Jumat, 28 Agu 2026
light_mode

Produksi Padi Sumut 2012 Ditargetkan 4,02 Juta Ton

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 21 Jan 2012
  • print Cetak

Medan. Propinsi Sumatera Utara (Sumut) menargetkan produksi padi tahun 2012 mencapai 4.027.301 ton atau naik dibandingkan tahun 2011 yang hanya mencapai 3.659.683 ton.
Kepala Dinas Pertanian Sumut, Muhammad Roem mengatakan, kebutuhan beras dari tahun ke tahun meningkat seiring dengan banyaknya jumlah penduduk. Untuk itu, target produksi padi ditingkatkan menjadi 4.027.301 ton. “Kita optimis dapat mencapainya. Karena banyak kebijakan yang sudah disiapkan. Karena di tahun 2011 saja, produksi yang diperoleh melebihi dari target,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (20/1) di Medan.

Dikatakannya, pencapaian produski tersebut didukung dengan pembuatan lahan sawah baru di daerah Nias Selatan, dan Mandailing Natal (Madina). Sedangkan untuk daerah pantai Timur seperti Kabupaten Langkat, Deliserdang, Serdang Bedagai (Sergai), Batu Bara sudah tidak memiliki lahan. “Kita menjurus ke daerah lain, sedangkan untuk pantai timur sudah tidak ada lagi lahan yang tersedia,” ucapnya.

Selain itu, program irigasi dari Sungai Ular yang mampu mengairi sekitar 18.500 hektare di daerah Sergai dan sekitarnya, dapat menambah produksi dari beras dari lahan tersebut. “Rencana proyek irigasi dari sungai ular akan terealisasi pada 2012, jadi kita harap dapat mendongkrat target tersebut,” tambahnya.

Sedangkan untuk lahan aktif yang saat ini sekitar 750 hektare dan produktivitas tanaman juga ditingkatkan dari 477 ton per hektare menjadi 550 ton per hektare. Program lain yang diharapkan untuk mencapai program ini adalah membangun infrastruktur, distribusi pupuk bersubsidi lancar, bantuan pupuk cepat terealisasi, dan program pemerintah untuk sekolah terealisasi. “Pertanian akan menyerap tenaga kerja, jadi sebuah program yang dicanangkan tersebut cepat untuk terealisasi, sehingga target juga tercapai,” tambah Roem.

Saat ini, para petani di Sumut sedang memanfaatkan musim yang tidak stabil ini, dengan menanam padi secara bersama. Sehingga di prediksi, panen raya terjadi pada Februari, Maret, dan April mendatang. “Kita optimis, panen ini akan berhasil. Inisiatif kita melalui pemantauan di daerah selalu memperhatikan perkembangan, begitu ada hama datang, kita langsung bertindak,” jelasnya.

Meski memang, dengan perubahan iklim saat ini sangat mencolok dengan panas pada pagi dan siang hari, dingin pada malam hari, tidak bagus karena hama wereng akan cepat datang. Untuk itu, pemerintah, swasta dan petani diminta mendukung peningkatan produksi tanaman padi. Ini perlu dilakukan agar bisa bekerjasama untuk menjaga tren positif yang terjadi sekarang ini. Dengan begitu, Sumut bisa menjadi salah satu daerah penyumbang gabah untuk ketahanan pangan nasional.

Petani juga harus cermat memilih benih yang unggul, pola tanam yang teratur dan proses budidaya yang baik sehingga produktivitas padi lebih tinggi lagi.

Sementara produksi padi di Sumut hingga Desember 2011 berdasarkan Angka Ramalan (Aram) III telah mencapai 3.610.941 ton. “Angka ini bukanlah angka tetap (Atap), angka ini bisa berubah dan kemungkinan bisa mencapai target,” tuturnya.

Pencapaian target produksi padi tahun ini, selain didukung dengan kondisi iklim, juga berhasilnya program Sekolah Lapang Pengelola Tanaman Terpadu (SL-PTT) yang telah diterapkan sejak 2006 lalu, sehingga menambah produktivitas tanaman pangan di Sumut.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Suharno mengatakan Atap produksi padi tahun 2010 di Sumut yang mencapai sebesar 3.582.302 ton, meningkat sebesar 54.403 ton dibandingkan Atap produksi padi tahun 2009. Peningkatan tersebut disebabkan meningkatnya hasil per hektare sebesar 1,56 kwintal per hektare atau 3,40%, meski luas panen mengalami penurunan sebesar 13.733 hektare atau 1,79%.

Untuk Aram III produksi padi pada tahun 2011 diperkirakan sebesar 3.611.244 ton atau naik sebesar 28.942 ton dibanding produksi Atap tahun 2010. Peningkatan produksi disebabkan peningkatan luas panen sebesar 2.520 hektare atau 0,33%. “Sedangkan hasil per hektare mengalami kenaikan sebesar 0,22 kwintal per hektare atau 0,46%,” tandasnya. (yuni naibaho.mrdan bisnis)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Dia 5 Masakan Khas Mandailing

    Ini Dia 5 Masakan Khas Mandailing

    • calendar_month Kamis, 14 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Ocha Lubis Kalau bicara tentang makanan, emang ga ada habisnya. Apalagi makanan tradisional khas Indonesia, pasti membuat kamu tergoda untuk segera mencicipinya. Seperti halnya dengan makanan khas yang unik dari salah satu suku di Provinsi Sumatera yaitu Mandailing. Penasaran gimana sih makanan khas dari Suku Mandailing ini? Yuk kita lihat di bawah ini. 1. […]

  • Seluruh Desa di Batang Natal Diminta Bentuk Pengurus Air Bersih

    Seluruh Desa di Batang Natal Diminta Bentuk Pengurus Air Bersih

    • calendar_month Selasa, 27 Des 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BATANG NATAL (Mandailing Online) – Seluruh desa dan kelurahan di Kecamatan Batang Natal, Mandailing Natal dihimbau membentuk pengurus air bersih. Pengurus air bersih itu mutlak diperlukan agar kegiatan pemeliharaan sarana air bersih tetap berlangsung secara kontiniu. Sejauh ini 95 persen dari 30 desa dan 1 kelurahan di Kecamatan Batang Natal sudah memiliki sarana air bersih. […]

  • Putra Batang Natal Ketuai Forum Kajian dan Penulisan Hukum di Unimal, Aceh

    Putra Batang Natal Ketuai Forum Kajian dan Penulisan Hukum di Unimal, Aceh

    • calendar_month Jumat, 7 Okt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LHOKSEUMAWE (Mandailing Online) – Halvionata Auzora Siregar dipercaya menjadi ketua Forum Kajian dan Penulisan Hukum (FKPH) di Fakultas Hukum, Unimal. Dia adalah mahasiswa Fakultas Hukum semester 5 di Universitas Malikussaleh (Unimal), Lhokseumawe, Aceh Utara, Nanggroe Aceh Darussalam. Halvionata Auzora Siregar adalah putra Batang Natal, Mandailing Natal, Sumatera Utara, anak dari pasangan Halomoan Siregar dan Yanti […]

  • Menelusur Tiga Kampung Berbahasa Mandailing di Negeri Sembilan, Malaysia

    Menelusur Tiga Kampung Berbahasa Mandailing di Negeri Sembilan, Malaysia

    • calendar_month Kamis, 7 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Catatan : Dahlan Batubara Pemimpin Redaksi Mandailing Online   Kawasan itu serupa dengan kawasan Kotanopan dan Ulu Pungkut, berbukit dan sedikit memiliki hamparan lembah maupun hamparan landai. Namanya Kampung Kerangai di Jelebu, Negeri Sembilan, Malaysia. Sebuah perkampungan kaum Mandailing yang berbahasa Mandailing. Misalnya anda orang Mandailing dari Indonesia datang ke kampung ini, jangan berbahasa Melayu […]

  • Jalinsum Amblas di Titik Maga Lombang Diperbaiki

    Jalinsum Amblas di Titik Maga Lombang Diperbaiki

    • calendar_month Rabu, 6 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LEMBAH SORIK MARAPI (Mandailing Online) – Jalan yang amblas di Lintas Nasional titik Maga Lombang, Mandailing Natal, Sumut, diperbaiki. Titik yang berada di tikungan ini sebelumnya sangat berbahaya karena bahu jalan amblas akibat longsor pada tebing jalan, jika dibiarkan akan memakan mengambrukkan badan jalan. Sejumlah pekerja terlihat melakukan pemasangan bore file di titik kilometer 17 […]

  • Magnitute Wacana Balon Bupati Madina, (Bikin Kriteria atau Cari Tokoh?)

    Magnitute Wacana Balon Bupati Madina, (Bikin Kriteria atau Cari Tokoh?)

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Muhammad Ludfan Nasution Tanpa harus menyoal kenapa harus Pilkada Langsung dan serentak di 2015 ini, bicara tentang bakal calon (Balon) Bupati Madina tetap menantang, bahkan bisa-bisa bikin frustrasi. Kita mengenal Madina sedemikian rupa. Ada problem besar. Butuh resolusi tuntas. Ada perspektif sejarah yang adiluhung. Harus mencapai target-target besar yang terkesan mustahil. Itu satu […]

expand_less