Jumat, 14 Agu 2026
light_mode

Lima Daerah di Sumut Batal Terima DAU

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 16 Apr 2011
  • print Cetak


Medan.
Lima daerah di Sumatera Utara (Sumut) batal menerima Dana Alokasi Umum (DAU) karena Kementerian Keuangan RI melakukan penundaan pencairannya mulai April 2011. Kelima daerah tersebut adalah Nias Selatan, Batubara, Padanglawas, Langkat dan Karo dengan total dana DAU sekitar Rp42 miliar.
Kepala Bagian (Kabag) Pembinaan Anggaran Kabupaten/Kota Biro Keuangan Pempropsu Indra Saleh mengatakan, penundaan tersebut dilakukan karena lima daerah itu belum menyampaikan
(perda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) paling lambat 15 April 2011. “Keputusannya berupa SK Menkeu sudah dikirimkan kepada masing-masing Pemkab, Pempropsu sendiri menerimanya sebagai tembusan,” katanya, di Kantor Gubernur, Rabu (13/4).

Dikatakannya, dalam SK Menkeu tersebut besaran penundaan DAU dimaksud masing-masing sebesar 25% dari DAU yang penundaannya dilakukan secara bertahap setiap bulan. Keputusan tersebut, kata Indra, akan dicabut begitu daerah yang bersangkutan menyampaikan perda APBD kepada Menkeu c/q Dirjen Perimbangan Keuangan.

Dalam SK Menkeu tersebut, katanya, disebutkan pada bulan April total DAU yang akan ditunda di lima daerah tersebut mencapai Rp42 miliar lebih, dengan perincian Kabupaten Nias Selatan Rp 6 miliar lebih, Kabupaten Batubara sebesar Rp 8 miliar lebih, Padanglawas senilai Rp 5 miliar lebih, Langkat Rp 14 miliar lebih dan Karo sebesar Rp 9 miliar lebih.

“Dengan waktu yang tinggal dua hari, sepertinya sulit bagi daerah tersebut memenuhi deadline yang dipersyaratkan. Apalagi dengan sudah diterbitkannya SK Menkeu ini, maka bisa dipastikan DAU bulan April di lima daerah tersebut akan tertunda. Dan penundaan ini akan berlanjut secara periodik, dengan batas akhir tanggal 15 setiap bulannya,” jelas Indra Saleh.

Namun demikian, lanjut Indra Saleh, untuk empat daerah, masing-masing Langkat, Nias Selatan, Padanglawas dan Batubara sepertinya hanya akan ditunda pada bulan April saja. Pasalnya, empat daerah tersebut Rancangan APBD-nya sudah dievaluasi di Pempropsu dan sudah siap diperdakan melalui paripurna di DPRD masing-masing.

Namun, katanya, untuk Kabupaten Karo hingga 13 April Rancangan APBD-nya belum disampaikan kepada Pempropsu, padahal tahapan evaluasi propinsi adalah salah satu syarat dalam pengesahan APBD.

“Selain DAU, dari Pempropsu juga ada sanksi berupa penundaan DBH (Dana Bagi Hasil-red) yang besarnya 25 persen, tapi angkanya saya tidak mengetahui pasti karena ditangani oleh bagian lain,” ujarnya.

Ketua DPRD Karo Sitiaminah Peranginangin mengatakan keterlambatan pengesahan APBD 2011 terkait dengan masa transisi pelantikan bupati Pemkab Karo.“Tidak ada masalah di Tanah Karo. Keterlambatan pengesahan APBD tersebut hanya karena bupati terpilih belum dilantik kemarin,” katanya.Ia menyebutkan pihaknya sudah membahas Perda APBD tersebut di tingkat pimpinan DPRD setempat dan akan segera disahkan.

Sitiaminah mengakui pihaknya sudah menerima surat Kemenkeu yang memberitahukan perihal sanksi tersebut. Ditegaskannya, tidak ada pemotongan DAU, melainkan hanya penundaan pencairan saja.( herman saleh/sarsin siregar)
Sumber: Medan bisnis

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 2 Diduga Pelaku Pembacokan Dibawa ke TKP

    2 Diduga Pelaku Pembacokan Dibawa ke TKP

    • calendar_month Sabtu, 16 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    POLRES- Hingga Jumat (15/4) Polres Madina belum menetapkan siapa pelaku di balik perampokan yang terjadi di Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis, pekan lalu hingga menewaskan Nurazmi (60). Namun, polisi telah mengamankan 2 orang yang diduga pelaku dari Pematangsiantar Kamis (14/4) dan langsung dibawa ke TKP. Hal ini dibenarkan Kapolres Madina melalui Kasat Reskrim AKP […]

  • Panen Raya Padi di Madina, Penyedia Jasa Mesin Rontok Padi Banjir Orderan

    Panen Raya Padi di Madina, Penyedia Jasa Mesin Rontok Padi Banjir Orderan

    • calendar_month Kamis, 5 Okt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online )- Panen raya padi di wilayah Kabupaten Mandailing Natal membuat penyedia jasa mesin perontok padi kebanjiran orderan. Mursal salah satunya, selama sepekan terakhir, mesin perontok padi miliknya selalu dapat orderan. “Jasa yang harus dibayar petani dihitung per kaleng hasil panen padi yakni 4000 rupiah. Dalam satu hari bisa empat areal sawah yang […]

  • Gerakan Sejuta Santri Didesak Selamatkan Aldi dari Amputasi

    Gerakan Sejuta Santri Didesak Selamatkan Aldi dari Amputasi

    • calendar_month Selasa, 27 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Gerakan Sejuta Santri mendesak dibentuk dalam upaya menggalang pengumpulan infaq dari para santri untuk membiayai perobatan Aldi Suphandi Hasibuan. Santri di pesantren Darul Ikhlas, Dalan Lidang, Panyabungan itu saat ini sangat butuh biaya berobat di Jakarta agar kakinya tak diamputasi. Aldi santri yang cerdas. Mendapat juara II ketika semester I, dan […]

  • Hari Ini, Perkembangan Kasus Gayus Dilaporkan ke Presiden

    Hari Ini, Perkembangan Kasus Gayus Dilaporkan ke Presiden

    • calendar_month Jumat, 4 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta, Menko Polhukam Djoko Suyanto mengatakan, perkembangan penuntasan kasus mafia hukum dan mafia pajak yang melibatkan pegawai Ditjen Pajak Gayus Halomoan Tambunan akan dilaporkan ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Jumat (4/2). “Kemungkinan Jumat siang, kami serahkan seluruh perkembangan penuntasan kasus mafia hukum dan mafia pajak, ke presiden,” katanya kepada Antara usai mengikuti rapat terbatas bidang […]

  • Kandidat dan Jargon

    Kandidat dan Jargon

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Ini dia masing-masing pasangan calon bupati/wakil bupati Mandailing Natal untuk Pilkada 2015. Nomor urut 1 pasangan Yusuf Nasution-Imron Lubis mengusung jargon “Berhasil”. Nomor urut 2 pasangan Dahlan Hasan-Jakfar Sukhairi berjargon “Lanjutkan”. Nomor urut 3 pasangan Saparuddin Haji-Miswaruddin Daulay mencuatkan jargon “Sahabat Muda”. Desain/grafis   : Dahlan Batubara  

  • Jalan Sopo Batu-Siobon Akan Dibuka

    Jalan Sopo Batu-Siobon Akan Dibuka

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jalan menghubungkan Desa Sopo Batu dengan Desa Siobon Jae akan dibuka. Jarak tempuhnya sekitar 2,5 kilometer. Targetnya dapat dilalui roda empat. Jika kelak jalan ini terbuka maka warga Sopo Batu tak lagi harus melewati jalan lama Sopo Batu – Sigalapang Julu sepanjang sekitar 7 km yang sangat sulit dilalui, yang selama […]

expand_less