Senin, 14 Sep 2026
light_mode

Energy Geothermal : Energi Masa Depan atau Masalah Besar?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 15 Mei 2015
  • print Cetak

 

Oleh: Muhammad Al-Khotib
Alumni Teknik Pertanian, Universitas Padjadjaran
Sekretaris Umum HMI Cabang Sumedang

 

Konsumsi minyak dunia semakin hari semakin bertambah, ini akibat kebutuhan manusia akan energi yang terus bertambah. Berdasarkan data International Energy Agency (IEA), permintaan minyak dunia tahun 2015 ini jumlahnya meningkat 1,5 persen dari tahun sebelumnya. Padahal kondisi cadangan minyak dunia saat ini berbanding terbalik yakni mengalami penipisan.

Indonesia juga mengalami hal yang sama, saat ini cadangan minyak atau energi fosil Indonesia diperkirakan akan habis kurang 25 tahun lagi. Waktu 25 tahun ini merupakan waktu yang tidak lama karena energi ini akan habis lebih cepat dari waktu yang diperkirakan karena pertumbuhan penduduk dan kebutuhan energi yang terus meningkat dan sifat energi fosil bersifat energi tak terbarukan. Sehingga energi fosil ini akan habis dan dibutuhkan waktu ratusan bahkan ribuan tahun agar terbentuk minyak kembali.

Melihat kondisi tersebut Indonesia harus mencari solusi untuk memenuhi energi nasional yang sifatnya berkelanjutan (sustainable) atau yang sering disebut energi terbarukan.

Energi terbarukan adalah energi yang dapat diperoleh ulang seperti sinar matahari, angin, panas bumi, nuklir dan biofeul, dll. Energi terbarukan ini menjadi perbincangan di berbagai dunia sebagai upaya memenuhi kebutuhan negerinya, yakni panas bumi atau energi geothermal.

Energi panas bumi atau geothermal ini sebenarnya merupakan sumber energi terbarukan yang belum terlalu dikenal oleh masyarakat awam. Padahal potensi panas bumi di Indonesia mencapai 27 Gwe. Keberadaan energi panas bumi ini sangat erat kaitannya dengan posisi Indonesia dalam kerangka tektonik dunia. Posisi strategis ini menempatkankan Indonesia sebagai negara paling kaya dengan energi panas bumi. Sehingga sebagian besar sumber panas bumi di Indonesia tergolong mempunyai temperatur tinggi.

Beberapa negara telah mengembangkan energi goethermal ini, seperti New Zealand, Thailand dan Indonesia. Energi panas bumi di Indonesia masih tersebar di Pulau Jawa seperti Ulubelu, Sarula, Lahendong, Wayang-Windu di Kabupaten Bandung, Kamojang, Drajat di Kabupaten Garut.

 

Apa kendala pengembangannya di Indonesia?

Kajian ilmiah tentang energi geothermal cukup banyak dan komprehensif. Namun kajian ini masih terbatas pada kalangan akademisi, sedangkan kalangan masyarakat bawah masih awam tentang energi geothermal. Ini merupakan suatu kewajaran.

Dari segi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), Indonesia masih sangat rendah dan informasi tentang geothermal masih terbatas. Sehingga pada pengaplikasiannya banyak kendala berupa penolakan yang terjadi di masyarakat, seperti yang terjadi di beberapa daerah, salah satunya di Mandailing Natal, Sumut dan Bali. Penolakan ini sebenarnya disebabkan isu lingkungan seperti berada di kawasan pemukiman, kawasan hutan dan lain sebagainya. Sehingga beberapa menganggap bertentangan dengan peraturan-peraturan yang berlaku. Akibat penolakan tersebut masalah menjadi melebar menjadi konflik sosial seperti yang terjadi di Mandailing Natal.

Sebenarnya semua kegiatan memberikan dampak terhadap lingkungannya.  Namun dampak energi geothermal lebih kecil dibandingkan dampak dari energi tidak terbarukan. Kita ketahui bahwa seluruh sumber energi terbarukan adalah sumber energi ramah lingkungan yang tidak mencemari lingkungan dan tidak memberikan kontribusi terhadap perubahan iklim dan pemanasan global seperti energy fosil, batu baradan lain sebagainya. Ini adalah alasan utama mengapa energi terbarukan sangat terkait dengan masalah lingkungan dan ekologi di mata banyak orang.

Dengan munculnya beberapa masalah di atas, sudah sepantasnya kita menyelesaikan masalah tersebut dengan cara win-win solution. Salah satu yang paling berperan penting adalah peran pemerintah daerah memediasi antara masyarakat dengan perusahaan. Perusahaan menghargai dan menjaga kelestarian dan kearifan lokal masyarakat sekitar. Kemudian upaya meningkatkan sumber daya manusia dengan memberikan pendidikan, baik pendidikan formal maupun pendidikan non-formal dan memberikan informasi-informasi tentang geothermal itu sendiri dengan penyederhanaan bahasa sehingga masyarakat awam menerima dan memahami apa sebenarnya energi geothermal.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 187 Pelamar CPNS di Tapsel

    187 Pelamar CPNS di Tapsel

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Hingga hari ketiga dibukanya pendaftaran CPNS di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Selasa (23/11), pelamar yang telah mendaftar sebanyak 187 orang. Kepala BKD Tapsel, Drs Aswad Daulay MH ketika dikonfirmasi melalui Kepala Bidang Penerimaan dan Perencanaan Pegawai, Syafi’I menuturkan, hari pertama pendaftaran Sabtu (20/11) lalu, jumlah yang melamar untuk tenaga kependidikan atau guru sebanyak 9 orang, […]

  • Pertamina Diharap Konsisten Pasok Quota Gas LPG 3Kg ke Madina

    Pertamina Diharap Konsisten Pasok Quota Gas LPG 3Kg ke Madina

    • calendar_month Selasa, 4 Feb 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak PT Pertamina Gas dihimbau konsisten memenuhi kiriman gas LPG 3 Kg bersubsidi sesuai quota untuk Mandailing Natal (Madina). Himbauan itu dicetuskan Anggota DPRD Madina dari Hanura, Khairul Anwar Hasibuan, Selasa (4/2/2025) terkait kelangkaan gas melon itu di Madina dalam sepekan terakhir. “Keresahan masyarakat akibat langkanya gas LPG 3 kg sepekan […]

  • 6 Calon Bupati Palas Terima Nomor Urut

    6 Calon Bupati Palas Terima Nomor Urut

    • calendar_month Jumat, 19 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PALAS, – KPUD Kabupaten Palas resmi menetapkan nomor urut dari 6 pasangan calon bupati dan wakil bupati Palas peserta Pemilukada Palas periode 2013-2018 pada rapat pleno terbuka di Mess Sibuhuan, Kamis (18/7). Penetapan tersebut dituangkan dalam surat keputusan nomor urut calon yang memenuhi syarat sebagai peserta pemilihan bupati dan wakil bupati Kabupaten Palas tahun 2013 […]

  • Jembatan Gantung Bernilai 4,6 M di Kampung Baru Selesai, Ini Harapan Bupati ke Warga

    Jembatan Gantung Bernilai 4,6 M di Kampung Baru Selesai, Ini Harapan Bupati ke Warga

    • calendar_month Senin, 20 Nov 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online )- Jembatan gantung aek batang gadis di Desa Kampung Baru, Kecamatan Panyabungan Utara ,Mandailing Natal ( Madina ) bernilai Rp.4,6 miliar kelar dikerjakan, Bupati Madina H.M.Jakfar Sukhairi Nasution berharap masyarakar bisa merawat nya. ” dengan selesainya pekerjaan jembatan gantung yang diharapkan masyarakat ini, saya berharap masyarakat bisa merawat nya, karena jembatan […]

  • Pemkab Sergai Terima 350 CPNS

    Pemkab Sergai Terima 350 CPNS

    • calendar_month Selasa, 16 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai menerima 350 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang terdiri dari 130 tenaga guru, 95 tenaga kesehatan dan 125 tenaga teknis. Demikian Kepala BKD Pemkab Sergai Drs H Ahmad Zaki MAP melalui Plt.Kabag Humasy Sergai Drs Rachmad Karo-Karo kepada wartawan, Senin (15/11) di ruang kerjanya. Jumlah tenaga guru yang diterima meliputi guru […]

  • 110.998 Jiwa Direkam e-KTP di Paluta

    110.998 Jiwa Direkam e-KTP di Paluta

    • calendar_month Sabtu, 8 Des 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PALUTA, (MO) – Perekaman data elektronik KTP atau e-KTP di Kabupaten Padang Lawas Utara hingga 4 Desember ini sudah mencapai 65,29 persen atau sekitar 110.998 jiwa. Total warga wajib e-KTP di kabupaten ini sebanyak 170.002 jiwa. Program ini diluncurkan Bupati Paluta Drs H Bachrum Harahap beberapa waktu lalu. “Jumlah perekaman data e-KTP di 9 kecamatan […]

expand_less