh akan muncul luka-luka baru. Ada tanggungjawab dari pemerintah, terutama aparat keamanan untuk menjaga stabilitas nasional,” papar Tjahjo.

Terkait peredaran senjata di daerah konflik seperti di Aceh, kata dia, masih cukup banyak, bahkan ada sejumlah senjata baru. Ini menunjukan ada sumber kekuatan yang masuk di Aceh dengan pola-pola senjata. “Intelijen jangan sampai kecolongan lagi,” katanya seraya menambahkan DPR sebagai fungsi pengawasan, ingin menegaskan pemerintah untuk lebih konsisten dalam menegakan hukum.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto mengatakan beberapa insiden penambakan di Aceh ada hubungannya dengan momen pilkada di wilayah itu pada 16 Februari 2012. Namun, dia menambahkan, saat ini aparat kepolisian sedang menyelidiki berbagai peristiwa penembakan di Aceh yang mengarah ke warga pendatang.

“Kalau kemarin-kemarin kita melihat itu seolah-olah berdiri sendiri tidak ada kaitannya dengan pilkada. Tetapi dengan adanya tindak kekerasan yang terus berlangsung, kemudian perobohan tiang listrik, ini mengingatkan kita kembali pada masa-masa konflik yang lalu,” kata Djoko.

Djoko menambahkan pihaknya belum mengetahui apakah ini merupakan kejahatan yang terorganisasi atau tidak. “Nanti akan diadakan rapat khusus. Yang jelas kita sangat prihatin dengan tindak kekerasan di Aceh,” ujarnya.

Seperti diketahui, akhir 2011 hingga awal 2012, intensitas kekerasan di Aceh meningkat. Setidaknya ada lima warga terbunuh pada dua hari menjelang pergantian tahun. Paling baru adalah robohnya menara jaringan listrik PLN di Kecamatan Baktiya, Aceh Utara pada Minggu (8/1) karena digergaji orang tak dikenal.(waspada)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • KTNA dan Pertanian Madina

    KTNA dan Pertanian Madina

    • calendar_month Sabtu, 22 Mar 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pengurus baru Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Mandailing Natal (Madina) telah dilantik pada Kamis (20/3/2014). Tentunya kita berharap peran KTNA ini mampu lebih memperbanyak inovasi di sektor pertanian, baik dari sisi intensifikasi mapun eksentifikasi pertanian dan dunia nelayan. Pada kesempatan itu Plt Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution dan naskah pidatonya menyatakan bahwa saat ini program […]

  • Tinjau Korban Kebakaran di Kotasiantar, Sobir Lubis Ucapkan Belasungkawa

    Tinjau Korban Kebakaran di Kotasiantar, Sobir Lubis Ucapkan Belasungkawa

    • calendar_month Selasa, 12 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Anggota DPRD Madina, Sobir Lubis menyatakan belasungkawa yang sedalam-dalamnya terkait musibah kebakaran di Kotasiantar, Panyabungan. Itu diungkapkan Sobir yang juga kelahiran Kelurahan Kotasiantar ini kepada Mandailing Online usai meninjau langsung lokasi kebakaran, Selasa (12/11/2019). “Saya mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya, semoga saudara saudari kita selalu dalam ketabahan dan senantiasa memperoleh rahmat dari […]

  • Bunga Rafflesia Berkembang Mekar di Tapsel

    Bunga Rafflesia Berkembang Mekar di Tapsel

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Tapsel  – Bunga Rafflesia atau biasa disebut Bunga Bangkai atau Atturbung, belum lama ini ditemukan tumbuh di kawasan hutan tropis di pinggir aliran Aek Binanga dan Aek Malakkut, Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan. Tulus Butarbutar salah seorang pemerhati Pertambangan dan Sumber Daya Alam, Tapsel kepada wartawan beberpa waktu lalu, mengatakan, bunga Rafflesia yang ditemukan di […]

  • Bupati dan Wabup Madina Zoom Meeting Dengan Presiden RI di Sela Panen Raya

    Bupati dan Wabup Madina Zoom Meeting Dengan Presiden RI di Sela Panen Raya

    • calendar_month Rabu, 9 Apr 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution dan Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution mengikuti zoom meeting panen raya padi pada Optimalisasi Lahan Rawa (Oplah Rawa). Zoom meeting berlangsung secara serentak oleh 14 provinsi bersama Presiden RI H. Prabowo Subianto, Senin (7/4/2025). Untuk Kabupaten Madina sendiri, panen raya padi Oplah Rawa […]

  • Ke Jakarta Mereka Bertanding

    Ke Jakarta Mereka Bertanding

    • calendar_month Minggu, 28 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pangdam I/BB Mayjen TNI Lei Siegers bertindak sebagai Irup pada Upacara Pemberangkatan Tim Yong Moodo dan Tim Sepakbola Kodam I/BB di Lapangan Upacara Makodam I/BB, Jalan Gatot Subroto Km 7,5, Medan, Jumat (26/11/2010). Tim Yong Moodo akan mengikuti pertandingan memperebutkan Piala Bergilir Kasad serta menyambut HUT Ke 61 Kodam Jaya Tahun 2010. sedangkan Tim Kesebelasan […]

  • Korupsi di Jajaran Menteri, Tabiat Demokrasi?

    Korupsi di Jajaran Menteri, Tabiat Demokrasi?

    • calendar_month Rabu, 16 Des 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan sudah sejak awal ia mengingatkan kepada jajaran Menteri Kabinet Indonesia Maju (KIM) untuk tidak melakukan korupsi. Hal itu dikatakan Presiden menyikapi penetapan tersangka Menteri Sosial Juliari Batubara oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam dugaan kasus suap Bantua Sosial (Bansos). Tidak hanya […]

expand_less