Jumat, 6 Nov 2026
light_mode

Energy Geothermal : Energi Masa Depan atau Masalah Besar?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 15 Mei 2015
  • print Cetak

 

Oleh: Muhammad Al-Khotib
Alumni Teknik Pertanian, Universitas Padjadjaran
Sekretaris Umum HMI Cabang Sumedang

 

Konsumsi minyak dunia semakin hari semakin bertambah, ini akibat kebutuhan manusia akan energi yang terus bertambah. Berdasarkan data International Energy Agency (IEA), permintaan minyak dunia tahun 2015 ini jumlahnya meningkat 1,5 persen dari tahun sebelumnya. Padahal kondisi cadangan minyak dunia saat ini berbanding terbalik yakni mengalami penipisan.

Indonesia juga mengalami hal yang sama, saat ini cadangan minyak atau energi fosil Indonesia diperkirakan akan habis kurang 25 tahun lagi. Waktu 25 tahun ini merupakan waktu yang tidak lama karena energi ini akan habis lebih cepat dari waktu yang diperkirakan karena pertumbuhan penduduk dan kebutuhan energi yang terus meningkat dan sifat energi fosil bersifat energi tak terbarukan. Sehingga energi fosil ini akan habis dan dibutuhkan waktu ratusan bahkan ribuan tahun agar terbentuk minyak kembali.

Melihat kondisi tersebut Indonesia harus mencari solusi untuk memenuhi energi nasional yang sifatnya berkelanjutan (sustainable) atau yang sering disebut energi terbarukan.

Energi terbarukan adalah energi yang dapat diperoleh ulang seperti sinar matahari, angin, panas bumi, nuklir dan biofeul, dll. Energi terbarukan ini menjadi perbincangan di berbagai dunia sebagai upaya memenuhi kebutuhan negerinya, yakni panas bumi atau energi geothermal.

Energi panas bumi atau geothermal ini sebenarnya merupakan sumber energi terbarukan yang belum terlalu dikenal oleh masyarakat awam. Padahal potensi panas bumi di Indonesia mencapai 27 Gwe. Keberadaan energi panas bumi ini sangat erat kaitannya dengan posisi Indonesia dalam kerangka tektonik dunia. Posisi strategis ini menempatkankan Indonesia sebagai negara paling kaya dengan energi panas bumi. Sehingga sebagian besar sumber panas bumi di Indonesia tergolong mempunyai temperatur tinggi.

Beberapa negara telah mengembangkan energi goethermal ini, seperti New Zealand, Thailand dan Indonesia. Energi panas bumi di Indonesia masih tersebar di Pulau Jawa seperti Ulubelu, Sarula, Lahendong, Wayang-Windu di Kabupaten Bandung, Kamojang, Drajat di Kabupaten Garut.

 

Apa kendala pengembangannya di Indonesia?

Kajian ilmiah tentang energi geothermal cukup banyak dan komprehensif. Namun kajian ini masih terbatas pada kalangan akademisi, sedangkan kalangan masyarakat bawah masih awam tentang energi geothermal. Ini merupakan suatu kewajaran.

Dari segi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), Indonesia masih sangat rendah dan informasi tentang geothermal masih terbatas. Sehingga pada pengaplikasiannya banyak kendala berupa penolakan yang terjadi di masyarakat, seperti yang terjadi di beberapa daerah, salah satunya di Mandailing Natal, Sumut dan Bali. Penolakan ini sebenarnya disebabkan isu lingkungan seperti berada di kawasan pemukiman, kawasan hutan dan lain sebagainya. Sehingga beberapa menganggap bertentangan dengan peraturan-peraturan yang berlaku. Akibat penolakan tersebut masalah menjadi melebar menjadi konflik sosial seperti yang terjadi di Mandailing Natal.

Sebenarnya semua kegiatan memberikan dampak terhadap lingkungannya.  Namun dampak energi geothermal lebih kecil dibandingkan dampak dari energi tidak terbarukan. Kita ketahui bahwa seluruh sumber energi terbarukan adalah sumber energi ramah lingkungan yang tidak mencemari lingkungan dan tidak memberikan kontribusi terhadap perubahan iklim dan pemanasan global seperti energy fosil, batu baradan lain sebagainya. Ini adalah alasan utama mengapa energi terbarukan sangat terkait dengan masalah lingkungan dan ekologi di mata banyak orang.

Dengan munculnya beberapa masalah di atas, sudah sepantasnya kita menyelesaikan masalah tersebut dengan cara win-win solution. Salah satu yang paling berperan penting adalah peran pemerintah daerah memediasi antara masyarakat dengan perusahaan. Perusahaan menghargai dan menjaga kelestarian dan kearifan lokal masyarakat sekitar. Kemudian upaya meningkatkan sumber daya manusia dengan memberikan pendidikan, baik pendidikan formal maupun pendidikan non-formal dan memberikan informasi-informasi tentang geothermal itu sendiri dengan penyederhanaan bahasa sehingga masyarakat awam menerima dan memahami apa sebenarnya energi geothermal.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • LGBT Buah Kapitalisme

    LGBT Buah Kapitalisme

    • calendar_month Minggu, 24 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Dian Marlina Rambe Muslimah Peduli Generasi   Dikutip dari detik.com Millen Cyrus memenangkan kontes kecantikan Miss Queen 2021 yang diselenggarakan di Bali, Kamis (30/9/2021). Ini menjadi pro dan kontra, karena kontes tersebut  merupakan ajang kecantikan bagi para transgender. Ajang transgender yang diikuti Milen Cyrus ini mengalahkan 17 kontestan di Miss Quin Indonesia, ia […]

  • Susah Dilewati :

    Susah Dilewati :

    • calendar_month Jumat, 19 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Susah Dilewati : Para pengguna Jalan penghubung Panyabungan Gunung Baringin dititik desa Parmompang terpaksa harus berhati-hati karena amblas. Kerusakan ini sudah berlangsung lama namun belum upaya perbaikan dari Pemerintah Daerah setempat. (Hol)

  • Nasib Inalum Akan Diumumkan di Istana

    Nasib Inalum Akan Diumumkan di Istana

    • calendar_month Jumat, 1 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Proses pengambilalihan secara resmi PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) dari perusahaan Jepang, yakni Nippon Asahan Alumuniun (NAA) sebagai pemegang 58,87 persen saham, akan diumumnya di Istana Presiden, sore nanti. Semula, jumpa pers akan digelar di Kementerian Perindustrian pukul 10.00 WIB tadi. Namun, Menteri Perindustrian MS Hidayat dan Menteri BUMN Dahlan Iskan […]

  • Mal Praktek di RSU Panyabungan Tewaskan Mahasiswi

    Mal Praktek di RSU Panyabungan Tewaskan Mahasiswi

    • calendar_month Kamis, 2 Jan 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kasus dugaan mal praktek di RSU Panyabungan yang menewaskan seorang mahasiswi, kini mulai ditangani Komisi IV DPRD Mandailing Natal (Madina). Pertemuan di Komisi IV DPRD Madina berlangsung Kamis (2/1/2014) dipimpin Ketua Komisi Martua Nasution Lc dan Wakil Ketua Komisi, Hamzsah, pihak keluarga korban serta Direktur RSU Panyabungan Drg. Bidasari. Korban bernama […]

  • Strategi Pendidikan Islam, Jamin Kualitas Generasi

    Strategi Pendidikan Islam, Jamin Kualitas Generasi

    • calendar_month Senin, 29 Mei 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Dinnar Fitriani Susanti Pengamat Kebijakan Publik Dalam kegiatan Forum Pemangku Kepentingan Daerah (FPKD) oleh Balai Penjamin Mutu Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Samarinda dibahas satu program. Program tersebut merupakan Penggerak Sekolah Provinsi Kaltim yang bertajuk “Membangun Komitmen Bersama Meningkatkan Mutu Pendidikan”.(https://kaltim.akurasi.id/news/peningkatan-mutu-pendidikan-melalui-sekolah-penggerak-kaltim/) Bongkar Pasang […]

  • PARIPURNA DEWAN RAKYAT

    PARIPURNA DEWAN RAKYAT

    • calendar_month Selasa, 25 Mar 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Hanya Fiksi, tapi boleh dipikirkan: Muloi manyogoti, ranggo dope ari, namargoso ma barisan ni Anak Boru Dewan Rakyat (Sekretariat DPRD) mardahan di alaman. Alaima barisan namanorjak tu pudi juljul tu jolo, sitamba naurang siorus nalobi, na ganop ari sitastas nambur manjuljulkon morana. Di ari on ma nangkan dipatidahon abisukan ni halak Mandailing, songon sindok ni […]

expand_less