Senin, 1 Jun 2026
light_mode

Bunga Rafflesia Berkembang Mekar di Tapsel

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Kamis, 26 Feb 2015
  • print Cetak

Tapsel  Bunga Rafflesia atau biasa disebut Bunga Bangkai atau Atturbung, belum lama ini ditemukan tumbuh di kawasan hutan tropis di pinggir aliran Aek Binanga dan Aek Malakkut, Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan.
Tulus Butarbutar salah seorang pemerhati Pertambangan dan Sumber Daya Alam, Tapsel kepada wartawan beberpa waktu lalu, mengatakan, bunga Rafflesia yang ditemukan di pinggir Aek Malakkut, Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan merupakan satu species flora yang perlu dilestarikan.

Dijelaskannnya, Rafflesia yang ditemukan di kawasan marancar itu memiliki keindahan yang luar biasa. "Bunga ini merupakan tanaman di hutan tropis dan sangat baik berkembang di Tapanuli Selatan. Saat ditemukan, Bunga Rafflesia ini sangat indah dengan kombinasi warna bunga merah jingga dan kuning. Kelopak bunganya sangat lebar dengan warna jingga yang indah. Lebih menarik kepala putik yang menyempul dari kelopak dengan tinggi mencapai 1.5 meter," katanya.
Dia menilai bunga yang ditemukan tersebut terbesar yang diketahuinya. "Saya yakin ini merupakan bunga terbesar di dunia," katanya sambil mengatakan, bahwa aromanya juga sangat unik, yakni aroma bangkai yang bisa tercium hingga jarak 10 meter lebih.

Tulus Butarbutar, Peneliti Geologi saat survey Geologi di aliran Aek Binanga dan Aek Malakkut yang masuk wilayah Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapsel ini menjelaskan, setelah melakukan penelusuran di sejumlah kawasan di Tapanuli Selatan termasuk di Sipirok, meyakini bahwa kawasan tropis seperti tapsel sangat baik dengan perkembangan bunga Rafflesia.

"Bunga Rafflesia ini baik juga di jadikan sebagai satu ikon Tapsel. Sangat peting artinya pemerintah memikirkan kawasan seperti ini sebagai kawasan cagar alam yang dilindungi, sehingga kekayaan alam yang ada di dalamnya tetap lestari," katanya. Dari hasil pengamatannya di lapangan, kelangsungan hidup bunga Rafflesia ini di Tapsel sangat terancam.

Disebabkan oleh meluasnya aktivitas pertanian dan perkebunan masyarakat sekitar, yang sering tidak acuh dengan keberadaan bunga ini.

Dia berharap pihak terkait yang berhubungan dengan tugas konversi/pemeliharaan bunga jenis ini, agar intensif melakukan sosialisasi kemasyarakat yang tinggal di sekitar habitat bunga ini, agar tidak mengganggu keberlangsungan hidup bunga yang indah ini.

Sumber : medanbisnis

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anak-anak Darurat Keamanan Pangan, Dimana Peran Negara?

    Anak-anak Darurat Keamanan Pangan, Dimana Peran Negara?

    • calendar_month Kamis, 2 Mar 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Radayu Irawan, S.Pt Penulis Anak-anak merupakan aset suatu bangsa. Mereka adalah insan hebat yang akan melanjutkan estafet perubahan bangsa. Maka, seharusnya pertumbuhan dan perkembangan mereka wajib dikawal ketat agar tercipta generasi cemerlang nan gemilang. Namun apa jadinya, jika kesehatan mereka pun berada dalam lingkaran bahaya. Penyakit diabetes melitus yang biasanya menyerang orangtua, kini telah […]

  • Kepala Desa Gunungtua Jae Resmi Diberhentikan

    Kepala Desa Gunungtua Jae Resmi Diberhentikan

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Mardansyah Rangkuti resmi diberhentikan dari jabatan kepala desa Gunungtua Jae, Panyabungan. Pemberhentian Mardan itu sekaligus pengangkatan Ikhsan, S.Pd sebagai Pejabat Kepala Desa. Serah terima jabatan berlangsung di Kantor Camat Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), Minggu (14/6/2020) disaksikan Camat Panyabungan, Idris Batubara serta Danramil 13, AK Harahap dan Kapolsek Panyabungan, Andi Gustawi Lubis. Pemberhentian […]

  • Energy Geothermal : Energi Masa Depan atau Masalah Besar?

    Energy Geothermal : Energi Masa Depan atau Masalah Besar?

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Muhammad Al-Khotib Alumni Teknik Pertanian, Universitas Padjadjaran Sekretaris Umum HMI Cabang Sumedang   Konsumsi minyak dunia semakin hari semakin bertambah, ini akibat kebutuhan manusia akan energi yang terus bertambah. Berdasarkan data International Energy Agency (IEA), permintaan minyak dunia tahun 2015 ini jumlahnya meningkat 1,5 persen dari tahun sebelumnya. Padahal kondisi cadangan minyak dunia […]

  • Granat desak grasi Ola dicabut

    Granat desak grasi Ola dicabut

    • calendar_month Minggu, 11 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta, (MO) -Gerakan Nasional Anti Narkoba (Granat) mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mencabut kembali grasi kepada Meirika Franola alias Ola. “Presiden tidak bisa menyatakan bertanggungjawab saja mengeluarkan grasi, namun juga harus mencabutnya kembali,” kata Ketua Umum Granat, Henry Yosodiningrat di Jakarta, Minggu. Sebelumnya, melalui Keppres Nomor 35 tahun 2011, Ola mendapatkan pengampunan dari semula hukuman […]

  • Seputar Anggota DPRD Tiduri Pegawai Honor

    Seputar Anggota DPRD Tiduri Pegawai Honor

    • calendar_month Sabtu, 12 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Djafar: Saya Difitnah & Diperas MADINA; Anggota DPRD Mandailing Natal, Djafar Siddiq Nasution (40), mengaku telah difitnah terkait adanya pengakuan Widuri (nama samaran), pegawai honor di Pemkab Madina yang mengaku telah ditidurinya. Selain itu, politisi dari PAN ini juga menyebutkan ada unsur pemerasan terkait hal tersebut. “Kita akan menuntut balik atas pencemaran nama baik dan […]

  • Hari Ketiga Pascabanjir Logistik ke Sulangaling Belum Dikirim

    Hari Ketiga Pascabanjir Logistik ke Sulangaling Belum Dikirim

    • calendar_month Selasa, 21 Des 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Memasuki hari ketiga pascabanjir yang terjadi di wilayah Sulangaling logistik dan obat-obatan belum bisa dikirim. Kondisi pertemuan sungai Parlampungan dan Batang Natal yang masih meluap dan mengancam nyawa menjadi alasannya. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mandailing Natal (Madina) Subuki Nasution yang dihibungi Mandailing Online menyampaikan hari ini, Selasa […]

expand_less