Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Bunga Rafflesia Berkembang Mekar di Tapsel

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Kamis, 26 Feb 2015
  • print Cetak

Tapsel  – Bunga Rafflesia atau biasa disebut Bunga Bangkai atau Atturbung, belum lama ini ditemukan tumbuh di kawasan hutan tropis di pinggir aliran Aek Binanga dan Aek Malakkut, Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan.
Tulus Butarbutar salah seorang pemerhati Pertambangan dan Sumber Daya Alam, Tapsel kepada wartawan beberpa waktu lalu, mengatakan, bunga Rafflesia yang ditemukan di pinggir Aek Malakkut, Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan merupakan satu species flora yang perlu dilestarikan.

Dijelaskannnya, Rafflesia yang ditemukan di kawasan marancar itu memiliki keindahan yang luar biasa. "Bunga ini merupakan tanaman di hutan tropis dan sangat baik berkembang di Tapanuli Selatan. Saat ditemukan, Bunga Rafflesia ini sangat indah dengan kombinasi warna bunga merah jingga dan kuning. Kelopak bunganya sangat lebar dengan warna jingga yang indah. Lebih menarik kepala putik yang menyempul dari kelopak dengan tinggi mencapai 1.5 meter," katanya.
Dia menilai bunga yang ditemukan tersebut terbesar yang diketahuinya. "Saya yakin ini merupakan bunga terbesar di dunia," katanya sambil mengatakan, bahwa aromanya juga sangat unik, yakni aroma bangkai yang bisa tercium hingga jarak 10 meter lebih.

Tulus Butarbutar, Peneliti Geologi saat survey Geologi di aliran Aek Binanga dan Aek Malakkut yang masuk wilayah Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapsel ini menjelaskan, setelah melakukan penelusuran di sejumlah kawasan di Tapanuli Selatan termasuk di Sipirok, meyakini bahwa kawasan tropis seperti tapsel sangat baik dengan perkembangan bunga Rafflesia.

"Bunga Rafflesia ini baik juga di jadikan sebagai satu ikon Tapsel. Sangat peting artinya pemerintah memikirkan kawasan seperti ini sebagai kawasan cagar alam yang dilindungi, sehingga kekayaan alam yang ada di dalamnya tetap lestari," katanya. Dari hasil pengamatannya di lapangan, kelangsungan hidup bunga Rafflesia ini di Tapsel sangat terancam.

Disebabkan oleh meluasnya aktivitas pertanian dan perkebunan masyarakat sekitar, yang sering tidak acuh dengan keberadaan bunga ini.

Dia berharap pihak terkait yang berhubungan dengan tugas konversi/pemeliharaan bunga jenis ini, agar intensif melakukan sosialisasi kemasyarakat yang tinggal di sekitar habitat bunga ini, agar tidak mengganggu keberlangsungan hidup bunga yang indah ini.

Sumber : medanbisnis

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kades Sipogu : Kapolres Madina Pernah Tegur Pelaku Tambang, Namun Tak Digubris

    Kades Sipogu : Kapolres Madina Pernah Tegur Pelaku Tambang, Namun Tak Digubris

    • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Batangnatal ( Mandailing Online ): ternyata pengusaha tambang emas ilegal yang beroperasi di Desa Sipogu, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal kebal hukum. Setingkat Kapolres Madina saja sudah pernah menegur para pelaku tambang namun tidak di gubris. “Itu sudah langsung Kapolres Madina yang menegur para pelaku tambang namun tidak diindahkan, BPD dan Pemdes juga sudah […]

  • Inilah Data Korban Bencana Asap di Riau

    Inilah Data Korban Bencana Asap di Riau

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    PEKANBARU – Korban akibat kabut asap yang melanda Provinsi Riau terus bertambah. Bahkan dalam satu hari penambahan korban mencapai 1.000 jiwa. Data ini berasal dari Dinas Kesehatan kabupaten/kota se Riau. Kepala UPT Penanggulangan Krisis Dinkes Riau Jhon Kenedi, menyatakan saat ini jumlah laporan korban kabut asap yang masuk di Diskes Riau telah mencapai 9.386 orang. […]

  • Hanya Dengan Islam Kebangkitan Pribumi Dapat Diraih

    Hanya Dengan Islam Kebangkitan Pribumi Dapat Diraih

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik   Ketua Front Pribumi Ki Gendeng Pamungkas (KGP) mengatakan telah terjadi pengusiran TKA China di beberapa daerah. Hal tersebut indikasi kebangkitan pribumi karena telah berani memperjuangkan haknya. KGP berpendapat, rakyat akan terus mengusir TKA Cina karena menganggap kedatangan mereka sebagai penjajahan terhadap bumi pertiwi. KGP menilai, […]

  • AMNB Minta Pemakzulan: Ada Bola dan Salju, Apakah Sudah Ada Api?

    AMNB Minta Pemakzulan: Ada Bola dan Salju, Apakah Sudah Ada Api?

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • account_circle Ludfan Nasution
    • 0Komentar

    Oleh: Ludfan Nasution Koordinator Mandailing Epicentrum     … Satu surat masuk DPRD kadang hanya menjadi arsip. Tetapi surat Aliansi Mandailing Natal Bersatu (AMNB) pada 24 September 2026 bisa saja berbeda. Mereka meminta DPRD Madina mengkaji dan mengevaluasi pemberhentian Bupati dan Wakil Bupati, sekaligus mendorong penggunaan hak pengawasan, termasuk Panitia Angket. Surat bernomor 001/AMNB/IX/2026 itu […]

  • Pemkab Madina Akui M3 Ambil Kayu

    Pemkab Madina Akui M3 Ambil Kayu

    • calendar_month Kamis, 11 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Mandailing Natal, Drs. Mara Ondak Harahap mengakui PT. Madina Madani Mining (M3) melakukan pemanfaatan kayu sebanyak 46,5000 meter kubik untuk bangunan barak karyawan sebanyak yang terdiri dari 15 unit barak karyawan. PT. Madina Madani Mining adalah perusahaan yang berinvestasi di sektor pertambangan emas di Madina pada […]

  • Andi Kembali Diancam Fatori

    Andi Kembali Diancam Fatori

    • calendar_month Selasa, 7 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIANTAR- Kontributor Trans TV Andi Siahaan kembali mendapat ancaman dari Kapolresta Siantar AKBP Fatori SIk, Minggu (5/12) pagi. Kabar ini diketahui melalui berita yang beredar ke email sejumlah wartawan di Siantar. Dalam email tersebut, Andi mengatakan bahwa Fatori mengancam akan menghabisi nyawanya jika keluar dari tahanan. “Sekitar pukul 8.10 WIB, Minggu (5/12), Fatori mendatangi ruang […]

expand_less