Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Intelijen harus kupas konflik Aceh

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 11 Jan 2012
  • print Cetak

Tjahjo Kumolo pertanyakan apakah hanya masalah kriminal atau ada ekses-ekses terkait, seperti ekses internasional, pilkada, atau masalah yang belum diselesaikan dengan baik. Menurut dia, pemerintah jangan cepat memberikan pernyataan bahwa peristiwa penembakan itu merupakan kriminal murni, namun perlu dicari latar belakang di balik peristiwa ini.

Berdasarkan hasil pencermatannya, konflik di Aceh ini terjadi karena ada rasa kekecewaan dari para tokoh di Aceh yang telah mendeklarasikan bersatunya Aceh dengan otsusnya. Rasa kecewa itu, baik menyangkut optimalisasi pembangunan yang belum optimal, menyangkut masalah pembelanjaan anggaran yang tidak bisa dinikmati masyarakat Aceh.

“Pemda dan DPRD Aceh harus mempertanggungjawabkan anggaran yang begitu besar di Aceh, termasuk bantuan dari negara sahabat yang ikut membangun Aceh,” kata Sekjen DPP PDIP itu.

Menurut dia, dengan dipilihnya langsung Gubernur khusus, otonomi khusus, syariah Islam adalah upaya meningkatkan ksejahteraan rakyat di Aceh, sehingga jangan sampai ada benih-benih perpecahan dan perlu ada “political will”. Perlu ada keseriusan dari pemerintah untuk menyelesaikan konflik di Aceh. Akar masalahnya harus dituntaskan dengan baik. “Karena kalau tidak, ibarat sebuah luka yang tak sembuh akan muncul luka-luka baru. Ada tanggungjawab dari pemerintah, terutama aparat keamanan untuk menjaga stabilitas nasional,” papar Tjahjo.

Terkait peredaran senjata di daerah konflik seperti di Aceh, kata dia, masih cukup banyak, bahkan ada sejumlah senjata baru. Ini menunjukan ada sumber kekuatan yang masuk di Aceh dengan pola-pola senjata. “Intelijen jangan sampai kecolongan lagi,” katanya seraya menambahkan DPR sebagai fungsi pengawasan, ingin menegaskan pemerintah untuk lebih konsisten dalam menegakan hukum.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto mengatakan beberapa insiden penambakan di Aceh ada hubungannya dengan momen pilkada di wilayah itu pada 16 Februari 2012. Namun, dia menambahkan, saat ini aparat kepolisian sedang menyelidiki berbagai peristiwa penembakan di Aceh yang mengarah ke warga pendatang.

“Kalau kemarin-kemarin kita melihat itu seolah-olah berdiri sendiri tidak ada kaitannya dengan pilkada. Tetapi dengan adanya tindak kekerasan yang terus berlangsung, kemudian perobohan tiang listrik, ini mengingatkan kita kembali pada masa-masa konflik yang lalu,” kata Djoko.

Djoko menambahkan pihaknya belum mengetahui apakah ini merupakan kejahatan yang terorganisasi atau tidak. “Nanti akan diadakan rapat khusus. Yang jelas kita sangat prihatin dengan tindak kekerasan di Aceh,” ujarnya.

Seperti diketahui, akhir 2011 hingga awal 2012, intensitas kekerasan di Aceh meningkat. Setidaknya ada lima warga terbunuh pada dua hari menjelang pergantian tahun. Paling baru adalah robohnya menara jaringan listrik PLN di Kecamatan Baktiya, Aceh Utara pada Minggu (8/1) karena digergaji orang tak dikenal.(waspada)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Brigjend TNI Sofwat Nasution Silaturrahim dengan Wartawan

    Brigjend TNI Sofwat Nasution Silaturrahim dengan Wartawan

    • calendar_month Rabu, 17 Jul 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bakal calon bupati Madina, Brigjend TNI (Purn) Sofwat Nasution melakukan silaturrahim dengan kalangan wartawan di Panyabungan, Rabu (17/7/2019). Silaturrahim yang berlangsung di rumah makan Paranginan, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) itu membincangkan berbagai sisi Kabupaten Madina serta pemilihan kepala daerah yang sudah dekat.. Sekitar 20 wartawan dari berbagai media massa […]

  • Angka Kemiskinan Semakin Tinggi, Bagaimana Solusinya?

    Angka Kemiskinan Semakin Tinggi, Bagaimana Solusinya?

    • calendar_month Kamis, 21 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Intan Marfuah Aktivis Muslimah Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, mencatat, angka kemiskinan ekstrem di Bumi Daya Taka per 2024 sudah berada pada 0,2 persen. Dari 10 Kecamatan, 4 di antaranya berada pada angka 0 persen atau bebas dari kemiskinan ekstrem. Kepala Dinsos Kabupaten Paser, Hasanuddin menyatakan, kemiskinan ekstrem merupakan ketidakmampuan masyarakat untuk […]

  • Pengerukan Irigasi Batang Gadis

    Pengerukan Irigasi Batang Gadis

    • calendar_month Selasa, 31 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Petani Merasa Terbantu Pengerukan Irigasi Batang Gadis Madina Sepanjang 20 KM Ket Fhoto : Nampak alat berat sedang melakukan pembersihan saluran Irigasi Batang Gadis Madina dari lumpur untuk memperlancar pengairan pada persawahan masyarakat. Panyabungan MO-Adanya pengerukan irigasi Batang Gadis oleh Pemerintah dengan tujuan untuk memperlancar pengairan pada persawahan disambut gembira oleh para petani yang ada […]

  • Ada AktifitasTambang Emas Ilegal di Tombang Kaluang Diduga di Back Up Oknum Aparat

    Ada AktifitasTambang Emas Ilegal di Tombang Kaluang Diduga di Back Up Oknum Aparat

    • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Batangnatal -Mandailing Online : kawasan hutan di Kecamatan Batang Natal tepatnya di desa tombang kaluang tetap menjadi lahan subur bagi pelaku tambang emas ilegal di Madina. Aktifitas tambang dengan menggunakan alat berat jenis excavator dilokasi pun tak tersentuh hukum. Pengakuan warga, lokasi tambang memang dipayungi oknum aparat penegak hukum. Aktivitas tambang di kawasan hutan desa tombang […]

  • Minoritas Anggota DPRD Madina Jangan Cacing Kepanasan

    Minoritas Anggota DPRD Madina Jangan Cacing Kepanasan

    • calendar_month Sabtu, 11 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Panyabungan (MO) – Minoritas anggota DPRD Madina jangan jadi cacing kepanasan terkait keputusan kocok ulang alat kelengkapan dewan yang disetujui mayoritas anggota. Keputusan itu disetujui 26 dari total 40 anggota DPRD Madina. Sebab, sejumlah anggota dewan, melalui Binsar Nasution telah menyurati pimpinan dewan menekankan pergantian alat kelengkapan tidak sah. Sikap Minoritas ini dinilai ibarat cacing […]

  • Tambang Emas Ilegal Di Sipogu dan Rantobi Madina Bebas Beroperasi.Warga Minta Kapolres Baru Bertindak

    Tambang Emas Ilegal Di Sipogu dan Rantobi Madina Bebas Beroperasi.Warga Minta Kapolres Baru Bertindak

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Batangnatal ( Mandailing Online ): Aktifitas tambang emaa ilegal dengan menggunakan alat berat jenis excavator di wilayah Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara masih beroperasi bebas. Dugaan kuat, aktifitas pelaku tambang emas ilegal ini bebas beroperasi karena memiliki stabil pada oknum tertentu. Pantauan dilapangan, di desa Sipogu, ada aktifitas alat berat terpantau melakukan […]

expand_less